Perjalanan ke Tawau - SABAH - MALAYSIA : Part 1

Perjalanan ke Tawau - Sabah.

Setelah sekian lama tidak menulis di Blog ini karena keterbatasan waktu alias sedikit repot dan terbatas juga di jaringan internet, baru sekarang bisa menulis lagi.

Tulisan pertama, adalah perjalanan yang paling up date ke Tawau, Negeri bagian Sabah, Malaysia.

Perjalanan ini dalam rangka visit ke salah satu perusahaan forestry di Tawau yang sudah cukup tua dan cukup mempunyai nama.

Berangkat dari Jakarta Selasa, tanggal 7 Februari 2017. Seperti biasa, kalau perjalanan ke International/Luar Negeri meski sudah siap 2 jam sebelum keberangkatan, berbeda dengan dalam negeri yang cuma 1 jam.

Tiba di Terminal 1 D Bandara, jam masih menunjukkan pukul 06.02, karena merasa lapar saya langsung menuju ke Bakmi GM untuk memesan 1/2 mangkok Bakso yang cukup untuk mengganjal perut. Cukup dengan Rp. 39.500,-


Pukul 7.00, bertiga (ya, kami berangkat bertiga) melakukan check in di Counter Malaysia Airlines dengan rute : Jakarta - transit di Kuala Lumpur - Tawau, dengan bagasi hanya sekali check dan langsung Tawau Airport. Kode pernerbangan MH 0712 untuk Jakarta Kuala -  Lumpur dan MH 2664 untuk Kuala Lumpur - Tawau.   Kode penerbangan ini penting pada saat kita transit, khususnya untuk mengecek Gate kedatangan dan keberangkatan.




Setelah Check in, kami melewati Imigrasi untuk pengecekan negara tujuan dan paspor.  Karena Negara Tujuan kami adalah Malaysia yang memang masuk di Asean, maka kami tidak perlu VISA, hanya perlu pengecekan di Keluar - Masuk Negara.

Kami masuk ruang tunggu di D7, dan saat kami datang, penumpang sudah disuruh masuk ke pesawat.
Penerbangan Jakarta - Kuala Lumpur ditempuh dalam waktu  1 jam 45 meni dengan jarak tempuh lebih kurang 1130 km.
Rute perjalanan dapat dilihat di peta perjalanan :


DI pesawat juga disediakan entertainment yang bisa dinikmati selama perjalanan.  Ear Phone dibagikan di setiap kursi / seat dan akan diambil kembali setelah pesawat akan mendarat.

Selama perjalanan, sesuai standar Penerbangan International, disediakan makanan tidak hanya snack.  kali ini ada pilihan olemet atau nasi ikan, dan saya memilih Omelet karena perut masih terasa kenyang diganjal bakso.

Sampai di Kuala Lumpur, kami mendarat di KLIA. Hari masih pagi dan kamipun menuju ruang tunggu saat transit. Karena transit hanya 1 jam, maka kami cukup di ruang tunggu G4,  Cukup menunggu 20 menit saja, kami pun sudah dipanggil untuk masuk ke pesawat.

Sebagai informasi, di Kuala Lumpur, ada 2 bandara yaitu KLIA 1 dan KLIA 2, yang jaraknya berjauhan. Karena saya pernah mengalami salah bandara, dan repotnya itu yang bikin pusing. Apalagi bawa bagasi yang cukup banyak.


Persiapan Pesawat MAS sebelum terbang.


Rute perjalanan dari Kuala Lumpur - Tawau, dengan jarak tempuh lebih kurang 2.000 km atau tepatnya 1919 km dan ini lebih jauh dari Jakarta - Kuala Lumpur.

Kami mendarat di Bandara Tawau sekitar jam 17.30, waktu Tawau atau 1 jam lebih dulu dibandingkan Jakarta yang WIB.

Selama perjalanan, perut saya mulai terasa lapar dan untungnya menu pesawat pas keluar.  Saya pilih Nasi goreng diantara pilihan Nasi Goreng dan Pasta Ikan. Lumayan buat ganjal perut.


Setelah melewati imigrasi untuk pengecekan Paspor, kami melanjutkan ke tempat pengambilan bagasi.  Pengecekan di Imigrasi Tawau berlaku untuk seluruh penumpang, baik eksternal dari luar Malaysia ataupun warga negara Malaysia dari Negara Bagian lain.

Bandara Tawau terbilang kecil, bahkan lebih kecil dari Bandara Balikpapan. Kalau di Indonesia lebih mirip Bandara Adisutjipto, Yogyakarta tapi jauh lebih sepi.  Hal ini identik dengan jumlah penduduk antara Malaysia (+/- 30 jutaan ) dan Indonesia (+/- 300 jutaan) yang sangat signifikan.

Dari Bandara kami menuju Kota Tawau, biasa disebut Bandar Tawau yang jaraknya +/- 38 km dan ditempuh dengan Taksi yang dipesan di Bandara cukup dengan 45 RM.

Taksi yang mengantar kami ke Bandar adalah mobil Kijang Super yang kondisinya sudah butut dan tidak bisa ngebut lagi.  Sambil menikmati perjalanan, saya ngobrol dengan driver yang ternyata keturunan Bugis, Makassar tepatnya di Pinrang.  Driver bilang memang cukup banyak orang Indon (sebutan untuk orang Indonesia) di Tawau dan dulunya memang berasal dari Indonesia. Bahkan dia masih sering berkunjung ke sanak saudara di Indonesia.


Hari Pertama kami menginap di King Park Hotel, yang lokasinya ada di TB 30, Jalan Haji Karim, 91000 Tawau, Sabah.  Harga kamar per malam cuma 150 RM kalau dikurs Rp. 3.200 per RM, jadinya sekitar : Rp. 480.000,-.
Bangunan Hotel sudah kuno tetapi cukup bersih.  Cuma WIFI yang sepertinya tidak mendukung dan sangat jelek.  Infonya ada gangguan teknis untuk seluruh area di Tawau karena peningkatan Bandwith.


Suasana kota Tawau di malam hari, jam 20.00 waktu Tawau sudah sangat sepi.

Malam pertama menginap, kita makan di salah satu Kedai makan di Tawau, namanya Soto kalau nggak salah.  Penampilan sih ok, tapi dari segi rasa masih enak Soto ala Indonesia yang tastenya lebih mantap dan berasa. harga Soto ini berkisar 8 RM atau sekitar Rp. 25.000 an.

Berikutnya coba makan lagi di salah satu kedai namanya Kedai Abang. Saya pesan Bihun daging, Nah kalau ini masih mendingan rasanya.


Habis makan lanjut jalan jalan berkeliling kota Tawau, kotanya memang bersih tapi sepi sekali.
Setelah berkeliling sekitar 30 menit, mampirlah kita ke Kedai tawau yang dikenal dengan kopi TIAM.
Kebetulan saya punya lisensi sebagai Cup Tester, jadi tertaril pengin mencoba kopinya.  Dan ternyata....jreng... jreng....Kopinya adalah kopi Robusta dan secara cup test :
Aroma : 4
Acidity : 0
Bitter  : 6
Flavor : 6
Body : 6
After taste : 5
Cupper's point : 1

Ok, demikian dulu nanti disambung lagi. next story....





Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Perjalanan ke Tawau - SABAH - MALAYSIA : Part 1"

  1. mantap pak eko... semakin jaya selalu pak dir...

    ReplyDelete
  2. Mantap pak Eko kapan kapan kalo mau ketawau kasih tau ya biar bareng kita...
    Hehehehe

    ReplyDelete

Popular Posts