Foto Ekspresi Satwa Primata

Tulisan dan Foto Ekspresi  Satwa Primata



Informasi Cuplikan Tulisan Tentang Satwa 

Masih terkait dengan keseharian di FB, ada beberapa tulisan yang bersumber dari foto yang dijepret pada suatu saat yang terkait dengan beberapa Satwa yang ada di Indonesia.

Saya mencoba mengumpulkannya di dalam cerita Blog ini supaya bisa dinikmati secara runut.

Terkadang ada ekspresi yang muncul, bisa  kesedihan, muncul kelucuan, muncul keanehan dan berbagai moment lainnya. 

Biasanya setelah melakukan jepretan kamera, saya sekedar memberikan ilustrasi cerita dari foto yang didokumentasikan. Apakah cerita terkait foto itu ataupun narasi yang terkait foto.

Dalam keseharian, terkadang tulisan di FB dan IG lebih langsung dinikmati dan supaya terangkum dan bisa dinikmati, saya sajikan kembali di Blog ini.

Semoga foto foto yang tersaji juga tidak membosankan dan menambah inspirasi.

Bekantan, Nasalis larvatus    

Bekantan, Nasalis larvatus merupakan Satwa arboreal ini bergerak di antara pohon untuk mencari makanannya yang berupa daun, buah maupun bunga. Makan di ujung-ujung pohon, duduk pada salah satu cabang atau ranting yang relatif besar. 

Perpindahan kelompok bekantan terjadi dua kali dalam satu hari. Perpindahan pertama terjadi dari sumber air tertentu yang dipergunakan sebagai lokasi tidur ke sumber air lain tempat bekantan melakukan sebagian besar aktivitas pada siang hari. Perpindahan kedua terjadi  dari sumber air untuk aktivitas siang ini ke sumber air berikutnya yang dipergunakan sebagai lokasi tidur pada malam harinya.



Bekantan biasa disebut monyet Belanda merupakan satwa endemik pulau Kalimantan.  Selain hidung panjang binatang ini juga memiliki perut besar (buncit) sebagai akibat dari kebiasaan mengkonsumsi buah-buahan dan biji-bijian juga memakan dedaunan yg menghasilkan banyak gas waktu dicerna.


Kalau Anda suka membaca kisah cxerita Tintin, Bekantan sering menjadi guyonan dan umpatan yang mirip dengan Kapten Haddock.

The Mandrill, Mandrillus sphinx Si Monyet Dukun 

The Mandrill
Mandrillus sphinx
Monyet Dukun

The Mandrill, Mandrillus sphinx, Monyet Dukun

Kingdom Animalia
Phylum  : Chordata
Class     : Mammalia
Order     : Primates
Family   : Cercopithecidae
Genus   : Mandrillus
Species : Mandrillus sphinx Linnaeus 1758
Conservation Status : Vulnerable - VU
F 5.6 1/50 s 

The Mandrill, Mandrillus sphinx, Monyet Dukun

Simpanse, Pan troglodytes

Menikmati pagi bersama Sang Chimpanzee
Udara segar menjelang berakhirnya tahun 2020 yang dibayangi Covid  dan menjelang memasuki tahun 2021, semoga segalanya lebih baik, senantiasa diberikan  kesehatan, berkah, rahmat, rejeki, kebahagiaan dan perlindungan Allah menyertai kita semua. Amin.

Simpanse, Pan troglodytes

Pandangan mata nanar seekor Simpanse, Pan troglodytes, Primata dengan Intelegensia tinggi dan 94 - 99% DNAnya mirip Manusia. 
Buatlah rencana dan taruh berbagai harapan. Jangan bengong.
Kamu, iya, kamu... 
Simpanse, Pan troglodytes

Semangat Sehat dan jangan lupa protokol Covid 19.

31 Desember 2020

Lutung Hitam, Budeng, Trachypithecus auratus

Lutung Hitam alias Budeng
Trachypithecus auratus (É. Geoffroy),  
Primata Asli Indonesia

Lutung Hitam alias Budeng, Trachypithecus auratus (É. Geoffroy)

Lutung hitam atau saya biasa menyebutnya Budeng Trachypithecus auratus adalah sejenis lutung yang rambutnya berwarna hitam legam keperakan dan merupakan primata yang memang asli Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
Lutung budeng adalah hewan diurnal, yakni aktif pada waktu siang hari di atas pepohonan. Makanan pokoknya terdiri dari tumbuh-tumbuhan. Memakan dedaunan, buah-buahan dan bunga. Spesies ini juga memakan larva serangga.
Lutung budeng hidup berkelompok, yang dalam satu kelompoknya terdiri dari sekitar tujuh ekor lutung, termasuk satu atau dua ekor lutung jantan dewasa. Lutung betina biasanya hanya mempunyai satu anak setiap kali melahirkan dan saling bantu membesarkan anak-anak lutung.

Kalau Anda mengenal Lutung, pastinya tidak jauh dari cerita legenda Lutung Kasarung atau Lutung yang tersesat.

Sosoknya memang melegenda dan kalau saya perhatikan dari dokumentasi foto, wajah Lutung yang polos, bermimik jujur dan baik serta pandangan mata yang penuh perhatian (bukan sosok yang pemarah dan pembenci), sosok yang cocok untuk memerankan Sanghyang Guruminda, Putra Sunan Ambu dari Kahyangan yang telah melakukan kesalahan, sehingga dibuang ke bumi.
Ketika sampai di bumi, ia tersesat di tengah hutan. Itulah sebabnya ia dipanggil Lutung Kasarung, yaitu lutung yang tersesat.

Alkisah, di  daerah Jawa Barat, tersebutlah seorang raja yang arif dan bijaksana bernama Prabu Tapa Agung yang bertahta di Kerajaan Pasir Batang. Sang Prabu mempunyai tujuh orang putri yang semuanya cantik jelita. Mereka adalah Purbararang (sulung), Purbadewata, Purbaendah, Purbakancana, Purbamanik, dan si bungsu, Purbasari. Dari ketujuh putri sang Prabu, lima di antaranya telah menikah dan menjadi permaisuri di kerajaan lain. Kini, tinggal Purbararang dan Purbasari yang belum menikah.

Kisah Putri Purbasari yang memerankan tokoh bertabiat baik   (bukan bertabiat pembuat keonaran) dan diasingkan karena perebutan kekuasaan dengan saudarinya  Putri Purbararang yang memerankan tokoh jahat dengan segala kelicikannya.

Sang Lutung, menjadi teman setia dari Sang Putri tanpa melihat kondisi fisik dan lahiriyah, tetapi lebih melihat ke faktor kebaikan dan kejujuran.
Sang Sanghyang Guruminda, yang berwujud Lutung, memiliki kesaktian, dengan segala kemampuannya membantu Sang Putri Purbasari yang dengan ikhlas berteman dengan Sang Lutung,  sehingga mampu menyelesaikan dan memenangkan berbagai sayembara yang sepertinya mustahil dikerjakan akhirnya menduduki tahta kerajaan.
Lutung Hitam alias Budeng, Trachypithecus auratus (É. Geoffroy)
Putri Purbasari pun dinobatkan menjadi Ratu Kerajaan Pasir Batang didampingi Sang Lutung alias Sanghyang Guruminda menjadi seorang Ratu yang arif dan bijaksana, sehingga seluruh rakyatnya senantiasa hidup makmur, damai, dan sentosa. 

Putri Purbasari adalah seorang putri yang tiada terlontar kata kata menghina dan menghujat serta bersifat pemaaf, ia tidak menghukum kakak kandungnya sendiri yang sering berbuat keonaran. Bahkan, ia tetap mengijinkan kakaknya untuk tetap tinggal di istana bersamanya. 
Berterimakasihlah pada orang-orang yang telah merendahkan dan menghinamu, karena berkat mereka, kita semakin tahu kelebihan yang tidak mereka miliki
Memaafkan seseorang bukan karena kamu lemah, tapi karena kamu cukup berbesar hati untuk tahu bahwa tak ada yang sempurna

7 Desember 2020

Presbytis rubicunda (Muller), Lutung Merah 

Presbytis rubicunda (Müller), 
Lutung Merah, 
Primata Asli Kalimantan

Presbytis rubicunda (Müller), Lutung Merah

Primata mempunyai berbagai tingkah laku dan proses fisiologis untuk menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. 

Aktivitas tingkah laku dapat dikelompokkan ke dalam sembilan sistem tingkah laku, 
  1. tingkah laku ingestive atau tingkah laku makan dan minum; 
  2. tingkah laku shelter seeking atau mencari perlindungan adalah kecenderungan mencari kondisi lingkungan yang optimum dan menghindari bahaya;
  3. tingkah laku agonistik atau tingkah laku persaingan antara dua satwa yang sejenis, umumnya terjadi pada saat musim kawin;
  4. tingkah laku seksual yang merupakan tingkah laku peminangan (courtship), kopulasi dan hal-hal lain yang berkaitan dengan hubungan satwa jantan dan betina satu jenis; 
  5. care giving atau epimelitic adalah pemeliharaan terhadap anak (maternal behaviour); 
  6. care soliciting atau et-epimelitic atau tingkah laku meminta dipelihara yang merupakan tingkah laku individu muda untuk dipelihara oleh yang dewasa;
  7. tingkah laku eliminative atau tingkah laku membuang kotoran;
  8. tingkah laku allelomimetik adalah tingkah laku meniru salah satu anggota kelompok untuk melakukan pekerjaan yang sama dengan beberapa tahap rangsangan dan koordinasi yang berbalas-balasan; dan
  9. tingkah laku investigative atau tingkah laku memeriksa lingkungannya. 

Tingkah laku kehidupan primata di alam adalah hidup secara berkelompok.

Presbytis rubicunda (Müller), Lutung Merah

Mereka hidup tenang dan berdampingan, hingga datangnya campur tangan manusia dengan sifat serakah, iri, dengki dan ambisi.
6 Desember 2020

Yaki, Macaca nigra

Kehidupan Sosial Sang Yaki
Kera Hitam Sulawesi
Macaca nigra Desmarest

Kera Hitam Sulawesi, Macaca nigra Desmarest

Primata khas Sulawesi yang memiliki aktifitas layaknya manusia.
Sang Yaki melakukan, 
  1. Moving, alias pergerakan, termasuk berjalan, berlari, memanjat dan melompat
  2. Feeding: mendekatkan, memetik, menggerakkan, mengunyah, atau menempatkan  makanan di mulut
  3. Foraging: bergerak perlahan dengan perhatian tertuju pada sumber pakan potensial atau menggerakkan substrat untuk mencari pakan;
  4. Resting: tubuh tidak bergerak, biasanya duduk atau berbaring, tidak terlibat dalam aktivitas sosial termasuk mengutu; dan
  5. Social: Mencari kutu atau menyidisik, bermain, noncopulatory mounting, kopulasi, dan berkelahi.

Sang Kera Hitam berjambul ini begitu menikmati masa masa santainya bersama Sang Pujaan hati.
Kera Hitam Sulawesi, Macaca nigra Desmarest

4 Desember 2020

Siamang,Owa, Symphalagus syndactylus 

Teriakan Lantang Sang Owa
Siamang
Symphalagus syndactylus

Siamang, Owa, Symphalagus syndactylus

Jam 09.00 - 10.00 merupakan saat saat penting di Perkebunan Kopi yang berbatasan dengan Hutan.
Teriakan Lantang Sang Siamang menggema ke seantero hutan.
Membangunkan dan mengingatkan  penghuni belantara untuk mulai bekerja dan beraktifitas.
Dalam radius 6.5 km, suara ini perlahan lahan akan memghilang dan terdengar sayup sayup.
Dengan kantung yang ada di tenggorokannya, bagaikan punya ilmu fonetik yang meneriakkan lengkingan dengan arti  teriakan berbeda makna.

Siamang, Owa, Symphalagus syndactylus
Belajar dari Sang Primata, meskipun bersuara lantang, Sang Siamang sangat bijaksana dan memahami bahwa kapan harus bersuara lantang dan sopan serta tidak harus mencela dan menghujat sesamanya.
Masih harus banyak belajar

Be thankful when you don't know something, Because it gives you the opportunity to learn

Siamang, Owa, Symphalagus syndactylus

3 Desember 2020

Siamang Kerdil, Hylobates klossii 

Dalam kesendirian
Kisah seekor Siamang Kerdil, Owa Bilau atau Kloss's Gibbon Hylobates klossii yang ditinggal teman temannya berkelana.


Siamang Kerdil, Owa Bilau atau Kloss's Gibbon Hylobates klossii
Dalam kesendirian bukan berarti sedih
Dalam kesendirian ada keindahan
Siamang Kerdil, Owa Bilau atau Kloss's Gibbon Hylobates klossii

Terkadang kesendirian lebih baik ketika keramaian tak lagi mampu memberikan kebahagiaan
Kesendirian adalah pilihan dan  mengajarkan kedewasaan.

3 Desember 2020

OrangUtan Kalimantan, Pongo pygmaeus

Perbanyakan 
Sayang Anak
Kasih Ibu tak pernah putus
Pongo pygmaeus
Orang Hutan
Mawas

Orang Utan Kalimantan, Pongo pygmaeus

Orang Utan Kalimantan, Pongo pygmaeus
3 Desember 2020

OrangUtan Sumatra, Pongo abelii

Orang Hutan Sumatra
Mas Pongo, sini, aku bisikin sesuatu.
Ssttt....Banyak orang yang lagi perhatiin kita lho Mas.
Enak aja lihat lihat, sini biar aku penthelengi

Orangutan Sumatra, Pongo abelii

Orangutan Sumatra
Pongo abelii
Sumatran Pongo
Kingdom Animalia
Phylum  : Chordata
Class     : Mammalia
Order     : Primates
Family   : Hominidae
Genus   : Pongo
Species : Pongo abelii

Orangutan Sumatra, Pongo abelii

Orangutan Sumatra, Pongo abelii
11 Juni

Macaca fuscata, Japanese Macacue

Macaca fuscata
Japanese macaque
Nihonzaru
Macaca fuscata, Japanese macaque, Nihonzaru

Sebelum salju datang sedang asyik melakukan perawatan kepada anaknya.
Family Cercopihecidae hidup diurnal dan menghuni belahan bumi paling utara.
Monyet yang dikenal suka berendam di air panas untuk menghalau hawa dingin.

Macaca fuscata, Japanese macaque, Nihonzaru

19 Desember 2020

Macaca fascicularis, Monyet Ekor Panjang 

Macaca fascicularis Raffles



Menikmati pagi bertemankan Sang Monyet Ekor Panjang, Macaca fascicularis yang dideskripsikan pertama kali oleh Sang Gubenur Jenderal yang juga seorang Botanis Sir Thomas Stamford Bingley Raffles.
Ternyata banyak fauna Indonesia yang dideskripsikan oleh beliau.




Saat New Normal
15 November 2020

Beruk Mentawai, Macaca pagensis   

Beruk Mentawai
Macaca pagensis
Bokoi
Bokkoi
Pagai Island Macaque

Beruk Mentawai, Macaca pagensis
Old world Monkey Endemic to the Mentawai Island off the west coast of Sumatra

Kingdom Animalia
Phylum  : Chordata
Class     : Mammalia
Order     : Primates
Family   : Cercopithecidae
Genus   : Macaca pagensis Miller 1903
Conservation Status : Critically endagered
F5 1/200 s 300 mm

Beruk Mentawai, Macaca pagensis
5 Mei 2021

Simpai Putih, Presbytis melalophos Raffles   

Simpai Putih
Mitres Leaf Monkey
Presbytis melalophos Raffles


Simpai Putih, Mitres Leaf Monkey, Presbytis melalophos Raffles
Primata asli Sumatra Indonesia yang diberi nama oleh Pak Raffles, yang dikenal sebagai Sumatran Surili yang diindentifikasikan pertama kali oleh Sir Thomas Stamford Raffles.
Simpai Putih, Mitres Leaf Monkey, Presbytis melalophos Raffles
Simpai dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Sumatran Surili atau Mitred Leaf Monkey. Sebutan Mitred merujuk pada bentuk jambulnya yang mirip mahkota para bishop (pemimpin Katholik). Sedangkan di Indonesia kerap disebut juga sebagai Surili Sumatera. Hewan endemik pulau Sumatera ini memiliki beberapa sebutan lokal lainnya seperti Simpai (Sumatera Selatan), Chi-cha dan Kera Putih (Lampung). 

Gorila, Gorila Dataran Rendah   

Gorila
Western Low Land Gorila
Gorila gorila gorila gorila

Gorila, Gorila gorila, Western Low Land Gorila

Gorila dataran rendah memiliki habitat hutan primer dan sekunder yang lebat, daerah rawa dataran rendah dan hutan pegunungan hingga 3050 m dpl.

Perkembangbaikan, betina siap kawin umur 8 tahun dan jantan lebih dari 8 tahun. melahirkan anak hanya 1 dan jarang kembar setelah  masa kehamilan sekitar 256 hari.

Jarak kelahiran antara satu anak dengan anak yang lain sekitar 48 bulan.  Berat bayi waktu dilahirkan sekitar 2100 gram.

Masa hidup Gorila bisa mencapai sekitar 50 tahun.
Gorila, Gorila gorila, Western Low Land Gorila

Makanan yang menjadi kesukaan Gorila adalah buah sekitar 67%, biji bijian, daun daunan, tunas bambu, buah ceri dan batang pohon yang banyak mengandung air.

Gorila, Gorila gorila, Western Low Land Gorila
Klasifikasi
Class     : Primata
Ordo     : Anthropoidae
Family   : Pongidae    
Genus   : Gorila
Species : Gorila gorila
Var Species : Gorila gorila gorila

Menurut cerita sang pengawas, Gorila ini sangat pemalu dan pernah trauma dengan kilatan lampu blitz dari kamera pengunjung, sehingga untuk pengunjung yang akan memfoto, dilarang menggunakan lampu blitz.

Semoga kumpulan cerita dan foto Primata ini bisa menjadi tambahan wawasan dan pengetahuan.

Salam. 

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Foto Ekspresi Satwa Primata "

  1. Rupanya, wajah manis itu milik sosok yang lembut dan baik, bukan pemarah dan bengis. Conthnya si lutung. Lutung Hitam alias Budeng wajahnya tampak cantik dan manis. He he .... Selamat malam minggu, Pak Eko.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap Bu Nur, beberapa ekspresi memang terlihat sedih, senang dan ada yang malas malasan. Banyak hikayat, legenda, cerita yang menggunakan kelompok Primata ini yang diumpakan pangeran yang menjalani kutukan. Salam sehat dan selamat beraktifitas Bu.

      Delete
  2. Ya ampuuuuun banyaak banget jenis2 primata ini ya mas. Aku paliiiing pengen ketemu Ama simpai putih dan bekantan dari Deket. Pernah lihat bekantan, tapi dari jauh, dia sednag di atas pohon sembunyi , pas di Brunei. Secara Deket begini ga pernah. Gemas liat hidungnya mancung bangettt 😁

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan teman teman, semoga artikel bermanfaat dan silahkan tinggalkan pesan, kesan ataupun komentar.

Popular Posts