Mohon Tuhan, Untuk Kali Ini Saja Lancarkanlah Hariku : Hariku Bersamanya

 Hai Hai Hai !! Masih tentang kami, RoBek, tapi dengan cerita dan setting yang berbeda. 

Kami berteman dan akhirnya menamakan diri kami dengan RoBek, karena memang punya kesamaan. Yaaa kesamaan tempat kerja, kesamaan arah pulang dan kesamaan hobi. Nah hobi inilah yang selalu membuat pengalaman berkawan kami selalu seru. Ada kuliner, traveling, sowan ke rumah masing-masing, tukar-menukar kado, karaoke-an, bagi-bagi cinderamata, bahkan joget-joget tak karuan di depan rekan kantor di company event. Malu? Gak tuh!! Malah seru!! Eh ada satu lagi, kita pernah nyanyi bersama-sama (bukan : nyanyi bersama, loh ya) lewat video group chat. Jangan tanya tentang harmonisasi suara karena kami jaoooh dari harmonis itu. Haha. Tapi gak masalah, semua itu membuat pengalaman berkawan kami lebih berwarna. Ya gak sih? Kalo dihitung-hitung, serasa kembali ke masa remaja laksana Galih dan Ratna. Hehe

Pengalaman kumpul keluarga RoBek pertama terjadi di rumah saya. Mengundang pak Eko yang datang bersama keluarga; serta Yossy yang datang seorang diri naik motor. Yossy bawa buah tangan getuk aneka rasa buatan ibunda terhebatnya. Enak & menggoda. Di moment menyenangan itu kami jadi kenal satu sama lain, lebih akrab dan berusaha untuk nyaman.

Selalu ada kali pertama untuk segala hal, termasuk kumpul keluarga RoBek kami. 

Lebih mengenal, sudah. Lebih akrab, sampun. Menjadi nyaman, sudah juga. Dan rupanya moment nyaman-nya berlanjut.terus Kumpul keluarga RoBek lagi di rumah saya. Bukber. Tidak hanya mengundang pak Eko dan Yossy, tapi juga mengajak-serta pasangan masing-masing lagi. Yossy membawa pacarnya. Sementara pak Eko memborong keluarganya. Hellen tidak mau kalah, membawa adiknya yang ramah. Kali ini acaranya lebih banyak. Ya iya lah makin akrab!! Hehe. Kami bercakap-cakap, lihat album keluarga, becanda, santap jajanan sore hingga mengisi perut dengan menu makan malam. Yossy tampak mesra dengan pasangannya, dan akhirnya digoda oleh saya dan pak Eko, "Yoss, kamu nunggu apa lagi?", dan dibalas oleh Yossy dengan sigap, "iya Pak, tunggu aja deh". Dan kami semua tertawa geli. Suasana jadi cair. 

Benar kata pepatah : "pertemuan pertama menumbuhkan rasa penasaran, pertemuan kedua menumbuhkan rasa rindu; dan pertemuan selanjutnya hanya meninggalkan rasa candu" Kecanduan kami untuk kumpul keluarga RoBek tidak berhenti disini saja. Pengalaman kami jauh terbentang panjang ke masa-masa berikutnya. 

Makin lama semakin karib. Tidak hanya bersama-sama dalam perjalanan pulang saja, kami malah pergi ke kantor pun sudah bersama-sama. Kami (Lukman, Yossy & Hellen) ikut mobil pak Eko, pergi sekaligus pulang.  Banyak kenangan bersama : tidur disupirin pak Eko, nonton film terbaru di mobil, dengar radio bersama, nyanyi beramai-ramaipun sdh kami lakoni. Main kuis dan tebak-tebakan pun sampun. Apalagi coba? Merencanakan liburan, jalan-jalan plus kulineran pun dilakukan selama perjalanan itu. Kebayang 'kan bagaimana karibnya kami? Liburan ke Rusia & pulau Sepa lahir dari perjalanan bersama kami ini. Saking guyub-nya, kami sampai diganggu oleh rekan kantor lainnya dengan lirik sebuah lagu "... ku rela pergi pagi pulang pagi, hanya untuk mengais rejeki ...", hahaha, kocak!!! 
Kamipun tidak segan-segan mengekplor menu-menu kuliner unik di belahan kota tertentu, seperti moment bukber RoBek di Tarwud Bekasi Timur dengan menu andalan bebek goreng madu. 

Kata Yossy, "ini apaan sih Pak? bebek atau ayam goreng? kok hitam? mengkhawatirkan deh". Dijawab pak Eko, "untuk Yossy, ayam bakar madu, enak kok". Setengah jam kemudian, piring Yossy yang pertama kali bersih. Lucu. 

Menjadi karib dan guyub, tidak lantas membuat kami menjadi exclusive. That makes humans human.  Kami sering mengajak teman kantor lainnya untuk merasakan senang bersama. Sekedar makan siang rame-rame, jajan sore sama-sama, hingga bukber di tempat yang cozy. Salah satu pengalaman bukber RoBek yang memorable & the most anticipating adalah di Zhuma Japanese Steak & Grill di Senayan City, bersama pak Yusti. Kata pak Yusti, "Jadi, resmi nih saya jadi anggota baru RoBek?", dan disanggah oleh Hellen dan Yossy, "boleh saja, pindah rumah dulu ya pak". "... wah berat itu ...", kata pak Yusti dengan nada kecewa. 

Sekali lagi, benar ungkapan bijak seorang penulis asing, "Food is our common ground, a universal experience". Merayakan hobi dengan pengalaman makan yang menyatukan kami semua. 

Mengenal satu sama lain? Sudah dong. Pergi & pulang kantor bersama? Juga sudah. Traveling bersama? Oh sudah pasti "iya". Kuliner bersama rekan kantor lainnya? hmm jangan diragukan. Keunikan baru apa lagi dong yang pernah kami alami? Ini dia!! Kami pernah loh ikut mobil teman kantor. Mulai pergi pagi hingga pulang di sore hari dengan sistem sewa. Jangan salah, ada tarifnya. Ada tarif yang sekali ikut, tapi ada juga untuk yang pergi-pulang (pp). Kebetulan teman kantor kami domisili di Bekasi Timur. Amazing 'kan? Yah sudah bisa ditebak lah, kami ngobrol dan akhirnya makin akrab dengan pak Herry. Tapi sayangnya, pak Herry belum sempat hang-out bareng kami. Setiap kali RoBek ada rencana-rencana, pak Herry memilih untuk langsung pulang ke rumahnya, termasuk moment bukber RoBek yang satu ini. 
Setelah diturunkan pak Herry di depan restoran Hema, Nederlandse keuken, kami langsung masuk dan pesan makanan. Pak Eko hadir lengkap sekeluarga, sementara saya & Yossy hadir ber-solo-karir saja. Kali ini kami kembali ke tradisi awal : santap bersama keluarga RoBek. "Kakak Nabila yakin kuliah di luar negeri? Rusia jauh loh", gangguku ke anak sulung pak Eko. Nabila mengangguk kecil malu-malu. Ayah Eko-pun menimpali, "... dia sejak kecil sudah terbiasa mandiri, om". Keren. 

Gezelligheid, Lekker, Borrel en Uitbuiken

"Matahari mengajarkan kita bahwa pada setiap pertemuan yang hangat terdapat sebuah perpisahan yang indah", begitulah ungkapan seorang penyair tanah air. RoBek tidak selamanya berempat : Eko, Lukman, Hellen dan Yossy. Tiba saatnya Hellen berumah tangga dan pindah ke Amerika. RoBek kembali ke formasi awal, formasi saat kami masih berusaha mengenal satu sama lain. Bertiga, kami tetap melanjutkan hobi, nonton pertandingan-pertandingan Asian Games XVIII Jakarta-Palembang,  jogging sore di GBK, dll. Hingga bukber pun bertiga kembali. Kali ini moment-nya di Steak House 818, Galaxy City. Ada cerita lucu nan menggelitik akibat ulah kami disana. Nyanyi bersama dengan volume maksimal, mengikuti alunan lagu cafe tersebut. Malu sih gak, percaya diri sudah jelas. "... mungkin salahku melewatkanmu tak mencarimu sepenuh hati, maafkan akuuuuu ..." Para pramusaji tampak tersenyum geli melihat kami. 

Bertiga lagi ... 
sesal takkan ada arti, karena semua telah terjadi, kini kau telah menjalani, du-du-du-du-du, sisa hidup dengannya .. mungkin salahku melewatkanmu, 'tak mencarimu sepenuh hati, maafkan akuuuuu...”.  Dua orang bapak & seorang gadis menyanyikan lagu ini dengan sepenuh hati, pakai urat, nge-gas dan percaya diri. Hahaha

Tak lama berselang, hadir seorang pemuda di lingkungan kantor yang kebetulan domisi di Bekasi juga. Jadilah kami berempat lagi. Bryan juga punya hobi dan kesenangan yang sama : traveling dan kuliner. Klop. Banyak lokasi nongkrong dan tempat jajanan kuliner kami hasil rekomendasi dari dia. Makan di warung sate samping rumahnya; hingga melanjutkan tradisi RoBek bukber bersama keluarga ikut dinikmatinya. Saat itu lokasinya di Kemang Pratama, resto Kemang Bistro. Kami berkumpul setelah bedug Maghrib berkumandang, Batalkan puasa di rumah masing-masing. Tapi makan besarnya di sana. Restonya selalu ramai dan harus booking sejak pagi. Menunya indonesian food, rasanya nikmat dengan harga bersahabat. Komplit 'kan? Saya datang lengkap berempat. Pak Eko juga lengkap bertiga. Sementara Bryan datang bersama kekasih hati. Sementara Yossy? Sendiri aja. Ramai 'kan? 


Berempat lagi : Eko, Lukman, Yossy dan Bryan. Bukber bersama keluarga. 

Lukman, Indri, Gadiza, Namira, Bryan, Mesra, Azza, Novi, Yossy, Eko. Itulah kami. 

Itulah kisah kami. 
Ramadhan 2021 datang lagi menyapa. Apakah kami akan melanjutkan tradisi bukber RoBek dengan keluarga lagi? Diskusi dan rencana-rencana sudah disusun. Belum matang. 
Satu doaku :  "Mohon Tuhan, untuk kali ini saja, lancarkanlah hariku : hariku bersamanya ....".

Hariku Bersamanya - Sheila on 7

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Mohon Tuhan, Untuk Kali Ini Saja Lancarkanlah Hariku : Hariku Bersamanya"

  1. Replies
    1. "... doakan saja robek pergi, smoga pulang dompetku terisi".
      Cerita kita masih akan panjang terbentang di depan.

      Delete

Popular Posts