Filosofi Gus JiGang, Museum Jenang Kudus

GUSJIGANG, BaGUS, NgaJI, DaGANG



Informasi 

Saat di Kudus, saya sering melihat spanduk informasi tentang Gusjigang dan saat mengobrol pun, sering mendengar istilah Gusjigang.
Setelah berkunjung ke Museum Jenang Kudus dengan salah koleksi museumnya adalah Museum Gusjigang, barulah saya mengerti apa itu Gusjigang. 


Lokasi   

Lokasi museum Gusjigang berada di dalam area Museum Jenang Kudus. tepatnya di Jl. Sunan Muria No.33, Glantengan, Kec. Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59313.
Satu lokasi dengan jenang Kudus Mubarok, Kudus, Jawa Tengah.

Sejarah  

Syekh ja’far shodiq atau sunan kudus merupakan waliyullah yang d tugaskan mensyiarkan agama islam khususnya di kota kudus, tak heran banyak meninggalkan peradaban islam dan budaya di kota kudus.
Gusjigang, Bagus, Ngaji dan Dagang
Kudus dikenal dengan kota yang penuh toleransi, tercermin dari menara kudus yang memadukan corak budaya islam dengan budaya hindu-budha.

Selain itu, adanya larangan menyembelih hewan korban sapi merupakan salah satu bukti bahwa Kudus adalah kota yang penuh toleransi.
Tak hanya itu, sunan kudus juga meninggalkan ajaran bernama Gusjigang dalam arti gus “bagus” ji “ngaji” gang “dagang”. Akhlaknya bagus, rajin mengaji dan pandai berdagang seperti yang pernah dilakukan Rasullluah SAW.
Di daerah Langgar Dalem sekitar menara dan masjid Al- Aqsa lingkungan ziarah tersebut banyak didiami oleh banyak para pedagang muslim.

Jadi selain bertemunya para pembeli dan pedagang juga menjadi pusat kegiatan Agama.
Ajaran ini mengajarkan bagaimana hidup di dunia dan di akhirat dan sudah melekat untuk masyarakat kudus.

Sunan kudus mengajarkan bahwa selain mementingkan dunia juga harus diseimbangi dengan kepentingan kehidupan akhirat, sebagaimana tercermin dari ajaran gusjigang sendiri.
Asal mula sejarah Kata Gusjigang Pada zaman pengembangan Islam, dahulu Sunan Kudus menata kembali kota tua kudus.

Kota yang berpusat pada Masjid Menara Kudus yang terdapat pada kompleks pedepokan Sunan Kudus.
Dengan rumah rumah penduduk di sekeliling padepokan beratap limas an.

Perekonomian kota mulai bangkit dengan dibukanya perdangangan lintas Negara melalui Sungai Gelis yang membelah kota lama kudus.

Dari zaman dulu sampai sekarang Menara Kudus dan Masjid Al Aqsha yang dibangun Sunan Kudus menjadi sentral nadi kehidupan masyarakat kudus.
bangunan yang memadukan arsitektur Jawa, Islam, Hindu-budha itu menjadi saksi sekaligus pengingat abadi tumbuh dan berkembangnya filosofi gusjigang.

Dengan seiringnya pengaruh era globalisasi yang mengecewakan istilah Gusjigang dan semangat makna tersebut sudah mulai menghilang.

Para pedagang hanya mengedepankan usaha dan dagang mereka.

Jadi dapat dikatakan kedudukan budi pekerti bagus, rajin mengaji dan berdagang sudah tidak sejajar.

Suasana

Saat memasuki museum Gusjigang, hampir semua bernuansa kuning emas. Suasana yang khidmat dan khusyuk menemani selamakami kunjungan.
Ada beberapa tulisan dari para ulama dan koleksi cetakan Alquran dari masa ke masa.  


Dokumentasi

Berikut beberapa koleksi dan tampilan Visual di area Gus Jigang.

































































































































Informasi Pemotretan 

Pemotretan 
Lokasi pemotretan di Museum Jenang, Gus Jigang
Detail :
Camera maker : Samsung dan Nikon 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Filosofi Gus JiGang, Museum Jenang Kudus"

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan teman teman, semoga artikel bermanfaat dan silahkan tinggalkan pesan, kesan ataupun komentar.

Popular Posts