Hipotan, Feromon Trap Pengendali Hama Penggerek Buah Kopi

Seri Perkebunan
Hipotan
Feromon Trap untuk Pengendalian Bubuk Buah Kopi
Hypothenemus hampei 

Pengendalian hama dan penyakit dalam kegiatan budidaya tanaman kopi menjadi salah satu hal penting karena dapat mempengaruhi produktivitas dan mutu hasil dari tanaman yang kita budidayakan. 

Hama Hypothenemus hampei Ferr. merupakan hama penggerek buah kopi (PBko) dan salah satu hama penting. Penyebaran hama PBKo telah merata hampir di seluruh wilayah perkebunan kopi di Indonesia

Baca juga :
 
Penggerek Buah Kopi, Coffee Berry Borer, Bioekologi Hama
Hama penggerek buah kopi memiliki nama ilmiah Hypothenemus hampei (Ferr.), termasuk
Famili : Scolitydae
Ordo : Coleoptera
Serangga dewasa (kumbang) berwarna hitam kecoklatan, berukuran kecil, panjang untuk jenis betina 2 mm dan jenis jantan 1,3 mm. 
Serangga hama telah tersebar di seluruh Indonesia. Telur diletakkan oleh serangga dewasa dalam buah kopi yang bijinya telah mengeras, umur stadium telur adalah 5-9 hari. 
Larva yang baru menetas berwarna putih jernih, selanjutnya berubah menjadi putih kotor. Larva tidak memiliki kaki, dan stadium larva diselesaikan selama 10-26 hari. 
Masa prapupa 2 hari dan stadium pupa berumur 4-9 hari. 

Penggerek buah kopi (H. hampei) adalah kumbang berbadan bulat dengan kepala berbentuk segitiga yang ditutupi oleh rambut-rambut halus. Kumbang H. hampei mengalami 4 tahap perkembangan, yaitu telur, larva, pupa dan imago yang memerlukan waktu selama 25-35 hari. 

Seekor betina dewasa dapat menghasilkan telur sebanyak 37 butir. Stadia telur selama 5-9 hari. Telur diletakkan di dalam biji kopi, menetas dan berkembang di dalamnya sampai buah kopi matang, baik yang masih di pohon maupun yang gugur di tanah. Serangga betina dewasa yang siap bertelur, aktif pada sore hari antara pukul 16.00-18.00 dan dapat terbang sejauh 350 m. Serangga jantan tinggal dalam biji kopi karena tidak dapat terbang.

Kumbang ini termasuk kategori hama langsung karena merusak bagian tanaman yang dipanen, yaitu buah dengan cara membuat lubang di sekitar buah kopi dan masuk ke dalam buah kopi. Ada dua tipe kerusakan yang disebabkan oleh hama ini, yaitu gugur buah muda dan kehilangan hasil secara kuantitas maupun kualitas. Buah kopi yang bijinya masih lunak umumnya hanya digerek untuk mendapatkan makanan dan selanjutnya ditinggalkan. Buah demikian tidak berkembang, warnanya berubah menjadi kuning kemerahan dan akhirnya gugur. Serangan pada buah yang bijinya telah mengeras akan berakibat penurunan mutu kopi karena biji berlubang. Biji kopi yang cacat sangat berpengaruh negatif terhadap susunan senyawa kimianya, terutama pada kafein dan gula pereduksi.

Pengendalian hama PBKo cukup sulit dilakukan karena kumbang terdapat dan berkembangbiak di dalam buah kopi. Pengendalian hama PBKo yang efektif dapat dilakukan dengan menerapkan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT) memadukan berbagai cara pengendalian seperti:

Sanitasi kebun dengan memangkas semua cabang dan ranting yang tua/kering atau yang tidak produktif serta melakukan penyiangan gulma.

Memupuk tanaman dengan pupuk yang seimbang menggunakan jenis dan dosis sesuai anjuran.

Memangkas pohon pelindung yang terlalu rimbun untuk memperbaiki temperatur dan kelembaban atau kondisi agroklimat.

Biologis (Agen Pengendali Hayati) dengan aplikasi jamur Beauveria bassiana dilakukan pada saat buah masih muda. Kebutuhan untuk 1 Ha kebun kopi yaitu 2,5 kg media biakan jamur B. bassiana selama 3x aplikasi per musim panen. Penyemprotan dilakukan pada sore hari dengan arah semprotan dari bawah daun.

Menggunakan perangkap serangga (hama penggerek buah kopi) yang lebih dikenal dengan nama Brocap Trap. Alat ini dilengkapi dengan senyawa Hypotan. Hasil aplikasi di lapangan menunjukkan hasil yang efektif, efisien dan ramah lingkungan.


Brosur Hipotan


Penggunaan Hipotan sangat efektif untuk mengendalikan Hama penggerek buah Kopi ini.

Hipotan dapat dibeli di Pusat Penelitian Kopi dan kakao Indonesia di Jember, Jawa Timur.


Brosur Hipotan





Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Hipotan, Feromon Trap Pengendali Hama Penggerek Buah Kopi"

  1. Ternyata tanaman kopi juga ada hamanya yaitu kumbang.

    Kalo pohon mangga daunnya ada warna putih itu hama bukan ya kang? Ada kayak kupu kupu tapi kecil di pohonnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau sesuai yang disampaikan, itu Kutu putih Pak. Kutu Putih biasanya bersimbiosis dengan semut. Disemprot dengan air sabun atau dengan insektisida seperti Curacron dengan dosis 2 cc per liter atau 5 cc per liter sepertinya bisa mengurangi serangan kutu.

      Delete
  2. Wah, hebat ...., tapi tentu tak sedikit perangkap harus dipasang kalau kebun kopi sekian hektar. (Nenek-nenek kampung).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk pemasangan Hipotan 5 - 10 kantong saja per ha. Dipasang saat berbuah awal dan menjelang panen.

      Delete

Popular Posts