Pengalaman Sensasi Berendam Air Panas dan Sensasi Gigitan Ikan Pemakan Kulit Saat Menginap di Hotel Grage Sangkan, Kota Kuningan

Pengalaman Menyenangkan Menginap di Hotel Grage Sangkan Hotel Spa Saat Berlibur ke Kuningan 

Sensasi Berendam Air Panas DI Grage Sangkan Hotel

Sensasi DIgerogoti Ikan Nilem Mangut Osteochilus hasseltii

Sensasi Gigitan dan Gerogotan Ikan Nilem Mangut Osteochilus hasseltii


Masih cerita mengenai Kota Kuningan dari The SIx Boys.

Setelah bercerita mengenai perjalanan dari Jakarta ke Kuningan, cerita mengenai lezatnya kuliner selama liburan di kuningan, cerita mengenai sensasi mandi bersama Ikan Dewa Kancra Bodas, Menikmati terpaan air Curug Putri Palutungan maka sekarang berlanjut ke cerita dimana kami menginap selama berlibur ke Kuningan.

Ya, kami menginap di salah satu Hotel Terbaik di Kota Kuningan, di Hotel Grage Sangkan Hotel dan Spa  Hotel yang terletak di Jalan Sangkanhurip No. 1, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat ini memang berlokasi didaerah yang sangat asri dan tenang.

Hotel Grage Sangkan Kuningan

Hotel Grage Sangkan dan Spa terletak di lokasi yang strategis di Kota Kuningan yang dikelilingi oleh gunung gunung dan lokasinya sekitar 20 km selatan Kota Cirebon.  Kota Kuningan memang menawarkan berbagai macam pemandangan alam yang menarik dan peninggalan budaya.

Pemandangan Gunung Ciremai dari Hotel Grage Sangkan

Dibangun diarea seluas lebih kurang 20 ha yang subur dengan pemandangan alam dan taman yang indah dan Hotel ini cukup dikenal sebagai resort yang dilengkapi dengan mineral hot water alias pemandian air panas alam yang berasal dari Gunung Ciremai.

Menurut informasi dari brosur, Hotel ini dilengkapi kamar suites dan bungalow yang didesign minimalis, modern dan sederhana yang dilengkapi dengan balkon pribadi yang bisa melihat pemandangan taman yang indah dan Pemandangan Gunung Ciremai yang menakjubkan.

Area Hotel yang dilengkapi fasilitas lapangan untukberbagai kegiatan termasuk Out Bound

Hotel Grage Sangkan juga dilengkapi aneka area rekreasi, mulai dari lapangan tennis indoor dan outdoor, kolam renang, taman dengan pemandangan yang indah, area jogging dan area petualangan dan permainan outbound dengan latar belakang pemandangan Gunung CIremai.

Kolam renang dengan latar belakang Gunung Ciremai yang indah

bagi teman teman yang suka berendam, tersedia hot water spring pool dengan suhu sekitar 36 - 40 derajat celcius yang mengandung berbagai elemen mineral dan elemen mikro yang sangat berguna untuk kesehatan.

Kami langsung Check in di Hotel saat sampai di Kota Kuningan.

Halaman hotel yang asri dan memang sepertinya hotel ini bukan bangunan baru, tetapi dirawat dengan baik dan pelayanan yang prima.


Halaman Depan Hotel Grage Sangkan Kuningan

Kami menuju lobby hotel yang sangat bersih dan ditata dengan rapi.  Kursi kursi tamu lobby yang berwarna pastel sangat sesuai dengan cat dinding hotel yang kobinasi cream dan putih.


Lobby Hotel Grage Sangkan yang bersih dan tenang

Saat menginap, memang kami hampir bertepatan dengan tahun baru China atau Imlek sehingga ornamen dan hiasan hotel menampilkan suasana Imlek.

Pemesanan Hotel sebenarnya dibantu oleh Ayah dari Sang Putra Kuningan yang kami sebut Bapak Pembina dan memiliki akses ke Hotel dan kalau tidak dibantu mungkin kami tidak mendapat kamar hotel sejumlah 3 kamar yang luas dan lega.

Saya mengumpulkan 3 KTP untuk kelengkapan administrasi saat check in, Bang Dul sambil makan kwaci menanyakan dia dapat kamar no berapa?

Lah ini kamar nya saja belum dikonfirmasi, sudah tanya kamar no berapa.  Mungkin kwacinya sudah mulai habis dan harus direfill lagi. 


Proses Check In di Hotel Grage Sangkan

Hari ke 1
Setelah proses Check ini selesai, kami mendapat kamar no. 138, 139 dan 140. Bergegas kami menuju ke kamar dan dibantu oleh petugas kamar.  

Lokasi Parkir Mobil tepat di depan kamar

Pak Rizal memarkir kendaraan di dekat kamar untuk memudahkan menurunkan barang barang bawaan kami.  Kami akan melanjutkan perjalanan wisata terlebih dahulu baru nanti menikmati kamar.

Sang Putra Kuningan di Kamar 139 Hotel Grgae Sangkan Kuningan

Kamar sangat nyaman, bersih dan luas. dan yang penting kamar mandinya cocok untuk nongkrong sambil main game he..he...he...

Duo ABG tua sedang beraksi di depan kamar

Kamar kami lokasinya sangat strategis. Ada 2 pintu keluar dan masuk serta ada pintu penghubung alias connecting door, sehingga berasa kamar sangat luas dan cocok untuk keluarga atau rombongan. DI pintu belakang, pemandangan langsung menghadap ke kolam renang Hotel.

Pemandangan dari Teras Kamar yang langsung ke Kolam Renang

Oh ya, kami berlima yang menginap dan kamar ada 3, karena Sang Putra Kuningan menginap di kediaman raja kerajaan Kuningan.

Suasana kamar Hotel di Grage Sangkan Hotel

Setelah berunding dan hom pim pah, akhirnya susunan penghuni  kamar pun selesai dengan susunan, Pak Komisaris Yusti dengan Bang Dul, Saya dengan Om Irwan dan Pak Razil sendiri,

Kolam renang skala Olimpik tepat di belakang kamar kami

Kami sempatkan berjalan berkeliling area hotel dan menikmati pemandangan yang asri, kolam renang yang tepat berada di samping kamar, dan melihat Pak Komisaris Yusti Karpov dan Bang Dul Parlindungan Kasparov bermain catur raksasa yang akhirnya membuat mereka malah ribut, dan bukan karena permainan catur, tetapi karena rebutan kwaci ha..ha..ha...

Permainan catur antara Yusti Karpov dan Dul Parlindungan Kasparov 

Pak Komisaris Yusti Karpov  mirip dengan Sang Grand Master Anatoly Yevgenyevich Karpov, seorang  grandmaster catur Rusia dan mantan Juara Dunia. 

Anatoly Karpov adalah juara dunia resmi dari tahun 1975 hingga 1985 ketika dikalahkan oleh Garry Kasparov. Saat itu Karpov memainkan lima pertandingan melawan Kasparov untuk memperebutkan gelar dari 1984 hingga 1990 tanpa pernah mengalahkannya dalam satu pertandingan, kemudian menjadi Juara Dunia FIDE sekali lagi setelah Kasparov memisahkan diri dari FIDE pada 1993. 

Anatoly Karpov memegang gelar tersebut hingga 1999, ketika dia mengundurkan diri gelarnya di protes terhadap aturan kejuaraan dunia baru FIDE. Banyak yang menganggap Karpov sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah.

Sang lawan adalah Dul Parlindungan Kasparov, mirip sekali dengan  Garry Kimovich Kasparov,  seorang pecatur yang menjadi Juara Catur Dunia termuda yang tak terbantahkan pada tahun 1985 pada usia 22 tahun dengan mengalahkan juara saat itu Anatoly Karpov. 

Garry Kasparov memegang gelar juara dunia FIDE resmi sampai 1993, ketika perselisihan dengan FIDE membawanya untuk mendirikan organisasi saingan, Asosiasi Catur Profesional alias Professional Chess Association.

Pada tahun 1997 ia menjadi juara dunia pertama yang kalah dalam pertandingan dengan komputer di bawah kendali waktu standar, ketika ia kalah dari superkomputer IBM Deep Blue alias  The IBM supercomputer Deep Blue  dalam pertandingan yang dipublikasikan secara luas. 

Garry Kasparov terus memegang Kejuaraan Catur Dunia "Klasik" sampai dikalahkan oleh Vladimir Kramnik pada tahun 2000. Meskipun kehilangan gelar, dia terus memenangkan turnamen dan merupakan pemain dengan peringkat tertinggi di dunia ketika dia pensiun dari catur profesional pada tahun 2005.

Garry Kimovich Kasparov seorang grandmaster catur Rusia, mantan Juara Catur Dunia dianggap sebagai pemain catur terhebat sepanjang masa. 
Prestasi juara dunia 1986 hingga pensiun pada 2005, Kasparov menduduki peringkat No. 1 dunia selama 225 dari 228 bulan dan 255 bulan secara keseluruhan untuk karirnya. 

Peringkat puncaknya yaitu 2851, yang diraih pada tahun 1999, merupakan yang tertinggi yang pernah dicatat hingga dikalahkan oleh Magnus Carlsen pada tahun 2013. 

Kasparov juga memegang rekor untuk kemenangan turnamen profesional berturut-turut dan Piala Oscar Catur alias Chess Oscars.

Kalau penggemar catur seperti saya, pasti tidak akan melewatkan pertandingan antara kedua Grand Master dunia ini jika mereka berlaga. Bukaan dan strategi rahasia dan pamungkas seringkali menjadi serangan yang tidak diduga oleh lawan.  Para Grandmaster, dengan jumlah bidak yang masih banyak, bisa langsung saling bersalaman, karena mereka sudah tahu akhir permainan sebelum usai. Itulah dunia Catur. 

Ada lagi pecatur yang juga legendari yaitu Robert James Fischer atau yang dikenal sebagao Bobby Ficher  adalah seorang grandmaster catur Amerika dan Juara Catur Dunia kesebelas. Banyak yang menganggapnya sebagai pecatur terhebat sepanjang masa. Dulunya pecatur Rusia mendominasi kejuaraan catur dunia antara tahun 1948-2000 dan pengecualian hanya terjadi pada tahun 1972 ketika pecatur Amerika Serikat (AS), Bobby Fischer berhasil mementahkan dominasi ini.

Berikutnya yang berhasil mendobrak dominansi Pecatur Rusia adalah  Sven Magnus Øen Carlsen atau Magnus Carlsen, seorang grandmaster catur Norwegia yang saat ini menjadi Juara Catur Dunia, Juara Catur Cepat Dunia, dan Juara Catur Kilat Dunia. Carlsen pertama kali mencapai puncak peringkat dunia FIDE pada 2010, dan hanya mengikuti Garry Kasparov dalam waktu yang dihabiskan sebagai pemain berperingkat tertinggi di dunia. Peringkat klasik puncaknya 2882 adalah yang tertinggi dalam sejarah. Dia dianggap sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa dan berhasi;l mengalahkan sang Juara bertahan Garry Kasparov.
 
Setelah meletakkan barang bawaan dan menguras kantung kemih, kamipun melanjutkan perjalanan. 

Perjalanan mengelilingi Kota Kuningan dan berkunjung ke Museum Gedung Perundingan Linggarjati, Bercengkerama dengan Ikan Dewa Kancra Bodas di Cibulan, Berfoto di Sunset Ciugur dan makan Mie Koclok di pusat kota kuningan.

Malam hari kami sampai di Hotel dan menikmati kamar yang nyaman dan kasur yang empuk.  Ternyata udara di Kuninga tepatnya di sekitar Hotel Grage sangkan masih sangat sejuk. Kami pikir, AC di kamar kami sudah menyala, karena udara di kamar cukup dingin, ternyata AC belum dinyalakan pun, udara sudah dingin.

Sambil tiduran, kami The Six Boys masih bercengkerama sambil membahas pengalaman dan kesan di hari pertama sambil saling mengirim foto dokumentasi dan up date status ke teman keluarga dan handai taulan lainnya.

Kami sengaja membuka pintu penghubung antar kamar, connecting door, karena kami janjian untuk bangun pagi karena akan meliput matahari terbit alias sunrise di Palutungan, Kaki Bukit Gunung Ciremai.   


Hari Kedua

Pagi pagi sekali, kami janjian bangun untuk segera menuju ke Palutungan, untuk mengabadikan Sunset di Kaki Gunung Ciremai.

Sekitar jam 04.30 teman teman The Six Boys sudah bangun dan setelah membersihkan diri dan menyisir rambut supaya tetap ganteng, kami pun siap menunaikan sholat Subuh bagi yang muslim.

Sudah siap sejak subuh untuk berpetualang dengan The Six Boys

Subuh jam 04,48 waktu Kota Kuningan. Setelah menunaikan shoat subuh dan menikmati teh hangat, kami pun bergegas megepak barang dan berangkat.  Pilot pagi ini adalah Sang Putra Kuningan, Om Ojo Fauzi Nurul Hamzah.

Memang kami berencana berfoto dulu di Palutungan, Kaki Gunung Ciremai dan selanjutnya Sarapan di Hotel karena infonya masakan dan kuliner di Hotel sangat terkenal enak dan dijamin pasti nambah terus.  Mendengar ini, Bang Dul makin senang dan kalau memang makanannya lezat, sesumbar akan tambuh alias nambah 5 kali.  ini baru anggota The Six Boys.

Wajah Wajah Kelaparan saat sarapan di Hotel Grage Sangkan

Kembali dari Palutungan, jam masih menunjukkan pukul 09.03, saat yang tepat untuk sarapan.  Perut sudah keroncongan karena beratnya memikul tripot dan menahan perut supaya kamera tetap focus dan tidak blur.

Ruang makan dengan pedmandangan yang INdah, ada yang berlatar belakang gunung atau Kolam renang


Ruang makan tempat sarapan sangat asri.  Berada di samping kolam renang dan berlatar belakang pemandangan yang menunjukkan kegagahan Sang Gunung Ciremai dengan hamparan sawah di bawahnya,

Menikmati sarapan pagi di Hotel Grage Sangkan

Makanan yang disajikan saat sarapan memang luar biasa sangat enak, ada Bakso dan aneka pelengkapnya, ada aneka masakan sunda dan nasi timbel beserta kelengkapannya (ini yang paling saya suka) karena ada paru goreng yang empuk, ikan asin jambal yang gurih dan empal gepuk yang rasanya memang luar biasa lezat.


Menu makan sarapan di Hotel Grage Sangkan sangat lengkap dan enak

Di sisi tengah ada bubur kacang hijau dan ketan hitam dan aneka jajan pasar yang menggoda selera.

Pancen angel tuturane, makanan yang over kata Ibu Suri Sang pengawas

Di menu meja utama ada nasi goreng, mie goreng, Cap cay, ayam goreng, semur daging, ikan gurame pedas manis dan lain lain yang sangat lengkap.

DI bagian  belakang, ada sajian roti dengan aneka topping yang juga menggugah selera. Pokoknya semua ada dan semua enak. 

Hajar terus, jangan sampai ada sisa. Kalau bisa bungkus buat 3 hari

Mungkin karena kami yang sangat lapar atau memang makanannya yang enak.  Bukan Bang Dul yang nambah sampai 5 kali, ternyata malah saya yang nambah 5 kali dan berikutnya ada yang lebih menikmati lagi.  Om Ojo nambah sampai 7,5 kali.  Cocok lah dengan badan besarnya dan energi yang dikeluarkan berjalan sekitar 2 km sambil menenteng perlengkapan kamera.

Berfoto bersama Pak Komisaris Yusti Karpov

Selesai bersantap Sarapan, kami berencana untuk berendam di kolam air panas di area wisata pemandian di Hotel Grage Sangkan.

Berfoto bersama Bang Dul Kasparov

Kami sempa berfoto foto sejenak, karena memang dasarnya kami sangat suka berfoto dan difoto. Apalagi Bang Dul parlindungan Van Hallen.
 

Kolam Renang 
Kolam renang dan waterboom letaknya ada di belakang tempat sarapan.  Kolam renang ini bisa diakses dari luar tanpa melewati area kamar dan fasilitas penginapan hotel.

Kolam renang ini ternyata terbuka untuk umum serta berbayar dan untuk tamu hotel gratis.

Persyaratan utama berenang disini adalah memakai baju renang dan sejenis nya dan yang tidak boleh adalah tidak pakai apa apa kecuali anak anak dibawah umur. 


Kami hanya menikmati pemandangan disini dan tidak mandi atau berenang, karena kami berencana akan berendam di kolam air panas.


Kolam Rendam Air Panas

Kolam air panas berasal dari mata air panas di kaki gunung Ciremai yang dialirkan ke kolam rendam ini salah satunya.


Tidak lengkap rasanya jika kita tidak menikmati mandi air panas dan outbond saat jalan-jalan di Kuningan. 

Mandi air panas merupakan salah satu wisata unggulan di Kota Kuningan. Adanya sumber mata air panas di Kuningan membuat munculnya berbagai tempat wisata untuk menikmati mandi air panas.

Kata Sang Putra Kuningan, ada lagi Kolam rendam yang juga dibuka untuk umum dan lokasinya di bawah kolam Rendam air panas Hotel Grage Sangkan.

Nama tempat pemandiannya adalah Wisata Pemandian Air Panas Sangkanurip, sebuah wisata pemandian air panas yang ada di Sangkanurip yang begitu nyaman untuk menghabiskan waktu libur akhir pekan. Kolam renang dengan beberapa fasilitas ini juga dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Tak heran jika kolam renang selalu dipadati oleh wisatawan.

Kami bertiga anggota The SIx Boys yang berenang

Tak hanya menawarkan sebuah kolam pemandian air panas saja, melainkan pemadangan yang indah dengan latar belakang Gunung Ciremai diselingi dengan udara khas pegunungan yang sejuk membuat kamu akan merasa betah dan nyaman saat disana.

Tetapi menurut Sang Putra Kuningan, lebih enak berendam di Kolam Rendam Air Panas Hotel Grage Sangkan, karena posisinya ada di atasnya.

Pak Razil sangat menikmati hangatnya Kolam Rendam Air panas yang memang menyehatkan

Menurut informasi, air panas di Sangkanhurip mempunyai kandungan seperti sulfat (SO4), silikon dioksida (SiO2), dan klorida (Cl) dengan konsentrasi tinggi. Meskipun letaknya di dekat Gunung Ciremai, air itu mengandung endapan marin, yang berarti air panas itu tak berhubungan dengan aktivitas Ciremai.

Kandungan mineral dan renik dari air itu dipercaya bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Antara lain untuk melancarkan peredaran darah, meredakan stress, meredakan demam, menyehatkan jantung, mengatasi insomnia, dan sebagainya. Karena itu, air panas bersuhu sekitar 40-50 derajat celsius yang keluar dari mata air di Desa Sangkanhurip banyak dimanfaatkan warga dan wisatawan untuk mandi serta berendam.

Di Grage Sangkan Hotel & Spa juga terdapat tempat untuk merasakan petualangan bernama Grage Sangkan Adventure. Banyak permainan yang bisa dilakukan di sini melakukan berbagai kegiatan outbond seperti kegiatan outbond seperti Flying Fox, mengendarai motor ATV, bermain di playground, memberi makan kelinci, dan sebagainya. Untuk menikmati berbagai permainan itu, kita harus membayar lagi tiket.

Kolam Ikan Pemakan Kulit Mati

Nah, di kolam ikan pemakan kulit inilah moment menginap di Grage Sangkan Hotel yang paling berkesan.

Awalnya, setelah berendam di kolam air panas, saya bersama Pak Razil dan Om Ojo berkeliling mencari Pak Komisaris dan Bang Dul yang sudah lebih dulu keluar dari area kolam renang.

Saya melihat dari kejauhan, ada kolam ikan berbentuk bulat dan dilengkapi tempat duduk dari.batu di beberapa spot kolam ikan.

Terlihat Bang Dul mencelupkan kakinya ke dalam air dan tampak seperti menahan geli yang amat sangat sambil berteriak teriak tidak karuan. Digelitik sama cewek cantik saja tidak sampai seperti itu, jadi ada apakah di dalam air itu?

Ternyata di dalam air, tampak puluhan, atau bahkan ratusan, atau bahkan ribuan tapi nggak sampai jutaan sih, ikan ikan yang berebut begitu kaki dimasukkan.

Pijat Terapi dengan ikan atau Ichthyotherapy, ternyata merupakan wisata andalan di Kota Kuningan. Saat berenang ke Ikan Kancra Bodas Cibulan, juga ada wisata Spa kaki yang dilakukan oleh ikan ikan yang tanpa kenal lelah membersihkan kulit kulit mati yang ada di kaki kita.



Sensasi geli luar biasa karena ketika kaki Anda dicelupkan ke dalam kolam puluhan ikan  tanpa dikomando akan mengerubungi kaki Anda sambil menggigitinya. 

Celupan kaki pertama yang sangat geli dan seperti dicubit cubit

Yang saya alami, awalnya saya menjerit jerit karena saking geli luar biasa karena sambil mengerubuti kaki, ikan ikan ini seperti menggigiti kaki saya dengan gigi gigi yang berasa seperti gergaji kecil yang jumlahnya ribuan. Sensasi geli ditambah seperti dicubit ringan oleh ribuan ikan yang tidak mau berhenti sampai kulit mati di kaki kita habis.

Ekspresi menahan kentut, eh bukan menahan gelinya gigitan ikan Nilem

Ternyata ganguan mental sesaat seperti yang Bang Dul alami saat mencelupkan kaki pertama kali, juga menular kepada saya.

Setelah sekian menit  pun, gigitan ikan masih memberi sensasi sakit mental sesaat

Setelah sekian menit, ikan ikan yang berkerubung perlahan lahan pergi dan hanya tinggal beberapa ekor saja. Artinya kulit mati atau koreng di kaki anda sudah habis dan mereka akan mencari mangsa lagi.

Fotografer handal kami Pak Komisaris Yusti mengabadikan sensasi sakit mental kami dengan senang, karena bisa jadi bahan untuk membuli kami di saat saat lengang.

Mungkin anda penasaran sebenarnya ikan apa sih yang berani beraninya menggigit dan menggerogoti kaki kesayangan saya.

Jenis ikan asli Indonesia Ikan Nilem Mangut Osteochilus hasseltii

Ternyata yang ikan yang menggigiti  tanpa diperintah tersebut dan langsung mengerubungi dan menggerogoti kulit mati kaki Anda adalah ikan asli Indonesia, .namanya Ikan Nilem mangut alias Osteochilus hasseltii.

Anda tidak perlu khawatir, karena gigitan ikan nilem mangut ini tidak menyakitkan cuma mengelikan dan memberikan sensasi sakit mental sesaat alias geli tiada tara. Gigitan dari ikan nilem manggut ini selain membuang sel kulit mati juga dapat membantu merangsang titik-titik syaraf sekaligus memberikan relaksasi.

Ikan nilem mangut ini adalah ikan dengan kategori ikan herbivora yaitu pemakan dedaunan dan tumbuhan dan lumut yang tumbuh di dasar.

Memang untuk ikan pemakan kulit mati ini ada 2 jenis yang saya ketahui.  Sebelum dikenalkan ikan Nilem mangut atau Nilam Mangut alias Osteochilus hasseltii, yang dipergunakan sebelumnya adalah ikan impor yaitu jenis-jenis ikan yang berasal dari luar Indonesia diantaranya adalah: ikan Garra rufa family Cyprinidae), Ikan Chinchin Oreochromis mossambicus, family: Ciclididae. Garra rufa berasal dari Negeri Turki, sementara ikan Chinchin awal mulanya berasal dari Afrika.

Ok, mengenai ikan akan kita bahas di sesi lain, yang penting kami The Six Boys sudah merasakan sensasi digigit dan digerogoti ikan asli Indonesia Ikan Nilem mangut alias Osteochilus hasseltii.

Walaupun hasil penelitian mungkin belum sampai secara detil ke arah tarap uji klinis, namun orang telah terlanjur percaya, termasuk saya  bahwa terapi ikan memiliki banyak manfaatnya untuk pemeliharaan kesehatan dan pengobatan. Manfaat tersebut diantaranya menghilangkan jaringan kulit mati, memperhalus kulit sehingga kita tidak perlu repot repot manicue dan pedicure di Salon. Cukup di Kolam Ikan Nilem mangut alias Osteochilus hasseltii.

Eit, jangan ditutup dulu, masih ada cerita lucu tentang anggota The Six Boys. Sya tidak melihat Pak Razil selama kami mengalami sedikit kegilaan di Kolam Ikan Rendam Kaki alias KIRK.
Kuda alias Equus caballus yang ditakuti oleh Pak Razil

Ternyata disamping kolam, ada seekor Kuda yang didandani dengan gantengnya dan diabadikan oleh Pak Komisaris Yusti.

Beliau yang namanya saya rahasiakan sebagai anggota The Six Boys yang alergi dengan kuda saat makan Mie Koclok. Ya, Pak Razil memang alergi berat dengan kuda alias Equus caballus.

Pantas saja beliau segera menjauh dari lokasi Kolam Rendam dan berkeliling berfoto foto sendiri menikmati indahnya Hotel Grage Sangkan.

Semoga bermanfaat dan menjadi referensi tempat menginap dan berwisata di Kota Kuningan.



Salam The Six Boys
Jangan Ragu Untuk mendatangi Tempat yang belum Anda Kunjungi 
Cerita Anda, Sumber Informasi dan Inspirasi Orang Lain
















































        




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengalaman Sensasi Berendam Air Panas dan Sensasi Gigitan Ikan Pemakan Kulit Saat Menginap di Hotel Grage Sangkan, Kota Kuningan"

Post a comment

Popular Posts