Nikmatnya Sate Sumsum dan Sate Ginjal Pak OO Bogor

 Nikmatnya Sate Ginjal dan Sate Sum Sum Pak OO Bogor

Seporsi Sate Sum dan Sate Ginjal Pak OO


Kota Bogor, tempat saya menimba Ilmu dan bersyukur bisa sempat tinggal di Kota Hujan ini.

Beberapa keunggulan Kota Bogor antara lain adalah Kota Hujan, Kota Angkot, Keindahan paru paru Kota Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, Museum Zoologi dan lainlain serta berbagai macam kulinernya yang sanat beraneka ragam.

Pengalaman saya menikmati kuliner adalah menikmati Sate Ginjal dan Sate Sum Sum Pak Oo.

Dengan mengendarai sepeda, saya menyusuri Kebun Raya Bogor melintas Tugu Kujang, dan menyusuri Kebun Raya hingga Pasar Bogor.  Selanjutnya dari Pasar Bogor saya memasuki Gerbang Surya Kencana.

Dari Gerbang Pintu Masuk Surya Kencana yang berornamen seperti China Town ini, masih berlanjut hingga sekitar 180 meter. Posisi Kedai Pak OO ada di sebelqh kiri jalan.

Terpampang nama Kedai Pak OO di gerobak sate yang posisinya agak menjorok ke dalam.

Berpose di Sate Pak OO Bogor


Sebenarnya setelah 3 kali berusaha mencari lokasi Kedai Sate Sapi Pak OO, baru lah tempatnya ketemu. 

jadi alamat tepatnya adalah  Kedai Sate Sapi Pak Oo, berlokasi di Jalan Surya Kencana Nomor 193, yang terkenal dengan kawasan Pecinan Bogor.

Terpampang di spanduknya adalah Sate Sapi "Pak OO" dengan tulisan menu  Sedia Sate Daging, Sate Sumsum, Sate Ati (hati) dan Sate Ginjal.

jadi selain menggunakan Google Maps, anda juga tetap harus jeli karena posisinya yang agak menyempil diantara jajaran Ruko di Jalan Surya Kencana.

Menu di Sate Pak OO Bogor


Kedai Sate Pak OO tidak berdiri sendiri, karena didalamnya juga ada rumah makan yang menyediakan menu lainnya.

Satu lagi yang harus diperhatikan, Kedai Sate pak Oo hanya buka di sore hari sekitar jam 16.00 hingga jam 20.00 atau saat Sate habis.

Sebelumnya saya pernah datang di pagi hari, bermaksud ingin segera menikmati kuliner Sate Ginjal dan Sate Sumsum Pak OO, ya akhirnya kecele alias kecewa karena memang jam bukanya hanya sore hari hingga menjelang malam.

Kali ini saya sengaja datang pukul 15.30 dan sudah buka, saya pun menjadi pelanggan pertama.  Senang sekali rasanya menjadi pelanggan pertama dan menjadi kesan pertama menikmati Sate Mainstream, Sate Ginjal dan Saate Sumsum.

Setelah memarkir sepeda di tepi jalan, dekat gerobak dan tempat parkir sepeda terlihat dari tempat saya duduk supaya tetap bisa mengawasi sepeda kesayangan tersebut.

Selanjutnya saya memesan Sate Ginjal dan Sate Sumsum 2 porsi, yang setiap porsi dicampur 5 sate sumsum dan 5 sate ginjal.

Ternyata arang bakaran sate pun baru dinyalakan karena memang masih awal sekali. Sate pun baru dipersiapkan di gerobak dan disusun sesuai jenis satenya. 

Sambil menemani Abangnya mempersiapkan bakaran dan membuat arang menjadi bara api, beberapa informasi dapat saya peroleh.

Kedai Sate Sapi Pak Oo, namanya berasal bapak penjual Sate yang mendirikan usaha sate tersebut sejak 1965 di Bogor. Hingga sekarang, saat saya beli ini kini resep racikannya dipegang teguh oleh cucunya yang merupakan generasi ketiga, namanya Pak Saparudin.

Sambil membakar sate, dengan mengibas ngibaskan Kipas Satenya, aroma satenya mulai tercium.

Sate Sumsum dan Sate Ginjal Pak OO

Awalnya sesuai pesanan saya yang pertama 1 porsi campur 5 Sate SumSum dan 5 sate Ginjal.  

Aroma khas bakaran sumsum pun mulai wangi tercium menyebar dari tungku dan tempat bakaran sate. 

Asap bakaran sate dari Sate Sumsum yang berwarna putih terlihat menguap, mengeluarkan busa putih dan aroma khasnya saat dibakar. Sate sumsum menggunakan sumsum tulang belakang Sapi yang akan menggumpal jika kena udara dan berbeda dengan sumsum tulang yang biasa kita makan di warung bakso atau warung sumsum.

Berbeda dengan Sate sumsum yang berwarna putih, sate ginjal terlihat berwarna merah tua  dan diletakkan di samping Sate Sumsum.

Pelanggan mulai berdatangan dan jajaran sate pun ditambah yang akan dibakar.

Proses Membakar Sate Sumsum dan Sate Ginjal

Sambil mengibas ngibaskan kipasnya, Pak Saparudin bercerita bahwa Sejak dahulu kakek mulai jualan memang di sekitaran daerah sini, walaupun sering pindah-pindah karena diusir. Pada saat itu, pedagang kaki lima masih berantakan di sini dan membuat jalanan di Surya Kencana macet. Disamping angkotnya yang banyak dan menunggu penumpang yang akan naik setelah belanja di Pasar Bogor. 

Sate Sumsum dan Sate Ginjal Pak OO

Bakaran sate semakin mengeluarkan aroma khas barbeque dan aroma Sate Sumsum lebih kuat dibandingkan sate daging. Sambil diolesi dengan bumbu campuran kecap dan tambahan lain, warna sate sudah berubah menjado kecoklatan. Sate Ginjal yang tadinya berwarna merah tua pekat, kini berubah menjadi kecoklatan dan bumbu yang dioleskan membuat kepulan asap sate semakin menebar aroma sadis yang menggoda selera.

Sudah tidak sabar untuk menikmati lezatnya Sate Sumsum dan Sate Ginjal. Akhirnya porsi pertama saya datang. 


Setelah menunggu sekitar 15 menit akhirnya tersedia juga di meja porsi  pertama campuran 5 sate sumsum dan 5 sate ginjal.

Sate sumsum yang awalnya berwarna putih dan tetap masih berwarna putih meskipun berlumuran bumbu sate yang kecoklatan dan Sate Ginjal berubah warna menjadi coklat gelap mendekati hitam karena karamelisasi. Bercampur bumbu berbahan dasar kecap yang mengandung gula membuat proses karamelisasi menyumbang bau gurih dan manis seperti gula yang dibakar. 

Satu porsi sate campur, tersaji lima tusuk sate sumsum dan lima sate ginjal membuat selera makan semakin tidak terkendali. Disajikan dengan bumbu kacang dan perasan jeruk nipis dan sambal menambah kesegaran sate ini

Sate Sumsum, ya, setusuk sate sumsum menjadi pembuka hidangan. citarasa yang lembut dan sedikit kenyal menjadi citarasa yang nikmat mengisi rongga mulut dan diterjemahkan oleh indera pengecap dan perasa.  

Memang Sate Sumsum sedikit berasa tawar yang dibungkus citarasa gurih dari proses karamelisasi. Kelembutan pun memenuhi mulut ketika melumatnya, sumsum tesebut sangat lembut tetapi tidak hancur di mulut. Rasanya sedikit berbeda dengan sumsum kaki sapi yang biasa dimakan dengan cara diseruput atau disedot.

Sumsum dari tulang belakang sapi saat terkena udara akan cepat menggumpal  dan teksturnya lebih padat dan sedikit kenyal dan inilah yang dibuat sate seperti yang saya nikmati di Sate Pak OO. 

Sumsum tulang sapi memang memiliki kandungan lemak cukup besar dan bahkan, komponen paling besar adalah lemak sekitar 96 persen kandungan utama sumsum adalah lemak dan selain itu juga mengandung Kalsium.

Dalam satu sendok makan sumsum sapi, komponen lemak yang terkandung di dalamnya sekitar 150-200 kalori. 

Berikutnya, untuk tusuk ke dua, saya mengambil sate Ginjal.  Citarasa Sate Ginjal yang berwarna merah kecoklatan dengan lumuran bumbu dan dibakar hati hati sehingga tidak sampai timbul arang memberikan sensasi citarasa sate ginjal yang sangat unik. 

Memiliki rasa gabungan paru, daging dengan hati sapi, namun teksturnya sangat kenyal dan lebih lembut. Bumbu karamel yang melumuri Sate Ginjal membuat citarasa semakin nikmat dan dipadu dengan bumbu kacang dan sedikit samble membuat sensasi makan Sate Ginjal semakin tidak tertandingi oleh sate manapun.

Saat makan porsi kedua, saya jadi ingat ada yang mengingatkan jangan terlalu banyak makan sate Sumsum dan Sate Ginjal, walaupun sangat nikmat, Anda juga harus memperhatikan kadar kolesterol. Sehingga untuk menyantapnya Anda tidak perlu berlebihan.

Sumsum yang dihasilkan oleh tulang belakang berwarna lebih putih daripada sumsum dari kaki. Sumsum tulang belakang juga merupakan tempat dibentuknya sel darah, maik itu sel darah merah atau sel darh putih yang tentunya banyak mengandung zat besi. Oleh sebab itu seseorang yang yang kekurangan zat besi, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi sumsum, selain makan daging merah dan hati tentunya. Tetapi dengan catatan jangan terlalu banyak karena kandungan kolesterol dari sumsum sangatlah tinggi yang tentunya akan memicu penyakit lainnya

Selama lebih kurang 30 menit, saya menghabiskan waktu menikmati lezatnya sajian Sate Sumsum dan Sate ginjal Sapi Pak OO.

Segelas minuman Jeruk hangat menemani santapan kuliner ini, Saran saya, kalau anda mengkonsumsi Sate Sumsum atau Sate Ginjal sebaiknya minum yang hangat hangat. 

Selain info bahwa kandungan lemak yang tinggi dan menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol, beberapa hal terkait sumsum sapi diantara adalah  kandungan kalsium di dalam sumsum bermanfaat untuk mengontrol fungsi jantung sehingga dengan mengonsumsi sumsum sapi dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan kalsium yang nantinya berperan dalam fungsi jantung tetapi dengan takaran yang terkontrol.

Beberapa hal terkait informasi manfaat sumsum sapi yang tetap harus diklarifikasi adalah sumsum dapat memberikan manfaat yang luar biasa pada kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis.

Sumsum juga menjaga imunitas atau kekebalan tubuh karena kandunagn gizinya serta  bermanfaat dalam memberikan manfaat kecantikan pada kulit sebab terdapat kandungan lemak yang dapat mencegah kulit menjadi bersisik maupun kering.

Hal yang masih saya ragukan adalah informasi bahwa mengkonsumsi sumsum sapi juga sangat bermanfaat dalam memberikan fungsi untuk mengontrol tekanan darah agar tetap stabil dan normal. Hal ini karena terdapat kandungan kalsium di dalam sumsum sapi yang membantu dalam mengontrol tekanan darah karena kandungan Kalsium dalam sumsum sangat kecil.

Selamat mencoba kuliner Sate Sumsum dan Sate Ginjal Pak OO, dan semoga suka.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nikmatnya Sate Sumsum dan Sate Ginjal Pak OO Bogor"

Post a comment

Popular Posts