Episode Ketiga : Safari Journey 3, Pengalaman Berlibur dan Berfoto di Taman Safari Bogor di saat Pandemi Covid 19

Safari Journey di Taman Safari Indonesia, Menikmati Binatang di Keindahan Alam

Episode Ketiga : Safari Journey 3

Pengalaman Berlibur dan Berfoto di Taman Safari Bogor di saat Pandemi Covid 19

Taman Safari Indonesia

Sekedar membahas sekilas mengenai Taman Safari Indonesia, Bogor 

Taman Safari Indonesia adalah tempat wisata keluarga berwawasan lingkungan yang berorientasi pada habitat satwa di alam bebas. Taman Safari Indonesia terletak di Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat atau yang lebih dikenal dengan kawasan Puncak. Taman ini berfungsi menjadi penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di ketinggian 900-1800 m di atas permukaan laut, serta mempunyai suhu rata-rata 16 - 24 derajat Celsius.

Taman Safari Indonesia dibangun pada tahun 1980 pada sebuah perkebunan kina yang sudah tidak produktif lagi seluas 50 hektare. Taman ini ditetapkan sebagai Objek Wisata Nasional oleh Soesilo Soedarman, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi pada masa itu dan diresmikan menjadi Pusat Penangkaran Satwa Langka di Indonesia oleh Hasyrul Harahap, Menteri Kehutanan pada masa itu, pada tanggal 16 Maret 1990.

Kini, luas Taman Safari telah berkembang menjadi 168 hektare dan dilengkapi dengan berbagai sarana edukasi dan rekreasi serta mengadakan safari malam pada saat akhir pekan dan libur panjang.

Sebagai infornasi, Taman Safari Indonesia juga membuka tempat wisata di daerah lain yaitu Taman Safari Indonesia 2 terletak di lereng Gunung Arjuno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, serta Taman Safari Indonesia 3 di Desa Serongga, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali dan Batang Dolphins Center di Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Baca juga :

Pengalaman Berlibur dan Berfoto di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor saat Pandemi, Safari Journey dan Berbagai Wahana di Taman Safari 



Di episode Safari Journey 2, cerita sudah sampai Burung Elang Laut Dada Putih.  

Sebetulnya saat melintas Safari Journey yang 1, ada Burung besar berwarna biru abu abu yang sangat menarik dengan Mahkota berwarna keemasan.




Nama Burung tersebut adalah The grey crowned crane, Balearica regulorum, atau lebih dikenal sebagai Burung Bangau Mahkota Afrika.

Burung yang sangat eksotis dan anggun.
   
Satwa berikutnya di Jalur Safari Journey yang ke 3 ini  Bos primigenius taurus. 
Binatang yang mirip Sapi atau lebih mirip Banteng dengan tanduk besar dan gagah.




Satwa berikutnya adalah The Blue Wildebeest alias Connochaetes taurinus.

The blue wildebeest alias Wildebeest biru, Connochaetes taurinus, disebut juga wildebeest, white bearded wildebeest, atau brindled gnu, adalah antelop besar dan salah satu dari dua spesies wildebeest




Saat melintas jalur Safari Journey, banyak ditemui monyet monyet endemik setempat. 

Monyet kra, Monyet Ekor Panjang, Macaca fasciculari, yang hidup di sekitar Taman Safari dan merupakan tuan rumah di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Uluran tangan pengunjung yang memberi makan, juga diterima oleh Sang Kera atau Monyet Ekor panjang yang terlihat lebih mengalah dibandingkan penghuni penghuni yang diimpor dari luar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.







Binatang   The pygmy hippopotamus, alias  Kuda nil kerdil, Choeropsis liberiensis atau Hexaprotodon liberiensis, adalah kuda nil kecil berwarna hitam gelap.



Ada 2 ekor dan saat melintas, bersyukur kedua ekor kuda nil kerdil ini sedang menikmati segarnya pagi.

Satwa berikutnya adalah Linsang atau Berang-berang cakar kecil Asia (Aonyx cinereus)

Linsang atau Berang-berang cakar kecil Asia (Aonyx cinereus), juga dikenal sebagai berang-berang cakar kecil oriental atau hanya berang-berang cakar kecil, adalah mamalia semiakuatik asli Asia Selatan dan Tenggara



Memasuki zona area Afrika.  
Binatang binatang koleksi dari Afrika, baik zona hutan maupun padang rumput.



Binatang yang mirip Antelop ini, Eland Taurotragus oryx, juga dikenal sebagai eland selatan,the southern eland  atau antelop eland, eland antelope  adalah antelop sabana, savannah  dan dataran, plains antelope.








Binatang asli Afrika yang mirip kuda tetapi bercorak garis garis.  Zebra dataran,The plains zebra,   Equus quagga, Zebra terutama merupakan pemakan rumput dan dapat hidup dari vegetasi berkualitas rendaho atau lebih mirip Banteng dengan tanduk besar dan gagah


Koleksi Satwa Afrika berikutnya adalah Burung unta, Struthio camelus

Burung unta, Struthio camelus, merupakan burung terbesar yang masih hidup. Dengan ketinggian hingga 2,5 meter, cukup besar seukuran orang dewasa. Burung Unta telah digunakan di sebagian Afrika Utara dan Arab sebagai hewan tunggangan perlombaan. Burung ini tidak dapat terbang.







Binatang Jerapah, Giraffa camelopardalis, adalah mamalia artiodactyl Afrika, hewan darat tertinggi dan ruminansia terbesar yang pernah ada.

Saat melintas di Area Jerapah,seekor Antelop India, Antilope cervicapra
mengagetkan saya. Saat kaca terbuka karena sedang memfoto Jerapah, ada sepasang tanduk yang memasuki jendela.




Binatang Antelop India yang mirip kambing tetapi tanduknya berulir. The blackbuck,  Antilope cervicapra, juga dikenal sebagai antelop India , adalah antelop asli India dan Nepal 





Binatang Anoa, Dwarf Buffalo, Bubalus depressicornis, Sapi Hutan Asli Indonesia   yang mirip Sapi tetapi lebih kecil posturnya.
 
Di seberang Anoa, koleksi berikutnya adalah Kobus leche  
Kobus leche adalah antelop yang ditemukan di lahan basah Afrika selatan tengah dan diperkenalkan ke Australia. 
 



Binatang yang mirip Sapi dan berbadan besar. The European bison, Bison Eropa, Bison bonasus atau the European wood bison, yang juga dikenal sebagai Wisent
atau lebih mirip Banteng dengan tanduk besar dan gagah




Koleksi Safari Journey berikutnya Babi Rusa, Babyrousa babyrussa
Koleksi Binatang dalam Safari Journey berikutnya adalah Babi Rusa. Babi rusa atau babirusa, Babyrousa adalah mamalia asli Indonesia, marga binatang yang termasuk kerabat babi liar, bertaring panjang yang mencuat dan melengkung di atas moncongnya, hidup berkelompok di sekitar daerah rawa-rawa dan semak-semak, mencari makan pada malam hari, pada siang hari tidur, makanannya terdiri atas umbi, akar, binatang tanah, buah-buahan, dan kelapa yang jatuh.

Babi Rusa, Babyrousa babyrussa

Babi Rusa, Babyrousa babyrussa






Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Episode Ketiga : Safari Journey 3, Pengalaman Berlibur dan Berfoto di Taman Safari Bogor di saat Pandemi Covid 19"

Post a comment

Popular Posts