Pengalaman Nggowes Car Free Day (CFD) Jakarta bersama ABI Cycling Community

Pengalaman Car Free Day Jakarta bersama ABI Cycling

Ini pengalaman pertama kalinya saya mengikuti Car Free Day di Jakarta. Biasanya saya mengikuti Car Free Day di Bekasi, wilayah tempat tinggal.

Sebelumnya, saya hanya melihat di Televisi dan media sosial perihal ramai dan serunya menikmati Car Free Day Jakarta.

Car Free Day (CFD) kali agak istimewa, kami bertiga janjian untuk nggowes bertiga menikmati suasana Hari Bebas Kendaraan Bermotor wilayah Jakarta.
ABI Cycling Community di Monumen Selamat Datang
Bersama  Pak Tan Wawie dan pengawalan Pak Komandan Mesiran yang gagah dan tegap, kami sepakat berkumpul di parkiran Plaza Senayan pukul 06.00, artinya sebelum Car Free Day dimulai, kami harus sdah sampai di tempat parkir.

Baca juga : ABI Cycling nggowes bersama berkeliling Bogor

Pada hari H, dengan semangat berharap nggowes di CFD sambil melihat suasana Kota Jakarta, saya berangkat jam 05.00 waktu Bekasi dan mendarat di Parkiran Senayan pukul 05.28, masih cukup waktu untuk unloading dan menyetel sepeda.

Cukup 7 menit 12 detik, waktu untuk mempersiapkan sepeda dan sambil menunggu kedatangan teman yang lain, saya pun mulai berkeliling di seputaran Plaza Senayan, Patung Pemuda Membangun aliaas Pizza Man, Jalan Sudirman, mengelilingi GBK dan kembali ke Parkiran Senayan.
 
Skenario dan rencana sudah matang. kenyataannya ternyata pada hari Minggu yang kami sepakati dan saya sudah berkeliling seputaran CFD, dan ada kendala untuk Pak Bos  dan Pak Messi karena bersamaan dengan acara di JCC.

Sempat berkomunikasi dengan Pak Wawie  dan Pak Messi, akhirnya saya janji bertemu dengan Pak Messi di gerbang GBK depan FX Plaza.

Saya pun memacu sepeda butut saya menuju lokasi janjian yaitu di bawah tulisan Gerbang yang bertuliskan Gelora Bung Karno.

Dibaliknya terdapat tulisan Citius, Altius dan Fortius merupakan bahasa latin yang artinya Lebih Cepat, Lebih Tinggi, Lebih Kuat yang dicetuskan oleh Baron Pierre de Coubertin, pendiri Komite Olimpiade Internasional (IOC), pada 1894, dan hingga kini dipergunakan sebagai moto Olimpiade.

Motto ini Pas lah dengan semangat kami untuk mengikuti Car Free Day. Semangat ABI Cycling Community. 



Informasi Car Free Day

Sedikit informasi yang saya dapatkan mengenai Car Free Day Jakarta yang menjadi program Car Free Day seluruh Indonesia.

Car free day yang selama ini diomongkan dan diikuti hampir sebagian masyarakat di kota kota besar di Indonesia dilatarbelakangi untuk mengkampanyekan pentingnya udara bersih serta mengurangi ketergantungan pada penggunaan kendaraan pribadi dalam meningkatkan kualitas udara, khususnya di kota-kota seluruh Indonesia.

Dengan misi mengajak masyarakat untuk beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke angkutan umum agar terjadi penggantian Pencemaran udara Kota dan bertujuan jangka panjang untuk merubah karakter masyarakat kota yang ramah lingkungan alias environmental friendly.

Tujuan yang sangat mulia dan saat ini kami mengikuti Car free day membantu mewujudkan misi dan tujuan car free day.

Car Free Day untuk tingkat DKI Jakarta, di sepanjang jalan Sudirman - Thamrin dengan waktu dimulai dari jam 06.00 - 11.00 WIB


Start dari Plaza Senayan
Bertemu komunitas ABI Cycling

Setelah saling telepon dan sepakat bertemu di gerbang GBK dekat FX Plaza, saya pun segera meluncur ke lokasi pertemuan dari Patung Pizza Man.

Dengan memacu sepeda di kecepatan sedang, sekitar 5 menit 25 detik, sampailah saya di titik pertemuan. Celingak celinguk cari cari Pak Komandan kok nggak ketemu. 

Saya telepon lagi untuk memastikan lokasi titik pertemuan, karena infonya beliau sudah berada di lokasi dan menunggu di bawah Gerbang Citius, Altius dan Fortius.

Saya sampai kembali ke tempat parkir Plaza Senayan untuk mencari beliau, 2 kali saya bolak balik gerbang GBK Plaza Senayan. Lumayan juga.
Bertmu Pak Komandan Mesiran di Depan FX Plaza
Akhirnya  setelah putaran ketiga atau sekitar 11 menit, 33 detik, bertemu juga dengan Pak Komandan Mesiran yang gagah dan berkharisma. Sambil menenteng gorengan, beliau menyapa dengan senyum menawannya. 

- Pak M : Selamat pagi Pak, saya sudah menunggu lama lho di sini. 
- Saya   : Di sebelah mana Pak Messi
- Pak M : ini tadi sambil ngobrol sama tukang gorengan

Oalah Pak Messi, pantas saya nggak lihat beliau, apalagi pas ada acara yang ramai banget. Lha beliau ternyata di lapak pedagang yang tertutup tiang gerbang.

Berikutnya, bersama beliau saya melanjutkan berkeliling dengan sepeda menyusuri Jalan Sudirman hingga Bundaran HI.


Berfoto di depan Patung Jenderal Sudirman
Kami sempat berputar 2 kali antara Patung Pizza Man hingga Bundaran HI.

Kami masih belum bertemu Pak Wawie yang infonya terkena macet karena ada acara di GBK. Berita terakhir beliau sudah parkir di Plaza Senayan dan sedang menuju ke lokasi.

Pukul 08.24
Setelah putaran ke tiga, barulah kami bertemu Pak Wawie di depan FX Plaza. Dengan bersemangat Pak Bos menyapa kami dengan ramah, Selamat Pagi ABI Goweser. 

Sambil bertanya kok cuma bertiga, kami jelaskan kalau Pak Komisaris Yusti dan Om Irwan tidak bisa hadir karena ada keperluan keluarga.

Kami melanjutkan perjalanan menyusuri jalanan Car Free Day dengan santai dan sambil mengobrol. Tak terasa sampai lagi di depan Patung Jenderal Sudirman.

Patung Jenderal Sudirman yang diresmikan pada tanggal 16 Agustus 2003 ini terlihat gagah dan berwibawa. Badan tinggi tegap dan muka raut wajah dengan sorot mata yang tajam, berdiri memberi hormat. Saya pun menghadap ke Patung Jendral Sudirman dan membalas memberikan hormat kepada Tokoh ahli strategi perang Gerilya pada masa Kemerdekaan.
Hormat Pak Jenderal Sudirman yang saya kagumi meski saya tidak pernah bertemu Bapak
Patung dengan tinggi total sekitar 12 meter, Patung Jenderal Sudirman sendiri tingginya sekitar 6.5 meter.  
Patung yang tepatnya berada di dekat Stasiun KRL Dukuh Atas atau di depan Gedung BNI, merupakan karya Bapak Sunarto, dosen Institut Teknologi Bandung dengan sosok Jenderal Sudirman digambarkan berdiri kokoh menghormat dan kepala sedikit mendongak ke atas untuk memberi kesan dinamis.

Kamipun berfoto bersama Pak Wawie di patung Pak Jenderal Sudirman pada pukul 08.28 waktu Jakarta.


Foto Lengkap kami di depan Patung Jenderal Sudirman

Pukul 08.48
Kami pun melanjutkan perjalanan Car Free Day hingga Bundaran HI. Semakin siang, bukannya makin sepi, tetapi semakin ramai.

Kamipun disambut oleh Monumen Selamat Datang di Bundaran HI. Monumen yang diresmikan pada tahun 1962 oleh Bapak Presiden Soekarno ini adalah Monumen dengan lambang patung manusia lelaki dan perempuan dengan pose Sang perempuan menggenggam bunga dan melambaikan tangan demikian juga dengan Sang Lelaki.
ABI goweser di depan Patung Selamat datang 

Tahukah anda bahwa patung itu adalah ide dari Bapak Presiden Soekarno dan dirancang oleh Bapak Henk Ngantung  dan dikerjakan oleh Keluarga Arca ini menghadap utara ke arah Monumen Nasional dan digambarkan menyambut para atlet Asian Games IV yang diadakan di Jakarta pada tahun 1962 atau para tamu yang datang dari arah Monumen Nasional.

Kali ini, kami ABI goweser menjadi tamu Jakarta dan disambut Patung Selamat Datang dengan ribuan fans yang memadati Jakarta saat hari minggu.  

Berfoto di Bundaran HI

Terlihat kerumunan orang tepat di titik putar, kami pun menju ke sana. Ada apa gerangan hingga seramai itu.
Ternyata terlihat beberapa orang dengan baju Cosplay menyerupai hantu versi Indonesia. Karena hantu pocong dan demit, merupakan setan setan khas Indonesia.

Kami pun berfoto sejenak bersama para setan dan kami tidak takut karena ramai dan siang hari. Coba kalau sendirian dan malam hari, mungkin akan beda suasananya.


Berfoto dengan Hantu Bundaran HI
Setelah keliling beberapa kali di sekitar Bundaran HI, kami melanjutkan perjalanan Car Free Day hingga 8 putaran, mengitari Jalan Sudirman hingga Thamrin. Patung Pemuda Membangun  hingga Monumen Selamat datang.

Bersepeda di jalur Bush Way

Pak Bos dan Pak Komandan sqling balapan
Pukul 09.00
Tepat pukul 09.00 waktu Jakarta, kami memutuskan untuk mengakhiri perjalanan nggowes CFD kali ini. Pengukur km saya menunjukkan 22.88 km. Lumayan juga meski hanya berputar di sekitar Senayan - Bundaran HI.  

Berfoto di depan Patung Pemuda membangun
Kami pun menyempatkan diri berfoto di depan Patung Pizza Man alias Patung Pemuda Membangun.

Patung yang diresmikan pada Maret 1972 dan bersamaan dengan memperingati Hari Sumpah Pemuda saat itu, ternyata seumuran saya. tua juga ya.

Keberadaan patung ini bertujuan untuk mendorong semangat membangun yang hakekatnya harus dilakukan oleh para pemuda dan orang orang yang berjiwa muda.

Patung ini juga punya julukan lain. Saya mendapat info dari Pak Komisaris, katanya sering disebut Patung Pizza Man karena seperti membawa pizza.  Julukan lain pun ternyata ada yaitu Hot Hands Harry, Patung Aduh Panas atau patung Pertamina karena pertamina lah yang membiayai Pembangunan Patung ini, perusahaan yang menyedot sumber energi dari tanah dan membakarnya di udara.

Perut terasa lapar, dan sesuai info dari Pak Wawie ada gudeg di belakang Plaza Senayan City dan kamipun bergerak menuju ke sana.
Sekitar 256 meter dari Senayan City kami berkeliling mencari Gudeg tetapi apa daya ternyata sudah tidak ada.
Akhirnya kamipun bergerak ke Soto Ayam Surabaya. Memang nikmat sarapan setelah Nggowes bersama.


Soto Ayam depan Senayan CIty 


Menu Sarapan pagi setelah Car Free Day

Semoga berikutnya lebih banyak lagi ABI Nggoweser yang ikut.

Semangat Sehat. 

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Pengalaman Nggowes Car Free Day (CFD) Jakarta bersama ABI Cycling Community"

Popular Posts