Bagaimana Cara Membuat Rokok Linting Tangan, Museum Kretek Kudus

Diorama Proses pembuatan Rokok di Museum Kretek Kudus



Informasi 

Informasi Umum tentang Museum Kretek Kudus yang berada di Kota Kudus. Museum Kretek Kudus adalah sebuah museum yang terletak di Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini didedikasikan untuk merayakan dan mempertahankan warisan budaya kretek, yang merupakan jenis rokok tradisional Indonesia yang terkenal. Kretek adalah rokok yang terbuat dari campuran tembakau, cengkeh, dan bahan-bahan lain yang memberikan rasa dan aroma khas.
Proses melinting rokok dalam pembuatan Rokok Linting Tangan atau Sigaret Kretek Tangan

Museum Kretek Kudus memiliki berbagai koleksi yang terkait dengan sejarah kretek, proses pembuatan kretek, dan perkembangan industri rokok di Indonesia. Pengunjung dapat melihat pameran tentang alat-alat tradisional yang digunakan dalam pembuatan kretek, seperti alat-alat pemotong tembakau dan alat pencampur bahan kretek. Selain itu, museum ini juga memiliki koleksi berbagai jenis kretek yang pernah diproduksi di Indonesia.

Patung Museum Kretek Kudus
Museum Kretek Kudus juga berfungsi sebagai pusat edukasi tentang kretek dan sejarahnya. Pengunjung dapat mempelajari lebih lanjut tentang budaya kretek, proses pembuatannya, serta dampaknya terhadap masyarakat Indonesia. 

Gambaran mengenai patung yang ada di depan Museum Kretek, Kudus. Tampak depan bangunan utama Museum Kretek Kudus yang nyaris berbentuk limasan tumpang namun lebih tepat disebut trapesium tumpang. Pada halamannya yang luas terdapat tengara nama dan patung yang menggambarkan suasana saat seorang ibu mengangsurkan segelas minuman pada seorang pria disaksikan anak laki-lakinya. Mungkin keluarga petani tembakau. Di sebelah kanan halaman rumput luas ini terdapat area bermain anak-anak. Ada rumah panggung, ayunan, prosotan, kereta, dan sejumlah permainan lainnya. Suasana cukup ramai. Ada pula kios minuman dan jajanan.


Museum ini merupakan tempat yang menarik bagi para penggemar kretek, sejarah, dan budaya Indonesia.

Patung pelinting Rokok di halaman Museum Kretek Kudus

Salah satu koleksi di Museum Kretek Kudus adalah diorama proses pembuatan rokok yang digambarkan dengan detail.

Lokasi   

Lokasi Museum Kretek ada di Kota Kudus yang memang terkenal dengan beberapa perusahaan yang membuat rokok, baik rokok dengan filter yang dibuat dengan mesin maupun dengan tangan.
Lokasi diorama pembuatan rokok berada di Museum Kretek Kudus berlokasi di  Jl. Getas Pejaten No.155, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59343

Sejarah  

Terletak di Kudus-Jawa Tengah, Museum Kretek didirikan bertujuan untuk menunjukan bahwa kretek berkembang sangat pesat di Tanah Jawa khususnya di kota Kudus. Museum ini memperkenalkan sejarah kretek hingga proses produksi rokok kretek, mulai dari pembuatan secara manual sampai menggunakan teknologi modern. Museum Kretek merupakan satu-satunya museum rokok di Indonesia.

Tersimpan di dalamnya 1.195 koleksi mengenai sejarah kretek di wilayah ini, antara lain dokumentasi kiprah Nitisemito yang mendirikan Pabrik Rokok Bal Tiga, terdapat pula bahan dan peralatan tradisional rokok kretek, foto-foto para pendiri pabrik kretek dan hasil produksinya, benda-benda promosi rokok di masa lalu hingga sekarang, termasuk diorama proses pembuatan rokok kretek. Selain menyimpan aneka koleksi tersebut, Museum ini juga memiliki aneka gerai rekreasi bagi berbagai kalangan. Museum ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Kotak pamer berisi bungkus semua merk rokok klobot yang pernah dibuat di Kudus dan kota lainnya. Klobot adalah kulit jagung yang sudah dikeringkan dan digunakan untuk melinting atau membungkus rokok. Di antaranya ada rokok Diponegoro dan Tjap Kaki Tiga buatan NV Moeria dan rokok klobot Tjap Bulatan Tiga (Bal Tiga) buatan M. Nitisemito. Di dekatnya dipajang bungkusbungkus rokok sigaret kretek mesin, mungkin termasuk isi rokoknya, di antaranya buatan Djarum, Sukun, Jambu Bol, HM Ali Asikin, Minak Djinggo, dan Delima.

Museum ini didirikan atas prakarsa dan diresmikan oleh Soepardjo Roestam, Gubernur Jawa Tengah, pada 3 Oktober 1986. Gagasan ini bermula sewaktu Beliau berkunjung ke Kudus dan menyaksikan potensi kontribusi usaha rokok kretek dalam menggerakkan perekonomian daerah. Museum Kretek didirikan di atas lahan seluas 2,5 ha, dengan pembiayaan dari Persatuan Pengusaha Rokok Kudus (PPRK).

Riwayat tumbuh kembangnya industri keretek di Kudus bemula ketika industri batik jenis industri modern pertama di Kudus yang berkembang dari kerajinan rumah tangga tradisional sejak abad-17 mulai merosot. Industri batik Kudus tertinggal jauh oleh pusat-pusat produksi batik lainnya yang terbukti kemudian memang lebih terkenal di Pulau Jawa seperti Pekalongan, Tegal, Solo, dan Yogyakarta (Oemar et.al,1994:59). Selain itu, persaingan lokal yang sangat ketat antara pengusaha batik pribumi dengan pengusaha batik keturunan Tionghoa juga berperan mematikan industri batik di Kudus (Korver,1986:70). 

Beberapa dari pengusaha pribumi tersebut akhirnya beralih ke berbagai jenis usaha lain, termasuk industri kretek. Ini terjadi antara tahun 1870-1880 (Onghokham,1987:85). Sejak saat itu Kudus mengukuhkan dari bukan hanya sebagai tempat asal penemuan pertama kretek, tetapi sekaligus sebagai salah satu pusat industri kretek terbesar di Indonesia, bahkan dunia.

Pada tahun 1990, pemerintah Hindia Belanda meresmikan izin kepada perusahaan milik Roesdi dengan cap dagang “Bal Tiga” tetapi setelah perusahaanya cukup laris, dia menempeli merek “Soempil”, lalu diganti dengan merek “Djeruk” sampai akhirnya diganti dengan merek “M.Niti Soemito”. 

Pada tahun 1912, Haji Ashdi mendirikan pabrik kretek cap “Delima” kemudian diikuti keluarga Atmo mendirikan pabrik kretek cap “Mrico”, dan Haji Ali Asikin
mendirikan pabrik kretek cap “Jangkar Duren”. Tahun 1930, muncul “Menak Djinggo” di kota Pati, milik Kho Djie Siong. Tahun 1935, pabrik ini pindah ke kota Kudus. Pabrik inilah yang memulai memproduksi kretek baru cap “Nojorono” pada tahun 1953.

Penyumbang terbesar PDRB muncul pabrik kretek cap “Gentong Gotri” oleh Kho Djie Hay. Lalu, 1937, lahir cap “djambu bol” oleh Haji Ma‟roef. Tahun 1949, berdiri pabrik kretek cap “Sukun”. Pada tahun 1950, muncul nama baru, Oei Wie Gwan, yang membangun perusahaan atau pabrik kretek terbesar di Kudus yang bahkan menjadi salah satu terbesar di Indonesia sampai saat ini yaitu “Djarum”.

Berbagai jenis rokok di atas berada di Kabupaten Kudus. Perusahaanya ada yang masih jaya hingga sekarang, namun ada perusahaan yang sudah tidak aktif
lagi. Supaya merek-merek rokok dari jaman dahulu tetap diingat oleh masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kudus membangun Museum untuk menyimpan koleksi-koleksi rokok supaya masyarakat jaman sekarang dapat mengetahui berbagai macam koleksi rokok yang pernah ada di Kabupaten Kudus. Museum tersebut dinamakan Museum Kretek. 

Museum Kretek didirikan pada 3 Oktober 1986 atas prakarsa Soepardjo Roestam, gubernur Jawa Tengah saat itu. Gagasan ini bermula sewaktu beliau berkunjung ke Kudus menyaksikan potensi kontribusi usaha kretek dalam menggerakkan perekonomian daerah. Museum yang terletak di kota Kudus ini didirikan untuk menyimpan dokumentasi perkembangan kretek di Kudus dan tanah air.

Sejarah kretek di Kudus bermula dari kisah sosok H. Jamhari yang memiliki penyakit asma. Berbagai metode pengobatan sudah ia jalani, namun asma yang
dideritanya tak kunjung sembuh. Hingga akhirnya H. Jamhari mencoba metode
lain, yaitu dengan cara meracik campuran tembakau dengan cengkeh, lalu dibungkus dengan daun jagung kering sebagai pembungkusnya. Hasilnya ia bakar
dan ia hisap. Proses pembakaran yang berbunyi „kretek-kretek‟ menjadi awal produk ini disebut kretek. Metode pengobatan ini dilakukan H. Jamhari secara
berulang-ulang, dampaknya mulai ia rasakan. Asma yang dideritanya mulai reda.

Berita mengenai racikan obat H. Jamhari mulai tersebar luas di masyarakat. Setelah tersebarnya berita tersebut, permintaan akan racikan H. Jamhari meningkat. Sejak saat itu, H. Jamhari mulai memasarkan hasil racikannya secara luas dan besar-besaran. Itu merupakan tonggak sejarah kretek di tanah air.

Museum Kretek telah memiliki 1.195 koleksi mengenai sejarah kretek. Di antaranya adalah dokumentasi kiprah para tokoh pendiri pabrik kretek. Selain itu, terdapat pula bahan dan peralatan tradisional pembuatan kretek, hasil produksi, benda-benda promosi, dan diorama proses pembuatan kretek. Museum yang
dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Pemerintah Kabupaten Kudus sudah menyimpan koleksi sejarah dari masa lalu hingga masa kini

Suasana

Berikut diorama tentang proses dan tata cara pembuatan rokok yag digambarkan secara detail.

Seleksi tembakau dan cengkeh




Proses melinting tembakau





Proses pembuatan rokok dengan mesin


Proses pengepakan dalam pak rokok



Proses pengepakan dalam kardus rokok








Proses pengiriman



Cerita sebuah warung yang menjual berbagai jenis rokok
 


Dokumentasi

Berikut beberapa tampilan dari Diorama di Museum Kretek Kudus. 









Informasi Pemotretan 

Pemotretan 
Lokasi pemotretan di Museum Kretek Kudus, Diorama pembuatan Rokok
Detail :
Camera maker : Nikon Corporation
Camera model : Nikon D750
F Stop : f/4
Exposure time : 1/1000 sec.
ISO Speed : ISO 2500
Focal lengh : 120 mm
Lens : 
Nikon AF-S 24 - 120 mm F/2.8G IF-GED VR NIKKOR

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bagaimana Cara Membuat Rokok Linting Tangan, Museum Kretek Kudus"

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan teman teman, semoga artikel bermanfaat dan silahkan tinggalkan pesan, kesan ataupun komentar.

Popular Posts