Pengalaman berolah raga bersama ABI Run Community, CC5K Kanisius Run

ABI Run Community

Dari awalnya hanya ingin berolah raga untuk menjaga dan menigkatkan kebugaran tubuh yang rutinnya dilakanakan setiap hari Rabu malam, atas saran Pak Komisaris, akhirnya kami membentuk komunitas ABI Run Community.

Sebenarnya kegiatannya adalah jogging dan lari dengan dilandasi semangat hidup sehat dan aktif bergerak serta menjadi wadah silaturahmi dan bertukar informasi seputar kesehatan.

Berikut beberapa kegiatan dari ABI Run Community yang membuat kami selalu diliputi semangat sehat dan bugar.

Keikutsertaan pada CC5K
Kegiatan ABI Run Community diawali dengan keikutsertaan kami pada CC 5 K yang diadakan untuk memperingati hari ulang tahun Kolese Kanisius yang diadakan pada tanggal 28 April 2018.
Saat akan start
Bersama dengan Pak Benny Taentang, Senior kami yang selalu memberikan semangat untuk berolah raga dan patut menjadi contoh dan suri tauladan dalam hal berolah raga maupun beraktifitas, Pak Tan Wawie yang memberikan support untuk mengikuti kegiatan olah raga, Bu Hilda, Seorang atlit lari yang sudah terkenal seantero nusantara dan merupakan pelari berkelas dengan semangat pantang menyerah, dan terakhir saya yang hanya bisa mengikuti dari belakang dan menjadi pengikut dalam event lari ini.
Sebelum Keringatan
Saat akan start, kami sempatkan sebagai pelari yang mewakili ABI Run Community sebelum bedak luntur terkena keringat dan napas ngos ngosan. Maklum untuk mengikuti acara CC5K ini saya harus bangun pagi jam 03.30 WIB supaya bisa sampai di lokasi yaitu sekolah Kanisius jam 5.30 WIB sebelum start dimulai. Dengan menggunakan fasilitas KRL jam 05.00 WIB dari Stasiun Bekasi dan turun di Stasiun Cikini, saya pun akhirnya sampai di lokasi lebih awal.
Pak Benny, Pak Wawie dan Bu Hilda sudah siap di garis start dengan jersey yang sudah dibagikan sebelum hari H.



Kami bertemu dengan team lari dari Djarum Runner Jakarta yang sudah siap di garis Start, lagi lagi kami tidak menyia nyiakan kesempatan untuk sekedar berfoto. Djarum sebagai salah satu sponsor di acara ini dengan branding Tiket.Com.

Ya ini salah satu harapan dari ABI Run Community, dengan berlari bisa menambah pertemanan dan silaturahmi. Berlari untuk olah raga dan olah jiwa.

ABI Run Community Bersama team dari Djarum Runner Jakarta

Baca juga : ABI Run Community berlari bersama Maestro Bulutangkis 1980 an, Ibu Ivana Lie

Start dimulai tepat pukul 06.00 WIB, dan kami pun berempat melesat bagaikan suara tembakan Salvo yang dibunyikan saat start.

Etape 0 - 1000 m
Kami masih menikmati lari sambil ngobrol dari start hingga 500 meter pertama, Kami saling salip menyalip untuk memperebutkan posisi terdepan.

Nomor dada kami berurut mulai dari 18729 Pak Wawie, 18730 saya sang pengekor, 18738 Pak Benny Sang Maestro, dan 18739 Bu Hilda yang pelari cantik.

Etape 1.000 - 2.000 m
Di etape kedua ini, tingkat persaingan mulai menurun. Keringat sudah mulai terasa membasahi dahi kami.  Langkah lari yang sebelumnya tegap dan berirama tetap, mulai menurun. Pak Benny, Pak Wawie, dan Bu Hilda dengan badan yang masih segar bugar mengajak untuk mengikuti irama larinya. Tapi apa daya, kaki sudah mulai terasa berat.

Etape 2.000 - 4.000 m
Di etape ketiga ini, jarak memisahkan saya dengan rombongan Pak Benny, Pak Wawie dan Bu Hilda semakin jauh.
Saya hanya bisa mendampingi Pak Wawie sampai km 3, setelah itu beliau berlari meniggalkan saya yang terseok seok. Keringat sudah bercucuran membasahi jersey saya. Untungnya rutenya hanya seputar lokasi Kanisius dengan jalan yang berputar, jadi meskipun ketingglan jauh, saya masih bisa bertemu dan melambaikan tangan dengan rombongan Pak Benny, Pak Wawie dan  Bu Hilda. Sebenarnya bisa saja saya mneyeberang ke rombongan beliau beliau ini, tapi saya masih tetap semangat dan bertekad harus sampai finish, meskipun bercampur dengan jalan kaki. Ini yang menjadi bahan tertawaan teman teman.

Satu lagi, pada setiap pemberhentian ada counter check, yang menandakan bahwa kami sudah melewati pos pengecekan. Inilah yang membuat saya juga tidak berani untuk menyeberang meskipun badan sudah sangat loyo. Berbeda dengan rombongan depan yang seperti tidak punya rasa capek dan belum berkeringat. Katanya ini cemen, cuma 5 km, biasanya kami diatas 25 km. Memang hebat anggota ABI Run Community. Hampir semua adalah atlit terlatih.  

Semangat Pak Wawie yang luar biasa

Etape 4.000 - 5.000 m.

Akhirnya, sampai juga kami di garis finish. Inilah momen yang saya idam idamkan. Walaupun cuma 5 km, ini adalah rute yang saya lalui dengan penuh perjuangan. Keringat entah sudah berapa gelas kalau diperas dari jersey saya. Sarapan, entah berapa mangkuk bubur yang dibakar untuk menyediakan kalori supaya kuat sampai garis finish ini.

Saya ditunggu oleh Team ABI Run Community. Beliau beliau sudah santai sambil ngobrol tentang event lari ini. Mulai dari latar belakang penyelenggaraan, rute yang dilalui, dan mungkin juga ngobrolin saya. Mungkin seperti ini, Badan doank yang gede, yah lari segitu aja nggak kuat. 

Buat saya yang penting sudah sampai garis finish dan inilah salah satu ujian yang mampu dilewati tanpa memotong jalan. Jadi keringat mengalir tanpa sia sia. Semangat ABI Run Community 
  
Sebagai Finisher di CC5K
Sampai di garis finish, kembali kami berfoto mengabadikan moment pencapaian garis finish. Walau hanya 5 km.

Berharap moment ini menjadikan ABI Run Community menjadi ajang bagi seluruh karyawan ABi untuk berolah raga dan menyalurkan hobby. 
ABI Run Community berfoto sejenak dengan latar belakang Collegium Canisianum



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengalaman berolah raga bersama ABI Run Community, CC5K Kanisius Run"

Post a comment

Popular Posts