Pengalaman Menginap di Mid Town Hotel Samarinda

Pengalaman Menginap di Mid Town Hotel Samarinda

Menginap di Hotel saat New Normal, Pandemi Covid

Lukisan di Lobby yang menggambarkan seorang Pemuda Dayak dengan Perisai

Medio Februari 2021

Lokasi Hotel 

Jl. Hasan Basri No. 58, Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242

Hotel Mid Town 

Check In di Lobby
Check In di Lobby dengan hiasan berlatar belakang seperti daun yang berwarna gold

Check in di Resepsionis Hotel Mid Town Samarinda

Lobby di Hotel Mid Town Samarinda

Resto sekaligus ruang untuk sarapan di Hotel Mid Town

Suasana Kamar dan kelengkapannya
Saya mendapatkan kamar di lantai 6.

Kamar di Hotel Mid Town
Saat menginap, saya memilih kamar twin bed dan interior di dalam kamar, tampak meja biro dengan televisi di atasnya.

Lemari baju terbuka dengan hanger dan tanpa cover.
Kamar Mandi berada di sebelah sisi kiri. Bersih dan terawat.

Sebuah kursi tampak di pojok dekat jendela untuk bersantai.
Pengarah kiblat untuk shokat juga terpasang di langit langit hotel dengan petunjuk berwarna hijau terang.

Lorong di dalam Hotel Mid Town

Kamar ini terlihat terhubung atau connecting door dengan kamar sebelahnya.  Jadi kalau menginap bersama keluarga, dengan menyewa 2 kamar, pintu connecing door bisa dibuka.

Di dekat lemari, di meja bar tersedia aneka bahanminuman standar seperti Teh, Kopi, Creamer dan gula serta alat pemanas air.  


Suasana Sarapan dan Resto
Tempat sarapan ada di lantai L, tepatnya di seberang Lobby.  Tempat sarapan cukup luas, dan terbagi untuk area Non Smoking dan Smoking area.

Saya memilih di Non Smoking area dan mengambul posisi duduk di pojok kanan.  Dalam mass pandemi Covid ini, sebaiknya memang mencari tempat tempat yang agak terpisah dari keramaian.



Ada beberapa zona yang membagi menu menu makanan di area tempat sarapan.

Menu utama tepat di samping tempat duduk yang tersusun dengan rapi.

Menu utama sarapan di Hotel Mid Town 

Menu utama terdiri dari Nasi Putih, Nasi Goreng, Mie Goreng, Sayura, Lauk ayam atau daging, dan sayur.

Di sebaliknya menu utama ada makanan bubur kacang hijau dan ketan hitam, kolak, kentang, sosis dll.


Sajian Aneka minuman dan Jamu

Disisi sebaliknya disediakan aneka minuman mulai dari air putih, infus water, juice (lemon, semangka, jambu dll) serta kopi, teh, teh tarik dan susu.

Di sampingnya tersedia aenka buah dan berbagai salad.

Sajian Aneka cake dan Roti

Sisi berikutnya adalah aneka roti dan selai.  Bisa dipilih roti dan cake yang langsung dinikmati serta roti tawar yang harus dibakar terlebih dahulu atau perlu diolesi selai.

Sajian Aneka Salad dan Buah Buahan

Disisi lain, tampak menu kesukaan saya yaitu Bubur Ayam dengan berbagai ingredient dan aneka topping serta pernik pernik tambahan.

Sajian Bubur Ayam dan Aneka topping

Pernik pernik tambahan mulai dari abon, ebi, telir asin, cakue, kimci, kedelai, kacang tanah, daun bawang, seledri hingga ikan teri yang menjadi idola saya.

Egg Corner alias Sajian Aneka Omelete dan Telor Mata Sapi

Berikutnya spot yang selalu saya cari adalah Egg Corner, alias tempat menu telor baik dibuat omelet maupun telor ceplok alias telor mata sapi setengah matang.  Saya sangat suka dengan telor  mata sapi yang tidak melirik alias 2 telor, kemudian ditaburi lada paling tidak 100 gram karena khasiat telor setengah matang dan campuran lada memberikan rasa hangat dan stamina yang tidak diragukan lagi.

Sajian kopi yang selalu saya cari

Berikutnya adalah kopi.  Saya selalu mencoba kopi dimana tempat saya menginap.  Kopi di Mid Town berasa flat karena memang dari coffee maker yang dihangatkan.  Jadi untuk kopi tidak ada istimewanya.


Saya mencoba sajian roti yang ada di bagian kiri dibelakang penerima tamu saat sarapan.  Roti atau cakenya enak dan saya sempat nambah.  Roti isi dengan rasa keju onion alias bawang putih, saya sangat suka.  Aroma dan citarasa bawang putih yang dioleskan di dalam roti sangat berasa lembut dan tidak harsh atau terlalu menendang. enak pokoknya.

Fasilitas Hotel
Fasilitas hotel cukup lengkap. Ada ruang rapat, Kolam Renang, Gym.  Saya bisa menyaksikan kolam renang dari kamar saya.

Kalau anda ingin berenang, gym dan terapi, lokasinya ada di lantai 3. 

Keunikan dan Ciri Khas
Saya suka dengan 2 lukisan yang terpasang di samping kiri lobby.

Salah satu lukisan yang ada di Hotel Mid Town Samarinda. Wanita Pemain Musik Khas Dayak. 
 
Lukisan yang menggambarkan Pria dan Wanita dengan pakaian adat Dayak Kalimantan Timur. Sang Wanita terlihat sedang memainkan alat musik traditional dan Sang Pria terlihat sedsang menarikan semacam tarian adat dayak.

Suasana di sekitar Hotel 
Hotel berada di tepi jalan raya dengan di depannya terdapat area kuliner seperti KFC, dll.


Di derpan hotel tersedia berbagai kuliner.  Sayangnya saat saya berkunjung ke Samarinda, kota ini sedang melakukan jam buka tutup terawasi.  Jam buka sekitar jam 11.00 dan jam tutup 20.00.
Lanakita Resto Samarinda
Peraturan yang harus ditaati untuk menjaga diri dari covid dan memutus penularan dan penyerbaran Covid. 

KFC Samarinda

Indomaret di dekat Hotel Mid Town Samarinda

Berikutnya, karena memang ada kewajiban untuk melakukan test Antigent sebagai persyaratan untuk terbang dengan pesawat, saya pun mencari lokasi klinik yang bisa melakukan test Antigen dan menerbitkan hasil testnya dalam waktu singkat dan tidak terlalu lama.

Terdapat 3 - 4 titik klinik yang diinfokan oleh Google Map di sekitar radius 2 km dari hotel.

Klinik Kimia Farma untuk Test Antigen

Saya pun memilih Klinik Kimia Farma yang jarak tempuhnya sesuai Google Map sekitar 1.4 km atau ditempuh dalam waktu 6 menit dengan mobil.

Sampai ditempat, prose pendaftaran berlangsung cepat, demikian juga dengan proses pengambilan sample yang akan dicek.

Saat pendaftaran, pasien diwajibkan mengisi terlebih dahulu eHAC, atau Electronic Health Alert Card alias Kartu Kewaspadaan Kesehatan yang wajib diisi oleh penumpang sebelum bepergian.  eHAC ini nantinya akan ditunjukkan kepada petugas verifikasi sesuai engan moda transporasi yang digunkan saat tiba di Bandara, Stasiun atau Terminal kota tujuan.

Para Calon penumpang dapat mengunduh eHAC melalui Google Play Store dengan nama eHAC Indonesia atau bisa juga dengan mengunjungi situs Web milik Kementerian Kesehatan, inahac.kemkes.go.id 

Pemandangan di sekitar Hotel Mid Town Samarinda

Di samping hotel terdapat perumahan dan resto Desa Dusun yang bisa menjadi alternatif jika ingin makan siang ataupun, malam.
Resto Desa Dusun yang ada di samping Hotel Mid Town

Menu khas daerah dengan sungai terlebar dan terpanjang  di Indonesia, Sungai Mahakam. 

Sarapan di Hotel Mid Town Samarinda saat Pandemi Covid

Kesan dan Penilaian 
Setelah menikmati tidur sekitar 2 malam dan berjalandi sekitar hotel, memang hotel ini ramai pengunjung dan nyaman untuk pendatang yang akan mencari penginapan atau hotel di Kota Samarinda.

Lokasi di tengah kota, membuat hotel ini nyaman sebagai tempat menginap. 

Racikan Bubur Ayam dengan Teri



Racikan Sarapan, Nasi Goreng Bistik dan Abon plus telor asin cincang





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengalaman Menginap di Mid Town Hotel Samarinda"

Post a comment

Popular Posts