Mengabadikan Tugu Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia - Bundaran HI

The Six Boys Photography

Mengabadikan Tugu Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia - Bundaran HI

Seri Photography

Tugu Selamat Datang dan Bundaran HI

Sudah lama memendam keinginan untuk berfoto dan mengabadikan Icon Jakarta bahkan Indonesia, yaitu Tugu Selamat Datang yang ada di Bundaran Hotel Indonesia.
The Six Boys di Bundaran HI
Setelah selesai jam kantor, kami The Six Boys, kali yang ikut :
  1. Pak Komisaris Yusti sebagai Tutor Sesi Photography kali ini
  2. Eko Buddy alias Ebek, yunior murid Sang Master
  3. Bang Dul Parlindungan, penulis handal yang akan mengabadikan sesi ini dalam tulisan 
Tema kali ini adalah Night Photography dan Slow Speed Photography

The Six Boys di Bundaran HI

17.15 WIB

Berangkat dari kantor menuju tempat parkir The Plaza - Grand Indonesia.  Saya yang orang udik memang sempat kesulitan mencari Parkir yang mendekati Gate yang mengarah ke Bundaran HI.

Akhirnya, saya Parkir di P3 dan untungnya berdekatan dengan Pak Tutor.  Karena lokasi parkir yang berbeda, Kami janjian bertemu di dalam Plaza Indonesia.

The Six Boys yang semangat untuk berfoto di  Bundaran HI
Setelah bertemu di lantai 1, kami pun sepakat menunaikan sholat Maghrib dulu supaya saat berfoto bisa tenang karena sudah menunaikan kewajiban dan supaya hasil fotonya bagus dan keren. 

Tugu Selamat Datang dan Bundaran HI

Baca juga :

Mengabadikan Indahnya Sunrise di Palutungan, Kaki Gunung Ciremai, Kuningan Jawa Barat

Sensasi Senja di Hutan Kota By Plataran, Indahnya View Plataran dalam Foto

The Six Boys Challenges, Tema Mobil Umur di atas 10 Tahun

Bundaran Hotel Indonesia - Bundaran HI

Bundaran Hotel Indonesia merupakan Icon Kota Jakarta yang sangat terkenal dan sebenarnya saya sudah terlambat karena sudah banyak orang yang mengenal Bundaran HI.

Nggak apa apa, meskipun terlambat dan daripada tidak sama sekali, saya pun bersemangat saat Pak Master Tutor bersedia untuk mengajari saya berfoto Cityscape di Bundaran HI.  

Di tengah tengah Bundaran HI, ada Patung Selamat Datang  atau Monumen Selamat Datang yang entah sudah puluhan ribu, puluhan juta orang yang sudah berkunjung atau berdemo di saksikan Sang Patung Selamat Datang.

Bundaran Hotel Indonesia. Ketika itu, Presiden Sukarno membangun Monumen Selamat Datang dalam rangka Asian Games IV yang diadakan di Jakarta. Para atlet dan ofisial menginap di Hotel Indonesia dan bertanding di komplek olahraga Ikada, sekarang komplek Gelora Bung Karno, Senayan. Stadion Senayan pada saat itu adalah stadion terbesar di Asia Tenggara yang mampu menampung 120.000 penonton.

Pesta Olahraga Asia 1962 adalah Pesta Olahraga Asia yang ke-4 dan diselenggarakan di Jakarta, Indonesia dari tanggal 24 Agustus 1962 sampai 4 September 1962.

Sebanyak 1.460 atlet dari 17 negara berpartisipasi untuk memperebutkan medali pada 15 cabang olahraga yang dipertandingkan, termasuk badminton yang dipertandingkan untuk pertama kalinya di ajang ini.

Monumen Selamat Datang terletak di pusat Bundaran Hotel Indonesia atau Bundaran HI. Dinamakan demikian karena letaknya yang dekat dengan Hotel Indonesia. Ejaan lain yang diterima adalah Bunderan HI, yaitu bahasa yang lebih dekat dengan Bahasa Jawa-Betawi, dialek yang lebih dekat dengan identitas Jakarta. 

Bundaran ini terletak di tengah persimpangan Jalan M. H. Thamrin dengan Jalan Imam Bonjol, Jalan Sutan Syahrir, dan Jalan Kebon Kacang. Pada tahun 2002, Bundaran Hotel Indonesia direstorasi  dengan penambahan air mancur baru, desain kolam baru, dan pencahayaan. 

Setelah era reformasi, Bundaran HI menjadi tempat populer untuk melakukan aksi demonstrasi. Setiap hari minggu pagi, saat dilaksanakan Jakarta Car free day, bundaran ini dipenuhi oleh orang yang berolahraga, bersepeda, maupun pedagang kaki lima.

Tugu Selamat Datang 

Monumen Selamat Datang - Tugu Selamat Datang
Sebelum berfoto, saya ingin cerita mengenai Monumen Selamat Datang adalah sebuah monumen yang terletak di tengah Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Indonesia. 
Monumen ini berupa patung sepasang manusia yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan. Patung tersebut menghadap ke utara yang berarti mereka menyambut orang-orang yang datang dari arah Monumen Nasional.

Ide pembuatan patung ini berasal dari Presiden Sukarno dan rancangan awalnya dikerjakan oleh Henk Ngantung yang pada saat itu merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta. 

Bapak Hendrik Hermanus Joel Ngantung atau juga dikenal dengan nama Henk Ngantung lahir di Manado, Sulawesi Utara. Beliau adalah pelukis Indonesia dan Gubernur DKI Jakarta untuk periode 1964-1965. Ia adalah orang non-Muslim asal Manado, Sulawesi Utara pertama yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Sebelum dipilih menjadi gubernur, pria suku Minahasa, Sulawesi Utara, tersebut lebih dulu menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta pada periode 1960-1964 dengan gubernurnya Sumarno. Pak Henk menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sejak 27 Agustus 1964 sampai 15 Juli 1965

Tinggi patung perunggu ini dari kepala sampai kaki 5 m, sedangkan tinggi seluruhnya dari kaki hingga tangan yang melambai adalah sekitar7 m, dan tinggi kaki patung adalah 10 m. 

Pelaksana pembuatan patung ini adalah tim pematung Keluarga Arca pimpinan Edhi Sunarso di Karangwuni. Pada saat pembuatannya, Presiden Sukarno didampingi Duta Besar Amerika Serikat, Howard P. Jones beserta para menteri sempat berkunjung ke sanggar Edhi Sunarso. Pembuatan patung ini memakan waktu sekitar satu tahun. Monumen Selamat Datang kemudian diresmikan oleh Sukarno pada tahun 1962.

18.57 WIB

Memulai Memotret
Setelah selesai menunaikan sholat kami pun keluar The Plaza, Plaza Indonesia  menuju ke Bundaran HI.

Bergaya, padahal baru bisa motret 
Sepanjang perjalanan seperti biasa saya memfoto suasana dan situasi di sekitar jalanan menuju lokasi,

Sang Master dengan gaya motonya 
Begitu ada kesempatan, kami memasang tripod sebagai salah satu peralatan penting untuk foto slow speed dan foto saat malam hari

Baru bisa, berlagak 
Entah berapa jepret yang jari sudah menekan shutter, yang penting hasilnya dan membawa oleh oleh dokumentasi Bundaran Hotel Indonesia.

Halte Bundaran HI
Spot foto pertama adalah Halte Bus Way atau Transjakarta Bundaran HI.

Halte Bundaran HI 

Halte yang cukup megah dan bersih.  Halte Bus Way yang berada di tengah kota ini menjadi pemberhentian par penumpang yang berkantor di sekitar Bundaran Indonesia dan sekitar Thamrin.

Halte Bundaran HI 
Bus Transjakarta tergabung dalam jak linko

Trans Jakarta dan Jak Lingko 

Zebra Cross alias Penyeberangan di Halte Grand Indonesia
Latihan foto untuk tema pattern di Zebracross

Zebra Cross Halte Bundaran HI 
Di sekitar area jalan Thamrin ini, para pengendara baik mobil maupun motor sangat terbit dan disiplin.  Karena salah sedikit pasti ditilang.  Apalagi saat ini awal 2021,  di beberapa lokasi di Jakarta sudah menerapkan Tilang Otomatis.

Tilang atau Bukti Pelanggaran akan dikirimkan ke rumah pengendara berdasarkan data yang diambil dari nomor kendaraan atau plat kendaraan yang melakukan atau melanggar peraturan lalu lintas. 
 
Zebra Cross Halte BUndaran HI 
Para pejalan kaki juga sangat tertib dan disiplin.  Setelah menekan tombol menyeberang, lampu hijau tanda menyeberang akan menyala dari kondisi merah.

Saatnya pejalan kaki menyeberang. 

Bike Sharing
Di dekat Halte Bis BUndaran Hotel Indonesia dan di sekitar BUndaran H ada sepeda yang tersusun dengan rapi dengan warna merah - kuning  menyolok.  

Pak Komisaris Yusti dan Bike Sharing di Bundaran HI
Sepeda apakah itu?
Ya, itu namanya adalah Bike Sharing, sebuah sistem penyediaan sepeda di tempat umum yang dapat digunakan secara cuma-cuma oleh masyarakat. Bike sharing telah populer digunakan di kota-kota besar dunia seperti London, Washington DC, Mexico City, Guangzhou, dan masih banyak lagi. Di Indonesia sendiri, kota yang telah menerapkan bike sharing adalah Bandung. Lalu bagaimana dengan Jakarta?

Bike Sharing di Bundaran HI 
Pemprov DKI Jakarta sudah mulai menerapkan sistem tersebut. Bike Sharing diluncurkan pertama kali di Monas, Jakarta Pusat, yang dihadiri oleh Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta. Untuk tahap pertama, bike sharing hanya bisa digunakan di dalam area Monas.

Sepeda yang tersedia berjumlah 100 buah yang tersebar di tujuh titik di dalam area Monas. Bike sharing tersebut dockless atau tidak menggunakan dok, sehingga sepeda hanya ditaruh di titik-titik area yang ditentukan. Tentu saja sepeda tersebut dikunci dan memiliki berbagai fitur keamanan untuk mencegah pencurian.
Bike Sharing di Bundaran HI 
Cara untuk menggunakan fasilitas ini cukup mudah. Pertama Anda harus mendownload aplikasi GoWes di Appstore dan Playstore. Setelah itu, Anda harus melakukan pendaftaran (sign up) dengan mengisi data diri, kemudian log in ke dalam aplikasi. Di aplikasi Go-Wes, tekan tombol Unlock dan scan barcode yang terletak di belakang sepeda, tepatnya di bawah sadel. Setelah itu sepeda siap untuk digunakan. Apabila sudah selesai menggunakan sepeda, Anda hanya perlu menaruh sepeda di tempatnya dan menguncinya.

Bike Sharing di Bundaran HI 
Seperti yang telah disebutkan di atas, sepeda-sepeda di bike sharing Monas memiliki berbagai fitur keamanan. Selain sepeda terkunci yang hanya bisa dibuka oleh aplikasi, sepeda juga akan membunyikan alarm apabila kuncinya dibuka secara paksa tanpa aplikasi dan apabila sepeda dibawa ke luar area Monas. 

Bike Sharing di Bundaran HI 
Terdapat pula GPS di sepeda yang terintegrasi dengan Jakarta Smart City, sehingga sepeda dapat dipantau langsung oleh petugas. Warna sepeda yang merupakan perpaduan merah dan kuning, juga diharapkan dapat mengurangi upaya pencurian karena warnanya yang mencolok jika dibawa ke mana-mana.

Starling - Starbuck Keliling
Di sekitar Bundaran HI, banyak berlalu lalang pedagang Kopi yang sering dijuluki Starling alias Starbuck Keliling.

Starling alias Starbuck Keliling di Bundaran HI 

Pedagang Kopi ini berkeliling dengan sepeda yang dikalungi berbagai merek kopi dan dilengkapi termos air panas.

Starling alias Starbuck Keliling dan pelanggan di Bundaran HI 
Pedagang Starling yang sepertinya dari Madura, karena saya sempat mendengar mereka mengobrol dengan bahasa madura dan dialek yang khas.

Starling alias Starbuck Keliling di Bundaran HI menunggu Pelanggan

Banyak pelanggan yang meminum kopi mereka dan penjual starling akan menjadi teman mengobrol yang mengasyikkan.

Starling alias Starbuck Keliling di Bundaran HI 
Beberapa sepeda Starling dijepret oleh Pak Komisaris Yusti.

Starling alias Starbuck Keliling di Bundaran HI 
Pedagang yang sedang berkelilingpun tak luput dari jepretan Pak Komisaris.

Air Mancur Bundaran HI
Semakin lama kami semakin bergerser mendekat Air Mancur di Bundaran Hotel Indonesia.

Air Mancur di Bundaran HI 
Air mancur yang berwarna warni dan terekan saat memotret dengan slow speed.
Air Mancur di Bundaran HI 

Monumen Selamat Datang
Akhirnya sampai juga saya memfoto Monumen Selamat Datang atau Tugu Selamat Datang.

Monumen Selamat Datang di Bundaran HI 

Hotel Grand Indonesia 
Kesampaian juga memotret Hotel Grand Indonesia di waktu malam.

Hotel Grand Indonesia di Bundaran HI 

Plaza Indonesia dan Grand Hyat
Meskipun sering lewat daerah sii, ini kali pertama saya memfoto Plaza  Indonesia 

Plaza Indonesia di Bundaran HI 

Plaza Indonesia di Bundaran HI 

Plaza Indonesia dan Grand Hyat di Bundaran HI 
Street Photography
Street Photography dilakukan oleh Pak Komisaris Yusti.  Beliau memang ahlinya dan cekatan saat melakukan pemotretan.  

Street Photography by @yusti.dahlan
Berbagai angle atau sudut pemotretan yang klasik mampu menampilkan hasil foto yang sangat bagus.

Street Photography by @yusti.dahlan
Seperti foto orang menunggu di samping halte, terpotret dengan bagus. 

Street Photography by @yusti.dahlan

Penumpang yang menunggu Bus Transjakarta pun tidak luput dari jepretan Pak Komisaris.
Street Photography by @yusti.dahlan
Berikutnya sekelompok pemuda yang sedang bercengkerama di halte juga menjadi sasaran Pak Komisaris Yusti.
Street Photography by @yusti.dahlan
Beberapa pejalan kaki yang sedang berbincang santai di trotoar yang tampak rapi dan bagus.

Street Photography by @yusti.dahlan

Selanjutnya  pengendara motor yang semapt difoto oleh Pak Komisaris

Street Photography by @yusti.dahlan
Seorang pengendara sepeda Seli yang sedang istirahat sambil berponsel di pinggiran jalan sekitar Bundaran HI tak luput dari jepretan Pak Komisaris Yusti.

Street Photography by @yusti.dahlan
Saat menjelang pulang sempat sempatnya Pak Komisaris Yusti memfoto seseorang yang buru buru mengekar MRT

Street Photography by @yusti.dahlan
Saat kami berjalan menuju Bundaran HI juga menjadi obyek beliau.

Street Photography by @yusti.dahlan
Panning Photography
Selain belajar Street Photography. Pak Komisaris juga mengajarkan cara Panning Foto.

Panning Photography by @yusti.dahlan
Bagaimana caranya mensetting kamera untuk membuat foto Panning. Saya takjub dengan keahlian dan kepandaian Pak Komisaris dalam bidang Fotografi.  Beliau mentor yang bagus dan menjadi guru yang baik dalam menjelaskan beberapa teknik fotografi.
Panning Photography by @yusti.dahlan

Memang tidak ada ruginya bergabung dalam Komunitas The Six Boys yang selalu diisi dengan hal hal baru, kreatif dan dinamis. 

Panning Photography by @yusti.dahlan

Seperti tema panning yang merupakan hal yang baru untuk saya yang memang baru belajar fotografi.

Panning Photography by @yusti.dahlan
20.07 WIB 
Saatnya berkemas dan pulang, karena Bang Diuk adalah pengguna KRL dan dimasa pandemi ini hanya beroperasi hingga pukul 21.00 WIB.
 
Penilaian dan Kesan
Senang sekali bisa berfoto di Bundaran Hotel Indonesia yang merupakan Icon Jakarta dan Indonesia dengan berbagai sejarah yang melatarbelakangi Bundaran HI.
Bangga memiliki Bundaran Hotel Indonesia, yang harus diisi dengan kegiatan kegiatan positif yang bersifat membangun dan bukan diisi dengan demo demo yang tidak jelas dan kadangkali bersifat merusak alias destroyer.

Terima kasih atas ilmunya Pak @yusti.dahlan

Saya selalu tidak percaya dengan demo demo yang menggaungkan nilai nilai kebaikan tetapi malah melakukan pengrusakan yang tidak jelas. 

Sang Master





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengabadikan Tugu Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia - Bundaran HI"

Post a comment

Popular Posts