Lampung Trip 2 : Pesona Perjalanan Berkeliling Lampung, Menggali Potensi Provinsi Lampung

Lampung Trip 2 : 

Pesona Perjalanan Berkeliling Lampung, Menggali Potensi Provinsi Lampung 

Trip hari 3 : Bandar Lampung - Sukadana


Melanjutkan cerita perjalanan berkeliling potensi Lampung, maka berikut ini episode Lampung Trip 2 sebagai sambungan episode cerita sebelumnya Lampung Trip 1 yang bisa dibaca sesuai link dibawah berikut:


Berkunjung ke Proses Pirolisis Biomas di Unila 
Saat pagi, kami menyempatkan diri mampir ke salah satu bengkel laboratorium di Unila yang memproses pirolisis arang. 

Kami bertemu dengan Prof Udin membahas perihal Biomas.

Saya sengaja tidak membahasnya supaya tulisan ini tidak terlalu panjang dan semoga dengan foto foto bisa membantu.  Intinya adalah pengolahan Biomas yang lebih efisien dan bermanfaat.

Reaktor untuk pengolahan Biomas

Dari area laboratorium bidang kehutanan Unila, kami  melanjutkan perjalanan menuju area demonstration plot alias Demplot Tanaman Melon di area Unila.


Berkunjung ke Pertanian Melon Modern di Unila 
Plot tanaman melon ini terlihat sangat bagus dan menjadi percontohan dan pelatihan tanaman melon.


Tanaman melon dan labu ditata sedemikian rupa sehingga menarik dan membuat orang ingin memetiknya.


Area tanaman Melon di lahan seluas lebih kurang 1 ha ini ditanam berbagai varietas melon dan hasilnya dijual dan lokasi ini juga menjadi agrowisatauntuk umum.


Di dekat pintu masuk, tampak Melon Melon yang dijajakan dan harganya sangat terjangkau.

Beraneka jenis melon ditanam dan saya pun sempat mengabadikan tanaman tamaman melon ini.

Pak Anton berkesempatan memanen Buah Melon yang sudah matang dan langsung dinikmati bersama pengunjung yang lain.

Pak Anton menyempatkan menikmati buah melon ini dan komentar beliau sangat manis dan renyah.

Saya dan Om Rudi Antoni pun tak ingin ketinggalan mengabadikan demplot agrowisata tanaman melon yang sangat inovatif ini.


Saya memilih buah melon yang banyak bergelantungan dan sedang ranum ranumnya.  

Ada 4 jenis tanaman yang saya perhatikan ditanam di demonstration Plot atau Demplot ini.





Buah Melon yang dipanen, diletakkan di keranjang dan siap untuk dijual ke konsumen.  Prosesnya jika ada pelanggan yang akan membeli, Buah Melon ditimbang terlebih dahulu dan setelah ditimbang dan dikalikan dengan harga, siap dibarter dengan uang pelanggan. 



Ayo dipilih, dipilih Buah Melonnya. Baru panen dan masih segar dan harga promosi.




Setelah puas berbincang dan merasakan Buah Melon yang manis dan renyah dan sengaja membeli untuk dibawa pulang sebagai oleh oleh, kamipun bergegas melanjutkan perjalanan.


Berkunjung ke Pabrik Furniture dan Pallet 
Setelah menikmati manisnya melon di Unila, Universitas Lampung kami pun melanjutkan perjalanan untuk berkunjung ke Pabrik Furniture dan Wood pallet dari Kayu Karet alias Rubber Wood.

Lokasi pengolahan di Mandah, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.




Wood pallet yang berbahan baku kayu karet ini cukup bagus produksi dan penjualannya.  Kayu karet diperoleh dari Perkebunan Karet yang saat ini banyak program replanting di daerah Lampung.



Setelah berdiskusi dan dijelaskan perihal flow dan proses produksi kayu pallet untuk bahan struktur dan furniture, kamipun melanjutkan perjalanan untuk berkunjung ke area petani di daerah Lampung Tengah.  


Anjangsana ke Petani di Lampung Tengah 
Setelah menempuh perjalanan dari daerah sekitar Natar, kami pun menuju ke arah Lampung Tengah. 

Melewati Kota Metro dan terus konvoi melintasi Sukadana hingga sampai di Sido Binangun, Way Seputih, Kabupaten Lampung Tengah.  


Lampung memang benar benar sentra Singkong, sejauh mata memandang, tampak hamparan tanaman singkong yang tumbuh subur dan seragam.

Petani menanam singkong dengan jarak tanam 0.75 m x 0.5 dengan jenis singkong Kasesat.  Hasil Panen per ha sekitar 20 -25 ton per 9 bulan.


Kami berfoto dengan latar belakang pabrik etanol dan tampak kubah biogas yang menggelembung dan dimanfaatkan sebagai energi.  PT Indonesia Ethanol Industry, yang berada di Jl. Lintas Pantai Tumur km. 242,5 Kabupaten Lampung Tengah, lampung.

Setelah bertemu dengan para petani dan berdiskusi tentang pengembangan lahan dan pemanfaatan untuk petani, kami pun melanjutkan perjalanan kembali ke Bandar Lampung dan kembali menginap di Hotel Bukit Randu.


Trip hari 4 : Bandar Lampung - Ketapang
Perjalanan hari ke 4 dimulai dari Hotel Bukit Randu.  Setelah menikmati Kopi Robusta Lampung yang termashsyur dengan suguhan pemadangan Kota Lampung yang Megah, padat dan berbukit bukit kami pun bersiap siap berangkat.


Rute pertama adalah Puncak Mas.


Berkunjung ke Puncak Mas 
Hotel yang berada di tengah tengah kota ini sangat nyaman dan cocok untuk istirahat

Wisata Puncak Mas tepatnya.  Lokasinya di Jl. PB. Marga, Sukadana Ham, Kec. Tj. Karang Bar., Kota Bandar Lampung, Lampung 35215.  Dengan menggunakan Google Maps, yang terlebih dahulu disetting lokasinya, saya pun mengikuti petunjuk Sang Penguasa Peta jalanan. 

Melintas jalan Raden Imba Kusuma, melewati patung kodok dan terus menyusuri jalan yang cukup panjang ini hingga menanjak dan akhirnya bertemu dengan Jalan PB Marga.

Saat di Puncak bukit, kita akan menyaksikan satu destinasi wisata yang sangat indah. Puncak Mas.


Berbagai lokasi di Puncak Mas yang instagramable dan sangat cocok untuk Photography.

Berbagai himbauan dan disiplin protokol Covid 19 terpasang dimana mana. Penerapan yang tertib dan pengunjung wajib mematuhi program 4M, mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak dan membatasi bepergian.


Yang unik dari Puncak Mas adalah Musholla yang berada di ketinggian. Saya mencoba naik ke Musholla ini dan sayangnya tidak  bisa menunaikan sholat karena baru sekitar jam 10 an pagi.  

Dari Musholla ini, saya bisa menyaksikan Puncak Mas secara lebih jelas.


 Selain itu, ada beberapa wahana yang menguji nyali pengunjung, yaitu sepeda tali.  Bersepeda dengan melintas tali yang berada di ketinggian.


Secara detail, mengenai Puncak Mas akan dibahas tersendiri. 


Menikmati Pempek  
Sebelum melanjutkan perjalanan dan menninggalkan Bandar Lampung, ternyata ada info kalau ada pempek enak dan terkenal di Lampung, yaitu Pempek Haji Soni.  

Kamipun mampir dan mencicipi serta membawanya untuk oleh oleh keluarga di rumah.  Ternyata cabang Pempek Haji Sony ini sangat banyak dan kami membeli di Pempek Haji Sony di Jl. Cut Nyak Dien No.91, Kaliawi, Kec. Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Lampung 35119.

Kami melanjutkan perjalanan ke arah Kalianda dan menuju desa Ruguk untuk melihat area lahan.


Berkunjung ke Pengembangan Powlonia 
Lahan dengan luas sekitar puluhan ha dengan posisi yang datar dan tanah yang subur.  Saat kami berkunjung, petani baru selesai panen jagung.  
Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke Desa Sumur untuk melihat area pengembangan Tambak Udang. 

Berkunjung ke Area Pengembangan Tambak Udang 
Ada 2 temapt yang akan dikunjungi untuk pengembangan area tambak udang.  Lokasi pertama masih berupa areal terbuka dan belum dilakukan pembangunan.



Tempat yang sangat indah dan berada mulai dari ketinggian hingga areal persawahan

Sebenarnya tempat ini malah cocok untuk pariwisata karena berdekatan dengan Pelabuhan Bakauheni.


Tambak Udang yang sudah beroperasional dan dengan infrastruktur yang cukup lengkap.


Berikutnya adalah lokasi Tambak Udang yang sudah beropersasi dengan 60 kolam dan saat berkunjung hanya 12 kolam yang diisi.


Air laut sebagai sumber utama untuk pengisi kolam terkadang mengalami kendala karena membawa lumpur akibat pasang.

Aerator berfungsi dengan baik, sehingga air laut terisi dengan baik dengan oksigen


Tambak udang dengan area sekitar 60 ha dan baru 12 ha yang dimanfaatkan.


Perjalanan kembali ke Jakarta 
Setelah acara kunjungan selesai sesuai rencana yang disusun, kami pun bersiap untuk menyeberang via Pelabuhan Bakauheni.


Kali ini kami mendapat previlage karena bisa berbarengan dengan rombongan tamu yang berangkat dari Sumatera Selatan dan secara kebetulan kami  bisa ikut masuk ke dalam rombongan dan menyeberang mengunakan kapal cepat.


Suasana Perjalanan
Sepanajng Perjalanan dimulai dari Jakarta dan kembali lagi hingga Jakarta, merupakan rangkaaian perjalanan yang menarik dan menambah pengetahuan dari berbagai bidang.

Terima kasih kepada Pak Anton, Om Rudi Antoni dan Tante Eva yang mensupport perjalanan ini.



Penilaian dan Rekomendasi
Dari sepanjang Perjalanan ada beberapa tempat yang memang direkomendasikan untuk dikunjungi sebagai tempat wisata yang lokasinya dekat dengan Kota Lampung maupun ibukota Jakarta.

Seperti Pantai Mutun dan Pulau Tegal Mas yang sangat eksotis.





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lampung Trip 2 : Pesona Perjalanan Berkeliling Lampung, Menggali Potensi Provinsi Lampung "

Post a comment

Popular Posts