Lorong Reptil, Reptile Tunnel dan Binatang Malam, Nocturnal Animals, Akuarium yang Spektakuler di Taman Safari Indonesia

Lorong Reptil, Reptile Tunnel dan Binatang Malam, Nocturnal Animals, Aquarium yang Spektakuler di Taman Safari Indonesia 


Reptile Tunnel 
Reptile Tunnel atau lorong reptil merupakan wahan yang ada di Taman Safari Indonesia yang menyajikan koleksi Taman Safari khususnya Binatang Reptilia dan Binatang Nocturnal.


Peta Rute menuju Lorong Reptil, Reptile Tunnel

Parkiran C di Taman Safari Indonesia, CIsarua, Bogor


Lokasi Reptile Tunnel atau Lorong Reptil
Lokasi Lorong Reptil berada di sekitar Area Parkir C. Karena saya parkir di Area A, maka saya berjalan ke arah atas melintas Area Rekreasi Water Park dan Danau.

Koridor jalan yang rapi dan nyaman

Di area parkir C yang berdekatan dengan Loke Kereta Gantung yang datang dari Parkir A.
Tempat pemberhentian Kereta Gantung sekaligus loket untuk tiket kereta gantung, Cable Car

Water Park di Taman Safari Indonesia, Cisarua

Kemudian menyusuri jalanan yang terlihat asri, dan melintas Area Sea lions, Bird of Prey, Koleksi Binturong, The Komodo Dradon, Kampung Papua, Perahu dan wahana Humbold Penguins,  Area Pertunjukan Gajah.

Secara berurutan, berikut wahana wahana yang dilewati untuk menuju ke Lorong Reptil.

Bird of Prey, yaitu lokasi burung burung predator yang menjadi koleksi Taman Safari Indonesia sekaligus ada lokasi pertunjukan Bird Of Prey Show.

Pertunjukan Bird of Prey di Taman Safari Indonesia, Cisarua

Berikutnya melintas area koleksi Binturong yang berbentuk pohon yang dibuat sedemikian rupa menyerupai habitat asli Binturong atau Binturung.
Koleksi Binturung di Taman Safari Indonesia, Cisarua

Berikutnya The Komodo Dragon. Koleksi Taman Safari yang menunjukkan satwa Komodo yang hanya ada di Indonesia.  Akuarium Show Komoda yang sangat indah, terdiri dari du lantai dan kita bisa menyaksikan Komoda dari bawah dan atas.  

Selain itu juga dilengkapi dengan wahana memberi makan bayi bayi komodo atau komodo yang masih remaja.

Memasuki Area Kampung Papua di Taman Safari Indoesia, Cisarua


Dari Komodo selanjutnya melintas Kampung Papua yang berisi informasi dan koleksi hewan hewan yang berasal dari Papua.

Kangguru Pohon Koleksi Taman Safari Indonesia, Cisarua
Kangguru Pohon sebagai salah satu satwa khas Papua.

Penguin Humbold di Wahana Penguin
Berikutnya melintas Wahana Perahu Penguin Humbold yang terlihat sangat bagus dan indah.

Papan Petunjuk di Taman Safari Indonesia, Cisarua

Disini ada papan petunjuk yang sangat jelas dan detail.

Area Pertnjukan dan edukasi Gajah Sumatra

Lokasinya tepat disisi lokasi pertunjukan Gajah Sumatera.
Arena Pertunjukan dan Show Gajah Sumatra

Terdapat Arena Show untuk Gajah Sumatera yang dibuat sedemikian rupa dengan bangku bangku yang memanjang.


Tepat disamping pertunjukan gajah terdapat papan informasi lokasi Lorong Reptil.



Suasana di lokasi
Akhirnya sampailah kita di Lorong Reptil yang ujungnya berdekatan dengan Area Primata.

Pintu Masuk Lorong Reptil bisa dari bawah atau Pintu dekat Elephant Show atau melalui pintu atas, yang dekat dengan Primate Centre.

Saya sudah mencoba memasuki Pintu Reptile Tunnel dari kedua arah, karena memang sangat senang dengan koleksi yang ada.  

Moment foto terkadang sulit didapat pada suatu saat, sehingga harus kembali untuk menemukan posisi dan moment yang tepat.

Green Tree Monitor, Biawak Hijau, Varanus prasinus 

Saat pertama kali memasuki Lorong Reptil, pernah ada Biawak Hijau alias Green Tree Monitor, Biawak Hijau, Varanus prasinus   yang hanya kelihatan ekornya.  Saya berkeliling dulu ke lokasi lain dan berikutnya kembali menuju Sang Biawak Pohon Hijau, akhirnya bisa juga memfoto dengan lebih baik meski belum sempurna.

Berikut ini secara runut akan ditampilkan gambaran di dalam Reptile Tunnel atau Lorong Reptil di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor.

Ada apa di dalam Reptile Tunnel
Memasuki wahana Lorong Reptil, tampak pertama kali adalah 

  1. Binatang Binatang Nocturnal alias binatang yang beraktifitas malam hari saat tidak ada cahaya. Kemampuan penglihatan binatang binatang ini sangat baik meskipun sangat minim cahaya.
  2. Kemudian berikutnya adalah Akuarium Raksasa yang berisi ikan air tawar dari berbagai jenis.
  3. Selanjutnya Akuarium kelompok reptil yang terdiri dari berbagai spesies Ular dan berbagai spesies Kadal.
Binatang Nocturmal, Nocturnal Species
  
Paradoxurus aureus, nama umumnya adalah Musang Emas, Golden Palm Civetyang merupakan spesies Musang asli dari Asia Selatan dan Asia Tenggara.  Ditemukan di Zona basah dan menengah, Zona submontana dan munkin di daerah hutan hujan di daerah dataran tinggi.

Paradoxurus aureus, nama umumnya adalah Musang Emas, Golden Palm Civet

Musang dewasa brwarna merah keemasan atau coklat keemasan, polos.  bagian bawah berwarna emas lebih muda dibanding bagian atasnya. 

Paradoxurus aureus, nama umumnya adalah Musang Emas, Golden Palm Civet

Musang Rase, Small Indian  Civet, Viverricula indica dengan status konservasi adalah least concern. Family Viverridae ini tersebar di Indonesia, Bangladesh, Bhutan, Kamboja, Tiongkok, India,  Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Srilanka, Taiwan, Thailand, Vietnam.

Musang Rase, Small Indian  Civet, Viverricula indica

Makanan kesukaan Sang Musang Rase adalah buah buahan, tikus, burung, ular, umbi umbian dan ayam.

Habitat di hutan tropis dan pepohonan. Musang Rase adalah satwa nocturnal atau aktif dimalam hari dan merupakan hewan pemanjat yang hebat.

Hampir semua jenis Luwak terutama dari Genus Paradoxurus dan Arctictis mampu memproduksi kopi luwak.  Satwa ini merupakan penghasil kotoran Kopi terbaik asal Indonesia yang habitatnya terutama di hutan hutan di Pulau Sumatra dan Pulau Jawa.

Tando atau Walangkopo Petaurista petaurista, Pallas 1766
Satwa Tando atau Walangkopo memiliki membran kulit antara kaki depan dan kaki belakang, yang digunakan untuk meluncur diantara pepohonan dan pernah dilaporkan mampu meluncur di udara sampai dengan 75 meter bahkan lebih.

Tando atau Walangkopo, family Sciuridae termasuk ordo Rodentia, bersarang pada batang pohon. Lubang tempat sarang mereka biasanya berada sekitar 10 meter di atas tanah dan binatang ini bersifat Nocturnal.

Tando atau Walangkopo Petaurista petaurista, Pallas 1766
Seperti spesies Tupai Terbang (flying squirrels) lainnya, selaput diantara kaki digunakan untuk meluncur dari pohon ke pohon.  Di alam bebas, Tando memakan buah buah cemara, daun daun dan percabangan juga saat musim buah dan biji bijian. Di saat tidak musim, Walangkopo terkadang memakan berbagai serangga alias insect.

Selain mampu meluncur hingga jarak 75 meter, Tando juga mampu melncur dengan membuat sudut 40 - 60 derajat. 

The Red Giant Flying Squirrel ini selain nocturnal tetapi tidak melakukan hibernasi atau hibernate, tetapi melakukan migrasi mencari daerah yang tersedia banyak makanan.

Petaurista petaurista mampu mencari daerah dengan hutan atau tanaman cemara dan menyesuaikan habitatnya sebagai sumber makanan dan membuat sarang. 

Conservation Status dalam IUCN, dikategorikan Least Concern.

Serak Jawa, Tyto alba Scopoli, 1769
Tyto alba, Burung Hantu atau Serak Jawa merupakan family Tytonidae. Serak Jawa termasuk binatang Nocturnal, dan merupakan hal yang umum untuk Burung Hantu atau Owls.  Biasanya menjadi aktif saat mendekat senja dan terkadang hampir sepanjang hari ketika saat perpindahan ke tempat baru.

Serak Jawa, Tyto alba Scopoli, 1769, Burung Hantu


Mata Burung Serak Jawa sangat peka sehingga mampu melihat pada kondisi kegelapan.  Untuk mendeteksi lokasi mangsa, mata dan pendengaran Tyto alba bekerja bersama sama dalam suatu harmoni yang serasi.  Matanya menghadap ke depan dan memberikan penglihatan yang bersifat binokuler (Binocular) dan stereoskopik.

Serak Jawa atau Tyto alba merupakan burung hantu yang bisa tinggal dan beradaptasi di berbagai tempat. Di tanaman pekarangan, perkebunan, lahan pertanian atau padang rumput dengan beberapa pohon berkayu dan biasanya berada di ketinggian di bawah 2.000 meter di atas permukaan laut alias above sea levels tetapi terkadang ditemukan juga di area hingga ketinggian 3.000 m above sea level di daerah tropik.

Tyto alba lebih menyukai berburu secara individu diantara semak dan pepohonan. Usaha untuk berburu dengan mengcover area perburuan mangsa yang berada di pepohonan atau di atas tanah.

Seperti burung hantu atau Owl pada umumnya, Barn Owl, Serak Jawa terbang dengan senyap dan membelah angkasa dengan kepakan sayapnya untuk mengurangi turbulensi udara dan suara suara yang ditimbulkan oleh kepakan sayap.

Possum Terbang, Sugar Glider, Petaurus breviceps

Jenis satwa yang sangat aktif dan dapat meluncur sampai sejauh 40 meter.  Mereka hidup berkelompok, masing masing kelompok di daerah menandai kelompoknya dengan air liur dan bau kaki di pohon pohon kayu.  Possum terbang termasuk satwa arboreal marsupials.


Penyebaran satwa Possum Terbang di Indonesia, Papua New Guinea, Australia dan Tasmania.
Habitat di semua tipe hutan dan belukar
Makanan utama adalah buah buahan dan nektar bunga bahkan bunganya.

Kus Kus Kerdil, Little Celebes Cus Cus, Strigocuscus celebensis
Kus Kus kerdil merupakan satwa yang sangat aktif di malam hari.  Biasa menghabiskan waktu di atas pohon. sambil menggunakan indra pendengarannya yang sangat tajam, jika berada di tempat gelap, 
 
Kus Kus Kerdil, Little Celebes Cus Cus, Strigocuscus celebensis

Makanan dari satwa ini adalah buah buahan, bunga dan daun daunan.
Merupakan satwa monogami sejati. Jangka waktu hidup satwa ini berkisar 3 tahun di alamnya dan 11 tahun di penangkaran.

Kus Kus Kerdil mempunyai berat sekitar 1 kg dan meruapkan satwa monogami.  Sang Betina melahirkan 2 anak setiap tahun dengan masa kehamilan hanya memerlukan waktu 20 hari.

Penyebaran Kus Kus Kerdil di Pulau Sulawesi.

Berikutnya adalah Aquarium air Tawar yang ukurannya cukup besar.  Dengan lebar mungkin sekitar 2 meter dengan panjang sekitar 8 meter.

Beberapa penghuni Aquarium di Lorong Reptil diantaranya

Red Tail Catfish atau Phractocephalus hemioliopterus
Merupakan jenis ikan pemakan segala yang berciri ciri mempunyai kumis dan ekor yang berwarna kuning atau jingga.  Ikan ini berasal dari sungai Amazon.  Di Venezuela ikan ini dikenal dengan sebutan Cajara, sedangkan di Brazil disebut Pirarara.


Di dalam aquarium, yang ikan akan diberi makan dengan teratur, ikan ini dapat tumbuh lebih cepat  dan lebih besar.
Pemberian makan secara mingguan sangat cocok untuk ikan jenis Red tail cat fish ini dan kelebihan pemberian pakan akan menyebabkan kematian pada ikan ini. Ikan ini memakan apa saja yang hiudp dan ikan mati atau daging lainnya.
Meskipun baru berukuran kecil saat muda, ikan ini mampu menelan apa saja yang berukuran lebih kecil di dalam kolam maupun aquarium sehingga disarankan untuk menggabungkan ikan ini dengan ikan yang berukuran lebih besar.

Ikan Pirarara atau The Red Tail Catfish belum pernah sukses dibiakkan atau diperbanyak di Aquarium. ketersediaan ikan di di kalangan hobbiis selalu ada dan berharga sangat mahal.

Arapaima, Arapaima gigas
Arapiama merupakan spesies ikan terbesar yang berhabitat di sungai Amazon Amerika Selatan. Panjang ikan Arapima ini bisa mencapai 3 meter dengan berat 150 kg.





Berat ikan rata rata ikan ini mengalami penurunan akibat banyaknya pemancingan dan perburuan yang dilakukan oleh manusia.    


Ikan Pirarucu biasanya mencari makan di dekat permukaan air karena Ikan Piraracu memakn apa saja dan merupakan Obligate Air Breather sehingga perlu berenang ke permukaan setiap 10 -20 menit sekali dan ikan ini juga mampu menyelam di kedalaman.

Ikan Bawal, The Tambaqui,  Colossoma macropomum
Bawal merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi. kan ini berasal dari Brazil. Pada mulanya Ikan Bawal diperdagangkan sebagai ikan Hias, namun karena pertumbuhannya sangat cepat, dagingnya enak dan dapat mencapai ukuran besar dengan cepat, maka masyarakat menjadikan ikan tersebut sebagai ikan konsumsi seperti ikan Mas dan Mujahir.
Ikan Bawal, The Tambaqui,  Colossoma macropomum
Sebutan lain Ikan Bawal adalah Gamitama, Peru, Cachama, Venezuela, Red Bally Pacu, Amerika Serikat dan Inggris. Sedangkan di negara asalnya disebut Tambaqui.

Ikan Bawal termasuk ikan karnivora, Carnivorous, giginya tajam, namun tidak ganas seperti Piranha. Makanan yang disukai pada fase  larva adalah Brachionus sp, Artemia sp, dan Moina sp. 

Ikan Bawal, The Tambaqui,  Colossoma macropomum

Induk Ikan Bawal sudah mulai dapat dipijahkan setelah umur 4 tahun bila pertumbuhannya normal dapat mencapai berat 4 kg. Pemijahannya dilakukan pada musim penghujan.

Ikan Bawal atau Tambaqui, Colossoma macropomum merupakan ikan air tawar yang memiliki berbagai nama termasuk Gamitana, Black Pacu, Black Finned Pacu, Giant Pacu, Cachama dan Simply Pacu.  Ikan ini ditemukan di hampir seluruh area di Amerika Selatan dan seringkali dibuat bingung dengan ikan Piranha.  
Perbedaan utama adalah di gigi,  Ikan Bawal memiliki gigi mirip seperti manusia dan bentuknya lebih persegi dibandingkan dengan gigi piranha yang tajam.

Ikan Bawal atau Tambaqui berukuran lebih besar, bisa tumbuh dengan panjang hingga lebih dari 1 meter dan berat lebih dari 32 kg. Ikan Bawal biasanya hidup soliter, Ikan Bawal dewasa tinggal di area hutan yang tergenang dan banjir dan memakan berbagai buah buahan hutan yang jatuh dan biji bijian tanaman.  Ikan Bawal yang muda dan masih kecil tinggal di bagian air yang tergenang dan berwarna gelap sampai matang sexual.  Ikan Bawal memakan berbagai zooplankton, serangga, siput atau snail dan tanaman yang membusuk.

Ikan Buaya, Alligator Gar Fish, Lepisosteus spatula
Ikan  Buaya atau Alligator Gar Fish, sangat lambat pertumbuhannya.  Sang Betina mengalami masa dewasa kelamin pada umur 11 tahun hingga umur 50 tahun.  Sedangkan Ikan Buaya Jantan pada umur 6 tahun hingga 26 tahun saat mengalami dewasa kelamin alias sexual maturity. 

Ikan Buaya, Alligator Gar Fish, Lepisosteus spatula

Gigi Ikan Buaya sangat tajam, mengakibatkan luka gigitan serius jika bagian tubuh atau tangan digigit oleh ikan buaya.
Ikan Buaya Muda atau Gars Fish, saat kecil menjadi santapan predator air tawar lainnya.  Tetapi setelah mencapai ukuran sekitar 1 meter, Sang Ikan Buaya lah yang akan menjadi predator alami dan menjadi Amrican Alligator alias alliagtor Mississippiensis. 
Ikan Buaya, Alligator Gar Fish, Lepisosteus spatula

Gar Fish menjadi sangat berbahaya untuk pemancing dan perenang yang secara tidak sengaja bertemu dengan Ikan Buaya ini karena gigitannya yang menyebabkan luka sangat serius.

Ikan Patin, Striped Catfish, Pangasius hypophthalmus
Ikan Patin merupakan ikan endemik Sungai Chao Phraya dan Sungai Mekong yang kemudian disebarkan ke seluruh penjuru dunia.  Ikan ini termasuk jenis ikan air tawar tropis yang sangat cocok dengan pH air 5 - 7.5, Kesadahan air atau water hardness 20 - 29 dGH, suhu 22 hingga 26 derajat celcius.   Ikan Patin dewasa dapat mencapai ukuran badan sepanjang 135 cm dengan berat sekitar 45 kg. 

Ikan Patin, Striped Catfish, Pangasius hypophthalmus

Ikan Patin menyukai habitat aslinya seperti badan sungai dan kualitas air dengan kedalaman seperti di hulu dan hilir sungai Mekong.

Ikan Patin tergolong ikan pemakan Omnivora dengan memangsa udang kecil, ikan dan tumbuhan air.

Perilaku ikan ketika masih muda, ikan ini selalu berkelompok untuk menghindari pemangsa, namun akan menjadi soliter atau menyendiri ketika beranjak dewasa.  Ikan Patin termasuk ikan yang ramah yang dapat dipelihara dan bercampur bersama ikan jenis lain. 
 
Ikan Patin Albino, Striped Catfish, Pangasius hypophthalmus


Albino Catfish, Patin Albino, Pangasius hypophthalmus.
Mirip Ikan Patin biasa tetapi dengan pigmen yang berbeda dengan Ikan Patin biasa.  Seperti jenis hewan Albino lainnya, Ikan Patin Albino juga mempunyai maslah dalam pigmen kulitnya sehingga ada bagian yang berwarna putih alias bule.

Ikan Patin Albino, Striped Catfish, Pangasius hypophthalmus

Ikan patin Albino sering banyak dijumpai di alam sehingga dapat dengan mudah diincar pemangsa.
Ikan patin Albino sering menjadi koleksi di Aquarium sebagai hewan peliharaan dan ini merupakan pertanda yang baus bagi kelangsungan dan keberadaan Ikan Patin albino dari kepunahan. 

Ikan Patin Albino, memiliki nilaijual yang sangat tinggi, sehingga termasuk jenis ikan yang diburu kolektor ikan hias untuk dipelihara.

Kura Kura
Tahukah anda bahwa beberapa spesies kura kura dapat hidup hingga usia 100 tahu,  Lebih lama dari rata rata hidup manusia.
Di dalam Cangkang kura kura terdapat pembuluh darah sehingga kura kura dapat merasakan apabila cangkangnya bersentuhan dengan benda benda apapun.
Kura kura memiliki daya penglihatan yan sangat baik, sebaik daya penciumannya.
  







Kesan dan Penilaian 
Baru menikmati sebagian dari Lorong Reptile alias Lorong Reptil saja sudah senang. Masih banyak koleksi yang harus dilihat dan diabadikan.

Selanjutnya kita akan menyaksikan koleksi berbagai jenis kadala dan Iguana serta berbagai jenis Ular.

Tunggu di Episode :









Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lorong Reptil, Reptile Tunnel dan Binatang Malam, Nocturnal Animals, Akuarium yang Spektakuler di Taman Safari Indonesia "

Post a comment

Popular Posts