Gunung Pancar, Bogor

Gunung Pancar


Sejarah Kawasan Gunung Pancar

Pada awalnya Gunung Pancar merupakan bagian kelompok Hutan Gunung Hambalang seluas 6695.32 hektar yang berfungsi sebagai hutan produksi. Seiring waktu, kawasan ini berubah fungsi menjadi taman wisata alam dan disahkan oleh Menteri Pertanian tanggal 23 Maret 1976 dan pengelolaannya diserahkan kepada Perhutani. 

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar sebagai salah satu kawasan pelestarian alam ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 156/Kpts-II/1988 tanggal 21 Maret 1988 seluas 447.5 hektar.

Sebagai kawasan dengan fungsi pendidikan, penelitian dan sarana rekreasi maka berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan Nomor 54/Kpts-II/1993 tanggal 8 Februari 1993 pengusahaan kawasan tersebut dipercayakan kepada PT Wana Wisata Indah (WWI) yang diberikan hak Pengusahaan Pariwisata Alam di areal kawasan seluas 447.5 hektar. 

Sebelum dikembangkan menjadi kawasan taman wisata alam, kawasan ini sudah dikenal dengan pemandian air panasnya yang dikelola oleh masyarakat. Pemandian air panas ini sudah ada sejak tahun 1950, lalu pada tahun 1983 masyarakat membuat kolam pemandian dan tahun 1990 dibangun pemandian air panas tersebut untuk umum.

Luas dan Letak

Luas kawasan TWA Gunung Pancar berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 156/Kpts-II/1988 tgl 21 Maret 1988 adalah seluas 447.5 ha. Secara geografis kawasan ini terletak antara 106°52’ - 106°54’ BT dan 6°34’ -6°36’ LS, sedangkan secara administrasi pemerintahan terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. 

Sebelah utara berbatasan dengan Kampung Leuwigoong; sebelah timur berbatasan dengan Kampung Cimandala; sebelah selatan berbatasan dengan Kampung Cibingbin dan Desa Bojong Koneng serta sebelah Barat berbatasan dengan Kampung Karang Tengah.

Topografi

Gunung Pancar merupakan kawasan bukit yang terletak pada ketinggian 300-800 m dpl dengan topografi mulai dari landai, bergelombang sampai terjal dengan kemiringan berkisar antara 15-80%. Banyak areal di lereng Gunung Pancar yang rawan longsor akibat kemiringannya yang sangat curam.

Iklim

Menurut Schmidt dan Ferguson, kawasan TWA Gunung Pancar termasuk ke dalam tipe iklim B dengan curah hujan rata-rata 3.000-4.500 mm/thn. Jumlah hari hujan per tahun berkisar antara 150-250 hari. Suhu udara rata-rata 24°C pada malam hari dan suhu tertinggi 33°C pada siang hari dengan kelembaban udara rata-rata 58-82%.

Hidrologi

Sungai-sungai yang mengalir disekitar kawasan TWA Gunung Pancar antara lain sungai Citeureup, sungai Cibingin dan sungai Ciherang yang merupakan sungai dengan debit terbesar yang mengalir ke arah utara dan bermuara di laut Jawa. 

Di samping itu, terdapat sumber air panas dengan suhu yang bisa mencapai 70O C yang berasal dari proses geothermal di Gunung Pancar.

Geofisik

Bahan induk pembentuk tanah di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Pancar merupakan tuf volkan intermedier yang berasal dari aliran lava gunung tua.

Jenis tanah yang mendominasi kawasan ini adalah Latosol coklat dengan solum dalam (>100 cm). 

Struktur tanah remah sampai gumpal remah dengan tekstur halus, permeabilitas dan drainase sedang sampai cepat. Kepadatan berkisar antara 1.00 –1.39/cc dengan porositas antara 50 – 60%. Kesuburan tanah rendah sampai sedang dengan pH tanah masam.

Flora

TWA Gunung Pancar terdiri dari hutan alam pegunungan dataran rendah, hutan tanaman dan semak belukar. 

Tipe vegetasi hutan alam terletak di lereng sampai puncak Gunung Pancar seluas 15 hektar dengan jenis vegetasi antara lain  rasamala (Altingia excelsa), huru (Quercus sp.), beringin (Ficus benjamina), puspa (Schima wallichii), saninten (Castanopsis argentea), jamuju (Podocarpus imbricatus), rotan (Calamus sp.) dan jenis-jenis liana. Selain itu terdapat pula tumbuhan epifit yang menempel pada pohon besar seperti anggrek (Dendrobium sp.), paku sarang burung (Asplenium nidus), dan paku tanduk rusa (Platicerium coronarium). 

Tipe vegetasi hutan tanaman menempati sebagian besar kawasan ini seluas ± 160 ha. Jenis tanamannya antara lain pinus (Pinus merkusii), sengon (Albizia falcataria), kayu afrika (Maesopsis eminii) dan meranti (Shorea sp.) yang ditanam pada tahun 1982/1983. 

Jenis tanaman lainnya adalah tanaman budidaya masyarakat seperti singkong dan pisang (Musa sp). Tumbuhan semak belukar terdiri dari jenis kirinyuh (Eupatorium inulifolium), harendong (Melastoma affine), jarong (Achyranthes aspera), saliara (Lantana camara), alang-alang (Imperata cylindrica) dan lain-lain. 

Hasil eksplorasi yang dilakukan oleh Roemantyo (2009) terhadap seluruh vegetasi di kawasan gunung Pancar diperoleh data 112 jenis tumbuhan yang tergolong dalam 44 suku dan 91 marga. Dari pengamatan yang dilakukan tercatat bahwa ada sekitar 79 jenis tumbuh di kawasan perbatasan hutan dan kebun dimana di antaranya berupa jenis-jenis yang ditanam, sedangkan yang tercatat terdapat dikawasan hutan ada 80 jenis yang tumbuh di kawasan hutan lindung Gunung Pancar.

Fauna

Satwa yang pernah tercatat hidup di kawasan Gunung Pancar antara lain owa jawa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata), lutung jawa (Trachypithecus auratus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), jelarang (Ratufa bicolor), babi hutan (Sus scrofa) dan jenis-jenis burung seperti elang bondol (Haliastus indus), kutilang (Pycnonotus aurigaster), ayam hutan merah (Galus galus varius), jalak putih (Sturnus melanopterus) dan srigunting (Dicrurus paradiseus). 

Namun demikian, saat ini beberapa jenis sudah sulit untuk ditemui terutama jenis yang dilindungi.

Kegiatan Sosial Ekonomi

Dalam pengembangan kepariwisataan yang berwawasan lingkungan serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, PT. Wana Wisata Indah diberikan hak pengusahaan pariwisata alam di TWA Gunung Pancar dengan SK Menteri Kehutanan No. 54/Kpts-II/1993 tgl 8 Februari 1993. 

TWA Gunung Pancar memiliki obyek dan daya tarik wisata yang cukup banyak meliputi pemandian air panas, makam keramat, pergelaran kesenian tradisional daerah, oleh raga sepeda gunung, dan lintas alam. Sarana prasarana wisata di TWA Gunung Pancar diantaranya pusat informasi, pondok kerja, sarana olah raga, camping ground, tempat bermain anak, sarana pemandian air panas, shelter, fasilitas penginapan dan ruang pertemuan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gunung Pancar, Bogor"

Post a comment

Popular Posts