Taman Burung yang Spektakuler,Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kekayaan Fauna Burung Indonesia, Berkunjung di saat Pandemi Covid

Taman Burung
Taman Mini Indonesia Indah (TMII), 
Kekayaan Fauna Burung Indonesia, Berkunjung di saat Pandemi Covid


Medio Januari 2021

Saya berkesempatan berkunjung Taman Burung yang ada di Taman Mini Indonesia Indah yang merupakan etalase kekayaan Fauna Burung yang ada di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke, dari Wilayah Barat hingga wilayah Timur Indonesia.


Pukul 08.34 WIB

Saya memasuki gerbang Taman Mini Indonesia Indah sepagi mungkin supaya bisa menikmati indahnya Taman Burung dan udara yang masih segar serta suasana yang belum panas.

Pintu Gerbang Taman Mini Indonesia Indah

Dengan tiket masuk Taman Mini untuk kendaraan Mobil Rp. 20.000,- dan Pengunjung 1 orang Rp. 20.000,-

Total untuk sekali masuk dengan kendaraan Mobil senilai Rp. 40.000,-

Harga Tiket Masuk Taman Mini Indonesia Indah
Menyusuri jalan hingga bertemu dengan Tugu di bundaran Taman mini.

Selanjutnya berbelok ke kiri dan mengikuti rambu rambu menyusuri jalan yang asri dan di kanan kiri terdapat berbagai anjungan daerah daerah atau provinsi di Indonesia. 
Papan Informasi di Taman Mini Indonesia Indah

Melintas danau yang menggambarkan Indonesia dari Sabang hingga Merauke.


Danau Nusantara Taman Mini Indonesi Indah

Hingga bertemu dengan papan petunjuk yang unik, yaitu Hanoman sedang memegang Papan Informasi..

Papan Petunjuk Taman Burung di Taman Mini Indonesia Indah

Sampailah di Taman Burung Taman Mini.

Saya memarkir kendaraan di dekat gerbang pintu masuk yang kebetulan agak sepi, mungkin karena kondisi New Normal atau Pandemi Covid.

Berikutnya membeli tiket di loket yang ada di sebelah kiri Gerbang. Harga tiket tanda masuk adalah Rp. 30.000,- per pengunjung dan anak anak dengan tinggi di bawah 80 cm gratis atau belum dikenakan tiket.

Informasi Harga Tiket Masuk Taman Burung TMII

Penerapan Protokol Covid diterapkan kepada seluruh pengunjung. 


Protokol Kesehatan Covid 19 di TMII

Protokol New Normal, Protokol Kesehatan Covid 19 di TMII :

  1. Setiap Pengunjung wajiib memakai masker dan diukur suhu tubuh
  2. Kendaraan akan disemprot desinfektan
  3. Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudsah mengunjungi Wahana
  4. Pengunjung tidak berkerumun di Area TMII
  5. Menjaga jarak, Physical Distancing 1 - 1.5 m' 
Setelah membaca prosedur dengan seksama, saya pun membeli tiket dengan mengikuti protokol Covid.

Tiket Masuk Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah

Tiket Taman Burung yang cantik dengan gambar background Kubah Burung yang megah dan indah dan dilengkapi cover Burung Cendrawasih, Burung kebanggan Papua, kemudian di tengah ada Burung Jalak bali yang menjadi maskot Pulau Bali dan di sisi kanan ada foto Kakatua Raja yang sangat cantik. 

Baca juga :



Gerbang Taman Burung, Taman Mini Indonesia Indah 
Saat memasuki halaman gerbang Taman Burung, kita akan disambut oleh Patung Burung Kasuari yang cukup besar dan gagah.  Warna kepala biru dan leher merah oranye kuning yang cerah dan terlihat sangat mirip dengan Burung Kasuari aslinya.

Lokasi Taman Burung TMII

Lokasi Taman Burung terletak di bagian belakang atau timur dari kawasan Taman Mini Indonesia Indah,TMII, berdekatan dengan PP IPTEK dan Museum Migas Graha Widya Patra, menempati lahan seluas 6 hektar termasuk fasilitas umum berupa tempat parkir yang cukup luas dan rindang. 

Peta Indonesia di Dinding Gerbang Taman Burung TMII
Awalnya, taman burung hanya satu kubah yang dibangun tahun 1975 dan diresmikan tanggal 19 Agustus 1976, namun kemudian pada tahun 1986 dikembangkan menjadi Sembilan kubah dan diresmikan pada tanggal 27 April 1987 oleh Presiden Soeharto.
Prasasti Peresmian Taman Burung TMII

Kemudian dilakukan renovasi sarana dan Prasarana Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah dan diresmikan oleh Ketua Umum Yayasan Harapan Kita Ibu Hj. Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana pada 21 November 2019.

Peta Indonesia, Menunjukkan Sumber Kekayaan Fauna Indonesia di TMII

Beruntung bisa berkunjung di Taman  Burung TMII yang baru saja direnovasi.


Kubah Barat di Taman Burung TMII

Penataan Taman Burung TMII
Penataan koleksi berdasar zoogeografi atau pola persebaran binatang. Oleh karena itu koleksi taman burung dibagi menjadi dua belahan : Kubah Barat dan Kubah Timur, sesuai dengan Garis Wallace. 
Lingkungan vegetasinya pun mengikuti pola ini, di samping pemikiran pilihan jenis-jenis yang berguna dalam menghasilkan buah-buahan, biji dan pucuk yang menjadi pakan burung.

Kubah Barat Taman Burung TMII dari arah Gua Burung
 
Di Kubah Barat kita dapat menikmati kicauan burung-burung asal Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali antara lain : burung Merak, Beo, Putih, Enggang, Elang, dan Jalak Bali. 

Kubah Timur di Taman Burung TMII
Sedang di Kubah Timur kita dapat merasakan surga burung asal Sulawesi, Maluku dan Papua, seperti burung Cendrawasih, Kasuari, Dara Mahkota, Nuri dan Maleo. 

Taman Burung berfungsi juga sebagai loka-bina masyarakat perburungan, sehingga taman ini sering dijadikan ajang lomba burung, lomba bagi anak-anak dan siswa untuk mengenal lebih mengenai binatang bururng, serta tempat penelitian bagi para mahasiswa. 
Tempat Pertunjukan berbentuk seperti teater yang melingkar di area tengah Taman Burung TMII 
Dari segi penangkaran dan pelestarian, Taman Burung telah berhasil mengembangbiakan lebih dari 100 jenis, diantaranya sekitar 30 jenis yang dilindungi dan langka.

Peta Informasi Kubah Barat di Taman Burung TMII
Informasi Taman Burung
Informasi obyek tujuan Koleksi burung yang ada di Taman Burung merupakan Taman dengan Koleksi Burung yang terlengkap di Indonesia, terdiri atas 175 jenis dengan jumlah mencapai ribuan ekor, baik yang berasal dari Indonesia Bagian Barat maupun Indonesia Bagian Timur. 

Taman Burung dilengkapi sarana karantina sebagai tempat memisahkan burung-burung yang sakit untuk mendapatkan perawatan dan memiliki tenaga kesehatan khusus untuk burung burung koleksi Taman Burung.

Kolam di Taman Burung dengan Angsa dan Ikan yang bisa diberi makan

Fasilitas Taman Burung
Fasilitas yang ada di obyek kunjungan, keluarga yang membawa anak-anak dapat beristirahat sebentar di kolam ikan sebelum menlanjutkan penjelajahan semua kubah. Di samping itu, di kafetaria menjual makanan dan minuman ringan , termasuk untuk ikan-ikan di kolam, bagi anak-anak dapat memberi makan ikan sepuasnya sambil melihat Angsa berenang.

Tempat Pertunjukan, Presentasi dan Atraaksidi Taman Burung 
Selain itu juga terdapat altar untuk pertunjukan Burung dan disediakan bangku bangku untuk menikmati pertunjukan.

Untuk Ketersediaan toilet, anda tidak usah khawatir.  Beberapa fasilitas toilet tersebar di beberapa titik dengan ketersediaan air bersih yang berlimpah dan perawatan toilet yang rutin sehingga tampak bersih dan terawat.
Papan Informasi Fasilitas yang ada di Taman Burung TMII

Selain itu juga terdapat toko toko yang menjual Cinderamata atau souvenir yang mencirikan Taman Burung dan Taman Mini Indonesia Indah.

Tempat berjualan dan Pedagang Souvenir di Area Depan Taman Burung TMII
Saya akan membagi cerita ini menjadi 2 bagian, yaitu menceritakan Koleksi Burung di Kubah Barat dan berikutnya menceritakan Koleksi Burung yang ada di Kubah Timur termasuk fasilitas dan sarana yang ada di masing masing Kubah serta penghubung antara 2 kubah serta fasilitas lainnya yang disediakan oleh pihak Pengelola Taman Burung TMII.

Kubah Barat Taman Burung TMII
TAMAN BURUNG KUBAH BARAT
Keanekaragaman Fauna Burung Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali

Saat memasuki Gerbang Taman Burung, tampak di depan terhampar landscape yang indah dengan danau buatan serta tanaman yang tertata rapi.  Beberapa ekor Bangau Tong Tong dan Bangau Australia tampak bercengkeraman dan bercanda.

Berikut Daftar Koleksi Burung Burung yang diabadikan di Gerbang Depan
Burung Beo,  Gracula religiosa religiosa atau Hill Mynah
Burung Jalak Bali atau Rothschild's Myna, Leucopsar rothschildi 
Bayan, 

Penataan Landscape di  Taman Burung TMII

Kemudian rute akan diarahkan ke kiri, dan di bagian sisi kiri ada kandang burung yang berisi Jalak Bali dan Beo.

Burung Beo, Gracula religiosa religiosa

Burung Beo,  Gracula religiosa religiosa atau Hill Mynah,

Burung Beo, burung yang pandai bernyanyi.  Saya ingat saat pertama kali berkunjung ke Tman Burung, ada seekor Beo yang pandai menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.  Tapi yang ada saat ini hanya pintar berkicau atau saya pas tidak mendengar kepintarannya.

Burung Beo, Gracula religiosa religiosa
Burung Beo,  Gracula religiosa religiosa atau Hill Mynah, merupakan Burung family Sturnidae yang statusnya dilindungi.  Burung pemakan serangga, belalang, jangkrik dan buah buahan ini tersebar di Sumatra, Jawa dan kalimantan.

Burung Beo menjadi incaran penggemar burung karena kepandaiannya dalam berbicara layaknya manusia.  Di alam, jenis burung Beo hidup di hutan hutan basah, terutama di bukit bukit dataran rendah hingga daerah dengan ketinggian 1000 - 2000 m di atas permukaan laut.

Burung Beo atau Gracula banyak digemari orang karena kepandaiannya berbicara dengan panajng tubuh sekitar 29 - 30 cm.  

Bentuk fisik Beo Jawa lebih kecil dibandingkan Beo Nias.  Status IUCN burung Beo adalah Least Concern atau Resiko Rendah dan dilindungi. 


Burung Jalak Bali atau Rothschild's Myna, Leucopsar rothschildi 

Burung Jalak Bali atau Rothschild's Myna, Leucopsar rothschildi 
Berikutnya Burung Jalak Bali atau Rothschild's Myna, Leucopsar rothschildi yang merupakan Burung termasuk dalam family Sturnidae.  Jadi Burung Beo dan Burung Jalak Bali, masih dalam kelompok 1 family. Pemakan Serangga, ulat, dan buah buahan. Burung Jalak Bali merupakan Burung Ordo Passeriformes yang endemik di Jawa dan Bali dan spesies Burung Jalak Bali ini diklarifikasikan terancam punah. Panjang tubuhnya sekitar 23 cm dengan tuuhnya didominasi warna putih dan diujung sayap dan ekornya berwarna hitam. Di area mata dibatasi seperti topeng berwarna biru.  Burung Jalak Bali juga berjambul. Menurut status IUCN adalah Critically endangered atau dalam kondisi kritis  dan dilindungi.  

Burung Jalak Bali atau Rothschild's Myna, Leucopsar rothschildi 

Burung Jalak Bali merupakan burung yang dilindungi dan paling liar namun aktifitas yang dilakukan selalu diiringi komunikasi antar pasangan pasangan yang ada.  Jalak Bali merupakan burung yang menyukai kebersihan dan suka bermain air untuk membersihkan bulu bulunya. Makanan Burung Jalak Bali adalah buah buahan dan Serangga.

Pintu Masuk Kubah Barat
Berikutnya, menyusuri jalan paving blok, saya pun memasuki Kubah Barat. Memasuki pintu dengan beberapa larangan terkait berkunjung ke Kubah Barat Taman Burung  TMII.

Beberapa hal terkait larangan di dalam Kubah Barat adalah :
  1. Dilarang menggunakan Flash kamera foto, No Flash Photography
  2. Dilarang membuang sampah sembarangan, Please do not litter
  3. Dilarang bersuara gaduh, Please remind quite
  4. Dilarang merokok di dalam Kubah, No Smoking

Dan sebelum memasuki area Kubah Barat, diminta mematikan rokok.

Setelah masuk, terlihat Taman Burung dengan ornamen yang indah, rapi dan asri ditumbuhi tanaman yang terawat. 


Terdapat papan informasi tentang jenis jenis burung yang ada di Kubah Barat.

Berikut Burung Burung Koleksi yang ada di Kubah Barat
  1. Merbah Cerukcuk, alias Yellow Vented Bul Bul, Pycnonotus golevier 
  2. Kutilang, Cooty Headed Bul Bul, Pycnonotus aurigaster.
  3. Tikusan Merah, Crake Pettorossiccio, Porzana fusca.
  4. Julang Emas, Wreathed Hornbill, Rhyticeros undulatus
  5. Kuau Kerdil, Polypectron sehaleurum, Bronze tailed Peacock Pheasant
  6. Kangkareng Perut Putih, Oriental Pied Hornbill, Anthracoceros albirostris
  7. Sempidan Biru Kalimantan, Bornean Crested Fireback, Lophure ignita nobilis
  8. Julang Sunda Jambul Hitam, Sunda Wrinkled Hornbill, Aceros corrugatus corrugatus.
  9. Rangkok Badak, Rhinoceros Hornbill, Buceros rhinoceros.
  10. Betet Jawa, Red Breasted parakeet, Psittacula alexandri
  11. Kareo Padi, White Breasted Waterhen, Amourornis phoenicurus, Pennant 1769.
  12. Burung Mandar Batu, Grey Morhen, Gallinula chloropus Linnaeus 1758
  13. Gagang Bayam Timur, White Headed Stilt, Himantopus leucocephalus 1837
  14. Kepodang, Black Naped Oriole, Oriolus chinensis Linnaeus 1766
  15. Delimukan Zamrud, Emerald Dove, Chalcophaps indica Linnaeus 1758
  16. Junai Emas, Nicobar Pigeon, Caloenas nicobarica Linnaeus 1758
  17. Pergam Putih, Pied Imperial Pigeon, Ducula bicolor Scopoli 1786
  18. Cucak Rawa, Straw Headed BulBul, Pycnonotus zeylanicus
  19. Jalak Putih Sayap Hitam, Black Winged Starling, Acridotheres melanopterus
  20. Merak Hijau, Greem Peafowl, Pavo muticus Linnaeus 1766
  21. Uncal Loreng, Barred Cuckoo Dove, Macropygia unchall Wagler 1827.
  22. Kuau Raja, Great Argus, Argusianus argus Linnaeus 1766
  23. Srigunting Hitam, Black Drongo, Dicrurus macrocercus Vieillot 1817
  24. Sempidan Biru Sumatra, Malay Crested Fireback, Lophure ignita rufa Raffles 1822
  25. Ayam Hutan Hijau, Green Jungle Fowl, Gallus varius Shaw 1798
  26. Pelatuk Kuduk Kuning, Greater Yellownape, Picus flavinucha
  27. Poksay Jambul, Sumatran Launghingthrush, Garrulax bicolor
  28. Cucak Jenggot, Grey Cheeked BulBul, Alophoixus bres Lesson 1832
  29. Gelatik Jawa, Java Sparrow, Padda oryzivora Linnaeus 1758
  30. Manyar Tempua, Weaver Bird, Ploceus philippinus Horsfield 1821
  31. Perkutut Jawa, The zebra dove, Barred Ground Dove  Geopelia striata
  32. Jalak Kerbau, The Javan myna, Acridotheres javanicus, The white vented myna
  33. Jalak Ungu, Kerak Ungu, The common myna atau Indian myna, Acridotheres tristis 
  34. Burung Jenjang Mahkota Abu Abu, Balearica regulorum 
Berikut keterangan dari Koleksi Burung Burung di Kubah Barat 

Merbah Cerukcuk, alias Yellow Vented Bul Bul, Pycnonotus golevier 
Burung ini juga disebut Burung Terucak.  Burung berukuran sedang dengan panjang sekitar 20 cm, bagian sisi atas tubuh berwarna coklat kelabu gelap, bagian bawah berwarna putih kusam, mahkota kehitaman dan sekitar mata putih dengan garis depan mata hitam. Makanannya Serangga dan buah buahan. Status IUCN adalah Least Concern atau resiko rendah dan tidak dilindungi. Penyebaran dari Burung ini ada di Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Bali.

 Burung Merbah Cerukcuk, Kutilanf dan Tikusan Merah

Kutilang, Cooty Headed Bul Bul, Pycnonotus aurigaster.  
Burung berukuran sedang dengan panjang sekitar 20 cm, sisi atas tubuh berwarna coklat, kelabu, sisi bawah berwarna putih keabu abuan, memiliki topi, dahi dan jambul berwarna hitam, penutup pantat berwarna kuning jingga. Status IUCN adalah Least Concern atau resiko rendah dan tidak dilindungi. Makanannya Serangga, Insect dan Buah buahan. Penyebaran dari Burung ini ada di Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Bali.

Tikusan Merah, Crake Pettorossiccio, Porzana fusca.  
Burung family Rallidae dengan Ordo Gruiformes ini mempunyai ukuran kecil sekitar 22 - 23 cm, tubuhnya lateral rata, memungkinkan untuk bergerak dengan mudah masuk alang alang atau semak, memiliki jari yang panjang dan ekor yang pendek, kaki berwarna merah. Status IUCN adalah Least Concern atau resiko rendah dan tidak dilindungi. Makanan dari burung ini adalah serangga dan penyebarannya di daerah Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

Julang Emas, Wreathed Hornbill, Rhyticeros undulatus
Julang Emas, Wreathed Hornbill, Rhyticeros undulatus
Burung kelas Aves, Ordo Coraciliformes dengan family Bucerotidae. Burung Julang betina bersarang pada rongga pohon ditutupi kotoran atau lumpur, diberi celah lubang untuk jantan mensuplay makanan si betina yang ada di dalam rongga pohon, telur berjumlah 1 -2 butir, berbiak pada bulan Juli  - September. Status IUCN adalah Least Concern atau resiko rendah dan tidak dilindungi. Makanan dari burung ini adalah serangga, Reptil dan buah buahan dan penyebarannya di daerah Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

Kuau Kerdil, Polypectron sehaleurum, Bronze tailed Peacock Pheasant

Kuau Kerdil, Polypectron sehaleurum, Bronze tailed Peacock Pheasant
Burung Kuau Kerdil atau Polypectron chalcurum adalah jenis Kuau Kerdil yang berukuran sedang dan berhabitat di hutan huja dataran rendah Pulau Sumatera.  Salah satu habitatnya adalah di Taman Bukit Barisan Selatan di TNBBS.  Nama loka burung ini oleh penduduk setempat dinamai Ayam Lukay.  Burung ini adalah satwa dilindungi dengan makanannya adalah biji bijian dan buah buahan.

Kangkareng Perut Putih, Oriental Pied Hornbill, Anthracoceros albirostris
Kangkareng Perut Putih, Oriental Pied Hornbill, Anthracoceros albirostris
Burung Rangkok atau Enggang termasuk dalam Ordo Bucerotiformes dan Family Bucerotidae dan Burung yang memainkan peran penting dalam kesehatan hutan karena menyebarkan biji bijian untuk burung burung kecil.  Berkemabng biak di atas pohon dengan membuat rongga di pohon, ditutupi oleh lumpur dan diberi celah rongga untuk jantan saat mensuplai makanan untuk si Betina.  Status IUCN adalah Least Concern atau resiko rendah dan dilindungi. Makanan dari burung ini adalah serangga, Reptil dan buah buahan dan penyebarannya di daerah Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

Sempidan Biru Kalimantan, Bornean Crested Fireback, Lophure ignita nobilis
Sempidan Biru Kalimantan, Bornean Crested Fireback, Lophure ignita nobilis
Sempidan Biru adalah satwa endemik Pulau Kalimantan, ukuran tubuh sekitar 65 - 70 cm. Sempidan Jantan memiliki ciri tubuh berwarna hitam kebitruan dengan dada kecoklatan, ekor atas berwarna coklat kayu manis, ekor bawah berwarna coklat dengan warna bulu dibagian dada dan perut bercoret putih. Penyebaran di Kalimantan dengan memakan Biji Bijian,dan Serangga. Status IUCN adalah Near Threatened atau hampir terancam punah dan dilindungi.

Julang Sunda Jambul Hitam, Sunda Wrinkled Hornbill, Aceros corrugatus corrugatus.
Burung dengan ukuran tubuh sekitar 70 cm dengan bulu berwarna hitam, pipi berwarna biru dan ujung ekor berwarna putih.  Burung Julang Sunda Jantan memiliki bulu kuning cerah pada pipi, tenggorokan dan leher, sedangkan Julang Sunda Betina memiliki tenggorokan berwarna biru.
Cula pada Burung Julang Sunda Jantan berwarna kuning dengan dasar berwarna merah, pada betina hampir seluruhnya berwarna kuning. Penyebaran di Sumatra da Jawa, dengan memakan Buah buahan dan Serangga. Status IUCN adalah Near Threatened atau hampir terancam punah dan dilindungi.

Khusus untuk Julang Sunda alias Julang Jambul Hitam, Sunda Wrinkled Hornbill, diinfokan sudah diadopsi oleh Meldi Rismawan yang menjadi orang tua asuh untuk satwa dan mungkin biaya pemeliharaan dan perawatan menjadi sumbangan dari yang bersangkutan. 

Rangkok Badak, Rhinoceros Hornbill, Buceros rhinoceros.
Rangkok Badak, Rhinoceros Hornbill, Buceros rhinoceros.
Burung Rangkok Badak turut berperan penting dalam pelestarian hutan dengan menebar biji bijian dari buah yang dimakan.  Burung Rangkok Badak Jantan memiliki warna mata merah dengan rims hitam, sedangkan Sang Betina memiliki warna mata putih dengan rims merah. Penyebaran di Sumatra, Kalimantan dan Jawa, dengan memakan Buah buahan, reptil dan Serangga. Status IUCN adalah Near Threatened atau hampir terancam punah dan dilindungi.

Betet Jawa, Red Breasted parakeet, Psittacula alexandri
Betet Jawa, Red Breasted parakeet, Psittacula alexandri
Burung Ordo Psittaciformes dan Family Psittaculidae atau Betet menyebar dan berhabitat di ketinggian hingga 1500 m dpl di perlbagai tipe hutan, termasuk hutan mangrove, perkebunan kelapa, mangga dan kebun kebun campuran pada umumnya hingga ke taman taman dan wilayah permukiman.
Betet biasa hidup bergerombol dalam jumlah banyak baik pada saat terbang maupun beristirahat dan bersarang dalam kelompok.  Biasanya dalam sebatang pohon bisa ditempati banyak sarang dan tidak berjauhan. Penyebaran di Jawa, Bali dan Kangean. Status IUCN adalah Near Threatened atau hampir terancam punah dan dilindungi.

Kareo Padi, White Breasted Waterhen, Amourornis phoenicurus
Kareo Padi, White Breasted Waterhen, Amourornis phoenicurus, Pennant 1769.
Burung Ordo Gruiformes dan family Rallidae yang bentuk tubuhnya ramping dengan panjang 15 cm dan memiliki ekor yang pendek, paruh dan kakinya berukuran panjang, bulu berwarna coklat keabuabuan tua, tenggorokan serta dadanya berwarna putih. Penyebaran Burung lucu ini di Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Status IUCN least concern atau Resiko rendah dan termasuk satwa tidak dilindungi.  Makanan utama burung Kareo padi adalah Serangga dan Buah buahan.

Burung Mandar Batu, Grey Morhen, Gallinula chloropus Linnaeus 1758
Burung Mandar Batu, Grey Morhen, Gallinula chloropus Linnaeus 1758
Merupakan burung dengan ukuran tubuh sedang sekitar 31 cm dan perisai merah pada dahi, bulu seluruhnya hitam suram, ada coretan garis putih sepanjang sisi, paruh hijau buram dan pangkal merah.  Kebanyakan berhabitat dan hidup di air dan sering menjentikkan ekor saat di darat maupun di air.   Status IUCN adalah Least Concern (LC) atau resiko rendah dan dilindungi. Makanan dari burung ini adalah biji bijian dan penyebarannya di daerah Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

Gagang Bayam Timur, White Headed Stilt, Himantopus leucocephalus 1837.
Burung bergaya unik dan memiliki panjang sekitar 37 cm berwarna hitam dan putih.  Kaki panjang berwarna merah jambu, kepala dan tubuh berwarna putih, sayap, tengkuk dan leher belakang berwarna hitam. Status IUCN adalah Least Concern (LC) atau resiko rendah dan dilindungi. Makanan dari burung ini adalah biji bijian dan penyebarannya di daerah Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

Gagang Bayam Timur, White Headed Stilt, Himantopus leucocephalus 1837.

Burung Kepodang, Black Naped Oriole, Oriolus chinensis

Kepodang, Black Naped Oriole, Oriolus chinensis Linnaeus 1766
Burung Kepodang, Black Naped Oriole, Oriolus chinensis berwarna kuning terang dan merupakan salah satu burung favorit saya.  Saya pernah memelihara burung ini saat masih kecil.  Burung dengan bunyi kicauan yang unik dan mirip orang tersedak, dan beraneka bunyi keciauan lainnya.  Burung Kepodang berukuran panjang tubuh sekitar 25 cm, berwarna kuning dan hitam dengan strip di sayap berwarna hitam melewati mata dan tengkuk. Burung Kepodang ini dijadikan identitas Fauna Provinsi Jawa Tengah.  Status IUCN adalah Least Concern (LC) atau resiko rendah dan dilindungi. Makanan dari burung ini adalah serangga, Buah buahan dan penyebarannya di daerah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. 

Burung Kepodang, Black Naped Oriole, Oriolus chinensis
Delimukan Zamrud, Emerald Dove, Chalcophaps indica Linnaeus 1758
Delimukan Zamrud, Emerald Dove, Chalcophaps indica Linnaeus 1758
Burung Delimukan adalah burung sejenis merpati yang berukuran sekitar 25 cm, berekor  agak pendek dengan sisi tubuh bagian bawah berwarna jingga kemerahan, mahkota berwarna abu abu, sayap berwarna hijau mengkilap, dan warna paruh merah dengan ujung jingga. Status IUCN adalah Least Concern (LC) atau resiko rendah dan dilindungi. Makanan dari burung ini adalah  Buah buahan  serta biji bijian dan penyebarannya di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. 

Junai Emas, Nicobar Pigeon, Caloenas nicobarica Linnaeus 1758
Junai Emas, Nicobar Pigeon, Caloenas nicobarica Linnaeus 1758
Burung Junai Emas adalah sejenis merpati berukuran sedang dengan panjang sekitar 34 cm, dari salah satu Ordo Columbiformes, Family Columbidae dan salah satu genus Caloenas, memiliki bulu berwarna hitam keabuan dilapisi dengan warna hijau keemasan mengkilap di bagian leher. Paruh burung Junai Emas berwarna hitam dengan sedikit benjolan dipangkalnya. Status IUCN adalah Near Threatened (NT) atau hampir terancam punah dan dilindungi. Burung ini memakan biji bijian dan  buah buahan dan penyebarannya di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.
Junai Emas, Nicobar Pigeon, Caloenas nicobarica Linnaeus 1758
Pergam Putih, Pied Imperial Pigeon, Ducula bicolor Scopoli 1786
Burung Pergam Putih merupakan burung Ordo Columbiformes dan Family Columbidae yang berukurean sedang dengan panjang tubuh sekitar 37 cm.  Burung Merpati Pied alias Pergam Putih berwarna cream pucat sayap berwarna hitam kebiruan, iris mata berwarna coklat.  Panggilan mereka adalah Coo woo yang dalam vokalisasinya mereka untuk mengiklankan wilayah, bahaya sinyal atau signal dan menemukan sumber makanan. Status IUCN adalah Least Concern (LC) atau resiko rendah dan tidak dilindungi. Makanan dari burung ini adalah  Buah buahan dan penyebarannya di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan.
Pergam Putih, Pied Imperial Pigeon, Ducula bicolor Scopoli 1786
Cucak Rawa, Straw Headed BulBul, Pycnonotus zeylanicus
Burung Ordo Passeriformes dan family Pycnonotidae ini  merupakan burung berkicau yang favorit.  Burung berukuran panjang tubuh sedang sekitar 30 cm. Bagian kepala berwarna jingga.  Bagian dada berwarna coklat abu abu dengan bebercak putih.  Burung Cucak Rawa atau Cucak Rowo ini mempunyai kicauan yang sangat indah dan merdu serta nyaring.  Burung ini banyak diburu dan diperjualbelikan sehingga di alam populasinya semakin langka. Status IUCN adalah Near Threatened (NT) atau hampir terancam punah dan dilindungi. Burung ini memakan serangga, siput air, berbagai buah buahan yang lunak penyebarannya di Sumatera, Jawa, Kalimantan.
Cucak Rawa, Straw Headed BulBul, Pycnonotus zeylanicus
Jalak Putih Sayap Hitam, Black Winged Starling, Acridotheres melanopterus
Burung Jalak putih termasuk ordo Passeriformes dan family Sturnidae. Burung yang berbulu putih bersih, sayap hitam berkelopak mata kuning dan termasuk burung berkicau yang banyak diburu.  Burung ini sangat mudah berkicau dan sangat cerewet. Status IUCN adalah Near Threatened (NT) atau hampir terancam punah dan dilindungi. Burung ini memakan serangga, ulat dan berbagai buah buahan yang lunak penyebarannya di Jawa dan Bali.

Jalak Putih Sayap Hitam, Black Winged Starling, Acridotheres melanopterus

Merak Hijau, Greem Peafowl, Pavo muticus Linnaeus 1766
Burung dengan bulu indah yang suja dipamerkan ini adalah Ordo Galliformes, Family Phasianidae.  Burung Merak mempunyai warna bulu bulu yang sangat indah dan pandai menari.  Setiap sore menjelang matahari terbenam mengembangkan bulu bulu ekornyayang indah dan berwarna warni dan sambil menari berputar putar dengan gerakan cantik yang mengiringi terbenamnya matahari.  Burung merak tidak dapat terbang jauh.  Ekor Merak dijadikan bentuk tarian dan ornamen di Kesenian Reog Ponorogo. Status IUCN adalah Endangered  (EN) atau terancam dan dilindungi. Burung ini memakan biji bijian, serangga, hijauan sayuran dan penyebarannya di Jawa.

Merak Hijau, Greem Peafowl, Pavo muticus

Uncal Loreng, Barred Cuckoo Dove, Macropygia unchall Wagler 1827.
Burung Uncal loreng termasuk ordo Columbiformes dan family Columbidae  dan termasuk burung berukuran besar dengan panjang tubuh sekitar 38 cm.  Tubuh berwarna coklat dan berekor panjang, ekor dan punggung bergaris garis melintang hitam atau coklat.  Kepala abu abu dengan tengkuk hijau mengkilap, Burung Uncal Loreng Betina tidak ada warna metalik hijau, iris kuning sampai coklat, paruh hitam dan kaki merah. Status IUCN adalah Least Concern (LC) atau resiko rendah dan tidak dilindungi. Makanan dari burung ini adalah  biji bijian dan penyebarannya di daerah Sumatera, Jawa dan Bali.

Kuau Raja, Great Argus, Argusianus argus Linnaeus 1766
Kuau Raja, Great Argus, Argusianus argus Linnaeus 1766
Burung Kuau Raja termasuk ordo Galliformes dan family Phasianidae.  Kuau Raja merupakan burung solitare alias suka menyendiri dan hanya bertemu anggota Kuau Raja yang lain saat musim kawin untuk berkembang biak.  Kuau Raja Betina meletakkan 2 -3 telur yang diletakkan dalam sarang yang dibangun di pohon.  
Kuau Raja, Great Argus, Argusianus argus 
Burung Kuau Raja ditetapkan sebagai Maskot Fauna Identitas Provinsi Sumatera Barat. Status IUCN adalah Near Threatened (NT) atau hampir terancam punah dan dilindungi. Burung ini memakan buah buahan dan serangga dengan  penyebarannya di Sumatera dan Kalimantan



Srigunting Hitam, Black Drongo, Dicrurus macrocercus Vieillot 1817
Burung Srigunting hitam termasuk ordo Passeriformes, family Dicruridae dan merupakan burung dengan ukuran sedang sekitar 28 cm.  Tubuh burung Srigunting Hitam berwarna hitam buram, paruh relatif kecil, ekor sangat panjang dan menggarpu.  Telur Burung Sriguting hitam berwrna putih, berbintik coklat dengan jumlah 2 butir dan berkembang biak pada bulan April hingga Desember.  
Srigunting Hitam, Black Drongo, Dicrurus macrocercus
Status IUCN adalah Least Concern (LC) atau resiko rendah dan tidak dilindungi. Makanan dari burung ini adalah  serangga  dan penyebarannya di daerahJawa dan Bali.

Sempidan Biru Sumatra, Malay Crested Fireback, Lophure ignita rufa Raffles 1822
Burung Sempidan Biru Sumatra adalah satwa endemik Pulau Sumatera, ukuran tubuh sekitar 65 - 70 cm. Sempidan Jantan memiliki ciri tubuh berwarna biru Kulit wajah birudan jelas,  eko berwarna putih dengan bulu luar yang berwarna hitam.  Status IUCN adalah Near Threatened (NT) atau hampir terancam punah dan dilindungi, Makanan Burung Sempidan Biru Sumatra adalah biji bijian dan serangga dan penyebaran di Sumatra.

Ayam Hutan Hijau, Green Jungle Fowl, Gallus varius Shaw 1798
Ayam Hutan Hijau, Green Jungle Fowl, Gallus varius Shaw 1798
Spesies Ayam Hutan ini termasuk Ordo Galliformes dan family Phasianidae dengan panjang tubuh Ayam Hutan Hijau Jantan 65 - 75 cm dan panjang tubuh Ayam Hutan Hijau Betina 40 - 46 cm.  Habitat Ayam Hutan Hijau ini di dataran hutan lembab, perkembangbiakan untuk musim kawin sekitar bulan Juni - November.  Jengger Ayam Jantan Hijau tidak bergerigi melainkan membulat dengan tepinya merah dengan warna kebniruan di tengahnya.  Ayam Hutan Hijau Betina ukurannya lebih kecil dengan warna kecoklatan dan garis garis bintik hitam.  Persilangan Ayam Hutan Hijau dengan ayam Kampung menghasilkan Ayam Bekisar.  Status IUCN adalah Least Concern (LC) atau resiko rendah dan tidak dilindungi. Makanan dari Ayam Hutan Hijau adalah Biji bijian, Serangga, sayuran hijauan dan penyebarannya di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara..

Pelatuk Kuduk Kuning, Greater Yellownape, Picus flavinucha
Burung Pelatuk Kuning termasuk Ordo Piciformes dan Family Picidae dan nama pelatuk didapatkan dari kebiasaan mematuk pohon dengan paruhnya, untuk komunikasi wilayah melalui sinyal kepada saingan atau kompetitornya dan mencari larva serangga di bawah kulit kayu pohon.  Burung Pelatuk juga menggunakan paruhnya untuk membuat lubang bersarang. Status IUCN adalah Least Concern (LC) atau resiko rendah dan tidak dilindungi. Makanan dari Burung Pelatuk Kuning adalah Serangga dan penyebarannya di daerah Sumatera
 
Poksay Jambul, Sumatran Launghingthrush, Garrulax bicolor
Poksay Jambul, Sumatran Launghingthrush, Garrulax bicolor
Burung Poksay Jambul termasuk Ordo Passeriformes dan Family Timaliidae.  Poksay Jambul Putih atau Poksay Mantel dikenal degan nama Poksay Hongkong dan Poksay Hitam banyak ditemukan di hutan atau semak belukar di kaki gunung Himalaya. Awalnya digolongkan dalam Poksay Sumatera sebagai subspesies tetapi bulu burung ini tidak sama.  Bulu Poksay hitam berwarna coklat dan putih agak kemerahan karatan dan topeng hitam mukanya yang lebih lebar.  Status IUCN adalah Near Threatened (NT) atau hampir terancam punah dan dilindungi, Makanan Burung Poksay Jambul Sumatra adalah biji bijian dan buah buahan  dan penyebaran di Sumatra.





Cucak Jenggot, Grey Cheeked BulBul, Alophoixus 


Cucak Jenggot, Grey Cheeked BulBul, Alophoixus bres Lesson 1832
Burung Cucak Jenggot merupakan anggota Ordo  Passeriformes dan family Pycnonotidae memiliki ukuran tubuh yang berukuran agak besar dibanding sepsies lain dalam familynya sekitar 22 cm, Tubuh bagian atas berwarna coklat zaitun, ekor merah, pipi abu abu.  Bulu tenggorokan putih dapat dikembangkan, apruh hitam, kaki coklat ke abua abuan, sering dijadikan masteran atau trainer untuk burung berkicau lainnya.  Status IUCN adalah Least Concern (LC) atau resiko rendah dan tidak dilindungi. Makanan dari Burung Cucak Jenggot adalah Serangga dan buah buahan. Penyebarannya di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali.



Gelatik Jawa, Java Sparrow, Padda oryzivora Linnaeus 1758
Burung Gelatik Jawa termasuk dalam Ordo Passeriformes dan family Estrildidae, merupakan burung berkicau yang berukuran kecil dengan panjang sekitar 15 cm.  Burung Gelatik Jawa endemik dari Indonesia dengan penyebaran di Jawa dan Bali. Perilaku  berkelompok dan cepat berpindah pindah.  Burung ini disenangi dan diminati oleh pemelihara burung. Penangkapan liar serta hilangnya habitat hutan serta lahan pertanian serta semak belukar sumber makanan menyebabkan gelatik jawa mengalami penyusutan populasi yang drastis.  Untungnya proses perkembangbiakannya cukup cepat.  Status IUCN adalah Vulnerable (VU) atau rentan dan tidak dilindungi. Makanan dari Burung Gelatik Jawa  adalah biji bijian. Penyebarannya di daerah Jawa.

Manyar Tempua, Weaver Bird, Ploceus philippinus Horsfield 1821
Manyar Tempua, Weaver Bird, Ploceus philippinus Horsfield 1821
Burung Manyar termasuk dalam ordo Passeriformes dan family Ploceidae dengan ciri khas memiliki tanda hitam dan mahkota berwarna emas atau kuning sampai tengkuknya khususnya untuk Burung Manyar Tampua Jantan. Sarang Manyar Tampua berbentuk sangat uni dan saragnya adalah sarang yang termasuk paling rumit.  Beberapa sarang dilengkapi dengan pintu tipuan untuk mengelabui pemangsa. Status IUCN adalah Least Concern (LC) atau resiko rendah dan tidak dilindungi. Makanan dari Burung Manyar Tempua adalah biji bijian. Penyebarannya di daerah Sumatera, Jawa, Bali.

Selain itu juga ada beberapa Burung yang dilepas dan beterbangan di dalam Kubah Barat.

Perkutut Jawa, The zebra dove, Barred Ground Dove  Geopelia striata
Perkutut Jawa, The zebra dove, Barred Ground Dove  Geopelia striata
Perkutut jawa, Geopelia striata adalah spesies burung dalam suku Columbidae, dari genus Geopelia. Burung ini merupakan jenis burung pemakan biji-bijian saja, akan tetapi tidak tertutup kemungkinan jika burung ini juga memakan serangga di habitat aslinya.
Perkutut jawa (sering kali disebut dengan perkutut lokal) memiliki tubuh berukuran kecil (21 cm). Burung ini bertubuh ramping dan berekor panjang. Kepalanya berwarna abu-abu, dengan leher dan bagian sisi bergaris halus, dan punggung coklat dengan tepi hitam. Bulu sisi terluar ekor berwarna kehitaman dengan ujung putih. Iris dan paruh abu-abu biru, kaki merah jambu tua. Hidup berpasangan atau kelompok kecil. Perkutut jawa makan di permukaan tanah. Kadang mereka berkumpul untuk minum di sumber air. Sarangnya berbentuk datar tipis dan terbuat dari ranting-ranting. Telur berwarna putih, jumlah 2 butir. Perkutut jawa berbiak pada bulan Januari-September.
Suara perkutut Jawa relatif kecil dan tipis jika dibandingkan dengan jenis perkutut Thailand atau yang acap kali disebut dengan perkutut Bangkok.

 
Jalak Kerbau, The Javan myna, Acridotheres javanicus, The white vented myna
Jalak Kerbau, The Javan myna, Acridotheres javanicus, The white vented myna
Kerak kerbau, Acridotheres javanicus atau juga dikenal sebagai jalak kebo, jalak hitam, jalak ungu, dan jalak penyu adalah spesies burung yang merupakan termasuk familia jalak. 
Berukuran sedang (25 cm). Diselimuti bulu berwarna abu-abu tua (hampir hitam)/ungu kehitaman (hampir hitam) pada kepala, sayap, dan ekor, kecuali bercak putih pada bulu primer (yang terlihat mencolok sewaktu terbang), serta tunggir dan ujung ekor yang berwarna putih. Jambulnya pendek. Mirip kerak jambul, perbedaan terletak pada lebar warna putih pada ujung ekor, yang mana kalau jalak hitam memiliki warna putih lebih lebar daripada kerak jambul,[3] warna paruh yang kuning, dan tunggir yang putih. Burung remaja berwarna lebih coklat. Iris jingga; paruh dan kaki kuning.
Jalak Kerbau, The Javan myna, Acridotheres javanicus, The white vented myna

Postur tubuh burung jalak hitam jantan lebih panjang ketimbang betina. Tatapan matanya pun lebih tajam. Betina juga bisa berkicau sebagaimana pejantan.
Kicauannya berbunyi parau dengan nada berkeriut “ciriktetowi“; juga berbagai siulan dan nada berderik “criuk, criuk” yang khas, terutama sewaktu terbang. Kadang meniru kicauan burung lain. Belum tersedia rekaman suara yang diambil di wilayah Indonesia.
Karena kicauannya yang bagus inilah, jalak hitam banyak dicari. Apalagi spesies bermata dan kaki putih, mentalnya amatlah berani dan jalak hitam pun termasuk hewan yang rajin berkicau dengan variasi yang harmonis. Habitatnya di padang rumput, sawah, kebun, mangrove, pedesaan, perkotaan. Tersebar sampai ketinggian 1.500 m dpl. Jalak hitam aau Jalak Kerbau berhabitat asli di lubang-lubang pohon besar. 
Burung ini menyebar luas di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan bali dan Kepulauan Indonesia bagian barat.
Jalak Ungu, Kerak Ungu, The common myna atau Indian myna, Acridotheres tristis 
Jalak Ungu, Kerak Ungu, The common myna atau Indian myna, Acridotheres tristis 
Kerak Ungu, Acridotheres tristis adalah burung dari Family Sturnidae, genus Acridotheres yang merupakan burung dari Asia dan Indonesia bagian Barat.
Burung Kerak ungu memiliki ukuran sedang (24 cm), berwarna coklat, bergaya dengan kepala gelap, tanpa jambul dan kulit di sekitar mata berwarna kuning. Sewaktu terbang, kilapan putih pada sayap terlihat mencolok. Pada burung remaja, warna bulu lebih suram dibanding burung dewasa. Iris berwarna kemerahan, paruh dan kaki berwarna kuning.
Jalak Ungu, Kerak Ungu, The common myna atau Indian myna, Acridotheres tristis 
Kisaran myna umum meningkat dengan sangat cepat sehingga pada tahun 2000 Komisi Kelangsungan Hidup Spesies IUCN menyatakannya sebagai salah satu spesies paling invasif di dunia dan satu dari hanya tiga burung yang terdaftar di antara "100 Spesies Invasif Terburuk di Dunia" yang menimbulkan ancaman terhadap keanekaragaman hayati, pertanian dan kepentingan manusia. Secara khusus, spesies ini menimbulkan ancaman serius bagi ekosistem Australia, di mana ia dinamai "Hama / Masalah Paling Penting"

Burung Jenjang Mahkota Abu Abu, Balearica regulorum 
Burung Jenjang Mahkota Abu Abu, Balearica regulorum 
Burung jenjang mahkota abu-abu, Balearica regulorum adalah jenis burung yang termasuk dalam Family Burung jenjang, Gruidae. Burung ini umumnya ditemukan di savana sebelah selatan Gurun Sahara di Afrika, meskipun mereka bersarang di habitat yang lebih lembap. 
Burung Jenjang Mahkota Abu Abu, Balearica regulorum 
Mereka juga dapat ditemukan di rawa, daerah bercocok tanam, dan dataran berumput dekat sungai dan danau di Uganda maupun Kenya.
Ini salah satu Burung di Kubah Barat yang bukan berasal dari Indonesia.

Ada beberapa burung yang belum tersebutkan, nanti akan dilengkapi setelah data dan dokumentasi siap.

Trek jalan di Taman Burung TMII

Berikutnya adalah Koleksi Burung Pemangsa alias Raptor Di TMII

Atraksi Berfoto Dengan Burung Di TMII

Koleksi Burung Kubah Timur

Kesan dan Penilaian Lokasi

Keunikan dan ciri khas obyek Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah, sudah dikelompokan sesuai habitat wilayahnya di Indonensia.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Taman Burung yang Spektakuler,Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kekayaan Fauna Burung Indonesia, Berkunjung di saat Pandemi Covid"

Post a comment

Popular Posts