Pengalaman Liburan Robek ke Russia, Negeri Beruang Merah

Pengalaman Liburan Robek ke Russia, Negeri Beruang Merah 

Episode : Jakarta - Kuala Lumpur - Vietnam Ho Chi Minh City - Moscow

Berfoto bersama pemilik penginapan Golden View

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman  Robek berlibur ke Russia.  Oh ya, sebelumnya saya akan memperkenalkan terlebih dahulu anggota kami, Robek yang merupakan kepanjangan dari Rombongan Bekasi.

Kami merupakan teman satu kantor yang pulang dan pergi ke kantor hampir selalu bersama karena kesamaan domisili.  Anggota robek yaitu, sengaja diurutkan dari yang tertua πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† :

  • Eko Buddy, saya sendiri dan merupakan anngota tertua dan paling kuper karena memang kurang paham perkembangan jaman. Bisanya hanya bercerita
  • Lukmanyah R.A., anggota robek yang berpengalaman di bidang Change Management dan memiliki kemampuan menulis bergaya anak muda 
  • Hellen F, anggota robek yang memiliki kepiawaian sebagai seorang procurement yang handal dan memiliki kemampuan mengorganisir suatu event acara. Termasuk acara liburan ke Rusia kali ini.
  • Yossyka Y, anggota robek yang memiliki wajah imut imut dan paling lucu diantara kami.  Memiliki keahlian di Accounting dan Finance. Cepat dalam mencatat dan rapi.
  • Novia F, yang juga tinggal di Bekasi dan ikut serta dalam rombongan Robek kali ini.
Berfoto bersama di Moscow Rusia.

Mengapa liburan ke Rusia?
Nah, kenapa ya Robek liburan ke Rusia, bukan ke Maldives,  Venesia atau Inggris yang lebih umum. Ya, betul kami mencari yang tidak umum, kala itu liburan ke Rusia memang masih bukan menjadi pilihan. Karena memang jauh dan pasti dingin dan suhunya minus. Inilah yang kami cari, sensasi berlibur ke tempat yang tidak atau belum terpikirkan (mungkin kami baru kepikir ya πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…) oleh orang lain.  Padahal sudah banyak yang pengin ke sono lho.

Baca juga :



Sebelum menentukan pilihan liburan, sebenarnya kami sudah membuat list daftar tempat liburan yang akan dikunjungi. Kalau tidak salah ada sekitar 5 nominasi :
  1. Niagara Water Falls
  2. Venesia Sailing boat
  3. Alpen Snow and sky
  4. Kilimanjaro atau Tibet, Ancient 
  5. Kremlin alias Rusia, Mandi Salju di suhu minus
Nah khan, Rusia nomor buncit, tapi kenapa menjadi pilihan tujuan liburan Robek...

Ya, setelah berunding dan sampai membuat rapat meja bundar di kediaman Pak Lukman, akhirnya kami pun memutuskan Rusia atau Russia Federation menjadi tujuan kami dengan pertimbangan setelah Rusia kita akan secara berurutan berkunjung ke tujuan yang sudah dibuat listnya.

Yang utama, Kami ingin merasakan mandi salju ditengah suhu minus. ekstrem khan (sebenarnya yang pengin sih Yossyka, Si Putri Bekasi yang teliti, terus aku, aku lagi dan aku πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…).
 
Mandi Salju di tengah Badai. Memang Robek Luar Biasa

Selanjutnya Hellen, sebagai team EO mencari informasi terkait liburan ke Rusia, baik biro perjalanan, Rombongan Perjalanan, Local guide, Mahasiswa yang membuka trip hingga mencari informasi ke kedutaan Rusia,

Kami anggota Robek yang lain juga tidak tinggal diam, kami juga membantu mencari informasi perihal 
  1. Rute terbaik untuk berlibur ke Rusia, 
  2. Maskapai penerbangan menuju Rusia, 
  3. Agen perjalanan yang hemat, murah dan pelayanan terbaik
  4. Musim liburan yang terbaik dan moment acara di Rusia, 
  5. Tujuan wisata dan info detail lokasi di Rusia,
  6. Jaringan telekomunikasi di Rusia
  7. Nilai tukar Rupiah dan Rubel
  8. Biaya akomodasi, hotel, makan, transportasi selama liburan
  9. Oleh Oleh yang menjadi ciri khas di Rusia
  10. Kebiasaan tradisi bergaul di Rusia
  11. Kondisi dan informasi iklim dan cuaca saat berkunjung
  12. Persiapan costum dan pakaian saat berlibur khususnya saat berfoto
dari kesemua itu, sebenarnya mengerucut ke  Budget Biaya Liburan ke Rusia.

Tahap pertama setelah tujuan terpilih adalah mengecek tanggal kadaluarsa paspor dan jika masih panjang umur paspornya, lanjut pengurusan Visa.

Sebelum visa diurus, kita diminta untuk membayar DP perjalanan untuk pengurusan visa dan pembelian tiket.

Pengurusan Visa dilakukan secara online dan dibantu oleh Pihak Koordinator Tour.  Proses pengurusan Visa sekitar 2 minggu.

Saat Visa dan Tiket di tangan legalah kami.

Tiket yang kami terima adalah tiket ke Moscow dari Jakarta dengan rute :

Tiket Berangkat :
Jakarta - Kuala Lumpur - Vietnam  - Moscow - Saint Petersberg - Moscow

Tiket Pulang :
Moscow -  Vietnam - Kuala Lumpur - Jakarta 

Selanjutnya Hellen melakukan pemesanan hotel di Vietnam. (nanti ini yang seru, tunggu ceritanya ya).

Sampai disini kami sudah siap dan ijin cuti sudah dikantongi dari masing masing departemen. 

Robek memang ok.

Team Robek 

Cerita Perjalanan 
5 November 
Start Your Journey with Friends Smile

Oke, sampailah hari H  dimana kami akan menggunakan Tiket Pertama kami.  
Jakarta  - Kuala Lumpur.

Kami menggunakan pesawat Lion Air dengan no Penerbangan JT 0282 yang berangkat  sekitar pukul 08.30.


Setelah sampai di bandara Soekarno Hatta terminal 2 D, kami pun melakukan Check in.
  

Wajah wajah ceria Team Robek yang akan berlibur memang tidak bisa disembunyikan.

Senangnya Robek Liburan Bersama

Tiada henti kami bercanda dan bercengkerama membayangkan bagaimana dinginnya Russia.

Pak Lukman yang sedang santai
Sambil menunggu panggilan  penerbangan, kami pun mengobrol dan saing bercerita untuk mengisi waktu. 

Pak Lukman yang banyak bercanda melontarkan joke joke yang lucu,
 
Ternyata empuk juga
Sambil menikmati fasilitas bandara yang semakin nyaman dan teratur dan cocok untuk beristirahat dan berlibur.

Senangnya Robek Liburan Bersama

Robek sehari di Bandara Soekarno Hatta menjadi norak sedikit dan heboh.  Liburan bersama dengan jarak yang lumayan jauh.  Semoga berkesan.

Pesawat sudah siap di landasan

Sepertinya Pesawat sudah siap, meskipun yang saya foto bukan pesawat sebenarnya. Tapi cukuplah untuk membuat cerita ini menjadi suatu rangkaian.


Pak Lukman tertidur pulas karena memang berangkat pagi pagi dari Bekasi, Sama seperti saya juga.

Mendarat di Kuala Lumpur 
10.15 Waktu Malaysia 
Setelah terbang kurang lebih 1.5 jam, kami pun mendarat di Bandara Kuala Lumpur. 

Bandar Udara Intetnasional Kuala Lumpur (BUIKL) dalam bahasa Melayu: Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (IATA: KUL, ICAO: WMKK) adalah bandara internasional utama Kuala Lumpur, Malaysia yang terletak di Sepang, negara bagian Selangor dengan kode IATA KUL.

Dibuka pada 1998, dengan slogan "Bringing the World to Malaysia and Malaysia to the World", "Membawa dunia pada Malaysia dan Malaysia pada Dunia".

Bandara ini merupakan pangkalan untuk Malaysia Airlines dan Air Asia. Bandara ini pernah  mencatat sebanyak sebanyak 25 - 30 juta penumpang, menjadikannya bandara ke-10 - 12 yang tersibuk di dunia menurut lalu lintas penumpang internasional.

Mendarat di Bandara KLIA Kuala Lumpur

Setelah mengambil bagasi, kamipun bergegas berpindah terminal di KLIA 1 ke KLIA 2 dengan menggunakan kereta ke Gate yang akan menuju ke VIetnam.

Mengeksplore Bandara KLIA 1

Desain dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur ini dibuat oleh seorang arsitek asal Jepang, Kisho Kurokawa. Lokasi bangunan terminal didesain dengan menggunakan konsep Bandar Udara di tengah hutan, hutan di dalam Bandara, yang dikelilingi oleh pohon-pohon penghijauan. Konsep ini dilakukan dengan kerjasama dari Institut Penelitian Hutan Malaysia. Keseluruhan hutan hujan ditransplantasikan dari hutan dan diletakkan di tengah-tengah bangunan satelit bandara ini.

Bandara ini didesain untuk menampung hingga 130 juta penumpang per tahun. Selain karena ukurannya, bandara ini didesain agar kepadatan penumpang menyebar ke seluruh penjuru bangunan, dengan tampilan menarik dan tanda-tanda fasilitas yang disediakan dalam bahasa Melayu, bahasa Inggris, bahasa Tionghoa, bahasa Jepang dan bahasa Arab. Bahkan fasilitas untuk penyandang cacat pun telah sesuai dengan standar dunia.

Bandara KLIA Malaysia

Luas landasan dan bangunan dari bandara ini 100 km persegi, dan secara teori dapat menampung 100 pergerakan penerbangan kapan saja. Ada 216 kaunter untuk daftar diri disusun dalam 6 lorong. Bandara ini adalah bandara pertama yang menggunakan Sistem Total Manajemen Bandara (dalam bahasa Inggris disebut Total Airport Management System atau disingkat TAMS)- walaupun sistem ini ditunjuk sebagai biang dari beberapa masalah oleh Menteri Perhubungan Ling Liong Sik.

Menikmati Burger King di Bandara KLIA
Sambil menunggu penerbangan ke Vietnam - Ho Chi Minh kamipun mencari temat untuk makan siang sekaligus sarapan.

NIkmatnya makan bareng di Kuala Lum;pur bareng Robek
Piliha kami jatuh ke Burger King. Tempatnya luas dan bisa menampung kami berlima. The Robek.

Menikmati Burger King di Bandara KLIA yang enak
Lumayan lah untuk pengganjal perut yang memang dari pagi belum terisi karena pesawat pagi.

Makanan sederhana pun serasa nikmat kalau dinikmati dengan hati gembira dan suasana yang menyenangkan.

Setelah selesai menyantap makanan, kami sempat berfoto foto sejenak 



Sampai jam 16.00 waktu Malaysia, penerbangan ke Vietnam belum muncul di papan monitor.






Menuju Gate Penerbangan ke Vietnam 
16.15 Waktu Malaysia 
Setelah puas mengeksplore dan bersantai, kamipun bererak menuju gate dengan menggunakan Aeoro Train.

Bergerak ke Gate yang dituju dengan menggunakan Aerotrain.


Kami sempat bercengkerama di dalam Aerotrain yang menuju gate keberangkatan.




Sampailah kami di gate untuk penerbangan selanjutnya.





Di sinilah kehebohan mulai terjadi.
Ternyata saat kami memesan hotel di Vietnam, lokasinya Hotel di Hanoi yang jaraknya 6 jam perjalanan dari tempat kami mendarat.

Sedangkan kami mendarat di Bandara udara di Ho Chi Minh.  Akhirnya kami kalang kabut dan waktu menunggu pesawat adalah waktu yang menegangkan.

Kami berusaha mencancel Hotel yang di Hanoi dan berusaha untuk memperoleh penggantian biayanya.  Sudah bernego tetapi ya tetap tidak bisa, apalagi pembatalannya sudah di detik detik terakhir.  Akhirnya kamipun merelakan biaya hotel hangus begitu saja.

Persoalan berikutnya, kami harus mencari hotel pengganti di Ho Chi Minh yang menjadi tempat transit kami.

Hellen pun berusaha mencari hotel dengan mengkontak ketua rombongan lain yang siapa tahu punya informasi hotel di Ho Chi Minh.  
Bersyukur akhirnya kami pun mendapatkan 3 kamar hotel yang tersedia. inipun setelah beberapa anggota rombongan merelakan mereka sharing kamar. 

Memang begitulah berteman, selalu ada solusi dengan adanya teman. 


Akhirnya sebelum naik pesawat permasalahan penginapan sudah beres dan kami naik pesawat dengan tenang dan lega.

Sekitar 1.5 jam penerbangan, kami pun mendarat di Ho Chi Minh.

Mendarat di Vietnam Ho Chi Minh, Tan Son Nhat 
Setelah terbang kurang lebih 1.5 jam, kami pun mendarat di Bandara Ho Chi Mint Vietnam 

Bandara di Ho Chi Minh City bernama Bandara Internasional Tan Son Nhat dan merupakan pintu gerbang untuk berkunjung ke Vietnam bagian selatan. Tan Son Naht International Airport berada di tengah kota Ho Chi Minh atau tepatnya 6 km dari pusat kota. Nantinya pada saat Long Thanh International Airport buka, sebagian besar penerbangan internasional akan pindah dan Bandara Tan Son Naht akan berkonsentrasi untuk penerbangan domestik. 


Welcome to Vietnam
Vietnam , bernama resmi Republik Sosialis Vietnam  adalah negara paling timur di Semenanjung Indochina di Asia Tenggara. Vietnam berbatasan dengan Republik Rakyat Tiongkok di sebelah utara, Laos di sebelah barat laut, Kamboja di sebelah barat daya dan di sebelah timur terbentang Laut China Selatan.


Dengan populasi sekitar 84 juta jiwa, Vietnam adalah negara terpadat ke-13 di dunia. Vietnam termasuk di dalam grup ekonomi "Next Eleven"; menurut pemerintah, GDP Vietnam tumbuh sebesar 8.17% pada tahun 2006, negara dengan pertumbuhan tercepat kedua di Asia Timur dan pertama di Asia Tenggara. Pada akhir tahun 2007, menteri keuangan menyatakan pertumbuhan GDP Vietnam diperkirakan mencapai rekor tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir sebesar 8.44%.


Ibu kota Vietnam adalah Hanoi, dahulu berfungsi sebagai ibu kota Vietnam Utara, sedangkan kota terbesar dan terpadat adalah Kota Ho Chi Minh, dahulu dikenal sebagai Saigon.


Dua kota inilah yang tidak kami pelajari informasi sebelumnya.  Kedua kota ini letaknya berjauhan, seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.  

Akhirnya kita mengukir sejarah yang tak terlupakan terkait pengalaman dengan Kota Hanoi, yang tidak jadi kita kunjungi dan Kota Ho Chi Minh yang akhirnya kami menginap dan berjalan jalan di kota ini.

Sebelum keluar Bandara, kami menukar terlebih dahulu sekitar US $ 50 untuk biaya makan dan menginap selama di Vietnam. 

Kami disambut dengan kalungan bunga ala Vietnam tapi kami menolaknya karena kalau sudah dikalungi bunga, kita disuruh bayar ha..ha..ha...

Ternyata iklan yang gede di Vietnam adalah Salon Pas, mungkin di Vietnam banyak yang pegel. 



Kami bertemu rombongan dari Kota lain seperti Yogya dan Bandung di Ho Chi Minh.
Kalau dihitung hitung ternyata kita ada sekitar 16 peserta tour Back Packer ini.

Kami menginap di Hotel Golden View, Hotel and Apartment. 
Dengan menggunakan beberapa taksi dengan tiket yang kami beli di Bandara, akhirnya kami bisa sampai di Hotel sudah malam. Sekitar pukul 24.00 waktu Ho Chi Minh.

Sampai di Hotel, kami masih berkutat dengan pembagian kamar. Karena berombongan dan ingin menginap bersama teman dan keluarga, pembagian jadi agak repot.  AKhirnya kami dapat 3 kamar. Saya dan Istri, Hellen dan Yossy dan Pak Lukman tidur dengan 2 bantal.

Setelah mandi dan menunaikan sholat jamak. siap siap tidur untuk besok pagi berkeliling Ho Chi Minh karena penerbangan ke Moscow sekitar jam 14.00 waktu Vietnam. 

Berkeliling Ho Chi Minh, Vietnam 
Selama di Ho Chi Mint saya dan istri menyempatkan berkeliling saat pagi,  Sengaja kami bangun pagi sekali dan berkeliling kota Ho Chi Mint. 


Vietnam sekarang adalah produsen kacang cashew terbesar dengan pangsa 1/3 dari kebutuhan dunia dan eksportir beras kedua terbesar di dunia setelah Thailand. Vietnam memiliki persentasi tertinggi atas penggunaan lahan untuk kepentingan cocok tanam permanen, 6,93%, daripada negara-negara lain di Sub-wilayah Mekong Raya (Greater Mekong Subregion). Selain beras, kunci ekspor adalah kopi, teh, karet dan produk-produk perikanan.

Jaringan transportasi modern Vietnam awalnya dibangun di bawah pemerintahan Prancis untuk keperluan panen material-material mentah, dan direkonstruksi dan dengan ekstensif dimodernisasikan setelah Perang Vietnam. Kereta api adalah transportasi paling populer. sistem jalan Vietnam termasuk jalan nasional diurus oleh level pusat; jalan provinsi diurus oleh level provinsi; jalan kotamadya diurus oleh level kotamadya, jalan kota diurus oleh level kota dan jalan komunitas diurus oleh level komunitas. 

Sepeda, sepeda motor dan bus umum tetap sebagai transportasi jalan paling populer di kota-kota dan pedesaan Vietnam. Kemacetan adalah masalah serius di Hanoi dan kota Ho Chi Minh karena jalan-jalan kota berjuang untuk mengatasi membeludaknya jumlah automobil. 


Orang-orang Vietnam membentuk kelompok etnis terbesar, dan juga disebut Viet atau Kinh. Populasi mereka terkonsentrasi pada delta-delta endapan dan dataran rendah di tepi pantai. Kelompok sosial yang homogen, orang Kinh memengaruhi kehidupan nasional melalui kontrol mereka dalam urusan-urusan politik dan ekonomi dan peran mereka sebagai purveyor (orang yang menyediakan) kebudayaan yang dominan. 

Kontrasnya, kebanyakan etnis minoritas seperti orang Muong, etnis yang paling dekat hubungannya dengan orang Kinh, kebanyakan ditemukan di dataran tinggi yang meliputi dua pertiga luas keseluruhan negara. Orang Hoa (etnis Tionghoa) dan Khmer Krom kebanyakan tinggal di dataran rendah.



Menurut angka resmi, 86.2% populasi berbahasa Vietnam sebagai bahasa ibu. Pada sejarah awal, Orang Vietnam menulis dengan karakter Tionghoa. 
Pada abad ke 13, orang Vietnam mengembangkan karakter mereka sendiri yaitu Chu Nom.
Kebanyakan sejarah Vietnam, Buddha Mahayana, Taoisme dan Konfusianisme mempunyai pengaruh kuat terhadap kehidupan berbudaya dan beragama masyarakat Vietnam. Menurut sensus tahun 1999, 80.8% orang Vietnam tidak beragama. Kristen diperkenalkan Prancis dan juga oleh kehadiran militer Amerika meskipun tidak banyak pengaruhnya. 

Cukup banyak penganut Katolik Roma dan Protestan dikalangan komunitas Cao Dai dan Hoa Hao. Keanggotan Islam Bashi dan Sunni biasanya diakreditasikan kepada etnis minoritas Cham, tetapi ada juga pengikut Islam lainnya di bagain Barat Daya Vietnam.



Setelah berkeliling Kota Ho Chi Minh, saya kembali ke Hotel dan sempat ngobrol dengan peserta tour yang juga sedang berjalan jalan.  Ternyata gadis Indonesia ini pergi ke Russia alias negara Beruang Merah untuk bertemu dengan Sang Pujaan hati yang berdarah Rusia.



Setelah saya dan nyonya bersiap untuk berkemas, kami pun berfoto bersama dengan pemilik Penginapan yang sangat baik dan ramah.


Selain itu, kami, Robek juga berfoto di penginapan yang ada di tengah tengah kota ini.


Setelah semua beres, seluruh anggota rombongan bersiap di depan hotel dan berangkat ke Bandara Internasional Tan Son Nhat dengan menggunakan taksi yang berukuran besar Hiace.


Tarif taksi mirip dengan di Indonesia.


Lebih dari ribuan tahun, kebudayaan Vietnam sangat dipengaruhi oleh negara tetangga, RRT. Karena asosiasi lama dengan RRT, kebudayaan Vietnam tetap kuat berpegang teguh kepada Konfusianisme yang menekankan pada tugas-tugas yang kekeluargaan. 

Pendidikan dihargai sangat tinggi. Dalam sejarah, lulus dalam ujian Mandarin kerajaan adalah satu-satunya cara bagi seorang Vietnam untuk maju secara sosial.Dalam era sosialis, kehidupan kebudayaan Vietnam banyak dipengaruhi oleh media yang dikontrol pemerintah dan program budaya sosialis. Untuk beberapa dekade, pengaruh kebudayaan asing dihindarkan dan ditekankan kepada penghargaan dan sharing kebudayaan negara-negara komunis seperti Uni Soviet, Republik Rakyat Tiongkok, Kuba, dll. Sejak tahun 1990-an, Vietnam telah terekspos secara besar kepada kebudayaan dan media Asia Tenggara, Eropa dan Amerika.


The Hanoi Opera House (Gedung Opera Hanoi). Pakaian tradisional wanita disebut Ao Dai dan dipakai dalam momen-momen spesial seperti pernikahan, Tahun Baru Imlek atau festival-festival. Ao Dai dahulu dipakai oleh wanita dan pria tetapi sekarang kebanyakan dipakai oleh wanita.


Bandara Tan Son Nhat, Ho Chi Minh, Vietnam 
Dalam waktu sekitar 16 menit, kami sampai di Bandara Internasional Tan Son Nhat,

Sebelum memasuki bandara, kami mempersiapkna tiket dan  paspor serta tidak lupa berpose di depan Bandara yang kelasnya mirip Balikpapan. 



Setelah semua siap, kami pun memasuki ruang check in.  Jalur pemeriksaan dan ruang check in tidak terlalu besar. Satu persatu barang bawaan kami dicek.  Untuk bagasi besar kami, sudah langsung masuk di dalam pesawat Vietnam Airways langsung ke Moscow.

Akhirnya kami sampai di ruang tunggu dan mulai mencari kuliner yang khas di Vietnam.  Pilihan sih banyak, tetapi kami ingin mencari yang cocok dan khas serta sesuai dengan uang yang kami tuakr tadi malam, ha..ha..ha... 


Setahu saya kuliner yang terkenal adalah Pho hoa alias mie.




Masakan Vietnam menggunakan sedikit minyak dan banyak sayuran. Makanan utama sering terdiri atas beras, kecap asin dan kecap ikan. Karakter rasanya adalah manis (gula), pedas (serrano peppers), asam (jeruk nipis), umami (kecap ikan) dan berbagai rasa dari mint dan kemangi.

Dengan bahasa Tarzan, kamipun berkomunikasi dengan penjual makanan ini. Alhamdulilah berhasil.


Ternyata uang saya kurang dan akhirnya membayar menggunakan Credit Card.



Setelah puas makan dan menikmati makanan khas Vietnam, kami pun berkeliling untuk mencari oleh oleh khas Vietnam.


Kami berkunjung ke beberapa gerai di Bandara yang menjual berbagai pernak pernik souveneer khas Vietnam.



Ada beberapa pernak pernik yang cocok untuk menghiasai lemari koleksi souvenir dari berbagai negara yang ada di rumah mungil kami.


Setelah puas berkeliling, kami pun bergerak menuju ruang tunggu di Gate 9.

Suasanan Ruang Tunggu di Gate 9 masih sepi.  Hanya tampak beberapa penumpang yang ngobrol dan membaca buku.


Di landasan pacu, tampak pesawat Vietnam Airlines yang sudah menunggu dan siap terbang menuju Moscow. 



Terbang Bersama Vietnam Airways
Perjalanan dimulai, Ho Chi Minh - Moscow. 


Perjalanan panjang sejauh sekitar 8.110 km atau kalau dibandingkan panjang bentang Indonesia mungkin hampir sama.  Jarak Bentang dari Sabang sampai Merauke yang ditempuh dengan jalan darat dan laut mengikuti jalur sekitar 8.514 km dan ini bahkan lebih jauh dari Ho Chi Minh - Moscow.

Bayangkan, betapa panjangnya wilayah Indonesia dan betapa beratnya mengelola Negara Indonesia yang memiliki hasil bumi yang melimpah dari Sabang sampai Merauke.

Penerbangan ini ditempuh kurang lebih 12 - 13 jam atau setara kira kira 675 - 700 km/jam.

Berikut tampilan dari layar monitor yang saya ikuti selama penerbangan.

Memulai perjalanan dari Ho Chi Minh menuju Moscow.



Perjalanan melintas di atas India. 


Melewati Bangladesh yang kalau melihat ke bawah tidak terlihat karena sudah malam.


Berikut melintas Kabul, yang pada saat ini was was juga takut ada rudal menyasar pesawat.


Pesawat mulai memasuki wilayah Turki, terlihat di rute perjalanan melintas kota Bukhara.


Saat pagi hari, kami sudah melintas Turki dan mulai terlihat gurun sepanjang mata memandang.


Suhu udara di ketinggian 11.582 meter ternyata minus 57 derajat celcius.  Kalau ada orang yang ikut tetapi berada di luar pesawat pastinya sudah tewas karena beku.


Menjelang 1896 km dari Moscow.


Monitor pemantuan posisi pesawat sangat membantu untuk mengetahui posisi kita pada saat penerbangan.


Dalam waktu sekitar 10 menit lagi, kami akan mendarat di Moscow.



Kami bersiap siap untuk mendarat. Beberapa penumpang terlihat mulai berganti pakaian, dari pakaian yang hanya kemeja dan kaos musim panas karena berasal dari keberangkatan Vietnam yang beriklim tropis berganti dengan baju tebal musim dingin.  

Beberapa penumpang mengeluarkan jaket jaket tebak karena berdasarkan informasi, saat ini di kota Moscow suhunya minus 12 derajat celcius.

Saya pun bergegas membuka bagasi di atas dan juga ikut mengeluarkan jaket saya.  Jaket yang juga menemani perjalanan ke Keliling Eropa dan Jepang. 


Saat di perjalanan, saya berkenalan dengan orang Rusia yang duduk di samping saya.

Bu Olga namanya. Orangnya ramah dan baik.  beiau mengikuti suami yang tinggal dan bekerja di Jakarta, Indonesia.  

Beliau ke Moscow untuk pualng dan menengok rumahnya yang sudah hampir 1 tahun ditinggalkannya untuk mengikuti suami.



akhirnya, sampailah kami di Moscow, Russia, Negara Beruang Merah. Negaranya si kartun lucu Marsya dan beruangnya yang lucu dan pintar.

Kami, Robek, Berpose sambil menunggu antri mengambil Bagasi.


Kami mendarat dan disambut dengan Cuaca yang sangat dingin sekali.

Masih banyak cerita,
Masih banyak kisah,
Masih banyak petulangan,
Masih banyak kuliner,
Masih banyak sensasi
Masih banyak hal hal yang tak terduga...





Cerita selanjutnya :
Petualangan di Kota Moscow, Negara Beruang Merah, Russia 





Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Pengalaman Liburan Robek ke Russia, Negeri Beruang Merah "

  1. ga sabar banget buat baca cerita berikut nyaaa. mudah-mudahan cepat di publish yaa

    ReplyDelete

Popular Posts