Pengalaman Perjalanan Kota Bangun ke Kota Kembang Janggut via Sungai Belayan

Pengalaman Perjalanan dari Kota Bangun ke Kembang Janggut via Sungai Belayan. 1.

Kembang Janggut, nama suatu daerah yang unik.

Dimanakah Kembang Janggut.
Kembang Janggut merupakan nama suatu Kecamatan yang letaknya di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Nama Kota     : Kembang Janggut
Tingkatan       : Kecamatan
Kabupaten      : Kutai Kartanegara
Provinsi          : Kalimantan Timur

Kota Kembang Janggut berada di tepi sungai Belayan, Kembang Janggut yang bermuara ke Sungai Mahakam.

Sungai menjadi alat transportasi utama untuk keluar masuk wilayah kota Kembang Janggut.

Saya seringkali berangkat dari Kota Bangun, sebuah kecamatan untuk menuju Kota Kembang Janggut.
Sekitar tahun 2010, sebelum ada Jembatan Liang di Kota Bangun, Chess menjadi alat trasportasi utama menuju Kota Kembang Janggut.

Apa itu Chess.
Chess adalah transportasi semacam perahu berukuran sedang dengan kapasitas penumpang antara 6 - 12 orang.

Pengalaman saya memasuki wilayah Kembang Janggut adalah saat melakukan survey areal di wilayah Kutai Kartanegara.
Penginapan Mahakam Permai Kota Bangun
Perjalanan saya dimulai dari Kota Bangun.
Selepas menginap di Penginapan Mahakam Permai, Kota Bangun Ilir, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Perahu Chess.

Perahu Chess

Perahu sudah bersandar di dekat Pelabuhan Kota Bangun, tepatnya di tepi sungai Mahakam.
Siapa tahu perlu perahu Chess
Kami sempat bercanda dan bermain dengan anak anak Kota Bangun sebelum menaiki Perahu Chess.
Kami menaiki Chess dengan barang bawaan beserta peralatan survey.
Anak Sekolah di Kota Bangun
Sepanjang perjalanan, saya benar benar menikmati suasana pemandangan Sungai yang sebelumnya jarang saya temui, apalagi menyusuri Sungai Mahakan, yang merupakan Sungai Terbesar di Kalimantan.  Sungai ini memang berhulu di wilayah Kutai Kartanegara ini dan jangan jangan memang tempat yang akan kami kunjungi.
Sang Kontributor
Sungai Mahakam merupakan sungai tempat habitat Ikan Pesut, Mamalia Ikan Air Tawar yang terancam punah. Apalagi dengan lalu lintas kapal kapal besar yang mulai memasuki hulu sungai.

Pertama kali saya melihat Pompa Bensin di tepi sungai, biasanya saya melihat di tepi jalan dengan areal yang luas. Pompa Bensin di tepi sungai ini,sekilas seperti Kios tempat pengisian BBM biasa. Drum drum BBM tersusun dengan rapi dan terlihat beberapa perahu bersandar di lokasi SPBU tepi Sungai Mahakan.
SPBU  tepi sungai
Sesekali kami berpapasan dengan Perahu Chess lain yang membawa penumpang dengan berbagai macam bawaan.

Kami juga melewati beberapa bangunan yang menurut saya agak aneh, Jembatan Penyeberangan megah tetapi di ujungnya tidak ada jalannya. Mungkin Jembatan ini belum selesai, pikir saya.
Jembatan berada di tengah tengah rawa tanpa jalan darat penghubung, terus lewat mana ya untuk menuju jembatan ini?

Kami melewati 2 jembatan yang bentuknya seperti ini.
Jembatan Kota Bangun
Kami juga melewati Pemakaman umum yang lokasinya berada di tepi sungai, Kuburan Muslimin Desa Lian. Kalau banjir bagaimana ya kuburan ini.
Desa Lian, Ini Desa Pertama yang lewati dan abadikan meskipun namanya hanya terpampang di Papan nama Pemakaman.

Beberapa kali kami juga berpapasan dengan Kapal Kapal berukuran besar yang mungkin mengangkut logistik serta barang barang kebutuhan desa desa di bagian hulu sungai.
Alat Transportasi masyarakat
Perahu angkutan Logistik
Tampak di kanan kiri sungai sepanjang perjalanan, kegiatan masyarakat mulai dari bertani dan beternak.
Kehidupan tepi sungai Belayan Mahakam
Desa Berikutnya adalah Desa Teluk Muda. Desa Tepi sungai yang asri dan tampak bersih.
Selama perjalanan, saya masih takjub menyaksikan desa di tepi sungai yang memang baru pertama kali saya lewati. Harap maklum.
Desa Teluk Muda
Beberapa kali kami berpapasan dengan kapal tongkang pengangkut Batubara dan beberapa Speed Boat yang melaju kencang dan mengombang ambingkan perahu kami yang kecil ini.  Sempat timbul rasa khawatir juga sih.
Kami sempat berhenti untuk melihat contoh tanah sekalian memastikan vegetasi yang tumbuh di sekitar dan sepanjang sungai.
Contoh pengecekan tanah
Kami juga melewati Log Pond yang berada di tepi sungai, belum tahu Log Pond perusahaan apa. Aktifitas loading kayu sedang berlangsung di log pond tersebut dan beberapa kapal bersandar di tepi dermaga log pond
Aktifitas HTI terlihat dari Kayu yang diangkut

Aktifitas log pond HPH

Entah berapa desa yang kami lewati, dan sepertinya sekitar ada 3 atau 4 desa, karena kami hanya dari sungai, maka kami tidak bisa melihat nama desanya.
Speed dengan kecepatan tinggi
Kami berpapasan dengan tongkang pengangkut Batu Bara yang berjalan pelan dengan ditarik Tag Boat.
Kapal Tongkang Angkutan Batu Bara
Ada juga aktifitas Stone Crusser, mungkin sedang aktifitas pembangunan perumahan, gedung ataupun jalanan.
Stone Crusser di Tepi sungai
Beberapa kali melihat kapal tongkang yang mengangkut Truk Truk besar yang kemungkinan untuk project perkebunan ataupun kehutanan.
Angkutan unit Truk
Berikutnya kami melewati Desa Genting Tanah, dengan penanda adalah Papan Informasi Kelompok Perkebunan Karet Tanjung Mulia, Desa Genting Tanah.

Kami juga melewati suasana Desa Genting tanah,dan yang membuat kami lapar adalah Rumah Makan Depot Sama Indah Permai yang berada di tepi sungai Belayan. Eh, ternyata saya salah, ternyata itu Depot Pengisian BBM yang namanya Sama Indah Permai.  Kalau di Jawa, depot itu pastinya rumah makan.
Pengalaman dan kejadian lucu pertama. Depot bukan rumah makan, tetapi Kios BBM.
Pompa Bensin
Kami melihat beberapa Penggergajian kayu di tepi sungai dengan aktifitas minim.

Setelah sekian jam menyusuri sungai, kami melihat Papan Nama PT Tunas Prima Sejahtera, perusahaan Perkebunan Sawit Subsidiary Asia Pacific Land Berhard Group, PLC Malaysia.
Perkebunan Kelapa Sawit
Kami sempatkan turun di tepi sungai untuk melihat kondisi tanah.  Tanah berpasir dan berbatu berwarna putih dengan solum yang sangat dangkal.
Kami pun melanjutkan perjalanan dan bertemu dengan kapal tongkang yang mengangkut peralatan batu bara sepertinya.
Angkutan Alat Berat
Setelah melewati beberapa kampung tepi sungai, sampailah kami di tujuan kami, Kecamatan Kembang Janggut.
Kami turun di Dermaga Kembang Janggut.
Dermaga Kembang Janggut
Kami beristirahat, sekalian makan dan menginap di Penginapan.

 
Sampai di Kembang Janggut
 
Rumah Makan dan Penginapan di Kembang Janggut






















Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Pengalaman Perjalanan Kota Bangun ke Kota Kembang Janggut via Sungai Belayan"

Popular Posts