Episode Keempat : Safari Journey, Memasuki Area Binatang Buas di Taman Safari Bogor di saat Pandemi Covid 19

Safari Journey di Taman Safari Indonesia, Menikmati Binatang di Keindahan Alam

Episode Keempat : Safari Journey 4

Singa, Lion, Panthera leo Sang Raja Hutan


Pengalaman Berlibur dan Berfoto di Taman Safari Bogor di saat Pandemi Covid 19

Taman Safari Indonesia

Sekedar membahas sekilas mengenai Taman Safari Indonesia, Bogor 

Informasi terbaru saat ini, pengunjung yang datang wajib membawa surat rapid test antigen. Dalam satu kendaraan dapat 1 perwakilan yang menunjukkan surat rapid test. Bila pengunjung tidak membawa surat rapid test antigen maka pengunjung dapat melakukan test langsung di lokasi dengan biaya Rp165.000 per orang.

Jika pengunjung ingin menikmati segala ke seruan wahana Taman Safari Indonesia, datanglah lebih awal di pagi hari. Di hari-hari biasa, Taman Safari akan dibuka dari pukul 09.00 hingga pukul 17.30 WIB. Sedangkan untuk akhir pekan dan libur nasional akan dibuka lebih awal pukul 08.30-17.30 WIB.

Taman Safari Indonesia adalah tempat wisata keluarga berwawasan lingkungan yang berorientasi pada habitat satwa di alam bebas. Taman Safari Indonesia terletak di Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat atau yang lebih dikenal dengan kawasan Puncak. Taman ini berfungsi menjadi penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di ketinggian 900-1800 m di atas permukaan laut, serta mempunyai suhu rata-rata 16 - 24 derajat Celsius.

Taman Safari Indonesia dibangun pada tahun 1980 pada sebuah perkebunan kina yang sudah tidak produktif lagi seluas 50 hektare. Taman ini ditetapkan sebagai Objek Wisata Nasional oleh Soesilo Soedarman, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi pada masa itu dan diresmikan menjadi Pusat Penangkaran Satwa Langka di Indonesia oleh Hasyrul Harahap, Menteri Kehutanan pada masa itu, pada tanggal 16 Maret 1990.

Taman Safari Bogor memelihara lebih dari 2.500 satwa dari penjuru dunia seperti dalam habitat aslinya. Taman Safari Indonesia juga menyajikan lebih dari 20 wahana permainan yang dapat dinikmati oleh pengunjung.

Mencakup eksplorasi satwa ke habitatnya, dan menikmati pertunjukan yang tersedia di Taman Safari Bogor. Berkunjung ke Taman Safari bersama keluarga akan menjadi momen tak terlupakan dan tak akan membosankan.

Baca juga :

Pengalaman Berlibur dan Berfoto di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor saat Pandemi, Safari Journey dan Berbagai Wahana di Taman Safari 



Aktivitas yang paling digemari pengunjung di Taman Safari Indonesia yaitu Safari Journey. Pengunjung dapat berkeliling taman untuk bertemu hewan-hewan langka di habitatnya selama 45 menit. Pengunjung juga akan disuguhi perjalanan berkesan menuju alam liar bertemu dengan hewan-hewan buas.

Keistimewaan dari Taman Safari Indonesia, satwa-satwa ini tidak dikurung dalam kandang tetapi dibiarkan bebas. Pengunjung akan menjumpai satwa ini berkeliaran di pinggir dan tengah jalan.

Semakin masuk ke dalam hutan, pengunjung akan masuk dalam zona hewan buas seperti Singa dan Harimau. Disini pengunjung dapat melihat langsung habitat alami Singa dan Harimau, serta menyaksikan mereka berkeliaran.

Karena tergolong liar, pengunjung dilarang untuk membuka kaca mobil atau keluar, karena alasan keselamatan. Bagi pengunjung yang ingin berkeliling, dapat menggunakan mobil pribadi, atau menaiki bus yang telah disediakan gratis.

Dijamin perjalanan mengeksplorasi habitat satwa-satwa menggemaskan ini sangat memuaskan dan tak akan terlupakan untuk keluarga. Jika berkeliling di malam hari, disediakan kereta mini yang pengunjung dapat mengeksplorasi habitat malam para satwa.

Papan Peringatan di Taman Safari Indonesia, khususnya di Area Berbahaya
Di episode Safari Journey 4, berlanjut memasuki area koleksi Binatang Buas.
Banyak peringatan terkait akan memasuki kawasan Safari Juorney di Binatang buas ini.

Pintu Gerbang memasuki Area Singa

Mobil memasuki area Binatang buas secara bergantian dan Pintu masuk bergerak otomatis atau diatur oleh Penjaga Taman Safari.
Safety Sign Board untuk area Singa 

Satwa buas pertama adalah Singa, Panthera leo

Singa, Lion, Panthera leo
Singa, Lion alias Siṃha, Panthera leo, Sang Raja Hutan yang menjadi Kunci Predator pada tataran Tertinggi

Singa, Lion, Panthera leo

Singa, Lion, Panthera leo
Binatang Buas di Safari Journey yang kedua adalah Harimau

Binatang yang dikenal sebagai Kakeknya Kucing ini ada 2 jenis. Ada Harimau Benggala dan Harimau Sumatera.

Harimau benggala, Panthera tigris tigris

Di antara kucing liar besar yang hidup saat ini Harimau benggala merupakan yang terkemuka. Oleh karena itu, ia dianggap termasuk megafauna karismatik dunia. Harimau benggala merupakan hewan nasional dari kedua negara India dan Bangladesh.

Harimau benggala, Panthera tigris tigris, sebelumnya Panthera tigris bengalensis adalah subspesies harimau di India, Bangladesh, Nepal, dan Bhutan. 


Berikutnya adalah Harimau Sumatra, Panthera tigris sumatrae, Harimau terkecil diantara Spesies Harimau

Harimau sumatra, Panthera tigris sumatrae

Harimau sumatra, Panthera tigris sumatrae adalah subspesies harimau yang habitat aslinya di pulau Sumatra, dan merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN

Keduanya dipisahkan dan berada di dua kandang.

Area Harimau Benggala dibuat sedemikian rupa hingga mendekati suasana di India, dengan ornament bangunan kuil tua.

Area Harimau Sumatra, ditata sedemikian rupa hingga mendekati suasana habitat yang berdampingan dengan rumah rumah penduduk, perkebunan  sawit.



Tampak sepeda onthel, peralatan sadap karet dan panen Kelapa Sawit serta jemuran baju dari perambah hutan maupun penduduk. Terlihat mirip sekali dengan kondisi bersinggungan antara kehidupan harimau sumatra dan pemukiman masyarakat.

Setelah melintas Area Harimau Benggala, dilanjutkan ke Koleksi Badak Afrika, Ceratotherium simum


Area Safari ini merupakan bagian dari Zona Afrika.

Badak Putih, The white rhinoceros atau square lipped rhinoceros, Ceratotherium simum 

The white rhinoceros or square lipped rhinoceros,  atau Badak putih atau badak berbibir persegi, Ceratotherium simum adalah spesies badak terbesar yang masih ada. Badak ini memiliki mulut lebar yang digunakan untuk merumput dan merupakan spesies badak yang paling sosial.

Badak Putih, The white rhinoceros atau square lipped rhinoceros, Ceratotherium simum

Tampak Sang Badak hidup berdampingan dengan burung burung yang menemani dan memakan serangga yang mengganggu Sang Badak.

Safari journey berikutnya mengenal binatang Nyala.

Nyala,Tragelaphus angasii

Nyala dataran rendah atau hanya nyala Tragelaphus angasii, adalah antelop bertanduk spiral yang berasal dari Afrika bagian selatan 

Nyala,Tragelaphus angasii

Nyala,Tragelaphus angasii

Setelah selesai berkenalan dengan Nyala, kita akan diajak berkenalan dengan kembali Gnus, alias Wildebeest,  Connochaetes taurinus. Binatang yang lucu, mirip Sapi tetapi berwarna biru.

Gnus, alias Wildebeest,  Connochaetes taurinus

Wildebeest plural wildebeest atau wildebeest, disebut juga gnu adalah antelop dalam genus Connochaetes. Itu milik keluarga Bovidae, yang meliputi antelop, sapi, kambing, domba, dan hewan berkuku bertanduk genap lainnya. 

Gnus, alias Wildebeest,  Connochaetes taurinus
Connochaetes mencakup dua spesies, keduanya asli Afrika: rusa kutub hitam atau gnu ekor putih, C.onnochaetes gnou, dan rusa kutub biru atau gnu belang, Connochaetes taurinus.

Gnus, alias Wildebeest,  Connochaetes taurinus

Tampak beberapa ekor Gnu mendekati mobil saya sambil berjalan perlahan lahan dan berusaha memasukkan moncongnya ke dalam jendela.

Gnus, alias Wildebeest,  Connochaetes taurinus dan Zebra, Equus guagga

Gnu juga digabung dengan Zebra dari spesies Plain Zebra, atau Equus guagga.

Zebra, The Plains Zebra, Equus guagga

Zebra dataran,The plains zebra,   Equus quagga, Zebra terutama merupakan pemakan rumput dan dapat hidup dari vegetasi berkualitas rendah.

Burung unta, Struthio camelus


Berikutnya melintas Burung Unta yang posisi kandangnya di sebelah kiri atas.  Saat saya melintas, Burung Unta sedang bercanda dengan pawangnya.

Burung unta, Struthio camelus
Burung unta, Struthio camelus., merupakan burung terbesar yang masih hidup. Dengan ketinggian hingga 2,5 meter, cukup besar seukuran orang dewasa. Burung Unta telah digunakan di sebagian Afrika Utara dan Arab sebagai hewan tunggangan perlombaan. Burung ini tidak dapat terbang.

Domba Barbary, Ammotragus lervia, juga dikenal sebagai arrui atau aoudad

Berikutnya, di sebelah kanan, tampak beberapa ekor binatang mirip kambing tetapi bertanduk panjang dan memiliki ketrampilan memanjat.  Binatang itu dikenal sebagai Domba Barbary, Ammotragus lervia, juga dikenal sebagai arrui atau aoudad

Domba Barbary, Ammotragus lervia, juga dikenal sebagai arrui atau aoudad
Domba Barbary, Ammotragus lervia, adalah spesies caprid asli pegunungan berbatu di Afrika Utara. Enam subspesies telah dijelaskan. Meskipun jarang di negara asalnya Afrika Utara, ia telah diperkenalkan ke Amerika Utara, Eropa selatan, dan tempat lain. Ia juga dikenal dalam bahasa Berber sebagai awdad, waddan, arwi, dan arrwis.


Setelah melintas area Domba Barbary, di sebelah kiri terdapat satwa Rusa air, alias Water Buck, Kobus ellipsiprymnus, antelop besar yang banyak ditemukan di sub-Sahara Afrika dan ditempatkan dalam genus Kobus dari keluarga Bovidae.

Rusa air, alias Water Buck, Kobus ellipsiprymnus

Rusa air, alias Water Buck, Kobus ellipsiprymnus tampak ada yang berada di luar kandang dan berkeliaran di area berbarengan dengan Kuda Nil dan Burung Unta.

Rusa air, alias Water Buck, Kobus ellipsiprymnus

Tampak beberapa ekor Rusa air alias Water Buck, bersantai sambil sesekali merumput di area mereka. 

Rusa air, alias Water Buck, Kobus ellipsiprymnus

Setelah melewati area satwa Rusa Air, kita akan melintas aliran sungai yang didalamnya berisi Kuda Nil yang mendekat ke barisan mobil yang merapat ke tepi sungai, mendekat posisi Kuda Nil.


Kuda Nil, The hippopotamus, Hippopotamus amphibius

Kuda Nil, The hippopotamus, Hippopotamus amphibius, Kuda yang tidak bisa ditunggangi dan Herbivora darat ketiga yang terbesar

Kuda Nil, The hippopotamus, Hippopotamus amphibius

Tampak postur tubuh Sang Kuda Nil hampir sebesar mobil. memang luar biasa.
 
Kuda Nil, The hippopotamus, Hippopotamus amphibius

Terlihat santai dan kelihatan malu malu, Sang Kuda Nil membuka mulutnya sambil menunggu pengunjung melempar sayuran ke muutnya.

Kuda Nil, The hippopotamus, Hippopotamus amphibius

Di sebelah kiri lintasan Safari Journey Kuda Nil, tampak beberapa ekor Buaya Muara alias Saltwater Crocodile.



The Saltwater crocodile, alias Buaya air asin, Crocodylus porosus, secara lokal dikenal sebagai Buaya Muara adalah buaya asli habitat air asin dan lahan basah payau dari pantai timur India di Asia Tenggara dan Indonesia.

Setelah melintas Kandang Buaya Muara, berlanjut ke area Harimau Sumatra yang sudah dibahas di atas.



Melanjutkan Safari Journey ke Area Beruang Coklat, alias, The Brown Bear, Ursus arctos Linnaeus, Predator yang berbadan Besar temannya Marsya.


Beruang Coklat terlihat bermalas malasan. Ada 2 atau 3 ekor beruang yang nampak tidur dan ada yang berhilir mudik mengelilingi area zona beruang.

Di pinggir area terdapat kawat yang mungkin dialiri listrik lemah untuk menjada beruang supaya tidak keluar zona.
 
Setelah melewati pagar pengaman yang tinggi, selanjutnya melintas ke koleksi binatang Emu.

Emu, Dromaius novaehollandiae Burung Besar Mirip Kerabatnya Burung Unta




Emu, Dromaius novaehollandiae adalah burung hidup terbesar kedua menurut tinggi badannya, setelah kerabat ratite-nya, burung unta the ostrich. Ini endemik di Australia di mana ia adalah burung asli terbesar dan satu-satunya anggota genus Dromaius yang masih ada, Emu adalah burung berbulu lembut, coklat, tidak bisa terbang dengan leher dan kaki panjang.



Berdampingan dengan area Emu, ada Impala. 

Impala, Aepyceros melampus adalah genus Aepyceros, keluarga Bovidae. Ditemukan oleh ahli zoologi asal Jerman, Martin Hinrich Carl Lichtenstein tahun 1812. Habitat Impala adalah padang rumput savana atau hutan yang dekat dengan sumber air


Impala adalah jenis antelop di Afrika. Banyak menghuni daerah stepa di bagian selatan Gurun Sahara


Lintasan berikutnya adalah Orang Hutan, Orangutan, Pongo pygmaeus

Orangutan, genus Pongo adalah kera besar asli Indonesia. Mereka ditemukan di hutan hujan Kalimantan dan Sumatera, tergolong dalam genus Pongo, orangutan pada awalnya dianggap sebagai satu spesies.

Sebagai kera besar yang paling arboreal, orangutan menghabiskan sebagian besar waktunya di pohon. Mereka memiliki lengan yang panjang secara proporsional dan kaki yang pendek serta rambut mereka berwarna coklat kemerahan. Laki-laki dewasa mungkin mengembangkan bantalan pipi atau flensa yang khas dan membuat panggilan panjang yang menarik betina dan mengintimidasi saingan; jantan yang lebih muda tidak dan menyerupai betina dewasa. 

Orangutan adalah kera besar yang paling menyendiri, ikatan sosial yang terjadi terutama antara ibu dan anak tanggungan mereka, yang tetap bersama selama dua tahun pertama. Buah adalah komponen terpenting dari makanan orangutan, tetapi mereka juga memakan tumbuh-tumbuhan, kulit kayu, madu, serangga, dan telur burung. Mereka dapat hidup lebih dari 30 tahun baik di alam liar maupun di penangkaran.

Orangutan termasuk primata paling cerdas. Mereka menggunakan berbagai alat canggih dan membangun sarang tidur yang rumit setiap malam dari cabang dan dedaunan.



Area berikutnya adalah Kangguru Tanah, Agile Wallaby, Macropus agilis 

Agile Wallaby atau Walabi tangkas, Macropus agilis juga dikenal sebagai walabi berpasir, adalah spesies walabi yang ditemukan di utara Australia dan New Guinea.




Area Berikutnya adalah Scimitar horned Orix atau Orix dammah.

The scimitar oryx, Oryx dammah, juga dikenal sebagai scimitar horned oryx dan Sahara oryx, adalah spesies Oryx yang pernah tersebar luas di Afrika Utara.


The scimitar oryx, Oryx dammah

The scimitar oryx, Oryx dammah

Area Safari Journey berikutnya adalah Banteng Jawa, Java Banteng atau Bos javanicus.

Lokasi zona Banteng ada di sebelah kanan setelah Kangguru Tanah.

Banteng Jawa, Java Banteng atau Bos javanicus. Banteng Jantan

Banteng Jawa, Java Banteng atau Bos javanicus. Banteng Jantan

Banteng Jawa, Java Banteng atau Bos javanicus. Banteng Betina


Area berikutnya setelah Banteng Jawa adalah Kapibara.

The capybara, Kapibara, Hydrochoerus hydrochaeris adalah hewan pengerat raksasa bergerigi yang berasal dari Amerika Selatan. Ini adalah hewan pengerat terbesar di dunia. Juga disebut capivara di Brasil, chigüire, chigüiro, atau fercho di Kolombia dan Venezuela, carpincho di Argentina, Paraguay dan Uruguay, Kapibara di Indonesia, dan ronsoco di Peru.
Kapibara mendiami sabana dan hutan lebat dan hidup di dekat perairan.

The capybara, Kapibara, Hydrochoerus hydrochaeris

The capybara, Kapibara, Hydrochoerus hydrochaeris


Berikutnya adalah Area Beruang Madu dari sisi yang lain.
Beruang madu, Sun Bear, Helarctos malayanus. Beruang madu merupakan spesies beruang terkecil yang dapat ditemukan di Indonesia dari delapan spesies beruang yang ada di dunia (Lekagul & McNeely 1977). Beruang berwarna hitam dengan tanda unik berbentuk huruf U atau V di lehernya ini memiliki kebiasaan bermalas-malasan di bawah sinar matahari sehingga dinamakan juga beruang matahari (sun bear) serta memiliki kegemaran terhadap madu sehingga dinamakan beruang madu



Lanjutan cerita akan disampaikan di Episode 5, Safari Journey selesai dan memasuki area wisata Taman Safari,





 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Episode Keempat : Safari Journey, Memasuki Area Binatang Buas di Taman Safari Bogor di saat Pandemi Covid 19"

Post a comment

Popular Posts