Indahnya Istana Panda Taman Safari Indonesia, Pengalaman Berwisata ke Taman Safari Indonesia saat Pandemi Covid 19

Indahnya  Istana Panda  Taman Safari Indonesia, Pengalaman Berwisata ke Taman Safari Indonesia saat Pandemi Covid 19

Istana Panda Indonesia

Taman Safari Indonesia
Taman Safari Indonesia atau TSI adalah tempat wisata keluarga berwawasan lingkungan yang berorientasi pada habitat satwa di alam bebas. Taman Safari Indonesia terletak di Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat atau yang lebih dikenal dengan kawasan Puncak. Taman ini berfungsi menjadi penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di ketinggian 900-1800 m di atas permukaan laut, serta mempunyai suhu rata-rata 16 - 24 derajat Celsius.

Informasi terbaru saat ini, pengunjung yang datang wajib membawa surat rapid test antigen. Dalam satu kendaraan dapat 1 perwakilan yang menunjukkan surat rapid test. Bila pengunjung tidak membawa surat rapid test antigen maka pengunjung dapat melakukan test langsung di lokasi dengan biaya Rp165.000 per orang.

Promosi Booklet Taman Safari Indonesia

Baca juga :

Reptile Tunnel, Koleksi Kadal dan Ular yang Spektakuler di Taman Safari Indonesia



Salah satu tujuan wisata favorit di Taman Safari adalah Istana Panda.  Lokasinya adalah titik tertinggi di Taman Safari Indonesia dan berada tepat di lereng Gunung Salak, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Titik lokasi Istana Panda memang berada di tempat yang sejuk dan asri.  DI kanan kirinya masih dikelilingi hutan lindung di kawasan Gunung Gede Pangrango yang masih menyimpan aneka satwa khas di kawasan ini.

Peta Rute dan Informasi Taman Safari Indonesia (TSI)

Lokasi Istana Panda

Setelah melintas parkir A, B, C dan terakhir di Parkir D.  Jadi kalau anda akan menuju lokasi Istana Panda, sebaiknya parkir di Parkir D. 

Papan Petunjuk Rute ke Istana Panda yang informatif

Papan petunjuk rute terpasang dengan jelas.
Tempat Parkir Panda dan Parkir untuk wisata ke Air Terjun dikelompokkan menjadi satu.


Papan Petunjuk Rute ke Istana Panda

Di dekat papan petunjuk Parkir, terdapat Papan Informasi yang menunjukkan tempat terminal bus menuju ke Istana Panda. 

Untuk teman teman yang berjalan dari Parkir A, melintas Water Park, Pinguin, Lorong Reptil, Satwa Primata dan berikutnya berjalan naik menuju Parkir D. 

Wahana Coboy Show Taman Safari Indonesia

Lokasi parkit D juga berdekatan dengan wahana Cowboy Show, tempat pertunjukkan ketangkasan para Coboy di Taman Safari mulaid dari ketangkasan berkuda hingga ketangkasan mengendarai motor saling bersilangan. 

Panda raksasa alias Giant Panda, Ailuropoda melanoleuca
Rute Menuju Istana Panda
Setelah sampai di dekat Parkir D, tepat di samping kiri ada Loket Panda tetapi tiketnya sudah termasuk dalam tiket saat masuk ke Taman Safari jadi tidak perlu membayar lagi. Tinggal menunjukkan kertas tiket yang dilingkarkan di pergelangan tangan. Lolos dech.

Antrian naik Bis menuju Istana Panda
Saat masuk antrian, kita akan dicek suhu tubuh sebagai protokol Covid.  Ada sekitar 6 atau 8 antrian yang berbentuk mengular dan di ujungnya pas di Pintu masuk ke Bis. Pintu Bis didesign sedemikian rupa, sehingga di setiap pintu akan langsung menuju ke Kursi atau Bangku Bis yang bentuknya memanjang.

Antrian yang rapi dan mengikuti Protokol Covid 

Untuk menuju ke Istana Panda, memang hanya menggunakan wahana BIs transportasi yang disediakan oleh Istana Panda.  Mungkin hal ini untuk menhindari penumpukan parkir mobil di area Istana Panda.

Selain itu, jalan menuju Istana Panda sangat menanjak dan berkelok kelok, sehingga faktor keamanan kendaraan dan pengunjung menjadi prioritas pihak Taman Safari Indonesia.

Posisi tempat duduk di dalam Bis menuju Istana Panda
Saat berkunjung ke Istana Panda, pengunjung tidak terlalu ramai dan saya antri pun tidak terlalu lama. Bis pertama saya tidak terbawa alias tidak cukup, baru bis kedua dari antrian saya bisa ikut rombongan.

Protokol Covid diterapkan, dan dalam satu baris bangku hanya diisi maksimal 4 orang.   
Istana Panda yang Megah dan Indah 
Sekitar 5 menit atau sekitar 3 km naik bis di jalan yang menanjak dan berkelok, sampailah kami di lokasi Istana Panda yang terlihat megah.

Kami turun di terminal Istana Panda dengan jalur masing masing. Pengaturan pengunjung cukup baik.  Jalur Penumpang yang turun dibedakan atau dipisahkan dengan jalur penumpang yang akan naik atau selesai berkunjung ke Istana Panda.  

Kalau diperhatikan, sepertinya sudah ada pengaturan sejak dari keberangkatan jumlah pengunjung yang diberangkatkan ke Istana Panda, karena jumlah pengunjung di Istana Panda tidak sampai berdesakan. 

Berfoto di depan Istana Panda
Beberapa pengunjung tampak berfoto di depan altar panda dengan latar belakang bangunan Istana Panda yang bergaya china.

Turun dari Bis, terdapat koridor yang menghubungkan terminal Bis dengan Istana Panda.  Tampak beberapa kios yang menjual souvenier, makanan serta cindera mata Taman Safari khususnya Istana Panda.

Sky Bridge di Istana Panda
Tampak berjejer bangku bangku yang menhadap ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. 

Suasana di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dari Istana Panda
Ada spot foto yang disebut, berupa lengkungan dari kaca dan berlantai kayu yang menjorok ke arah luar tebing berlatar belakang Gunung Gede Pangrango. 

Bentuk Bangunan Sky Bridge, Wahana untuk berfoto di Istana Panda Berlatar Belakang Gunung Gede Pangrango 

Tetapi untuk Sky Bridge ini tidak gratis alias berbayar, kalau tidak salah 25 k per orang.

Koleksi Suiseki di Istana Panda
Mengikuti jalan koridor, kita akan memasuki halaman Istana Panda.  Saya memilih tidak langsung masuk Istana Panda, tetapi berkeliling dulu menikmati suiseki alias hiasan batu yang dipasang di halaman Istana Panda.

Halaman di samping Istana Panda
Informasi mengenai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dituliskan dengan rapi dan jelas di papan yang terpasang di halaman Istana Panda.

Gunung Pangrango mempunyai ketinggian sekitar 3.019 m dari permukaan lau. Puncak gunung Pangrango dinamakan Puncak Mandalawangi.  Puncak Mandalawangi merupakan titik pertemuan batas tiga kabupaten yaitu Bogor,Cianjur  dan Sukabumi  


Informasi papan identitas Taman Safari Indonesia, Bogor terpampamg dalam bentuk tulisan di ornamnet potongan Kayu dengan hiasan Gading Gajah. 

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) adalah salah satu taman Nasional yang terletak di Provinsi Jawa Barat.  Ditetapkan pada tahun 1980, taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu yang tertua di Indonesia dengan luas sekitar 24.270,80 hektare.  Taman Nasional Gunung Gede Pangrango didirikan untuk melindungi dan mengkonservasi ekosistem dan flora Gunung gede dan Gunung Pangrango berserta tutupan hutan pegunungan di sekelilingnya.    
Gunung Gede Pangrango mempunyai dua puncak kembar yakni Puncak Gede setinggi 2958 mdpl dan Puncak Pangrango  setinggi 3019 mdpl.

Gunung Pangrango yang lebih tinggi memiliki kerucut puncak yang relatif lebih mulus.  Puncak Gunung Gede lebih rendah, namun lebih aktif dengan empat kawah yang masih aktif yaitu Kawah Ratu, Kawah Wadon, Kawah Lanang dan Kaweah Baru.


Papan Informasi Tentang Gunung Gede Pangrango 

Berikutnya informasi  mengenai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dikenal khalayak karena memiliki kekayaan flora dan fauna yang dimilikinya.
Tercatat 870 spesies tumbuhanberbunga, 150 spesies paku pakuan dan 200 spesies anggrek terdapat di seluruh kawasan taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Selian itu, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki kekayaan jenis yang cukup tinggi, terutama di zona hutan pegunungan bawah.  Beberapa jenis yang terhitung langka, endemik atau terancam kepunahan. Tercatat lebih dari 100 spesies mamalia serta 250 spesies burung terdapat di seluruh kawasan Taman Nasional.

Beberapa Spesies tercatat
  1. Javanese edelweiss : Anaphalis javanica
  2. Tepus Sigung : Amomum pseudo foetens
  3. Pinang Hijau : Pinanga javana
  4. Trenggiling : Sunda Pangolin, Manis javanica dengan status Konservasi Critically Endangered
  5. Macan Tutul Jawa, Javan Leopard, Panthera pardus melas, Status konservasi Critical endangered
  6. Elang Jawa, Javan Hawk Eagle, Nisaetus barteisi, Status Konservsi Endangered
  7. Owa Jawa, Javan Gibbon, Hylobates moloch, Conservation Status Endangered
  8. Surili Jawa, Javan Surili Monkey, Presbytis cornata, Conservation status Endangered 
  9. Kodok Darah, Bleeding Toad, Leptophrtne cruentata, Conservation Status Critically endagered
  10. Kijang, Barking Deer, Muntiacus muntjak, COnservation status Least Concern.
  11. Cekakak Jawa, Javan Kingfisher, Halcyon cyanoventris, Conservation Status Least Concern
  12. Celepuk Jawa, Javan Scops Owl, Otus angelinae, Conservation Status Vulnerable
  13. Pelatuk Kundang, Orange Bcaked Woodpecker, Chrysocolaptes validus, Conservation Status Least Concern
  14.  Sesilia Jawa, Javan Caecilian, Ichthyophis hypocyaneus, COnservation status : No Data
Informasi Keanekaragaman Hayati Gunung Gede Pangrango

Berikutnya informasi  mengenai Keanekaramagan Hayati Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Mitos Gunung Gede Pangrango
Informasi berikutnya adalah Mitos Gunung Gede Pangrango yang penuh misteri dan cerita legenda.

Kadang kala para pendaki mendengar suara kaki kuda yang berlarian dikawasan Alun Alun Surya Kencana, tetapi kuda tersebut tidak terlihat wujudnya. Konon kejadian ini pertanda Pangeran Surya Kencana datang ke Alun Alun dengan dikawal oleh para Prajurit. Selain itu para pendaki kadangkala melihat suatu bangunan istana.  

Alun Alun Surya Kencana yang berupa sebuah lapangan datar dan luas dengan ketinggian 2750 mdpl, di sebelah timur puncak Gede, merupakan padang rumput dan padang edelweiss.  Surya Kencana adalah nama seorang Pangeran Aria Wiratanudatar, Pendiri Kota Cianjur, yang beristrikan seorang putri Jin.  Pangeran Surya Kencana memiliki dua putra yaitu Prabu Sakti dan Prabu Siliwangi.

Kawasan Gunung Gede merupakan tempat bersemayam Pangeran Surya Kencana dan beliau bersama rakyat Jin menjadikan alun alun sebagai lumbung padi yang disebut Leuit Salawe, Salawe Jajar dan Kebun Kelapa Salawe Tangkai, Salawe Manggar.

Di dalam hutan yang mengitari Alun Alun Surya Kencana ini ada sebuah situs Kuburan Kuno tempat bersemayam Prabu Siliwangi.  Pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi yang menguasai Jawa Barat, terjadi peperangan melawan Majapahit.  Prabu Siliwangi juga harus berperang melawan Kerajaan Kesultanan Banten.  Setelah menderita kekalahan yang sangat hebat, Prabu Siliwangi melarikan diri bersama para pengikutnya ke Gunung Gede.   


Informasi tenatng Gunung Pangrango.
Informasi mengenai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dituliskan dengan rapi dan ditulis dalam 4 bahasa, Indonesia, Inggris, China dan Arab.
Istana Panda
Setelah puas berkeliling di halaman yang berbentuk tebing dengan pemandangan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, mulailah saya masuk ke Istana Panda.

Istana Panda.
Memasuki Istana Panda melintasi anak tangga yang bersih dan dirawat, disambut dengan tampilan 2 ekor Patung anak Panda yang lucu lucu.
Sambutan hangat Boneka Panda di Pintu masuk Istana Panda, dengan kostum Natal karena saat berkunjung di bulan Desember masihi suasana Natal.

Ada 2 pilihan, langsung menaiki ekskalator atau belok kanan menyusuri taman lantai satu yang terlihat asri dan indah.

Suasana di tempat penjualan aksesoris Panda di Instana Panda
Berbagai pernak pernik terkait Panda dijual di Istana Panda. Bagi yang tertarik, terutama bagi yang membwa anak anak akan sangat dimanja di toko Istana Panda ini.

Patung Anak Panda yang sedang bermain di dekat gerbang masuk Istana Panda.
Akhirnya penasaran karena melihat jembatan buatan dan kandang ayam yagn terlihat lucu, indah dan aneh, saya pun bergerak menuju taman. 

Taman dengan air terjun mini yang melintas menuju ke lantai 2.
Di sebelah kanan sebelummelintas jembatan, terdapat kandang satwa Golden Pheasant atau Pegar Emas, Chrysolophus pictus.  Burung yang termasuk family Phasianidae ini berasal dari hutan di pegunungan China Barat dan China tengah.

Golden Pheasant atau Pegar Emas, Chrysolophus pictus.
Burung Pegar Emas tidak begitu pandai terbang dan lebih sering mencari makan di permukaan tanah. Namun jika terkejut, mereka bisa terbang dengan tiba tiba.  Burung sangat lincah dengan gerakan kepala yang lucu.
Suaranya berbunyi Chack Chack dan Sang Pejantan mengeluarkan suara unik saat musim kawin.  Sang Jantan Jantan akan membeberkan bulu lehernya sampai membentuk jubah di sekitar kepala dan paruhnya saat bercumbu.
Berikutnya, setelah menikmati indah Sang Pegas Emas, saya memutuskan untuk menyusuri lewat bagian dalam.
Saya pun masuk kembali ke Istana Panda dan naik ekskalator menuju ke lantai 2.  
Di lantai 2, tampak masih ada pertokoan dan begitu berbelok ke kanan, akan tampak ornamen ornamen yang berbentuk Panda.

Papan Informasi mengenai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Saya pun terus menyusuri jalan sesuai petunjuk dan akhirnya memasuki ruangan yang cukup lapang dan luas. Terdapat informasi mengenai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang sangat lengkap dan mungkin akan saya tulis di episode berikutnya supaya cerita ini tidak terlalu panjang.
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dari Jendela Lantai 2 Istana Panda.
Di sebelah papan informasi Gunung Gede Pangrango, terdapat pintu yang langsung menghadap ke kemegahan dan kegagahan Gunung Gede Pangrango.

Tempat Pertunjukan Panda Raksasa alias Giant Panda, Ailuropoda melanoleuca berasal dari China
Di ujung ruangan terdapat kandang Aquarium dan bentuknya mirip tempat bermain Panda yang cukup luas.  Menurut informasi petugas, pada jam jam tertentu, Sang Panda akan dilepaskan dan bermain di dalam kandang Aquarium raksasa ini.

Panda Raksasa atau the Giant Panda adalah salah satu anggota famili Beruang dan pada tahun 2014, diperkirakan hanya terdapat kurang dari 1600 Panda raksasa di alam atau Giant Pandas remained in the wild.

Panda Raksasa alias Giant Panda, Ailuropoda melanoleuca berasal dari China. Termasuk dalam Family Ursidae alias Beruang dan Panda dalam bahasa Cina atau China artinya adalah Kaki Kucing Hitam dan Putih, Black and White Footed Cat.

Kandang Terbuka Panda Raksasa alias Giant Panda, Ailuropoda melanoleuca berasal dari China
Selanjutnya saya menuju ke arah kanan pintu keluar dan menyaksikan Kandang Panda di Lantai 1 dari jembatan yang ada di sisi bangunan.

Kandang Raksasa tempat Panda raksasa alias Giant Panda, Ailuropoda melanoleuca berasal dari China
Tampak seekor Panda Raksasa, Giant Panda, Ailuropoda melanoleuca sedang bermain sendirian.  Berjalan berputar putar, berguling guling dan memanjat ke tempat makanan di dalam kandang yang disetting sedemikian rupa hingga menyerupai habitat aslinya.

 Panda Raksasa alias Giant Panda, Ailuropoda melanoleuca berasal dari China
Saya pun mengarahkan DSLR saya ke arah Panda yang sedang berputar putar mungkin melatih fisik.

Menyusuri jembatan tampak di sebelah kanan aneka satwa dibiarkan bebas lepas, ada Merak Hijau, Cangak Merah, Bangau Tong Tong dan beberapa ekor angsa.


The green peafowl, Burung Merak hijau, Pavo muticus, Burung Indah Asli Indonesia

The green peafowl, Burung Merak hijau, Pavo muticus, Burung Indah Asli Indonesia

Berikut tampilan Cangak Merah, Purple Heron, Ardea purpurea, yang merupakan kelas Aves dan penyebaran di Afrika, Asia, Eropa dengan habitat di daerah hutan, daerah bersemak dan lahan bawah seperti sungai, rawa dan danau.

Burung Cangak Merah memakan ikan, katak dan reptil dan saat ini populasinya menurun karfena terancamnya habitat mereka.

Cangak Merah, Purple Heron, Ardea purpurea

Beberapa ekor Angsa yang ada di Istana Panda 
Melanjutkan menyusuri jalanan yang sangat rapi dan berornamen Panda, berikutnya memasuki area Kandang Panda Raksasa yang lebih luas.

Ornamen Panda yang terpasang di Dinding sepanjang jalur yang dilalui

Ornamen Panda yang terpasang di Dinding sepanjang jalur yang dilalui
Kandang Sang Giant Panda terlihat lebih luas dan Panda terlihat sedang bersantai sambil menikmati makanannya.

Panda raksasa alias Giant Panda, Ailuropoda melanoleuca sedang bersantai menikmati makanannya 





Melanjutkan menyusuri jalanan trek yang sangat rapi, saya pun sampai di puncak.  

Menyusuri tangga tangga yang tingginya pas dan tidak licin karena menggunakan bahan yang kasar.


Sampai di Gazebo untuk beristirahat dan berfoto sambil menikmati pemandangan yang sangat indah.

Kembali melanjutkan menyusuri trek dan sampailah di area datar di puncak tertinggi.
Koleksi Takin, Budorcaas taxicolor taxicolor, Binatang Khas Cina, Tibert dan India
Kembali saya menyaksikan koleksi Binatang yang sepertinya bukan dari Indonesia.

Namanya Takin, Budorcas taxicolor taxicolor. Binatang family Bovidae spesies Budorcas taxicolor yang penyebarannya di Tibetm China, India dan Myanmar. Takin memakan dedaunan dan rumput dan populasinya semakin menurun karena hilangnya habitat dan perburuan liar.
Takin biasanya membentuk kelompok dengan mayoritas anggotanya betina, sedangkan Jantan dewasa bersifat soliter dan hanya bergabung ke dalam kelompok saat musim kawin atau untuk berkembang biak.
Takin memilii bentuk hidung yang unik sehingga dapat membantu untuk menghangatkan udara dingin sebelum masuk dan sampai ke paru paru.

Koleksi Takin, Budorcaas taxicolor taxicolor, Binatang Khas Cina, Tibert dan India
Takin memiliki bulu yang indah.  Bulu Takin yang panajng dapat menghangatkan ketika musim dingin dan kemudian rontok pada musim panas sehingga mereka tetap akan merasa sejuk.

Di alam bebas, Takin dapat hidup mencapai umur 18 tahun, sedangkan di penangkaran atau di lembaga konservasi mereka dapat hidup sampai umur 20 tahun.

Takin Jantan dan Takin betina memiliki tanduk, namun Tanduk Takin Jantan lebih besar dibandingkan tanduk takin betina.
 
Dari dekat kandang Takin, kita bisa menyaksikan indahnya alam sekitar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. 
Gaya Arsitektur China bangunan di Istana Panda
Saya menuju Puncak dimana bisa menyaksikan keseluruhan pemandangan dengan landscape yang indah.
 
Gaya Arsitektur China bangunan di Istana Panda

Dari Puncak saya bisa menyaksikan para pengunjung yang cukup ramai di masa Pandemi Covid.

Indahnya Gaya Arsitektur China bangunan di Istana Panda


Wisata di  Istana Panda
Berikutnya, saya menuruni bukit Istana Panda menuju area di bawah yang sangat asri.
Disini saya menyaksikan Panda Langka, yaitu Panda Merah yang bisa diajak berfoto dan diberi makan setelah membayar ke petugas sekitar 25 k.
Panda merah atau dalam nama ilmiahnya Ailurus fulgens adalah sejenis binatang menyusui di dalam ordo Carnivora. Sesuai namanya, Panda Merah memiliki bulu tebal berwarna merah kecoklatan dan berkaki hitam. Mukanya berbentuk bulat berwarna putih dengan garis merah kecoklatan dari mata ke mulutnya. Buntutnya panjang dengan duabelas cincin merah dan coklat-muda berselang-seling. Tapak kakinya ditutupi oleh bulu berwarna putih, yang berguna untuk menjaga kehangatan tubuh serta untuk berjalan di atas permukaan salju atau es.

Panda merah, The Red Panda, Ailurus fulgens Mamalia ordo Carnivora
Panda merah atau The Red Panda,  memiliki Telapak Kaki yang ditutupi oleh bulu atau rambut berwarna putih dan berguna untuk menjaga kehangatan tubuh serta untuk berjalan di atas salju atau es.

Panda Merah merupakan satwa yang sensitif terhdap hawa panas, dan mereka tidak bisa hidup di dawerah dengan suhu lebih dari 25 derajat celcius.

Panda Merah sering di buru di Cina Barat Daya, karena rambut bulu mereka serta ekornya yang bernilai sangat tinggi dan biasanya digunakan untuk membuat topi.

Panda Merah memiliki hal unik jika mereka merasa terancam.  Panda Merah akan melarikan diri dengan cara memanjat tebing batu atau pohon.  Jika dengan cara tersebut mereka belum merasa aman, mereka akan berdiri tegak dan mengepalkan tangannya untuk melindungi dirinya.

Berfoto dan memberi makan Panda merah, The Red Panda, Ailurus fulgens
Selain koleksi Panda dan berbagai hewan yang diimpor dari China, ada juga tanaman berbunga yang menurut saya sangat indah dan menawan. Cuma saya belum tahu nama spesiesnya. Tunggu ya.. 



Kesan dan Penilaian Lokasi

Selama kunjungan ke Istana Panda, saya banyak belajar tentang Panda yang biasanya hanya bisa saya lihat di TV atau pun mass media.  Sekarang bisa melihat secara langsung kelucuan Panda yang menurut beberapa informasi tidak lucu, malah berbahaya dan suka usil bagi hewan yang identik sebagai pemakan bambu ini.

Apresiasi untuk Taman Safari Indonesia, khususnya Taman Safari Cisarua, Bogor yang mendatangkan koleksi binatang langka yang prosesnya tentu saja tidak mudah.

Betapa berbelitnya proses mendatangkan binatang langka dan dengan habitat yang sangat berbeda dengan kondisi iklim dan alam Indonesia.

Pokoknya keren dan dua jempol.

Eko Budi Utomo Google Local Guide level 10
Taman Safari Indonesia
Istana Panda



  

Subscribe to receive free email updates:

10 Responses to "Indahnya Istana Panda Taman Safari Indonesia, Pengalaman Berwisata ke Taman Safari Indonesia saat Pandemi Covid 19"

  1. Sangat informatif, membuat pergi ke Taman Safari, khususnya istana Panda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Pak Opung, semoga bermanfaat tulisan yang berisi informasi Istana Panda ini.

      Delete
  2. Mau cobain juga kesana, rekom dari pak Dir...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Pak Funny's home, cocok untuk liburan bersama anak anak dan tetap menerapkan protokol Covid

      Delete
  3. Makasih infonya Pak. Dulu ke sana waktu tahun 2005. Udah 15 tahun lebih gak ke sana lagi. Pasti banyak perubahan, termasuk istana panda ini ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga Pak Hendra. Kalau yang di depan, tidak banyak perubahan. Saya juga sudah lama tidak berkunjung dan baru ini berkunjung lagi. Memang betul yang baru termasuk Istana Panda.

      Delete
  4. Wah saya br tau kalo ke istana panda hrs pk bis khusus. Thx ya infonya, kalo blh tau antreannya bus nya tertib ga ? Lg pandemi gini mau bawa anak2 jln ngeri jg sharing kendaraan.Thx before

    ReplyDelete
    Replies
    1. Antriannya tertib, karena ada pembatas jalur. Saya berkunjung saat pandemi dan protokol Covid tetap dijalankan. Banyak pengunjung yang bawa anak anak, saya berkunjung saat pandemi.

      Delete
  5. Replies
    1. Ramai ya Om Ojo. Sampai antri nggak waktu berkunjung ke Istana Panda

      Delete

Popular Posts