ABI Cycling Community Nggowes bareng Djarum Cycling Community DC2 di Hutan Bike Park UI

ABI Cycling Community Nggowes bareng Djarum Cycling Community DC2

Setelah bersepeda bareng melintas Telaga Warna Puncak, Jalur Pipa Gas (JPG) dan Danau Cibeureum Grand Wisata Bekasi, akhirnya kami dari ABI Cycling Community dan Djarum Cycling Community DC2 bisa nggowes bareng kembali di Hutan Bike Park Universitas Indonesia atau seringkali disingkat Hutan Bike Park UI.
ABI Cycling Community dan Djarum Cycling Community bersepeda bersama.
Kawasan ini merupakan salah satu Kawasan Ruang Terbuka Hijau yang dikelola menjadi Hutan Kota Universitas Indonesia dan difasilitasi dengan baik untuk berbagai 
kegiatan olah raga dengan salah satunya yang hobby bersepeda.
Hutan Bike Park UI

Tidak hanya menjadi kampus yang mengakomodir kegiatan akademis, kini Universitas Indonesia (UI) juga memanjakan komunitas penyuka sepeda gunung (Mountain Bike/MTB) dengan kehadiran UI Bike Park. Berlokasi di depan Fakultas Teknik, UI Bike Park bisa menjadi alternatif para komunitas sepeda di Jabotabek untuk menguji adrenalin.

Hutan Bike Park UI sudah tidak asing bagi radar para goweser di Ibu Kota. Selain kerap menjadi tujuan olahraga bersepeda roadbike, UI juga memiliki sejumlah trek bersepeda bagi penikmat off road mulai untuk jenis cross country (XC), trek pumping, BMX, dirt jump (DJ), MTB, Pumptruck, bahkan mini Down Hill (DH) yang dikenal dengan mangkok UI karena treknya cekung berbentuk mangkok.

Lokasi janjian titik kumpul adalah di sekitar Rumah Makan Mang Engking yang lokasinya memang berada berdekatan dengan pintu gerbang Bike Park UI.

Baca juga : ABI Cycling Community Nggowes di Jalur Ikan Cere


Loading di Dekat Restoran mang Engking
Dari rombongan ABI Cycling Community kami ada berempat Pak Mesiran pesepeda down hil yang disegani karena kealhliannya yang juga selaku komandan kami, Pak Yusti Komisaris yang memiliki hobby bersepeda dengan kemampuan dirty jump diatas rata rata  dan saya peseda pemula yang masih takut takut melintas trek berlumpur berdua dengan istri yang kebetulan ikut pada event kali ini.




Tepat pukul 07.00, rombongan sudah lengkap dan kami pun menuju pintu gerbang Hutan Bike Park UI.

Pak Mesiran ikut bersama komunitas ngowesnya.
Bersama komunitas nggowes Pak Komandan Mesiran yang gagah gagah
Satu persatu peserta nggowes dan memasuki wilayah trek yang kebetulan semalam disiram hujan lebat.  Dalam bayangan saya yang pemula, bagaimana nanti nggowes diantara tanah merah yang licin dan menggumpal.
Titik Start dimulainya nggowes bareng di Hutan Bike Park UI
Pak Mesiran yang berwibawa dengan sigap dan tangkas mulai memasuki titik start dan langsung nggowes dengan kencang tanpa bisa dikejar lagi.

Papan petunjuk dan papan informasi terpampang jelas di sepanjang trek, baik papan petunjuk jalan maupun papan petunjuk keselamatan.

Baca juga : ABI Cycling Community Nggowes di CFD Jakarta


Goweser dari ABI Cycling Community

Berikutnya Pak Komisaris Yusti yang mengikuti dari belakang dengan Polygon yang sudah dirancang untuk melibas trek Hutan UI.  Tidak sampai 30 detik, beliau sudah langsung membuntuti posisi Pak Mesiran yang juga semakin kencang.


Trek Hutan UI
Kedua tokoh di ABI Cycling Community ini memang suit ditandingi kalau soal bersepeda. Kekuatan tenaga dan napas yang membuat beliau beliau ini mampu melewati berbagai trek dengan kesulitan yang maksimum. 


Kami membuntuti dari belakang dengan susah payah, Dengan sekuat tenaga kami mengayuh untuk mengejar beliau beliau jagoan trek MTB.

Trek tanah yang masih berair dan lembab membuat jalanan semakin sering dilewati akan semakin licin. Jadilah kami yang mengikuti Pak Komandan Messi dan Pak Komisaris Yusti semakin tersiksa dan semakin berat. 

Di salah satu tanjakan, Pak Komandan Messi memacu sepedanya sambil meniup peluit untuk memberi tahu bahwa beliau sedang menanjak dengan kekuatan penuh di trek tanah yang licin.  Luar biasa, beliau dengan entengnya melibas tanjakan ini dengan mudah dan tanpa hambatan. Padahal sebagian besar goweser menuntun sepeda mereka karena terjalnya tanjakan dan trek tanah yang sangat licin.


Pak Mesiran melewati Tanjakan berat ini dengan santainya 
Kebiasaan Pak Messi membawa peluit saat bersepeda komunitas di lokasi yang tertutup dan terisolasi karena pengalaman beliau sebagai Tentara yang memiliki kemampuan menghadapi kehidupan di alam liar dan intuisi untuk melindungi anggota pasukan.  Pesan beliau, peluit sangat penting jika ada anggota yang tersesat, tinggal meniup peluit dengan jeda waktu tertentu atau dari kepala regu yang meniup peluit karena bunyi peluit lebih mudah didengar dan jangakauan suaranya lebih jauh dibandingkan teriakan.

Setelah tanjakan ini, kami mulai terpencar karena jalanan semakin berat dengan semakin banyaknya pesepeda yang melintas.   
Pesepeda wanita ini tetap semangat walaupun trek semakin berat
Semakin masuk ke trek Hutan UI, jalanan semakin becek karena rimbunnya pepohonan menghambat masuknya sinar matahari sehingga proses pengeringan trek sangat lambat.  Dengan tetap bersemangat menuntun sepeda, kami pun tetap konsisten melanjutkan perjalanan menyusuri trek ini.  


Kondisi Trek yang licin dan berlumpur membuat Ban menjadi seperti donat
Kami melintas jalanan tanah dengan dinaungi pepohonan yang rindang dan suasana yang alami.  Udara segar mengisi pernapasan kami yang mulai tersengaj sengal. Dibeberapa titik, kami tidak bisa menggowes lagi sepeda kami, jurus menuntun sepeda pun dikeluarkan untuk bisa tetap menyusuri trek ini.

Baca juga : ABI Cycling Community Bersepeda keliling Kota Bogor


Trek yang sudah agak kering lebih mudah dilewati diantara pohon Karet Hevea brassiliensis

Kami pun melintas pepohonan yang didominasi pohon karet Hevea brassiliensis.  Di trek ini, jalanan mulai kering dan dengan mudah dilewati.  Anggota ABI goweser memang terampil dan terlatih dan mampu menyusuri trek ni dengan lancar dengan kecepatan di atas rata rata. 
Saat bersepeda di Trek Hutan UI ini sebaiknya tetap mengikuti protokol standar safety seperti Helm, Body protector, kaca mata, serta kondisi fisik yang sehat dan baik. Satu agi yang terpenting, sepeda juga harus dalam kondisi fit dan sudah dicek sebelumnya, karena kalau sepedanya tidak dalam kondisi fit, disamping akan merepotkan pengendara sepeda, satu tim pun juga akan repot karena terganggu dengan kendala di sepeda kita.

Dalam bersepeda komunitas, berlaku jika ada satu yang kesulitan dan mengalami masalah kerusakan atau kelelahan, maka teman teman komunitas akan berhenti dan membantu memperbaiki yang rusak atau menunggu teman yang kelelahan hingga sehat kembali.

Disinilah peran peluit akan sangat berguna, karena terkadang goweser mengalami masalah dengan sepedanya dan kesulitan menghubungi rekan rekan sesama goweser. Saya pun mencoba meniup peluit untuk mengetes kegunaannya. Suara peluit saya dibalas dengan bunyi peluit yang bersahutan. Memang luar biasa penggunaan peluit sesuai saran dari Pak Komandan Mesiran yang sangat berpengalaman.


Berfoto di Tulisan Universitas Indonesia di dalam trek speda Hutan UI
Kami pun melanjutkan perjalanan hingga ke tulisan Universitas UI yang terpampang jelas dan besar.  Infonya tulisan ini terlihat dari jalanan besar dan menjadi ikon di Hutan UI Bike Park disamping danau yang berada di tengah tengah trek sepeda ini.

Berfoto sejenak di danau Hutan Bike Park UI
Setelah berfoto di papan nama Universitas Indonesia, kami pun melanjutkan perjalanan ke arah danau Hutan UI.  Danau sebetulnya seperti aliran sungai yang dibuat menjadi bendungan dengan pintu air yang mengalirkan dan membagi air sesuai arah aliran.  Suasana danau sangat amali dan sejuk.  Jangan lewatkan danua ini jika anda menyusuri trek Hutan UI bike Park.


Rimbun dan asrinya Hutan Bike Park UI
Sampai di danau, trek semakin bersahabat sehingga kamipun bisa menggowes dengan kencanfg sepeda kami.  Beberapa tikungan kami lewato dengan kecepatan tinggi dan sebagian anggota komunitas juga semakin berani. 


Kecepatan tinggi sambil berbelok menikung yang menjadikan MTB sangat menyenangkan

Gaya berbelok tajam dengan kecepatan tnggi menjadikan kepuasan tersendiri bagi teman teman goweser baik dari ABI Cycling community maupun dari Djarum Cycling Community. 
Sebagian anggota sempat terjatuh saat melewati batu terjal 

Menjelang finis, kecepatan teman teman semakin tinggi dan dengan tetap semangat terus menggenjot sepeda masing masing.


Saat trek sudah kering, nggowes pun semakin asyik

Ada sebagian anggota yang terpeleset dan jatuh bergulingan saat melintas trek menjelang garis finish.


Peta Nggowes Melintas Trek Hutan UI sekitar 12 km

Akhirnya kamipun dengan lancar dan selamat sampai di titik Finis.  Meskipun hanya sekitar 12 km kami menggowes, tetapi dari komunitas puas bersepeda di Hutan UI Bike Park.


Pak Komisaris Yusti menunjukkan hasil lumpur dari bersepeda
Sebelum mengakhiri  sesi bersepeda, kamipun berfoto bersama dan saling bercengkerama serta membicarakan hasil nggowes hari ini di Hutan Bike Park UI.


Bersepeda sambil menikmati minuman Yuzu
Dari Djarum Cycling Community juga menyampaikan sponsor dari kegiatan bersepeda ini adalah Yuzu dan sambil menikmati hidangan pengisi perut setelah energi habis untuk bersepeda.
  
Pencucian sepeda di sekitar Hutan Bike Park UI
Sesuai saran dari Pak Komisaris, goweser panutan ABI Cycling Community, sebaiknya sepeda dicuci terlebih dahulu sebelum diloading dan kamipun mencari lokasi pencucian sepeda yang ternyata tidak jauh dari Hutan Bike Park UI, tepatnya di kampung dekat pintu gerbang, sekitar 100 m dari pintu gerbang.

Semoga gowes berikutnya lebih menarik dan menantang.

Salam ABI Cycling Community.
Olah raga itu tidak hanya diperbicangkan, tetapi dilakukan
Berolahragalah anda, sebelum anda tidak bisa olah raga






Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ABI Cycling Community Nggowes bareng Djarum Cycling Community DC2 di Hutan Bike Park UI"

Post a comment

Popular Posts