Pengalaman Berenang bersama Ikan Dewa Kancra Bodas di Cibulan Kuningan.

Pengalaman Berenang bersama Ikan Dewa Kancra Bodas di Cibulan Kuningan.
Ikan Dewa - God Fish
Kancra Bodas
Labeobardus douronensis
08.02.2020 saat 15.56 WIB
Tak lengkap berkunjung ke Kota Kuningan kalau tidak menyaksikan Ikan Dewa alias Kancra Bodas alias Labeobardus douronesis.
Kancra Bodas Labeobardus douronensis di Cibulan

Lokasi Obyek Wisata Cibulan
Setelah puas menyaksikan dan meliput situs Gedung Perundingan Linggarjati, teman Sang Putra Kuningan yang menjadi tour guide Om Ojo Akhmad Fauzi Nurulhamzah anggota The Six Boys menawarkan mau lanjut kemana. Berburu sun rise atau melihat Ikan Dewa. 

Obyek Wisaya Cibulan, Rumah Ikan Dewa
Tujuan ternyata tetap ke Obyek Wisata Ikan Dewa alias Kancra Bodas artinya kami konsisten dengan salah satu tujuan utama ke Kuningan adalah mandi bersama Sang Ikan Dewa.

Dari lokasi Gedung Perundingan Linggarjati, kami berangkat pukul 15.40 WIB.  Setelah menata peralatan fotografi, Sang Pilot Pak Razil mengarahkan mobil menuju Obyek Wisata (OW) Cibulan.
Awalnya saya tidak tahu apa itu kepanjangan OW, tetapi setelah membaca detail tiket, barulah rahasia OW terbongkar. Ternyata OW adalah Obyek Wisata.

Lokasi OW Cibulan tempat ikan keramat ternyata tidak begitu jauh dari lokasi Gedung Perundingan linggarjati, sekitar 5 km saja.
Tidak sampai 30 menit kami sudah memasuki areal OW Cibulan dan memilih tempat parkir. Suasana tempat wisata masih ramai dan Sang Pilot kami memilih lokasi parkir di dekat Pintu masuk yang berdekatan dengan kios para pedagang.
Kalau dari arah kota kuningan, sekitar 10 km dan letaknya di sebelah kiri jalan.

Harga Tanda Masuk
Pukul 16.09 WIB
Sampailah kami di gerbang Pintu masuk Obyek Wisata Cibulan yang salah satu obyek wisata di Kuningan dan Pesona Ikan Dewa menjadi andalan.
Tiket masuk ke Obyek Wisata Cibulan
Tiket masuk Rp. 22.000 per orang diselesaikan dengan cepat oleh Sang Bendahara The Six Boys Bang Dul alias Bang Abdul Azis Parlindungan yang memang sudah terlatih saat menulis Bukunya yang berjudul Senina (Anda bisa peroleh bukunya langsung via penulis).
Harga tiket masuk belum termasuk kamar bilas, dan saya memilih kamar bilas yang bisa mandi air panas senilai Rp. 10.000 per orang.
DIluar sewa Ban  Rp. 10.000 per ban
Biaya makan ikan Rp. 10.000 per paket isi 3 bungkus


Obyek Wisata Cibulan
Berdasarkan tulisan di Batu Peresmian, ternyata Obyek Wisata Cibulan dibuka pertama kali pada Hari Minggu, 27 Agustus 1939 oleh R,A,A Mohamad Achmad Bupati Kuningan.
Detailnya :
Desa Badplaats Tjiboelan , 
Diboeka pada hari Minggoe 27 Augustus 1939 oleh R.A.A Mohamad Achmad Boepati Koeningan

Info selanjutnya Cibulan dipugar dan diresmikan tanggal 21 November 2016 oleh HM. Didi Sutardi 
Prasasti Obyek Wisata Cibulan
Apa yang menarik di Obyek Wisata Cibulan?
Keunggulan dari Obyek Wisata Cibulan adalah saya bisa mandi dan berenang bersama Ikan Dewa yang jinak dan bisa diajak bermain. 

Sang Ikan Dewa Labeobardus douronensis atau Tor douronensis ternyata memang ikan air tawar yang hidupnya spesifik lokasi khususnya di Perairan Jawa Barat dan sulit untuk dikembangkan di kondisi air yang tercemar. 
Ikan dari kerabat Semah family Cyprinidae semakin langka karena membutuhkan kualitas air yang khusus dan mungkin hal inilah yang menyebabkan dianggap ikan yang dikeramatkan karena adanya di hulu sungai atau di mata air yang airnya kurang pencemaran.
Sang Ikan Dewa, Labeobardus douronensis
Saya lihat juga ikan seperti ini di Wisata Candi Rambut Monte Blitar dan memang adanya di mata air.
Ikan bentuknya mirp ikan emas, tetapi lebih ramping dan sisiknya lebih besar. Malah mungkin bentuknya mendekati ikan tombro yang juga merupakan ikan Emas Cyprinus carpio atau ikan karper.

Ikan Dewa badannya ramping seperti Ikan Arawana Scleropages formosus tetapi sirip siripnya tidak selebar ikan Arawana.
Jadi saya pikir ikan Kancra Bodas ini Labeobardus douronensis ini merupakan gabungan antara Ikan Arawana bersirip lebih kecil dan sisik kulitnyanya mirip ikan Mas. 

Cerita Mitos terkait Ikan Kancra Bodas
Tempat seperti Cibulan, kalau di Indonesia yang masih banyak menganut kepercayaan terhadap benda benda mistis dan klenik, pasti akan ada cerita legenda atau kepercayaan yang menyertainya.

Cerita dari Sang Putra Kuningan, Om Ojo, di Kuningan ada 2 (dua) lokasi yang dihuni oleh Ikan Dewa, yaitu Kolam Cibulan dan Kolam Cigugur. Saat kolam di CIbulan dikuras dan dibersihkan, ikan Kancra bodas yang ada di kolam menghilang dan kabarnya berpindah ke kolam Cigugur dan saya baru tahu kemudian setelah berlibur ke arah Palutungan, kalau lokasi Cigugur itu jaraknya cukup jauh dari Cibulan. Nah, makin heran lah saya.

Saat kolam diisi air kembali, Sang Ikan Dewa akan muncul dengan sendirinya dengan jumlah yang sama. Om Ojo terlihat serius saat bercerita. Berarti pengalaman dia yang diceritakan  memang benar adanya dan sudah menjadi legenda yang diceritakan turun temurun.

Demikian juga sebaliknya, jika Kolam Ikan di Cigugur dikuras, Ikan Cakra Bodas dari Cigugur akan berpindah ke Kolam Cibulan. Kalau memang benar demikian, lewat mana ya mereka. Apakah ada saluran air yang menghubungkan kedua kolam antara Cibulan dan Cigugur. Sepertinya sih tidak ada, karena memang lokasinya berjauhan atau mungkin sayayang tidak tahu. Entahlah.

Cerita Mistis dan legenda yang lain yang berkembang di masyarakat bahwa Sang Ikan Dewa yang banyak berenang dengan jinak adalah penjelmaan para prajurit kerajaan Siliwangi yang membangkang di masa pemerintahan Prabu Siliwangi sehingga mereka dikutuk oleh Sang Pabu Siliwangi menjadi Ikan yang bentuknya seperti yang saya lihat sekarang.

Yang unik lagi, konon kata Om Ojo,jumlah prajurit yang membangkang ini atau jumlah Kancra Bodas tidak bertambah ataupun berkurang jumlahnya. Kalau saya lihat jumlah ikan yang berenang dan bisa dipegang memang cukup banyak dengan ukuran yang berbeda beda, meskipun ada beberapa yang ukurannya hampir sama dan bergerombol mendekati pengunjung yang membawa makanan jagung kering yang dibawa dan dijual di loket.  Jadi ikan ikan ini sepertinya tidak berkembang biak kalau mengikuti mitos yang turun temurun tersebut.

Satu lagi mitos yang disampaikan Om Ojo, bahwa ikan ikan ini terlihat jinak dan tidak takut berenang bersama pengunjung karena memang tidak ada yang berani mengganggu atau mengambil untuk dijadikan santapan atau ikan peliharaan karena konon barang siapa yang berani mengganggu ikan Kancra Bodas alis Prajurit pembangkang akan mendapat musibah atau kemalangan.

Dan hal ini memang  terbukti, karena warung makan di Kuningan tidak ada yang menjual Kancra Bodas Bakar atau Pepes Kancra Bodas. 

Selain mitos Kancra Bodas, ada lagi mitos Tujuh Sumur Cibulan. Lokasi di sudut barat Kolam Pemandian dan ketujuh mata air tersebut berbentuk kolam kecil dengan nama Sumur Kejayaan, Sumur Kemulyaan, Sumur Pengabulan, Sumur Cirancana, Sumur Kemudahan dan Sumur Keselamatan.
Menurut Om Ojo yang juga mendapat cerita dari sesepuhnya, konon di kolam kecil ada kepiting emas dan pengunjung yang bisa melihat kehadiran kepiting emas tersebut, maka keinginan dan harapannya akan terkabul. Berharap bisa bertemu dengan kepitting, sengaja saya nongkrong di kolam itu sekitar 15 menit, tapi mungkin belum rejeki jadinya nggak ketemu dengan Sang Kepiting.

Yang unik, tujuh sumur ini mengelilingi petilasan Prabu Siliwangi, atau tempat yang pernah disinggahi oleh Prabu Siliwangi setelah melakukan peperangan yaitu Perang Bubat. Om Ojo melanjutkan ceritanya, Petilasan ini biasanya ramai saat malam Jumat Kliwon atau saat Maulud Nabi untuk memohon berkah. 

Cerita tujuh sumur ini, sangat mirip dengan tujuh sumur yang pernah saya kunjungi di Keraton Kanoman Cirebon. Tetapi mungkin yang ini  lebih tua dan versi cerita yang berbeda.

Berenang di Kolam bersama  Ikan Kancra Bodas
Saat akan memasuki pintu gerbang masuk CIbulan, Pak Razil tertarik untuk membeli petai yang terlihat ranum dan menggiurkan dan kami sarankan nanti saja saat akan pulang. sehingga kami lanjut dulu untuk berenang.

Memasuki lokasi pemandian, kami disambut dengan Patung Ikan Kancra Bodas yang menyemburkan air dari mulutnya. DI bawah semburan tampak beberapa orang berenang dan sengaja menunggu kucura air dari mulut Patung Ikan Kancra Bodas. Mungkin sekalian pijat kali ya.
Patung Sang Ikan Dewa di Obyek Wisata Cibulan

Setelah berkeliling sejenak dan mencari tempat untuk meletakkan tas ransel bawaan kami,  akhirnya kami duduk di dekat kios yang menjual makanan ringan dan kopi.

Saya tertarik dengan kolam alami yang ada di Cibulan. Ada 2 kolam besar dengan pinggiran disemen dan dasarnya masih alami pasir dan batu yang jelas terlihat. Artinya airnya sangat jernih dan tampak ikan ikan Dewa berliuk liuk menggoda kami mengajak berenang  Cocok benar dengan keinginan saya. 

Setelah ngobrol sejenak dan memesan kopi, kami bersiap berenang. Ternyata hanya saya dan Bang Bendahara yang berenang, anggota The Six Boys yang lain malah asyik foto foto dan memberi makan ikan dengan makanan mirip brondong jagung yang dibeli di pintu gerbang Rp. 10 k.

Sudah tidak sabar untuk berenang bersama Sang Dewa, bergegas nyemplung ke air yang bening dengan Ikan Kancra Bodas berenang kesana kemari dengan ukuran beragam, mulai dari sebesar lengan sampai sebesar paha orang dewasa.

Sayangnya Sang Pawang Ikan Tor douronensis sudah pulang, sehingga kami hanya bisa berenang dan memegangnya di dalam air. Padahal saya pengin pegang di darat dan ngobrol dengan ikan Dewa seperti foto foto yang beredar.

Momen lain adalah berenang bersama anak anak pemburu koin logam, yang meminta pengunjung untuk melemparkan koin logam dan mereka akan berebut menyelam dan mencarinya.

Momen berenang bersama anak anak pemburu koin logam di Cibulan
Bersama anak anak ini, saya beberapa kali terjun bergaya ke belakang dan direkam oleh Bang Ojo. Beberapa kali diulang, sekalian bercanda dan mengingat masa kecil yang bahagia dan sekarang bertambah bahagia.

Setelah beraksi beberapa kali atas permintaan Om Ojo, mereka mendapatkan insentif sesuai perjanjian di awal dan sebagai tanda terima kasih sudah mau menjadi model dan menemani saya action. Ternyata saya baru tahu kalau mereka juga sebagai pencari uang logam yang dilempar ke kolam di Cibulan, jadi mererka memang perenang kuat dan handal.


Lokasi Kolam 1 Cibulan.
Kolam yang pertama, dalamnya hanya sekitar 150 cm dan disini kami bercanda sepauasnya dengan ikan ikan Kancra Bodas.  Saat diberi  makan jagung Brondong, ikan ikan dewa berebut dan berkumpul di tempat makanan. Kami berusaha memegang dan sesekali berhasil mengelus badannya yang licin dan terasa halus.  Sisik mereka yang besar terasa di kulit telapak tangan dan saya berhasil memegang beberapa ikan yang badannya cukup besar dengan panjang sekitar 60 cm  dan diameter  sekitar 10 -15 cm.
Kolam q di Obyek Wisata Cibulan
Kami beberapa kali pindah dari sisi kiri kolam ke sisi kanan kolam mengikuti gerakan ikan Dewa yang gesit dan Berenang meliuk liuk.  
Air kolam sangat  dingin tetapi bening dan jernih Sesekali kami dikerjain oleh Pak Komisaris dan teman teman untuk berebut makanan jagung brondong dengan para ikan. Kamipun berebut dengan para ikan Dewa yang ternyata lebih gesit dari kami.
Kolam 1 dengan kedalaman sekitar 150 cm di Obyek Wisata Cibulan
Lokasi Kolam 2 Cibulan.
Kolam kedua posisinya di sebelah kolam pertama dengan posisi melintang. Besarnya hampie sama dengan kolam pertama. Bedanya kolam kedua memliki kedalaman hingga 3 meter.  Mohon berhati hati saat bereang di kolam kedua.  Saya coba memperagakan cara terjun di kolam kedua, dan saya lakukan karena kolamnya lebih dalam sehingga kalau terjun dengan berat badan 76 kg, semoga tidak sampai ke dasar kolam.
Kolam 2 di Obyek Wisata Cibulan
Ikan Dewa di kolam kedua ukurannya lebih besar besar dan lebih jinak.  Beberapa kali saat berenang di kolam kedua, saya memegang dan didekati oleh Ikan Kancra Bodas dan sengaja disentuh dan menempelkan badannya ke tubuh saya tanpa rasa takut. Berarti memang sudah jinak dan sering berbaur dengan manusia.
Ternyata masih berani beraksi salto
Menurut informasi, biasanya ada pawing yang menawarkan pengunjung untuk mencium ikan Dewa dan ikannnya memang diambil dari kolam kedua.  Sayang sekali, kami tidak bisa menikmati moment ini karena kami dating sudah terlalu sore dan sang Pawang sudah pulang.

Kolam 2 di Obyek Wisata Cibulan dengan kedalaman sekitar 3 meter
Kolam Terapi Ikan pemakan Kulit mati 
Di sebelah Kolam kedua, terdapat kolam ikan untuk yang ingin membersihkan kulit kakinya dengan mencelupkan ke kolam yang berisi ikan pemakan kulit.

Fasiltas Musholla, Taman Kelinci, Pojok Selfie, Panahan, Saung Lesehan, dan arena Bermain.
Di area belakang, terdapat fsilitas musholla untuk yang ingin menunaikan ibadah sholat. Untuk menuju mushola ditata dengan rapid an melintas jembatan yang didesign indah serta dilengkapi taman serta arena bermain yang berisi Taman Kelinci, Pojok Selfie, Flying Fox, Water Ball, HUtan Lindung, Situs batu Gajah, arena bermain panahan dan Saung lesehan untuk beristirahat serta Sepeda Gantung.
Di saung lesehan, ada sop Buntut yang enak dan sepertinya pautu dicoba.

Fasilitas di Obyek Wisata Cibulan
Jalan menuju ke fasilitas tersebut melewati semacam kolam yang berisi ikan tetapi sepertinya bukan kancra Bodas dan berisi Angsa yang bisa digowes alias Angsa Goes.

Kios Makanan
Sambil menunggu kami berenang, teman teman menikmati kopi dan makanan kecil yang tersedia di kios kios makanan yang ada di pinggir kanan kiri kolam pertama. Aneka mie instant dan bakso bisa diperoeh di kios makanan ini,
Pak Komisaris, Pak Razil dan Om Irwan ,masing masing menikmati secangkir kopi seharga Rp. 5.000,- dan beberapa camilan sekedar untuk mengusir rasa kantuk dan rasa dingin.
Sang Fotografer beraksi
Ruang Bilas dan Ruang Ganti Baju
Selesai berebang, kami kemudian menuju kamar mandi bilas. Posisi kamar mandi bilas ada di bagian depan dekat pintu masuk dan ada di pojok kanan dari arah pintu masuk.
Kamar Kamar Bilas dikelola oleh beberapa orang. Saya memilih kolam bilas yang ada di tengah. Biayanya Rp. 10.000,- dan bonus kantong plastik untuk membawa pakaian kotor. Di dalam kamar bilas isinya shower dengan air panas, lumayan lah sambil bebersih diri dan agak sedikit menghangatkan badan.
Kalau tidak mandi dan hanya berganti baju, juga ada ruang ganti baju yang lokasinya persis disamping pintu gerbang masuk.

16.51 WIB
Kami bersiap untuk pulang, dan mulai merapikan perlengkapan serta tas ransel kami..
Wahana lain kami tidak tertarik, khusus pengin berenang dengan Ikan Dewa, target tercapai 
Lihat, suka, ditawar dan akhirnya gagal. Pete di Cibulan Kuningan.
Keluar dari OW Cibulan kami masih mampir kembali bernegosiasi ke kios pedagang di depan gerbang untuk membeli Pete kesukaan Pak Rizal.  Apa daya, kekuatan menawar kami kurang meyakinkan sang Ibu pedagang sehingga akhirnya kami pulang dengan tangan hampa. Tapi tidak apa apa, yang penting sudah berkunjung ke kios pedagang souvenir dan pete dan sempat memegang pete dan souvenir lainnya. Menghibur diri.com.

17.17 WIB,
Kami meninggalkan Obyek Wisata Cibulan, .
Akhirnya prosesi berenang bersama para prajurit yang dikutuk oleh Prabu Siliwangi selesai meskipun saya tidak bisa menggendong mereka.
Salam dari The Six Boys, Cibulan
Salam The Six Boys



Memfoto Sunset di Cigugur Kuningan



















Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengalaman Berenang bersama Ikan Dewa Kancra Bodas di Cibulan Kuningan."

Post a comment

Popular Posts