REST AREA HERITAGE, KM 260B BANJARATNA

 Seri Traveling

REST AREA HERITAGE, KM 260B BANJARATNA

Sejarah pabrik Gula yang Terbengkalai

Tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau Rest Area yang ini dirancang dengan konsep berbeda dari rest area lain pada umumnya.

Lokasi dan Bangunan

Tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau Rest Area yang ini dirancang dengan konsep berbeda dari rest area lain pada umumnya.

Bangunan ini dulunya merupakan bekas Pabrik Gula Banjaratma yang didirikan oleh perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam, Belanda, NV Cultuurmaatschappij pada 1908.

Pabrik itu berada di Desa Banjaratma atau sekitar 5 kilometer di sebelah barat Kota Brebes dan mulai beroperasi pada 1913. 

Setelah puluhan tahun beroperasi, produksi pabrik mulai menurun dan terpaksa tutup dan sesuai dengan  program dari Kementerian BUMN dalam rangka memberdayakan aset-aset BUMN yang tidak produktif jadilah bangunan dengan kenuikan sisa sisa puing dari  eks Pabrik Gula Banjaratma ini kurang lebih sudah berhenti (beroperasi) selama 20 tahun, artikel ditulis pada tahun 2019.  

Artinya sejak tahun 1980 an, Pabrik Gula ini sudah tidak aktif lagi dan terbengkalai.

Informasi Bangunan

Kompleks seluas 10,6 hektar ini pun dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp 124 miliar. 

Sedangkan bangunan utama memiliki luas 1,4 hektar. Secara keseluruhan, kompleks tempat peristirahatan itu dirancang oleh firma D-Associates dan selesai pada Maret 2019. "Konsepnya berbeda dengan rest area lainnya, tidak hanya menyediakan tempat istirahat atau tempat kuliner dan fasilitas misalnya toilet dan masjid, dan  juga ada tempat untuk bersantai.

Selain mengaktifkan lagi aset-aset BUMN yang tidak produktif, pertimbangan untuk mengubahnya menjadi tempat peristirahatan karena keberadaan bangunan yang berada di Jalur Tol Trans-Jawa.

Fasilitas dan Keberadaan Bangunan di Rest Area 260 B
Perjalanan dimulai
Pembangunan rest area dilakukan dengan mempertahankan bentuk asli fisik pabrik gula. Rachmat menuturkan, beberapa bagian bangunan tidak diubah, seperti dinding yang masih menggunakan bata asli. Meski begitu ada beberapa penambahan yang dilakukan seperti konstruksi baja untuk memperkuat struktur bangunan dan menambal bata yang sudah keropos.


Di dalam bangunan utama pabrik, pengunjung dapat menikmati suasana klasik sekaligus bersantai sembari menunggu perjalanan.

Bahkan pengelola masih mempertahankan dua buah mesin penggilingan tebu serta lokomotif bekas penarik bahan baku untuk membuat tampilan rest area menjadi lebih artistik. 

Unsur-unsur heritage banyak disukai dan selain itu uga ditambahkan lokomotif bekas penarik tebu yang sempat kami mintakan ke PTPN IX, jadi ditaruh di sana dan menjadi salah satu spot tempat orang berfoto. 

Tak hanya itu, pengelola juga menambahkan lain seperti air mancur menari yang beroperasi pada waktu-waktu tertentu.

Adapun fasilitas yang diberikan antara lain masjid dan mushala, toilet berjumlah 67 buah, dan bangunan penunjang di belakang gedung utama. Khusus untuk bangunan masjid dirancang dengan desain yang unik. Dinding masjid disusun dari bata merah dengan lubang untuk sirkulasi sehingga tidak membutuhkan pendingin ruangan tambahan. 

Ada tempat yang cocok untuk para penggemar fotografi di Masjid ini.  Pada saat pagi, salah satu dinding cahaya yang berornamen unik saat ditembus cahaya matahari masuk dari timur, kemudian jatuh ke lantai dan membentuk pola kotak-kotak cahaya atau pattern yang unik.

Kemudian ada pula Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) dengan 10 dispenser untuk berbagai jenis Bahan Bakar Minyak (BBM). Selain itu, kompleks rest area ini dapat menampung kurang lebih 300 kendaraan kecil serta terdapat 30 lot untuk parkir kendaraan besar. 

Sejak arus mudik dan balik Lebaran 2019, tempat peristirahatan ini sudah beroperasi penuh dan dibuka selama 24 jam.

Berikut beberapa fasilitas yang ada di Rest Area Banjaratna
1. Area kuliner dan toko makanan
2. Area wisata Lokomotif
3. Area Masjid
4. Area Stasiun Pengisian Bahan Bakar atau SPBU
5. Toilet yang bersih dan air melimpah
6. Area Parkir

Suasana Perjalanan
Berikut suasana dengan fotografi di spot spot sesuai informasi

1. Area kuliner dan toko makanan
2. Area wisata Lokomotif
3. Area Masjid
4. Area Stasiun Pengisian Bahan Bakar atau SPBU
5. Toilet yang bersih dan air melimpah
6. Area Parkir

1. Area kuliner dan toko makanan
Area kuliner di Rest Area km 206B sangat luas.

Ada swalayan yang terkenal serta berbagai macam kuliner ada tersedia di sini.

Tersedia juga toko toko yang menjual souvenir dan oleh oleh khas Jawa Tengah.





1b. Area Pintu Gerbang

Di area pintu Gerbang terdapat pohon beringi raksasa yang akarnya memanjat dinding pabrik hingga ke bagian atap.

Pohon yang terlihat sangat tua, mungkin seumuran dengan Pabrik Gula Banjaratna.

Usianya mungkin sudah diatas 50 tahun,





Tampak batang dan akar pohon beringin yang melilit dan memanjat dinding bangunan pabrik.

1c. Area Kuliner
Kalau anda ingin melepas kantuk dengan meminum kopi. tersedia Banaran Coffe and Tea Resto.

Tersedia kopi robusta dan kopi arabica.
Terpampang foto foto pada saat pabrik tebu masih beroperasi.  Tampak mesin mesin besar yang dulunya menjadi pengolah dan penggerak Pabrik Tebu. 



Banaran Resto menempati salah satu ruangan di Area Pabrik.


2. Area Wisata Peninggalan Pabrik
Sisa sisa bangunan pabrik yang dijadikan situs dan membelah rest area.
bekas lobang lobang pembakaran untuk api sebagai perebus tebu tampak masih kuat.



Dibatasi dengan besi pembatas supaya tidak ada tangan tangan jahil yang merusak peninggalan sejarah ini.



2. Area wisata Lokomotif


lokomotif yang dulunya dipakai untuk mengangkut tebu dari area perkebunan tebu yang berada di sekitar Pabrik.

Dengan menggunakan lori lori tebu, pada saat panen raya tebu dan musim giling lori lori ini dengan ditarik dengan lokomotif hilir mudik melintas lahan petani ke Pabrik Gula.

Lokomotif tua terlihat masih gagah.  Berbahan bakar kayu dengan cerobong bernomor 10.


Berwarna hijau muda dan di beberapa bagian sudah terlihat keropos.

Tampak tungku bahan bakar sebagai penggerak lokomotif.


3. Area Masjid
Masjid dengan arsitektur modern da tampak asri dan megah.

Berbeda dengan umumnya arsitektur masjid dihiasi dengan kubah tetapi untuk arsitektur di Masjid di Rest Area KM 206B Banjaratna ini berbentuk persegi dan dinding dengan ornamen batu bata yang ditata unik. 



4. Area Stasiun Pengisian Bahan Bakar atau SPBU


6. Area Parkir
Area Parkir sangat luas dan mampu menampung ribuan mobil.
Area parkir langsung berdekatan dengan pintu pintu masuk ke area pabrim gula yang heritage.





Penilaian dan Rekomendasi
Rest area yang sangat cocok untuk intirahat sekaligus berwisata sejarah.

Saya pun menikmati kuliner Mbok Berek di Rest Area ini dan sebelumnya menikmati kopi Banaran.
















Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "REST AREA HERITAGE, KM 260B BANJARATNA"

Post a comment

Popular Posts