Perjalanan Balikpapan - Samarinda melintas Tol Balikpapan - Samarinda

Perjalanan Balikpapan - Samarinda melintas Tol Balikpapan - Samarinda

Tol Balikpapan Samarinda

Tol Balikpapan - Samarinda

Saat berkunjung ke Samarinda via Balikpapan, dari atas pesawat saat akan mendarat di Bandara Sultan AJi Muhammad di Sepinggan Balikpapan, terlihat jalur lurus yang membelah area yang berhutan dan kebun sawit.

Jalan Tol Balikpapan Samarinda  Tampak dari Udara

Menurut informasi itulah jalan Tol yang membelah rute Balikpapan - Samarinda yang biasanya saya melintas melewati Bukit Suharto sambil menikmati Tahu Sumedang.

Sejak diresmikan, saya belum pernah sekalipun mencoba Jalan Tol yang baru ini dan inilah kali pertama saya melintas jalan Tol pertama di Pulau Kalimantan.

Baca juga :

Konstruksi Jalan Tol Balikpapan - Samarinda
Menurut informasi, jalan tol Balikpapan Samarinda dibagi menjadi 5 seksi.

Secara keseluruhan, Tol Balikpapan Samarinda dirancang sepajang 97,99 kilometer yang terbagi lima seksi. Kelima seksi tersebut yakni, 

Seksi I Balikpapan (KM 13)–Samboja (22,03 kilometer), 
Seksi II ruas Samboja–Muara Jawa (30,98 kilometer), 
Seksi III Muara Jawa–Palaran (17,30 kilometer), 
Seksi IV Palaran–Samarinda (16,59 kilometer)
Seksi V ruas Sepinggan (11,09 kilometer)-Balikpapan (KM 13)

Ruas jalan Tol yang dikerjakan adalah seksi II dan Seksi III. Target besarnya adalah  menurunkan waktu tempuh rata-rata per 100 kilometer yang berdampak pada penurunan biaya logistik. Saat ini, waktu tempuh masih berada pada kisaran 2,3-2,5 jam per 100 kilometer. Dalam target jangka panjang diharapkan dapat turun menjadi 1,5 jam per 100 kilometer.

Informasi Lokasi
Dari bandara Sepinggan, karena seksi I Balikpapan - Samarinda belum jadi maka masuk tol dari km 38 Samboja atau kalau dari jalan tol adalah km 34.


Kami masuk dari Pintu Tol Samboja.
Perjalanan via tol Balikpapan - Samarinda, pada saat berangkat kami melintas sepanjang jalan tol yang kana kirinya tampak beberapa pertambangan, perkebunan sawit dan beberapa kebun masyarakat.


Jalan tol yang dilintasi berasa sangat lancar, hanya 1 atau 2 mobil yang kami temui dan berpapasan saat melintas jalan tol Balikpapan - Samarinda ini.

Kesan saya, jalan tol memang tidak semulus dan selurus jalan tol di Jawa.  Masih ada beberapa bagian di jalan tol yang sedikit bergelombang dan terlihat berbelok dengan haluan yang perlu kehati hatian dari para pengendara yang melintas jalan tol ini.

Waktu tempuh dari jalan tol Balikpapan - Samarinda sekitar 1 jam 38 menit dengan kecepatan sedang antara 80 -120 km per jam.

Memang banyak menyingkat waktu dan resiko dibandingkan dengan melintas jalanan biasa melalui kawasan Bukit Suharto.

Ancaman pohon tumbang dan tanah longsor menjadi perhatian saat melintas di jalan biasa Bukit Suharto dan waktu tempuh yang lebih lama.  

Kami keluar tol di Palaran dan menajutkan melintas jembatan Mahkota 2 yang menghubungkan kedua sisi sungai Mahakam. 


Tarif tol Samboja hingga Palaran sekitar Rp. 83.000 dan melanjukan perjalanan melintas jalan Kapten Soedjono dan melewati Jembatan Mahkota 2 yang menghubungkan kedua sisi Sungai Mahakam menuju Kota Samarinda.

Tol Samarinda Balikpapan dari Pintu Tol Palaran
Berikutnya kami juga mencoba memasuki jalan tol dari Gerbang Tol Palaran, Samarinda.


Kami melintas Jembatan Mahakam Kembar yang saat ini sudah dibangun dengan fly over yang langsung terhubung dengan jembatan.


Dari Samarinda, melewati Jembatan kembar yang melintas Sungai Mahakam. Jembatan ini menghubungkan 2 wilayah Samarinda.  Saat belum ada jalan layang, kemacetan selalu menghiasi jalan menuju jembatan penyeberangan ini.




Sekarang sudah sangat lancar dan nyaman.  Tampak di dibawah jembatan, aktifitas lalulintas tongkang yang sangat padat. Beberapa Angkutan Tongkang kayu dan Batubara terlihat aktif dan melintas di Sungai Mahakam, yang merupakan sungai terbesar di Indonesia.

Mahakam merupakan nama sebuah sungai terbesar di provinsi Kalimantan Timur yang bermuara di Selat Makassar. Sungai dengan panjang sekitar 920 km ini melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di bagian hulu, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilir. Di sungai hidup spesies mamalia ikan air tawar yang terancam punah, yakni Pesut Mahakam, Orcaella brevirostris.

Sungai Mahakam sejak dulu hingga saat ini memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya sebagai sumber air, potensi perikanan maupun sebagai prasarana transportasi.



Sungai Mahakam dan sepanjang daerah aliran sungainya memiliki nilai ekologis penting. Sebanyak 147 spesies ikan asli Mahakam telah teridentifikasi. Mahakam juga merupakan habitat Pesut mahakam (Orcaella brevirostris) yang merupakan spesies yang terancam punah yang dimasukkan pada Appendix I CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora). 

Daerah aliran Sungai Mahakam juga merupakan habitat dan tempat berkembang biak sekitar 298 spesies burung, 70 di antaranya dilindungi dan lima spesies endemik yaitu: Borneo Dusky Mannikin, Lonchura fuscans, Borneo Whistler, Pachycephala hypoxantha, Bornean Peacock pheasant, Polyplectron schleiermacheri, Bornean Blue flycatcher,Cyornis superbus dan Bornean Bristlehead, Pityriasis gymnocephala.

 

Setelah melintas Jembatan Sungai Mahakam, selanjutnya mengikuti petunjuk menuju Pintu Tol Palaran.


Beberapa papan petunjuk yang terpasang dan menunjukkan jalur menuju Jalan Tol Samarinda - Balikpapan sangat membantu untuk pengendara yang baru melintas dan menggunakan Tol ini.

Sampailah kami di Gerbang Tol Palaran.

 

Gerbang tol Palaan masih tampak sunyi dan sepi, waktu menunjukkan pukul 08.25 WITA.   Hanya tampak 1 atau 2 kendaraan yang melintas.

Gerbang Tol Palaran, Jalan Tol Samarinda Balikpapan

Gerbang Pintu masuk hanya dibuka 2 gate dan pembatas beton memisahkan kendaraan yang akan memasuki gerbang tol Palaran dan yang akan keluar dari Gerbang Tol Palaran.

Perjalanan dalam Tol Samarinda Balikpapan

Melintas Gerbang Tol Palaran Samarinda, mulailah perjalanan di mulai di Ruas tol yang baru ini.

Suasana Jalan Tol Samarinda Balikpapan setelah Gerbang Tol Palaran

Tampak membentang pemandangan jalan tol masih yang sepi dan berlatarbelakang bukit.  

Selama melintas, di kanan kiri jalan tol masih belum ada bangunan.  Yang ada adalah semak belukar, perkebunan sawit dan beberapa area tambang batubara.

Tampak beberapa bukit yang longsor dan tanaman peneduh tepi jalan tol yang baru ditanam dan terlihat kering.
Jalan Tol Balikpapan Samarinda


Mungkin prioritas yang pertama adalah Jalan Tol Samarinda - Balikpapan ini bisa dilintasi sampil melengkapi kelengkapan standar jalan tol.

Jalan Tol Balikpapan Samarinda KM 59, 

Perjalanan sampai di KM 59 dan menyempatkan untuk memfoto kondisi jalan tol yang tidak hanya lurus, juga meliuk melintasi bukit.


Setelah mengemudi sekitar 1 jam 5 menit, sampailah di Papan Petunjuk Rest Area.  

Dan selama perjalanan, ini adalah satu satunya kawasan Rest Area yang ada di Tol Samarinda - Balikpapan. 

Saya tidak beristirahat di rest area dan melanjutkan perjalanan hingga gerbang tol brikutnya. 

Rest Area Jalan Tol Samarinda Balikpapan

Tidak terasa, setelah berkendarara sekitar 1 jam 20 menit, sampailah kami di km 33 Samboja.


Tampak di kejauhan, Gerbang Tol Samboja untuk keluar ke arah Samboja dan Sepaku.

Gerbang Tol Samboja, KM 33

Gerbang tol Samboja,  merupaka  akses keluar ke Samboja dan Sepaku.  Kami keluar di Samboja, karena ruas jalan Tol Samboja - Balikpapan masih dalam tahap konstruksi.

Gerbang tol Samboja, Ruas Tol Samarinda Balikpapan.

Tarif Tol Palaran - Samboja untuk kendaraan golongan  Rp. 75.500,- dan sangat membantu transpostasi Samarinda Balikpapan. 

Kesan dan Penilaian Lokasi
Jalan Tol Balikpapan Samarinda merupakan tol pertama yang ada di Kalimantan.

Tol ini merupakan alternatif dari transportasi Balikpapan Samarinda yang menggunakan jalur lama yang melintas Bukit Sarapan.

Dengan berjalannya waktu, mungkin jalan tol ini akan menjadi jalan utama untuk transportasi Balikpapan Samarinda.

Kenangan makan Tahu Sumedang yang selama ini menjadi semacam rutinitas atau tradisi saat melintas jalur Balikpapan - Samarinda, mungkin tingga; kenangan.

Mungkin juga, Tahu Sumedang akan membuka cabangnya di Kawasan Rest Area Tol Balikpapan - Samarinda.

Semoga tahap pembangunan jalan tol Ruas Balikpapan - Samboja dan ruas Sepinggan Balikpapan bisa terus dilanjutkan sehingga waktu tempuh semakin cepat dan perjalanan semakin nyaman


Eko Budi Utomo, Google local guide level 10




 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perjalanan Balikpapan - Samarinda melintas Tol Balikpapan - Samarinda "

Post a comment

Popular Posts