Nikmatnya Gulai Kepala Kakap Putih dan Gurihnya Burung Punai Goreng di Rumah Makan Medan Baru

Nikmatnya Gulai Kepala Kakap Putih dan Gurihnya Burung Punai Goreng di Rumah Makan Medan Baru

Gulai Kepala kakap kuliner andalan Rumah Makan Medan Baru

Sudah lama sekali pengin makan di Rumah Makan Medan Baru dengan menu andalan Gulai Kelapa Ikan dan Burung Punai.

Dari Kantor di bilangan Petamburan, kami berempat, Pak Yusti, Sang jagoan kuliner yang mengetahui seluk beluk kuliner di Jakarta, Ibu Arina, seorang recruiter dan organiser yang memiliki hobby dan penggemar kuliner aneka resep makanan, Ibu Hilda, seorang pakar sales yang juga penggemar kuliner dan reviewer makanan yang berani bicara apa adanya dan ceplas ceplos tanpa basa basi, dan saya sendiri penggemar makanan rumahan yang pengin tahu rasanya Gulai kepala ikan yang sudah kesohor di jajaran kuliner Jakarta.

Setelah menyelesaikan pekerjaan masing masing, kamipun bergegas menuju lokasi Rumah makan Medan Baru yang berlokasi di Jalan Krekot Bunder Raya No. 65 Jakarta dengan nomor telepon 021 3844273 atau 3858992.

Kami berempat terus terang belum ada yang tahu dimana tepatnya lokasi Rumah Makan Medan Baru. Menggunakan Google Map, kamipun meluncur ke lokasi dan mengikuti arahan petunjuk sang Digital Map yang saangat handal.

Posisi Rumah Makan Medan Baru, Jalan Krekot  Bunder No. 65 

Tertera jarak sekitar 4.5 kilometer saja dari lokasi kantor kami, ternyata tidak jauh ya. Melintas Jalan Jati Baru Raya, Stasiun Tanah Abang, via CIdeng sampai Jalan Abdul Muis, Jalan Majapahit, Jalan Ir. H Juanda, Jalan Samanhudi dan berbelok di Jalan Krekot BUndar Raya dan sempat celingak celinguk sebentar dan akhirnya ketemu dengan bangunan ruko 2 lantai di sebelah kiri jalan yang memanjang dan ada Ruko dengan Plang Medan Baru yang persisdi dekat papan petunjuk arah Mangga Besar, Kartini Gn. Sahari dan Taman Sari.

Plangnya memang tidak terlalu besar dengan latar belakang kuning dan tulisan biru.

Kami datang pada saat Pandemi Covid sehingga tidak ada lagi menu hidang meja semua yang ada seperti pada saat normal tetapi menu dihidangkan sesuai pesanan.

Sebenarnya rumah makan medan baru adalah rumah makan khas Aceh dan bukan khas Medan seperti namanya. Makanan memang mirip padang tetapi bukan padang lho. Lebih tepatnya sih perpaduan antara Sumatera Barat, Medan dan Aceh.

Kami langsung masuk dan memilih meja no. 5AC yang berdekatan dengan rak penyajian.  Kami datang awal supaya menu masih lengkap dan lebih nyaman memilih tempat.

Dari reviewer para kuliner, yang menjadi menu andalan adalah Gulai Kepala Ikan Kakap putih alias  Lates calcarifer  atau yang biasa disebut Barramundi. Beda dengan Kepala Ikan Kakap merah yang lebih bulat, bentuk kepala ikan Kakap Putih ini bentuknya agak memanjang.

Pelayan memberikan pilihan Gulai Kepala Ikan yang sedang atau yang besar, Kamipun memilih Gulai Kepala Kakap yang besar, supaya puas menikmati kuliner ini. Harga sebelum service 2.5% dan tax adalah Rp. 349.500,- atau jika ditotal harganya Rp. 393.000,-. Harga no 2, yang penting bisa menikmati kuliner ini sambil menyemangati dan membesarkan hati kami. ha..ha..ha... 

Seporsi Gulai Kepala Ikan Kakap ukuran Besar

Berikutnya bak orang berduit, kami memesan makanan yang juga mendapatkan rating tinggi dari para reviewer untuk kuliner di Medan baru, yaitu Burung Punai Goreng. Burung Punai hijau alias Punai salung, sumatran green pigeon Treron oxyurus merupakan jenis burung dara tetapi lebih kecil dan berwarna kehijauan sehingga sering disebut Green Pigeon.

Kami memesan 4 potong Burung Punai Goreng karena masing masing dari kami ingin akan dengan ego masing masing alias ingin menyelami cita rasa tanpa rasa sungkan berbagi yang kadang diliputi rasa basa basi. ha..ha..ha...

Seporsi Burung Punai yang berisi 2 ekor
.

Harga per ekor burung punai goreng Rp. 22.750,-  sebelum service dan tax dan jika sudah include senilai Rp. 25.600,- per ekor.  Sesuai dengan bayangan saya, burungnya tidak sebesar burung dara tetapi mungkin sebesar burung tekukur dan memang satu family dengan tekukur. Jangan melihat dari ukuran, lihatlah dari rasanya. Biar makannya lahan dan nggak terganggu dengan harganya.

Kalau cuma 2 menu saja sepertinya kurang bervariasi. Kami pun memesan kembali kelengkapan dari Gulai Kepala Ikan dan Burung Punai Goreng.

Menu tambahan lainnya adalah 

Daun pepaya Rp. 19.500 perporsi before service & tax

Sambal Hijau Rp. 9.000 per porsi before service & tax

Sambal Goreng Udang pete Rp. 48.500 per porsi before service & tax

Sambal Asam Udang Rp. 19.500 per porsi before service & tax

Kalau melihat menu memang tidak tercantum harganya, tapi siapkan saja saran saya jangan bawa uang pas-pasan saat bersantap di sini. Pasalnya, harga hidangannya relatif mahal dan tak ada keterangan harga di daftar menu. Pastikan pula lauk yang Anda ambil dari meja Anda habiskan. Sebab, semuanya akan dihitung, termasuk daun pepaya rebus dan sambal. 

Komentar Kuliner

Kami membersihkan tangan terlebih dahulu untuk memulai makan sesuai protokol Covid 19 dalam era New Normal.

Gulai Kepala Kakap

Gulai Kakap putih pesanan kami merupakan porsi besar, kenapa kami memilih yang besar? Karena Ikan Kakap Putih biasanya daging di pipinya lebih sedikit dibandingkan Kakap merah dan tulang kepalanya lebih panjang dan tidak membulat sehingga daging di celah celah tulang kepalanya juga lebih sedikit. Pengalaman ini saya peroleh saat sering menikmati Gulai Kepala Ikan di Kota Bengkulu yang juga terkenal dengan Gulai Kepala Kakapnya.

Gulai Kepala Ikan Kakap disajikan di piring oval berbahan stainless steel tampak kepala ikan berendam kuah santan kental berwarna oranye. Hidangan yang baru dipanaskan ini menebar aroma gulai yang membuat hidung kembang kempis dan membuat perut semakin keroncongan.

Oh ya, ukuran nasi yang disajikan sebesar bulatan telur ayam dengan harga perporsi Rp. 9.900 sebelum service & tax.

Kuah kental dari Gulai Kepala Ikan saya tuangkan ke atas nasi putih yang hangat.  Kuah kental berwarna coklat muda orange ini merupakan perpaduan santal kental dengan berbagai macam bumbu rempah rempah yang membuat aroma semakin menggoda.

Kami mulai mengambil dan mengeksplore bagian kepala ikan sesuai sudut dan posisi masing masing.  Saya mulai mengambil bagian pipi sebelah tengah, Pak Yusti sebagai Komisaris kami mengambil bagian bawah kepala, Ibu Hilda yang pintar memilih bagian lunak mengambil daging diantara pipi dan insang dan Bu Arina yang paling jago, mengambil bagian yang belum kami ambil yaitu bagian leher yang padat, lembut dan empuk.

Seporsi Gulai Kelapa Ikan kakap Ukuran Besar

Semua terlarut dengan imajinasi masing masing menikmati lezatnya sajian Gulai Kepala Ikan yang kesohor di rumah makan Medan baru.Sensasi paduan gurihnya daging ikan berpadu dengan belaian kuah gulai yang nikmat melambungkan angan angan kami untuk melupakan sejenak kepenatan dan di masing masing hati kami. Top markotop. Joshhh. Maknyusss. Enak tenan. Berbagai ucapan keluar dari mulut kami sambil mengunyah bagian masing masing.

Sambal Asam Udang yang Nikmat

Selanjutnya, peran Sambal Asam Udang menambah nikmatnya sajian Gulai Kelapa Ikan Kakap putih ini disuapan ke dua.


Di suapan ke tiga, peran Sambal hijau dan sayur daun pepaya berpadu dengan daging Gulai kepala Ikan memberikan sensasi gurih, pedas, asam, sedikit pahit manis aroma dedaunan pepaya dan citarasa dan aroma bawang merah yang khas. Nikmat tiada tara.

Suapan ke empat, sambal goreng udang dan pete menjadi paduan yang harmonis bersama dengan kuah dan daging Gulai kepala kakap yang memberikan sensasi lidah mengecap sampai lupa sudah berapa kecapan yang kami katupkan dalam mulut. Pokoknya lupa.

Berikutnya, saatnya menikmati Burung Punai Goreng alias Treron oxyurus  yang juga menjadi santapan kuliner favorit di Rumah Makan Medan Baru. Jarang ditemui model masakan Punai goreng di Jakarta, kalau di Sumatera mungkin masih banyak. 

Seporsi Burung Punai goreng berisi 2 ekor burung goreng yang digoreng renyah tetapi tidak terlalu kering dengan kepala dan cekernya sudah dibuang. Warna coklat muda keemasan masih menyisakan sedikit minyak yang menempel di burung goreng. 

Burung Punai Treron oxyurus goreng yang nikmat

Suapan nasi ke empat dengan potongan daging burung punai dan saat menyentuh indra pengecap dagingnya terasa gurih, empuk dan terkadang ada renyahnya. Lezatnya luar biasa dan memang patut diacungi jempol.

Suapan kelima, masih komposisi daging burung punai, ditambah sambal asam udang, sayur daun pepaya dan sedikit campuran sambal hijau. Sensasi gurih bersatu dengan asam, manis serta sedikit pahit yang dibungkus pedasnya sambal hijau membuat semakin nikmatnya sajian Burung Punai goreng ini.

Sambal Goreng Udang Pete

Suapan ke enam, peran sambal goreng udang pete saya lewatkan karena saya kurang begitu suka dengan pete dan saya wakilkan kepada teman saya dan menurut beliau, paduan dan kolaborasi yang nikmat dan lezat. Bravo. 

Saat makan hingga selesai, hampir tidak ada yang tersisa dari makan yang dipesan.  

Rumah makan yang direkomendasikan untuk Gulai Kepala Kakap Putih dan Burung Punai Goreng.


Salam, semoga bermanfaat.

Rumah Makan Medan baru


 


 

 

   

 

 


 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nikmatnya Gulai Kepala Kakap Putih dan Gurihnya Burung Punai Goreng di Rumah Makan Medan Baru"

Post a comment

Popular Posts