Pengalaman Berlibur ke Russia bersama Robek, Berkunjung ke Kremlin

Pengalaman Liburan Robek ke Russia, Negeri Beruang Merah 

Episode : Moscow - City Tour 1

Berada di depan Saint Basil's Cathedral

Cerita Perjalanan 

Start Your Journey with Friends Smile

Saat kami mendarat di Bandara 

Bandara Domodedovo Moskow Rusia, secara resmi disebut Bandara Internasional Domodedovo Mikhail Lomonosov (IATA: DME, ICAO: UUDD) adalah bandara internasional yang terletak di Domodedovo, Oblast Moskow, Rusia, 42 kilometer tenggara-tenggara dari pusat Moskow. Domodedovo adalah salah satu dari empat bandara utama Moskow, salah satu bandara terbesar di Rusia, dan bandara tersibuk kedelapan di Eropa.

Bandara ini melayani lebih kurang 30 juta penumpang, dan menjadikannya bandara tersibuk kedua di Rusia setelah Bandara Internasional Sheremetyevo.

Setelah kontes penamaan tahun 2019 dan keputusan presiden, nama tersebut diambil dari nama ilmuwan Rusia Mikhail Lomonosov.

Baca juga :
Hari Pertama di Moscow
Setelah Mendarat, menjemput bagasi, kamipun menuju parkiran untuk mencari taksi yang sudah dipesan dan siap menjemput.

Setelah celingukan sekitar 3 menit, kami pun akhirnya bertemu dengan Sopir Taksi yang berperakan tinggi besar.

Tipikal orang Rusia, pendiam dan mahal di senyum.

Berfoto bersama saat mendarat di Bandara Domodedovo

Rombongan Robek pun mulai memasukkan bagasinya satu per satu ke dalam mobil yang berbentuk seperti Hiace.

Taksi menuju dari Domodedovo ke Hostel
Perlahan mobil meninggalkan Bandara untuk menuju ke Penginapan yang lokasinya pun kami tidak tahu.  Pokoknya sesuai arahan dan secarik kertas yang menunjukkan lokasi tempat kami tinggal selama di Moscow.

Setelah berkendara sekitar 37 menit, kami pun sampai di depan penginapan.

Penginapan yang dimaksud adalah hostel yang lokasinya berdekatan dengan pusat kota.  

Keseruan dimulai dari sini.

Namanya orang tropis, begitu turun dari mobil dan melihat salju langsung berfoto foto ria.  Padahal tas bagasi menumpuk. 

Foto perama di Kota Moscow
Sambil menunggu rombongan lain memasukkan tas bagasi ke Hostel yang berada di lantai 7, saya sempatkan berfoto dengan mobil legendaris X Trail yang sedang terparkir di sisi jalan yang tertutup salju.    

Tempat menginap dibagi menjadi beberapa tempat dan ada juga yang berkumpul dengan keluarganya yang kebetulan bisa bertemu di Rusia, tepatnya di Moscow. 

Susah payah menaikkan koper ke lantai 7 dan memang tidak ada lift.  Tangga naik turun di sisi sebelah dalam terdapat jalur untuk menaikkan barang yang beroda sehingga memudahkan proses pengangkutan koper.

Keringat Yossy dan Hellen bercucuran karena beban koper yang luayan juga.  Ini baru lucu, udara dingin banget tapi keringat bercucuran ha...ha.ha....

Sesampai di Kamar, sambil duduk termenung di pinggir jendela kaca.  Sampai juga team Robek hingga Rusia.  

Pemandangan dari balik jendela kamar Hotel, putih semua karena Salju

Kira kira bisa pulang nggak ya.?

Setelah beberes dengan mengatur koper dan perbekalan kami, serta mengatur pembagian tempat tidur, kami pun bersiap untuk Mandi.

Perkara Mandi atau Nggak
Dasar orang Indonesia yang memang suka kebersihan, mandi sehari 2 kali.  Iya, kalau di Indonesia mandi 2 kali sehari sudah menjadi hal yang biasa dan menjadi setengah kewajiban. Lha di Rusia, tepatnya di Moscow, dengan suhu minus 10 derajat celcius, kami anggota Robek tetap memaksakan mandi.  Alhasil, keluar kamar mandi, gigi senantiasa gemeretek dan beradu dengan kencang menahan dinginnya udara.

Untung giginya tidak ada yang bolong atau ompong, coba bayangkan saat gigi gemeretak menggigil dan gigi bolong dan bengkak alias sakit gigi, apa nggak teriak teriak dengan nyaring.

Apalagi yang ompong, pasti sakitnya minta ampun, gusi ketemu gusi ha..ha..ha.ha..

Bersyukur anggota Robek selalu rajin gosok gigi, sehingga giginya aman semua.

Badan bersih, tempat tidur siap dan kami menikmati roti yang dibawa dari penerbangan karena hari sudah malam sehingga kami belum sempat keluar untuk mencari makan malam.

Selain itu, sepertinya di luar sangat dingin dan warteg pun tak ada. Akhirnya roti yang dikumpulkan selama penerbangan dan bekal dari Vietnam menjadi santapan pertama kami di Moscow.

Perut sedikit kenyang. Ngantuk. Badan Pegel semua. Turu ae wis.

Malam pertama, kami tidur dengan nyenyak, karena rasa capek yang mendera, selama 12 jam mengudara dengan Vietnam Airlines dan Loading Unloading Koper ke lantai 7.  

Baca juga :

 

Berlatar belakang patung dan hamparan Salju, Target pertama sudah terpenuhi
Hari Kedua di Moscow
Pagi pagi kami bangun.
Satu persatu menuju Kamar Mandi untuk antri dan bergantian. Rutinitas yang alamiah dan natural.

Roti semalam dan makanan dari pesawat yang digiling sudah berontak untuk dikeluarkan. Mulesss.

Satu lagi yang menjadi kesan lucu adalah saat pub atau beol yang kebiasaan di Negara Beruang merah ini hanya menggunakan tissue untuk membersihkan sisa kotoran yang tertinggal atau kepet dalam bahasa Jawa. 

Karena tidak puas, saya akhirnya menampung air di gelas atau botol air mineral.  Nah, pas diguyur, rasanya langsung cesssss dingin melanda. Otomatis rasa kebelet langsung hilang karena terkalahkan dengan air yang sangat dingin. 

Akhirnya, untuk menetralkan, saya berdiam dulu selama beberapa saat supaya rasa kebelet muncul lagi.  Sengsara banget ya.  

Ini adalah beol terlama selama saya jalan jalan keliling dunia (sombong ni ye...) karena kran airnya tidak tersedia dan adanya di wastafel. Anda bisa bayangkan...

Setelah semua anggota siap, kami pun berencana berkeliling Moscow dan untuk tujuan pertama ini kami akan ditemani guide dari Moscow dan rencana akan bertemu di Mall dekat Kremlin.

Pertama kali keluar Pintu Hostel
Saat pintu besi Hostel  dibuka, udara dingin langsung menerpa tubuh tubuh tropis kami.  Jaket jaket tebal yang kami bawa dari Indonesia seperti tidak bisa menahan terpaan udara dingin yang menyeruak masuk.

Eh..tiba tiba Yossy langsung melompat dan berlari keluar keluar sambil berlompatan di atas salju.

Pagi yang cerah bersalju, Yossyka kedinginan
Begitu gembiranya Putri Bekasi ini melihat putihnya Salju.  Saya rasa semaleman dia sudah bermimpi memegang salju yang terhampar di halaman Hostel.

Sang Putri Yossyka berpose di depan Hostel
Secara berurutan, akan saya ceritakan perjalanan Robek di hari kedua di Moscow.  Mulai dari keluar jalan Hostel hingga masuk ke peradun tempat tidur Hostel yang nyaman dan nikmat 😃😄

Perjalanan di pagi pertama di Moscow

Saat keluar dari Hostel yang namanya susah karena bertuliskan Rusia kami tea Robek langsung berfoto.

Wajah segar berseri seri karena mandi di pagi hari yang beku, muka gembira karena bisa sampai ke Moscow bersama dan mengetes baju baju yang kita bawa dari Indo apakah mampu menepis dinginnya Rusia yang minus sekian derajat. 
  

Terima kasih kepada Tongsis yang membuat robek bisa foto bareng

Berjalan beriringan dengan target hari ini :
  1. Membeli sarapan
  2. Menukar uang di Money Changer
  3. Membeli Sim Card
  4. Berkunjung ke Kremlin, kunjungan pemanasan
  5. Makan siang di Mall
  6. Berkunjung ke Metro Moscow
  7. Jalan jalan di sekitar Kremlin
  8. Makan malam di Arbat Street
  9. Pulang - Istirahat

Beriringan menuju jalan protokol yang hanya berjarak 76 meter

Saking exitednya, kami tidak henti hentinya berfoto dengan berbagai latar belakang.  Ini hanya beberapa foto yang saya masukkan ke tulisan di Blog, kalau dimasukkan semua mungkin bisa sampai besok pagi selesai lihatnya.

Berfoto di jala Sudirman Moscow

Entah sudah berapa jepret kamera ini mengabadikan team robek. Tapi ini bagus juga supaya Handphonenya nggak kedinginan.

Berfoto dijalan MT Haryono Moscow


Berfoto bersama halte di Perkantoran Jalan Sudirman Moscow. Hayo siapa yang mau duduk di bangkunya. Langsung kedinginan pantatnya.


Beginilah wanita kalau sudah bertemu spot foto.



Berfoto bersama saat mendarat di Bandara Domodedovo



Di Rusia banyak kami temukan patung patung yang menggambarkan sosok seseorang . Entah tokoh pahlawan, pejabat, eks presiden atau eks raja atau Tsar yang pernah berkuasa.

Artinya di Rusia memang sangat menghormati tokoh tokoh yang pernah berjasa dalam membangun negara. 


Ternyata ada juga Bike Sharing di yang tersusun rapi dengan warna silver hitam.  Berbeda dengan Bike Sharing di Jakarta yang berwarna merah kuning.

Pemakaian dengan aplikasi yang sudah dutentukan. 

Berfoto di dekat Bike Sharing di Moscow

Ternyata tujuan kami pertama adalah salah satu Bank di Moscow untuk menukar US $ Dolar dengan Rubel.

Ternyata Rupiah belum dilirik di Rusia, mungkin karena belum banyak orang Indonesia di Rusia.


Saat melintas jalanan dengan latar belakang Kremlin, ternyata lalu lintas juga sangat macet.

Mobil mobil berplat nomor Rusia banyak bersliweran di sini.
Kalau saya bandingkan dengan Indonesia, khususnya Jakarta, Kremlin ini lebih mirip seperti area Kota Tua yang dibangun oleh Belanda dan saat itu bernama Batavia. Saat itu, seputaran kota tua, bangunannya merupakan pusat kota dengan kelengkapannya, termasuk kantor pemerintahan, kantor kementerian, kantor perdagangan VOC, Bank, Pelabuhan dan jaringan kanal.

Kremlin juga menurut saya mirip dengan kantor pemerintahan hingga saat ini, yang bangunannya sangat terawat. 
Jalanan di Moscow dengan latar belakang Kremlin

Menukar uang di Money Changer
Sampailah kami di depan kantor Bank yang namanya saya sendiri tidak tahu tapi sepertinya mirip sebagai National Bank of Russia Kami masuk bergantian untuk menukar US $ dolar kami dengan rubel.

Saat antri di Bank untuk menukar uang

Setelah selesai dengan urusan di Bank Money Changer, kamipun bergegas untuk membeli sarapan.

Perut sudah melilit apalagi dengan kondisi udara yang sangat dingin.  Saat itu suhunya sekitar minus 8 derajat celcius.
Sarapan Kebab Turki karena mencari makanan yang halal alias halal food

Kami sepakat membeli Kebab ala Turki atau Shaurma dan mencoba kopinya.

Berfoto bersama dengan latar belakang Pembuat Kebab, norak ya kami.

Oh ya, selain membeli sarapan, kami juga sepakat membeli SIM Card Rusia.  Dengan 1 Sim Card yang diletakkan dan dipasang di HP Yossy, kemudian kami berlima  melakukan tetering ke masing masing HP kami.

SIM card dibeli dengan menggunakan Paspor Yossy karena memang persyaratan standar untuk pendatang dari luar negara Rusia dan inipun mirip seperti di Indonesia.  Bedanya di Indonesia bisa menggunakan KTP,  Saya lupa nama providernya.

Keren khan.  Memang Ide Sang Putri Yossyka Yoseph sangat brillian dan membuat kami tetap bisa update status dan berkirim info.

Syaratnya cuma 1, jangan berjauhan ha..ha..ha...

Pak Lukman dengan baju ala orang rusia 

Sambil menunggu kebab eh Shaurma matang kami berjalan jalan berkeliling sekitar.
Berpose dengan masing masing kebab kami

Tidak sampai 10 menit, Shaurma sudah siap.
Kebabnya sanat enak atau memang kami sangat lapar ya.  Pilihan Kebab karena kami mencari yang halal food.

Kebab pengganjal perut di pagi hari

Yossy dan Hellen, ikiut menu kami dan kebetulan kami juga bertemun rombongan lain yang juga membeli sarapan Shaurma.

Kopi di Moscow cepat sekali dingin dan saat diminum berasa tidak terlalu panas, tetapi setelah sekian jam, baru berasa kalau bibir pecah pecah karena kepanasan.

Ternyata kopi memang panas tapi saat minum seperti berasa hangat, padahal kopi itu memang benar benar masih panas.

Kebab dan Kopi, pasangan yang pas untuk menahan dingin
Shaurma yang mirip Kebab ternyata juga membuat perut kenyang, ukurannya itu lho mungkin 3 kali ukuran kebab di Indonesia.  

Setelah sarapan, kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke Kremlin. 
Apa itu Kremlin.
Kremlin Moskwa dalam bahasa Rusia  Московский Кремль atau Moskovskiy Kreml adalah benteng dan kompleks istana bersejarah di pusat kota Moskwa yang dibangun dari batu bata pada abad ke-15. Kremlin berbatasan dengan Sungai Moskwa di selatan, Katedral Santo Basil dan Lapangan Merah di timur, dan Taman Alexander di barat. Panjang temboknya lebih dari 2 km, tingginya hingga 19 m, lebarnya 3,5 - 6,5 m, luasnya 27,5 hektare.

Memasuki halaman Kremlin
Kremlin mempunyai 20 menara. Yang paling terkenal diantaranya adalah Menara Spasskaya tingginya 67,3 m yang terdapat sebuah jam di menaranya. Di Kremlin ada peninggalan lama seperti gereja-gereja dengan tempat pemakaman tsar-tsar Rusia. Di sini juga terdapat balai senjata di mana terdapat bermacam-macam barang pusaka termasuk kereta kuda, mahkota, pakaian, perhiasan dan senjata kepunyaan tsar.

Di dalam Kremlin dibagi menjadi beberapa kompleks istana dan katedral seperti Istana Kremlin Besar, Istana Terem, Istana Poteshny, Senat Kremlin, Istana Negara, dan Museum Senjata.

Bagian banguan dari Kremlin

Berfoto bersama saat akan berangkat berpetualang.  Foto di atas, jalan lorong di menara merupakan pintu masuk ke Area Museum Kremlin.  

Tembok merah Kremlin, Lorong di belakang kami merupakan pintu masuk ke Museum Kremlin.
Saat melintas di halaman Kremlin, beberapa tentara yang baru selesai bertugas jaga terlihat melintas dengan gagah dan tegap.  Yossy dengan gerak reflek dan sigap minta difoto diantara tentara tentara yang cepak dan gagah itu.  

Kalau ada tahu KKO atau Den Jaka di Indonesia atau pasukan elitnya Indonesia, di Rusia tentara elitnya dikenal dengan Spetsnaz.

Spetsnaz atau dalam Bahasa Rusia Voyska spetsialnogo naznacheniya adalah suatu istilah umum untuk pasukan khusus di Rusia, yang arti literalnya adalah "unit tujuan khusus". Dalam bahasa Rusia, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada pasukan khusus.
Spetsnaz memiliki tugas pengintaian dan operasi khusus lainnya pada masa damai maupun perang, seperti layaknya pasukan khusus di negara-negara lainnya termasuk di Indonesia. Tugas utamanya dalam masa perang adalah infiltrasi ke wilayah musuh, terutama sebelum konflik dimulai, dan setelah sampai di tujuan, melaksanakan sabotase seperti menghancurkan pusat-pusat logistik NATO, serta pembunuhan rahasia (assassination) terhadap pemimpin pemerintahan dan perwira militer yang berpengaruh. Spetsnaz saat ini juga sering ditugaskan untuk melawan tindakan terorisme, terutama di wilayah Kaukasus dan Chechnya.

Secara historis, istilah tersebut merujuk pada unit operasi khusus yang dikendalikan oleh dinas intelijen militer utama GRU alias GRU Spetsnaz. Ini juga menggambarkan gugus tugas dari kementerian lain seperti ODON Kementerian Dalam Negeri dan unit penyelamatan khusus Kementerian Situasi Darurat) di negara-negara pasca-Soviet. Pasukan khusus Rusia mengenakan baret yang berbeda tergantung pada cabang angkatan bersenjata mereka. Ini termasuk:
  • Angkatan Darat dan Angkatan Udara, Ground Forces and Airborne Forces - Baret biru
  • Angkatan Laut dan Marinir, Navy and Marines  - Baret hitam
  • Garda Nasional, National Guard  - Baret Maroon


Yossyka dan pasukan yang gagah
Di Lapangan Gereja di mana dahulu upacara penobatan raja diadakan dan sekarang menjadi tempat pelantikan Presiden terletak di Meriam Raja (dibuat dari perunggu pada abad ke-16, berat 40 ton, panjang 5 m, desain Chohov) dan Lonceng Raja (dibuat pada abad ke-18, berat 200 ton, tinggi 6 m, garis pusat 6,6 m).

Dahulu Kremlin ialah tempat kediaman tsar-tsar Rusia, tetapi sekarang merupakan kediaman resmi Presiden Rusia. Kediaman resmi tsar berada di Istana Kremlin Besar sedangkan Presiden berkantor di gedung Senat Kremlin yang terletak di sebelah timur.

Tembok merah Kremlin
Red Square

The Red Square atau Lapangan Merah bahasa Rusia, Krasnaya ploshchad adalah lapangan yang terletak di samping Kremlin, Moskwa, Rusia. Di sekitar lapangan ini, terdapat Museum Sejarah Uni Soviet, Katedral Santo Basil yang dibangun pada abad XIV bersamaan dengan jatuhnya Kazan, dan Mausoleum Lenin sebagai tempat persemayaman jasad Vladimir Lenin yang diawetkan.

Kremlin
Lapangan Merah adalah tempat upacara, perayaan, dan parade militer yang diawali oleh Uni Soviet dan diteruskan oleh Federasi Rusia.

Tembok merah Kremlin
Lapangan Merah berbentuk hampir persegi panjang, dengan lebar 70 meter dan panjang 330 meter. Ini memanjang dari barat laut ke tenggara sepanjang bagian dari dinding Kremlin yang membentuk batasnya di sisi barat daya. Di timur laut, alun-alun dibatasi oleh gedung department store GUM dan distrik tua Kitai-Gorod, di barat laut oleh Museum Sejarah Negara dan Gerbang Kebangkitan dan di tenggara oleh Katedral Saint Basil.

Red Square Kremlin

Jalan Tverskaya dimulai di sebelah barat laut alun-alun di belakang bangunan Museum Sejarah Negara, dan di sebelah tenggara adalah lereng Basilius, yang mengarah ke Sungai Moskva, yang mengalir ke bawah dan melewati jembatan ke Distrik Zamoskvorechye. 

Red Square Kremlin. Bangunan persegi berwarna coklat gelap mrupakan makam Lenin
Dua jalan bercabang ke timur laut dari Lapangan Merah: Jalan Nikolskaya, yang dinamai Menara Nikolaus Kremlin, yang berseberangan langsung, dan Ilyinka, keduanya telah ada sejak abad ke-14 dan pernah menjadi arteri penting zaman dahulu. Moskow. Saat ini alun-alun itu sendiri, dengan pengecualian jalan akses yang menuju ke Gerbang Penyelamat Kremlin, adalah zona pejalan kaki.

Red Square Kremlin
Saint Basil's Cathedral
The Cathedral of Vasily the Blessed atau Katedral Intersesi di Bukit atau dalam bahasa Rusia Sobor Pokrova, chto na Rvu, lebih dikenal dengan nama Katedral Santo Basil alias Saint Basil's Cathedral yang Diberkati atau Katedral Santo Basil atau the Cathedral of the Intercession of the Most Holy Theotokos on the Moat, or Pokrovsky Cathedral   adalah gereja yang mempunyai banyak kubah berbentuk bawang di kompleks Lapangan Merah, Moskwa,   an Orthodox church in Red Square  yang secara tradisional dipandang sebagai simbol posisi unik Rusia di antara Eropa dan Asia.


Pembangunan katedral ini diprakarsai oleh Ivan IV Vasilyevich dan dibangun antara 1555 dan 1561 di Moskwa untuk memperingati direbutnya Kekhanan Kazan. Pada 1588 Tsar Fedor Ivanovich menambahkan sebuah kapel di sisi timur di atas kuburan Basil yang Diberkati (yurodivy Vassily Blazhenny), seorang santo Ortodoks Rusia yang dijadikan sebagai nama katedral ini.

Berada di depan Saint Basil's Cathedral
Katedral Santo Basil terletak di ujung sebelah tenggara Lapangan Merah,  persis di seberang Menara Spasskaya dari Kremlin. Bangunan ini tidak begitu besar, dan terdiri dari sembilan kapel dibangun dengan fondasi tunggal. Rancangan katedral ini mengikuti gereja-gereja beratap kerucut pada masa yang sama, khususnya Gereja Kenaikan di Kolomenskoye (1530) dan Gereja Pemenggalan Kepala Santo Yohanes Pembaptis di Dyakovo (1547)

Berada di depan Saint Basil's Cathedral
Konsep awal katedral ini adalah sebuah kumpulan kapel, masing-masing dipersembahkan kepada setiap santo yang hari pestanya jatuh pada saat Tsar menang dalam suatu pertempuran. Namun pembangunan sebuah menara tunggal mempersatukan ruang-ruang ini menjadi satu katedral. Menurut legenda, Ivan memerintahkan agar sang arsitek, Postnik Yakovlev, dijadikan buta agar ia tidak membangun bangunan yang lebih indah untuk orang lain.

Berada di depan Saint Basil's Cathedral di area Red Square
Belakangan muncul spekulasi bahwa unsur-unsur tertentu dari monumen-monumen Timur Lenk di Samarkand atau unsur dari Masjid Qolsharif di Kazan digambarkan di katedral ini karena masjid tersebut adalah lambang dari Kekhanan Kazan. Namun rupa asli masjid itu sendiri tidak diketahui.

Berada di depan Saint Basil's Cathedral bersama teman teman baru robek

Bangunan aslinya, yang dikenal sebagai Gereja Trinity dan kemudian Katedral Trinity, Trinity Church and later Trinity Cathedral,  berisi delapan kapel yang disusun mengelilingi kapel pusat kesembilan yang didedikasikan untuk Syafaat; sebuah kapel kesepuluh didirikan pada tahun 1588 di atas makam santo setempat yang dihormati, Vasily (Basil). Pada abad ke-16 dan ke-17, gereja, yang dianggap seperti semua gereja dalam Kekristenan Bizantium - Byzantine Christianity,   sebagai simbol duniawi Kota Surgawi, secara populer dikenal sebagai Yerusalem atau Jerusalem dan berfungsi sebagai alegori Kuil Yerusalem atau Jerusalem Temple di Palm tahunan. Parade hari Minggu dihadiri oleh Patriark Moskow dan Tsar

Katedral ini memiliki sembilan kubah - nine domes, masing-masing sesuai dengan gereja yang berbeda dan berbentuk seperti nyala api unggun yang naik ke langit -  the flame of a bonfire rising into the sky, desain yang tidak ada bandingannya dalam arsitektur Rusia. 

Berada di depan Saint Basil's Cathedral bersama teman teman

Dmitry Shvidkovsky, dalam bukunya Russian Architecture and the West, menyatakan bahwa "tidak seperti bangunan Rusia lainnya. Tidak ada hal serupa yang dapat ditemukan di seluruh milenium tradisi Bizantium dari abad kelima hingga kelima belas, suatu keanehan yang mencengangkan oleh tak terduga, kompleksitas, dan perpaduan yang memukau dari berbagai detail desainnya.  Katedral ini meramalkan klimaks arsitektur nasional Rusia pada abad ke-17.

Sebagai bagian dari program ateisme negara, gereja disita dari komunitas Ortodoks Rusia  - the Russian Orthodox community,  sebagai bagian dari kampanye antiagama Uni Soviet dan telah beroperasi sebagai bagian dari Museum Sejarah Negara - the State Historical Museum sejak 1928.

Gereja ini telah menjadi bagian dari Kremlin Moskow dan Lapangan Merah -  the Moscow Kremlin and Red Square menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1990. Dengan bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991, kebaktian mingguan Kristen Ortodoks dengan doa kepada St. Basil telah dipulihkan sejak tahun 1997.

Secara lebih detail akan saya bahas pada kunjungan berikut dimana saya dan team Robek masuk berkunjung ke satu persatu ruangan di  Saint Basil's Cathedral
Berada di depan Spasskaya Tower dengan Jamnya yang legendaris
Spasskaya Tower
Menara Spasskaya
Menara Spasskaya, tr Rusia. Spasskaya Bashnya, diterjemahkan sebagai Menara Penyelamat -  Saviour Tower , adalah menara utama di dinding timur Kremlin Moskow yang menghadap ke Lapangan Merah.

Menara Spasskaya dibangun pada tahun 1491 oleh arsitek Swiss Pietro Antonio Solari. Awalnya, itu dinamai Menara Frolovskaya setelah Gereja Frol dan Lavr di Kremlin, yang sudah tidak ada lagi.

Berada di depan Spasskaya Tower dengan Jamnya yang legendaris
Nama modern menara ini berasal dari ikon 'Spas Nerukotvorny' atau Rusia: Спас Нерукотворный yang diterjemahkan sebagai The Savior Not Made by Hands ', yang ditempatkan di atas gerbang di dinding bagian dalam pada tahun 1658 dan dihapus pada tahun 1917.

Menara ini juga dinamai dari ikon yang dilukis di dinding 'Spas Smolensky' diterjemahkan sebagai 'Smolensky Savior', yang dibuat pada abad ke-16 di dinding luar menara, ditempelkan pada tahun 1937, tetapi dibuka kembali dan dipulihkan pada tahun 2010.

Berada di depan Spasskaya Tower 
Menara Spasskaya adalah menara pertama dari banyak Menara Kremlin Moskow yang dimahkotai dengan atap berpinggul pada tahun 1624-1625 oleh arsitek Bazhen Ogurtsov dan Christopher Galloway (seorang arsitek Skotlandia dan pembuat jam).

Menurut sejumlah catatan sejarah, jam di Menara Spasskaya muncul antara 1491 dan 1585. Biasanya disebut sebagai lonceng Kremlin dan menunjukkan waktu resmi Moskow. Permukaan jam memiliki diameter 6 meter (20 kaki). Gerbang Menara Spasskaya digunakan untuk menyambut pejabat asing, dan juga digunakan pada upacara resmi atau prosesi yang diadakan di Lapangan Merah.

Berada di depan Spasskaya Tower 

GUM Mall Red Square Moscow 
Gum Mall di Red Square
Setelah dirasa cukup berkeliling Red Square, kami pun berencana makan siang di Mall yang berada di samping Red Square.

Gum Mall Red Square Moscow 
Ya namanya adalah Gum Mall yang letaknya bersebelahan dengan Red Suare. Saya mendapatkan informasi terjemahan dari anak saya yang berkuliah di Moscow State University terjemahan tulisan di atas gerbang adalah Государственный универсальный магазин diterjemahkan Universal State Department Store atau State Departement Store.

Saya baru tahu ternyata terjemahan tulisan ГУМ itu adalah Mall, saya pikir itu tulisan Rym awalnya he..he..he..

Di dalam Gum Mall yang berusia sangat tua karena dibangun tahun 1893. Bangunan sangat megah dengan bentuk atap yang unik.

Gum Mall Red Square Moscow

Dengan façade memanjang 242 meter di sepanjang sisi timur Lapangan Merah, Baris Perdagangan Atas dibangun antara 1890 dan 1893 oleh Alexander Pomerantsev sebagai insinyur yang bertanggung jawab untuk arsitektur dan Vladimir Shukhov insinyur yang bertanggung jawab untuk teknik. 
Gum Mall Red Square Moscow

Bangunan trapesium menampilkan kombinasi elemen arsitektur abad pertengahan Rusia dan kerangka baja dan atap kaca, gaya yang mirip dengan stasiun kereta api besar abad ke-19 di London. 
Gum Mall Red Square Moscow
William Craft Brumfield mendeskripsikan bangunan Rym Plaza atau GUM sebagai penghargaan baik untuk desain Shukhov maupun untuk kecakapan teknis arsitektur Rusia menjelang akhir abad ke-19.

Rym Mall Red Square Moscow
Desain beratap kaca menjadikan bangunan ini unik pada saat dibangun. Atapnya, dengan konstruksi kokoh yang terbuat dari lebih dari polong logam yang mampu mendukung akumulasi saat hujan salju. 

Rym Mall Red Square Moscow
Penerangan disediakan oleh skylight besar yang melengkung dari besi dan kaca, dan Fasadnya dibagi menjadi beberapa tingkatan horizontal, dilapisi dengan granit Finlandia merah, marmer Tarusa, dan batu kapur. Setiap arcade berada di tiga tingkat, dihubungkan dengan jalan setapak dari beton bertulang.

Rym Mall Red Square Moscow
Di dalam Gum Plaza terdapat department store yang sangat terkenal yaitu GUM,  mencakup toko-toko mewah seperti Prada dan Louis Vuitton serta toko kesayangan bergaya 1950-an yang menjual makanan adiboga, anggur, cokelat, dan produk Soviet klasik.

Dibantu anak saya yang sudah paham bahasa Rusia, berikut info tentang bebarapa tulisan di Gum Mall.
Tertulis di gerbang Главный магазин ГУМ на Красной площади, Gosudarstvenniy universalniy magazin atau Glavniy magazin GUM na krasnoi ploshadi, Toko utama (pusat perbelanjaan) GUM di lapangan merah.


Bertemu denagn Orang Indonesia di Rym Mall Red Square Moscow

Di dalam Gum Plaza ada juga restoran dan cafe yang cukup terkenal.  Tapi satu masalahnya, kami nggak ngerti tulisan dan bacaannya.

Menu makan siang 
Akhirnya saya dan istri mencari makanan yang ada gambarnya dan tentu saja yang tidak mengandung Pork alias babi.

Inipun ternyata tidak menyelesaikan masalah.  Menurut anak saya yang membaca tulisan di Blog ini, ternyata Spagheti yang kami makan, topingnya ada kandungan babinya.

Berikut cuplikan informasi dari ananda Nabila Agia Ramadhani. Dari beberapa toping di Spagheti, ternyata ada 3 macam seperti berikut: 
Мясо - myasa - daging (campuran daging babi dan daging sapi)
Говядино - gavyadina - daging sapi
Курица / птицы - kuritsa / ptitsi - daging ayam

Nah, menurut anak saya, toping yang saya pilih adalah Myasa yang merupakan campuran daging babi dan daging sapi.

Menu Spaghetti yang ternyata mengandung toping pork
Akhirnya kami memilih Spagheti, Roti isi dan Mushroom Pizza.

Pizza dengan daun Dill atau Ukrop

Saya juga mendapatkan info dari anak saya, di campuran pizza yang kami pesan, ternyata ada daun khusus yang tumbuh dan endemik di Rusia namanya daun Укроп atau Ukrop atau daun dill.

Ternyata daun Dill alias Anethum graveolens adalah ramuan tahunan di keluarga seledri Apiaceae. Ini adalah satu-satunya spesies dalam genus Anethum. Dill ditanam secara luas di Eurasia, di mana daun dan bijinya digunakan sebagai ramuan atau bumbu penyedap makanan.

Jadi Dill merupakan seledri yang banyak di pergunakan di beberapa masakan ala Eurasia dan Hindi yang mirip seledri kalau di Indonesia.

Kami memilih tempat di luar dan berada di koridor penghubung lantai, sehingga bisa menikamti pemandangan dengan baik,


Makan siang di Rym Mall Red Square Moscow

Saat kami menikmati makan siang, sayup sayup terdengar ada orang yang berbicara bahasa Indonesia logat Surabaya.

Kamipun mencari cari asal suara yang ternyata berasal dari seorang Ibu dan temannya yang sudah umur.

Bertemu denagn Orang Indonesia di Rym Mall Red Square Moscow

Setelah yakin bahwa orang tersebut dari Indonesai, kami pun memperkenalkan diri.

Ibu dengan temannya itu ternyata adalah Backpaker dari Amerika yang sudah keliling dunia.  Beliau banyak bercerita bagaimana perjalanan berkeliling dunia dan cara menginap bukan di hotel tapi dengan aplikasi Air BnB.

Saya lupa nama beliau tapi kami berlanjut dengan saling bertukar no telepon dan janjian bertemu saat makan malam.

Karena setelah makan siang, kami akan berkeliling ke Metro Moscow atau Moskovsky metropoliten adalah sistem angkutan cepat yang melayani wilayah Moskwa serta kota tetangganya, Krasnogorsk dan Reutov, Oblast Moskwa, Federasi Rusia. Sistem angkutan cepat ini dibuka pada tahun 1935 dengan satu jalur sepanjang 11 kilometer dan 13 stasiun sebagai jaringan kereta api bawah tanah pertama di Uni Soviet

Berpose di bagian belakang penghubung Mall dan Katedral.
Berpose di persimpangan jalan di Red Square Moscow


Penilaian dan Rekomendasi
Perjalanan di hari kedua inibaru setengah, tetapi kami sudah berkeliling dan mempelajari sedikit sejarah Rusia.

Rusia kota dengan bangunan bangunan unik dan dikerjakan dengan teliti dan akurasi tinggi.

Kualitas bangunan sangat bagus dan sangat presisi.  Perhitungan penyambungan dan pengecatan juga sangat detail dan hampir sempurna 100%

Kalau anda berkesempatan, berliburlah ke Rusia, negara Beruang Merah yang sangat indah.

Saya sendiri tidak tahan dengan dingin, kalau untuk waktu 10 -15 hari masih bisa tahan, tapi kalau sudah tahunan, ampun. mending di Indonesia.

Menikmati Cigaret saat di Moscow










Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengalaman Berlibur ke Russia bersama Robek, Berkunjung ke Kremlin"

Post a comment

Popular Posts