Nikmatnya Nasi Kasreng, Kuliner Khas Luragung, Kuningan

Nikmatnya Nasi Kasreng, Kuliner Khas Luragung, Kuningan

Kuliner The Six Boys, Nasi Kasreng



Saat sebelum berangkat, Sang Putra Kuningan Om Ojo Fauzi Nuruh Hamzah, sudah mengiming imingi kami beberapa Kuliner yang akan menjadi tujuan Kuliner selama liburan ke Kota Kuninga.

Pilihan yang disampaikan adalah Nasi Kasreng di urutan pertama, kemudian Mie Koclok, Hucap alias Tahu Kecap, Tape Ketan, Jeniper, Opak Bakar.

Dari sekian Kuliner yang direncanakan, hanya Hucap yang kami tidak sempat menikmatinya, karena padatnya acara liburan dan undangan bertamu.

Khusus untuk Nasi Kasreng, kami sudah janjian dengan Bapak Pembina, yang akan mengantarkan kami ke Nasi Kasreng yang paling enak dan terkenal di daerah Luragung Kuningan.

Malam sebelumnya kami menyempatkan diri sowan ke rumah Bapak Pembina yang tidak lain adalah orang tua dari Sang Putra Kuningan, OM Ojo Fauzi Nurul Hamzah.

Kami janjian, setelah melakukan sesi foto di Curug Putri, Palutungan, kita akan janjian ketemuan di pertigaan menuju arah Luragung.

Bapak Pembina sangat baik dan banyak memberikan wejangan dan informasi mengenai sejarah Kota Kuningan, Tujuan Wisata, Jalur terpendek untuk melintas Kota Kuningan serta mengajak kami berkuliner khas Kota Kuningan, yaitu Nasi Kasreng.

Kami menyambut gembira, karena memang Nasi Nasreng adalah salah satu destinasi Kuliner yang ada di List kami. Memang nasib baik untuk The Six Boys.

Beliau berjanji akan menceritakan kisah mengenai Nasi Kasreng saat kita makan di lokasi tujuan.

15.02 WIB Kota Kuningan

Tepat di pertigaan kami bertemu dengan Pak Pembina yang menggunakan Mobil Innova yang berwarna merah menyala. Pilot yang mengemudikan mobil rombongan The Six Boys kali ini adalah Sang Putra Kuningan, karena hanya dia yang tahu seluk beluk Kota Kuningan.

Selama perjalanan menuju arah Luragung, kami diterpa huja sangat lebat dan berharap sampai lokasi tujuan hujan reda,

15. 39 WIB Luragung

Nasi Kasreng Mandiri

Sampailah kami di destinasi kuliner kam dan alhamdulillah hujan pun sudah reda.  Udara segar dan bau tanah yang tersiram hujan menjadikan rasa lapar kami berlipat lipat.

 

Nama rumah makannya adalah Nasi Kasreng Mandiri, tempat yang sangat asri, berada di pinggir jalan raya Luragung - Cibingbin.

Tempat parkir luas dan di samping dan belakang terdapat saung saung dengan kapasitas antara 10 - 15 orang.


Kami memilih tempat di depan, yaitu di depan hidangan yang tersaji secara lengkap. Saya merasa takjub dengan hidangan yang disajikan. Sekilas, Nasi Kasreng hampir mirip dengan Nasi Jamblang Cirebon.

Baca juga  : Nikmatnya Kuliner Empal Gentong H Apud Cirebon

Setelah memasuki pintu depan, tampak di hadapan kami berbagai macam masakan dengan berbagai metode masak, ada yang digoreng, dipepes, ditumis, berupa sup, diberi bumbu pedas, beserta aneka sayuran dan lalapan bahkan telor asin yang kalau saya merincinya, mungkin selembar kertas tidak cukup untuk menulisnya.

Beberapa makanan sempat saya dokumentasikan.

Hidangan Menu Nasi Kasreng yang tersaji lengkap

Ibu Pembina segera memanggil petugas rumah makan dan meminta menu khusus yaitu Nasi Hitam alias Oryza sariva yang berwarna hitam. Kalau anda biasa makan Nasi merah, khusus di Nasi Kasreng Mandiri, kami disediakan Nasi hitam.

Ada juga ciri khas di Kuliner Nasi Kasreng, jika anda ingin nambah nasi, yaitu Nasi khas Kasreng berupa nasi hangat yang dibungkus kertas nasi berbentuk kerucut dengan ukuran mungil.

Nasi Hitam, Khasnya Nasi Kasreng Mandiri

Satu lagi, Ibu Pembina meminta untuk dibuatkan sambal dadakan yang terenak dan satu lagi permintaan khusus, Petai Bakar. Pokoknya top markotop. Kami diservice dengan makanan kuliner Nasi Kasreng yang paling enak.

Sambal Terasi super pedas dengan cabe pilihan ini memiliki aroma yang khas dan menggugah selera yang menerbitkan air liur tiada henti. Pookonya pengin segera makan. 

Sambal Terasi Dadakan yang sangat lezat dan membuat kami terus tambah, angel tenan tuturane.

Menu yang ada di Kuliner Nasi Kasreng sangat lengkap dan menarik untuk dicoba satu persatu.

Akan saya tampilkan beberapa makanan secara individu karena memang saya sangat senang membahas kuliner.

Beberapa dokumentasi dari menu yang sempat abadikan dari aneka olahan kuliner Nasi Kasreng.

Jengkol

Semur Jengkol yang sangat nikmat

Posisi jengkol paling depan dan sangat menggugah selera dan pengin segera memasukan dalam piring kami. 

Jengkol atau Archidendron pauciflorum (Benth.) I.C.Nielsen diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.

Jengkol di sini sangat emouk dan gurih.  Mungkin masaknya cukup lama dengan api kecil serta bumbu yang sudah meresap. Saya yang sebelumnya cuma ambil 3 buah, nambah hingga 6 biji. Semoga saat di mobil nanti nggak sakit perut, jadin nggak ngebom bau jengkol ha..ha..ha...

Baca juga : Nikmatnya Kuliner Gulai Kepala Ikan Kakap di Rumah Makan Medan Baru

Ikan Baby

Ikan Baby yang menjadi idola kami The Six Boys

Ikan baby alias bayi yang disajikan mirip dengan ikan yang makan kulit kaki kami saat di Pemandaian CIbulan dan Kolam rendam Hotel Grage Sangkan.  Bentuknya mirip ikan Nilem Mangut alias Osteochilus hasseltii.

Tapi semoga bukan ikan yang makan kulit kaki saya tadi pagi.  Ikan sungai air tawar yang kecil ini digoreng kering dan rasanya pas sekali. Nggak terasa, mungkin ada 17 - 18 ikan baby yang sudah saya makan. Alhamdulillah. 

Kerang

Menu Kerang yang juga favorit saya 

Kerangnya dimasak dengan kuah santan dan memang enak.  Kerang adalah salah satu makanan favorit saya meski kadang alergi kalau kerangnya kurang bagus alias kurang segar.  Saya makan dengan porsi sekitar 2 sendok makan. Cukup lah untuk pengobat kepingin. 

Udang

Menu Sambal Goreng Udang yang menggoyang lidah

Ini makanan yang dulu saya suka, tetapi sekarang adalah makanan yang saya hindari. Saat makan di Nasi Kasreng, Bang Dul yang banyak menghabiskan menu udang ini. Hampir setengah panci dihabiskan sendiri. Pokoknya banyaklah.

Ikan Mas


Berikutnya ikan mas goreng, meskipun pepes ikan mas juga ada.  Saya ambil dua duanta, Pepes iya, Ikan Mas goreng juga iya. Ikan Masnya enak karena mungkin dari ikan segar.

Ikan Mas atau Cyprinus carpio adalah ikan yang paling banyak dikonsumsi untuk pepes dan goreng, meskipun untuk goreng, bersaing dengan Ikan Mujahir. 

Indonesia, ikan mas memiliki beberapa nama sebutan seperti kancra, tikeu, tombro, raja, rayo, ameh. Jadi memang yang di CIbulan, disebut juga Kancra, berarti memang masih keluarga Ikan Mas.

Pare

Sayur Pare yang segar dan nikmat

Sayur parenya juga enak, tidak terlalu pahit dan berasa segar. 

Berikut tampilan menarik dan mengugah selera. dari menu menu yang ada di Nasi Kasreng.

Menu masakan Nasi Kasreng yang lengkap

Setelah dipersilahkan dan masing masing memegang piring, langsung The SIx Boys antri makan dengan tertib.

Anggota The SIx Boys memang sopan sopan dan untuk makanan tidak pernah berebut. Saling mendahulukan saudaranya untuk makan terlebih dahulu.


Antri dengan tertib dipimpin oleh Pak Komisaris

Kalau sudah masuk ke piring dan bercampur dengan nasi, jadilah racikan ala selera masing masing.

Isi Piring saya yang termasuk komplit

Ada satu daun lalapan yang selalu saya temui di Jawa Barat, dan hanya di Jawa Barat, saya menyebutnya Tespong.

Selama saya di Jawa Timur, belum pernah sekalipun saya makan tespong. Seladren atau Tespong Oenanthe javanica adalah tumbuhan yang menyerupai seledri, daunnya bergerigi namun terasa agak lebih kaku dan tebal dibandingkan seledri. Tumbuhan ini mengandung antioksidan yang cukup kuat
Batangnya mirip batang kangkung yang berongga, sedangkan daunnya mirip sekali dengan daun seledri.

Rasanya sedikit manis dengan aroma wangi lalapan.  Sangat cocok dicocol dengan sambal terasi.

Pas lah dengan selera saya yang memang sedang merindukan lalapan tespong.  Biasanya saya makan tespong di Subang, di saat menjenguk anak saya yang saat itu bersekolah di jalan Cagak.   

Sayuran Tespong, yang tidak pernah ketinggalan

Yang tidak ketinggalan dari Nasi Kasreng adalah taburan udang kecil alias rebon yang selalu menjadi toping seporsi Nasi Kasreng. 

Suasana persawaahan di kanan kiri Rumah Makan Nasi Kasreng Mandiri yang asri membuat kami pun makan dengan lahap.

Menikmati Nasi Kasreng di tepi sawah sambil Ngobrol
 

Kenapa disebut Nasi Kasreng?

Sambil menikmati Nasi Kasreng dengan pemandangan Sawah yang baru berumur kira kira 31 hari, Pak Pembina bercerita mengenai asal usul Nasi Kasreng.

Pemandangan sawah menemani makan Kuliner Nasi Kasreng

Mulailah Pak Pembina bercerita bahwa asal usul Nasi Kasreng ada beberapa versi. Dulunya Nasi Kasreng adalah makanan yang sederhana dan pembelinya umumnya adalah pedagang pasar, pekerja kasar dan pengemudi truk atau bis yang ada di sekitar Pasar atau terinal Luragung.

Pada awalnya, Nasi Kasreng hanyalah masakan biasa dan disajikan dengan aneka gorengan yang bisa dipilih sendiri, dilengkapi dengan aneka lalapan dan sayuran serta yang tidak ketinggalan khususunya untuk rakyat Indonesia, yaitu Sambal dan taburan udang udang kecil yang sudah digoreng alias rebon. Hal ini mungkin dipengaruhi kedelatan Luragung, Kota Kuningan dengan . dengan Kota Cirebon yang juga Kota Produsen Terasi dan sekaligus rebon. Cocok dech.

Seiring dengan meningkatnya taraf hidup dan permintaan dari pelanggan, yang dulunya hanya beberapa macam lauk dan sayur, kemudian berkembang menjadi aneka lauk dan sayuran seperti yang disajikan di Nasi Kasreng Mandiri, lihat di dokumentasi saya.

The Six Boys, sambil makan pun masih sempat berfoto

Tenpatnya pun sudah bukan lagi di emperan tetapi sudah di bangunan permanen dan penikmatnya dari berbagai kalangan  dan berbagai daerah,

Sambil mendengarkan cerita Pak Pembina, tak terasa saya sudah nambah nasi 2 kali, pete bakar 2 papan, jengkol 5 biji dan pepes ikan. Angel tenan tuturamu, bisa over saya nich.

Sambal terasi pun sampai ludes tandas sampai ke dasar lantai cobek. Sampai Ibu Pembina minta dibuatkan sambal lagi. 2 cobek dech.

Mendengarkan Cerita Asal Usul Nasi Kasreng

Sambil keringat membasahi muka. hidung hingga rambut kami, Pak Pembina terus bercerita untuk versi kedua.

Kalau versi kedua, menunjuk pada penjual yang namanya Ibu Kasrih yang dulunya berjualan di sekitar terminal Luragung.  Karena menu utamanya adalah gorengan yang selalu menajdi primadona di jualannya maka Ibu Kasrih sering menambah lauik dan menggorenmg di depan pelanggannya. 

Keseringan menggoreng menu utama,maka Ibu Kasrih yang menjual gorengan dipadu dan disingkat menjadi Ibu Kasrih Gorengan dan untuk memudahkan pengucapan disebut Kasreng.

Dengan sabar dan tenang, Pak Pembina menceritakan asal usul Nasi Kasreng dan kami  The Six Boys menjadi pendengar yang tertib.

Memang menarik ya cerita tentang asal usul Nasi Kasreng. 

Awalnya yang saya kenal dari Luragung adalah Bis yang seringnya melaju dengan kencang dan suka menyalip bis bis lain.

Tetapi kini,saya tahu Luragung Kuningan, ternyata juga punya kuliner yang terkenal yaitu Nasi Kasreng.

Kamipun ternyata ditraktir oleh Pak Pembina, sudah dibantu penginapan selama liburan di kuinigan, ternyata masih juga ditraktir Kuliner Khas Luragung, Nasi Kasreng.

Perhatikan tulisan yang terpampang di atas rak makanan, Dimohon Untuk Berhitung Terlebih dahulu

Yang unik di Warung Nasi Kasreng adalah tulisan yagn terpampang jelas perihal pembayaran makanan harus dimuka, mungkin supaya tidak lupa karena saking banyaknya lauk yang disediakan.

Saat memasuki mobil, bagian belakang mobil sudah penuh sesak dengan oleh oleh khas Kuningan yang rata untuk seluruh anggota The SIx Boys. Sekali lagi, terima kasih Pak Pembina dan Ibu Pembina.

Kami tidak tahu, selama mendengarkan cerita tentang asal usul Nasi Kasreng, Ibu Pembina memindahkan oleh oleh yang sudah dipersiapkan ke dalam mobil kami.

Salam hormat untuk Bapak dan Ibu Pembina.

Semoga kami bisa berlibur lagi ke Kuningan.

Setiap kebaikan akan dibalas dengan berlipat kebaikan maka Jangan ragu untuk berbuat baik,

Beberapa dokumentasi saat menikmati Nasi Kasreng.

Foto Foto Sawah dulu ya
 

Petani yang rajin, hasil padi akan melimpah


Pak Komisaris juga nggak ingin ketinggalan


Petani berdiskusi untuk menghasilkan produksi padi yang tinggi

Semoga bisa menikmati kuliner Nasi Kasreng lagi


Akhirnya kami dapat juga Tape Ketan dan Jeniper


















 







   





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nikmatnya Nasi Kasreng, Kuliner Khas Luragung, Kuningan"

Post a comment

Popular Posts